NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Bayangan Hitam di Leonidas Tower

Lorong di depan lift penthouse itu mendadak terasa hampa udara. Xander berdiri mematung, menatap mawar hitam dan cincin perak berlogo tengkorak di tangan Dante. Mata obsidiannya berkilat penuh amarah yang tertahan. Lima tahun yang lalu, di sebuah kasino bawah tanah di Makau, Xander telah menghancurkan faksi Kartel Volkov dan mengeksekusi pemimpin mereka. Ia pikir benih konflik itu telah hangus menjadi abu. Namun rupanya, Ivan Volkov—adik dari pemimpin yang ia bunuh—telah menunggu dalam kegelapan, membangun kembali pasukannya hanya untuk menuntut balas dendam.

​Dan kini, bajingan Rusia itu tahu bahwa sang penguasa Leonidas telah memiliki sesuatu—seseorang—yang sangat berharga untuk direbut.

​Xander menarik napas panjang, menekan dalam-dalam aura membunuhnya. Ia tidak boleh membuat Alana curiga atau ketakutan.

​"Kirim Reaper Squad untuk menyapu seluruh pelabuhan utara dan perbatasan kota," perintah Xander dengan suara yang nyaris tak terdengar, namun setajam silet. "Bawa Sarah kemari untuk menemani Alana. Dan panggil Elena."

​Dante mengangguk kaku. "Baik, Tuan Besar."

​Xander membalikkan tubuhnya, mengubah raut wajahnya yang sekeras batu menjadi lembut dalam hitungan detik. Ia berjalan kembali memasuki studio. Alana masih berdiri di depan meja, menatap pantulan cahaya dari berlian merah muda itu dengan senyum yang sangat menawan.

​"Kau menyukainya?" sapa Xander pelan, melingkarkan lengannya dari belakang pinggang Alana dan mengecup puncak kepala gadis itu.

​Alana bersandar pada dada bidang suaminya. "Ini luar biasa, Xander. Aku bahkan takut untuk memotongnya. Batu ini terlalu sempurna."

​"Tidak ada yang terlalu sempurna untuk disentuh oleh tanganmu," bisik Xander. Pria itu kemudian melonggarkan pelukannya dan memutar tubuh Alana menghadapnya.

"Sayang, aku harus turun ke lantai bawah. Ada krisis logistik di pelabuhan yang membutuhkan tanda tanganku segera."

​Wajah Alana sedikit berubah cemas. Instingnya menangkap ketegangan kecil di rahang suaminya. "Apakah semuanya baik-baik saja? Wajah Dante tadi terlihat sangat tegang."

​Xander tersenyum menenangkan, mengusap pipi Alana dengan ibu jarinya. "Hanya masalah teknis pengiriman. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Dante sedang menjemput Sarah di Viora Jewelry agar kau tidak kesepian di sini. Dan selama aku rapat..."

​Tepat saat itu, pintu lift terbuka kembali. Seorang wanita muda bertubuh tinggi semampai, mengenakan setelan jas wanita yang elegan dan kacamata berbingkai tipis, melangkah masuk. Gerakannya sangat luwes namun penuh kewaspadaan.

​"...aku menugaskan Elena untuk menjadi asisten pribadimu," lanjut Xander.

​Elena membungkuk hormat kepada Alana. "Sebuah kehormatan bisa melayani Anda, Nyonya Besar."

​Alana tersenyum canggung. Ia tidak tahu bahwa di balik jas rapi Elena, wanita itu adalah mantan agen intelijen militer yang dipersenjatai dengan pisau titanium dan pistol kaliber kecil yang tersembunyi dengan sempurna.

​"Bersenang-senanglah dengan berlianmu, Sayang. Aku tidak akan lama," ucap Xander sebelum mendaratkan ciuman singkat namun posesif di bibir Alana.

​Begitu pintu lift tertutup dan membawa Xander turun ke Level -5—ruang komando bawah tanah Leonidas Tower—suasana damai di penthouse itu kembali menjadi arena bermain bagi Alana. Tak lama kemudian, Sarah benar-benar tiba dengan diantar oleh dua pengawal berjas hitam. Sahabatnya itu masuk dengan mulut menganga lebar, nyaris pingsan melihat kemegahan studio pribadi milik Alana.

