Hira Arinta perempuan memiliki banyak talenta yang diwarisi oleh ayahnya. Hidup Hira selalu di bawah kendali orang tuanya, keinginan terbesar orang tuanya yaitu menjadi dokter bedah. Namun, Hira mematahkan harapan keduanya dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual.
Tidak ada cinta dan kasih sayang yang Hira dapatkan sejak kedua orang tuanya mengusir dari rumah dimana tempat selalu mendapatkan cinta.
"Aku membenci kata cinta yang meruntuhkan cita-cita ku."
Bintang Aditya Prawira pria berprofesi sebagai tentara berpangkat Kolonel, berstatus duda. Memiliki putri cantik bernama Kihana, Adit harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kihana. Cintanya tidak bisa terukur untuk sang putri, kehilangan sosok ibu tidak akan kehilangan juga sosok ayah, baginya Kihana prioritas utama.
Tuhan berkehendak lain, Adit dipertemukan dengan sosok Hira Arinta yang penuh misterius.
"Aku akan menumbuhkan dan memberikan cinta yang pernah hilang dalam hidupmu." Bintang Aditya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NatiaGeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duda Mesum
Hira membasuh mulutnya yang terasa amis, Aditya tidak sampai hati melihat Hira muntah di tepi jalan.
"Abang Aditya aku lupa tadi pagi minum vitamin yang biasa Abang beli...tolong ambilkan dalam tas." Hira tidak pernah lupa jika meminum vitamin pemberian Aditya, hanya tadi pagi dia terburu-buru.
"Kamu belum makan...Kita ke apotik saja membeli obat pereda rasa mual kamu." Aditya membelokkan arah mobilnya ke apotik terdekat.
"Tunggu sebentar...biar saya yang beli." Aditya berlari membeli obat untuk Hira.
Hira menoleh ke bangku penumpang, Bika Ambon buatan Cantika belum tersentuh, lebih baik ia makan agar perut terisi makanan.
"Enak juga buatan Nanboru Cantika...Jadi ke ingat Mamak." Hira memakan Bika Ambon dengan lambat, dia sudah lama tidak berkomunikasi dengan Ratna.
Dia mencoba medical nomor Ratna, Ibunya tidak mengaktifkan data selulernya. Tak terasa sudah sebagian Bika Ambon ludes di makan Hira.
"Alhamdulillah kenyang." Hira kembali menutup kotak Bika Ambon pemberian Cantika.
Aditya masuk ke mobilnya, dilihatnya Hira sudah kembali segar. Wajahnya tidak se pucat tadi.
"Kata petugas apotik obat pereda mualnya habis....Kita langsung pulang ya...kamu pasti capek habis ikut kegiatan tadi.
Hira mengangguk lemah, kedua matanya sudah merapat, dia sekarang mudah sekali untuk tertidur.
"Loh kita dimana?" Hira tersadar jika tidak berada di rumah dinas Aditya.
"Kita nginap di apartemen...Besok kan weekend." Aditya sudah mengganti bajunya dengan pakai santai.
Hira bangun dari tidurnya, dia merasa ingin buang air. Sejak tadi sudah tidak tahan untuk menyetor.
"Abang Aditya... Toiletnya rusak ya...Gimana mau nyiram pipisnya." Hira keluar hanya memakai Bra dan CD bajunya sudah berada di keranjang kotor.
"Saya sedang menunggu tukang...untuk memperbaiki toilet...biarin saja...kamu kan ga suka makan jengkol." Dengan santainya Aditya menjawab ucapan Hira.
"Itu kan kotor...Aku ambil air di kamar sebelah aja....bau tahu." Hira tidak mempedulikan tatapan lapar Aditya ke arah dadanya.
Hira masuk ke kamar sebelah, dia mencari ember agar bisa membawa air ke kamar utama. Wanita itu mondar-mandir hanya memakai Bra dan CD, Aditya melihat kelakuan ajaib istrinya sudah ingin menyerang.
Aditya lebih dulu masuk ke toilet sebelum Hira menyiram pipisnya. Pria itu tersenyum bahagia, dugaannya benar, akhirnya si Ucok bisa menghasilkan benih unggul.
"Akhirnya.....Si Ucok memang bisa diandalkan...Bibit Unggul." Aditya bersorak melihat beberapa hasil uji kehamilan yang dibelinya tadi.
"Ada apa sih...kok senang gitu." Hira melihat Aditya memegang hasil tes uji kehamilan.
"Sugar...saya berhasil menghamili kamu....Kental manis Ucok tidak ada tandingannya."
Hira syok mendengar ucapan Aditya, sekarang benih unggul Ucok sudah tertanam di rahim si Inang.
"Dasar Duda mesum....Sengaja ya buat aku hamil." Hira langsung menyerang Aditya, dia masuk jebakan Aditya.
Aditya menangkap tubuh Hira yang belum memakai pakaian. "Duda ini yang selalu bikin kamu men-de-sah keenakan." Aditya senang bukan main, dia memang sudah merancangkan dari awal agar Hira cepat hamil.
"Ikh..mesum.... Alhamdulillah kita dititipkan rezeki dari Tuhan semoga kita bisa menjaganya." Hira mengeratkan pelukannya ke tubuh Aditya.
"Sugar....Si Ucok ingin menjenguk si dedek...Saya ingin bercocok tanam lagi." Aditya membawa tubuh Hira ke tempat tidur, dia ingin kembali menanam benih di dalam rahim Hira.
"Udah basah Sugar....Si Pinky sudah kangen Ucok." Aditya mendorong Ucok masuk ke rumah Inang.
"Dasar Duda Gila....Mesum....Aku kena jebakan Aditya." Hira mencengkram bahu Aditya karena bagian pusat tubuhnya terasa sesak.
🌹🌹🌹🌹🌹
Ya udah di terima saja...kan buatnya berdua....Emang gitu kemampuan si Ucok...baru satu bulan menikah si Ucok udah bisa bikin perut Hira tekdung 😂
BPK nya