​"Astaga naga, Alana! Ini studio atau markas Avengers?!" pekik Sarah histeris, berlari memeluk Alana. "Pak Hendra tiba-tiba menyuruhku mengemasi barang dan memindahkanku ke sini! Kau benar-benar Ratu sekarang!"

​Alana tertawa lepas, beban di hatinya sedikit terangkat. "Berhenti berlebihan, Sarah. Ayo, kita punya banyak pekerjaan. Kau urus bagian kerangka rose gold-nya, aku akan mulai membuat pemetaan untuk memotong berlian merah muda ini."

​Dua jam berlalu dengan penuh tawa dan fokus tinggi. Elena berdiri di sudut ruangan, berpura-pura sibuk dengan tabletnya, sementara matanya terus mengawasi setiap inci pintu dan jendela kaca antipeluru.

​Namun, tepat pukul empat sore, cuaca cerah di luar jendela mendadak berubah mendung gelap. Petir menyambar di kejauhan.

​BZZZTT.

​Lampu utama di penthouse itu mendadak berkedip. Layar monitor komputer di meja kerja Alana dan Sarah mati sejenak sebelum menyala kembali.

​"Eh? Ada apa dengan listriknya?" gumam Sarah bingung. "Gedung semahal ini bisa mati lampu?"

​Elena langsung menegakkan tubuhnya, tangannya secara refleks meraba balik jasnya. "Nyonya, tolong tetap berada di belakang meja," instruksi Elena dengan suara yang tiba-tiba berubah sangat dingin dan penuh otoritas.

​Alana mengernyit bingung. "Elena? Ada apa?"

​Sebelum Elena sempat menjawab, sebuah telepon kabel berwarna hitam—saluran darurat terenkripsi yang berada di sudut meja kerja Alana dan seharusnya hanya terhubung dengan ruangan Xander—berdering dengan nyaring.

​KRIIING! KRIIING!

​Suaranya memecah keheningan yang mencekam. Elena langsung bergerak maju. "Jangan diangkat, Nyonya! Biar saya—"

​Namun karena panik dan mengira itu adalah Xander yang menelepon dari ruang bawah tanah karena masalah listrik, Alana secara refleks sudah mengangkat gagang telepon itu dan menempelkannya ke telinga.

​"Halo? Xander?" panggil Alana cepat.

​Kening Alana berkerut. Alih-alih mendengar suara bariton suaminya yang menenangkan, ia justru mendengar suara napas berat dari seberang sana. Sebuah kekehan gelap dan serak terdengar, diiringi denting es di dalam gelas kaca.

​"Halo, Nyonya Leonidas," sapa seorang pria dengan logat Rusia yang sangat kental dan berat. Suaranya terdengar seperti besi yang bergesekan, membuat darah Alana seketika berdesir dingin. "Suamimu mungkin telah mengunci menaranya seperti pengecut... tapi dia lupa, badai selalu memiliki cara untuk masuk."

​"Si-siapa ini?" suara Alana bergetar tanpa bisa dikendalikan. Tangannya yang memegang gagang telepon mulai berkeringat dingin. Sarah yang berada di sampingnya ikut memucat melihat ekspresi ketakutan Alana.

​"Aku adalah hantu dari masa lalu suamimu, Sayang," bisik pria itu, nadanya sarat akan ancaman pembunuhan. "Sampaikan pesanku pada sang Iblis Leonidas. Katakan padanya... Ivan Volkov mengirimkan salam. Dan pastikan kau mengunci leher cantikmu malam ini."

​KLIK. Sambungan terputus.

​Alana menjatuhkan gagang telepon itu hingga membentur meja dengan keras. Napasnya memburu. Di saat yang bersamaan, sirene alarm berwarna merah menyala di seluruh penjuru penthouse, menandakan status krisis tingkat tertinggi. Kerajaan suaminya sedang diserang.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!