NovelToon NovelToon
Titipan Mata Arwah

Titipan Mata Arwah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Horor / Tamat
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: RN

kisah horor mendebarkan yang penuh dengan pemicu Adrenalin. Kisah ini menceritakan balas dendam seorang arwah gentayangan bernama Hapsari lewat tubuh Dira manusia yang baru dikenalnya tapi memiliki kemampuan melihat arwah.

Perjanjian antara Dira dan Hapsari mendekatkan Dira pada Dika mantan Hapsari selagi masih hidup.

Rasa cinta yang dimiliki Hapsari ternyata masih tidak bisa merelakan Dika ada di samping wanita lain.

Keinginan Hapsari adalah membalas dendam atas kematian nya dan mencari tahu siapa pembunuhnya dan itu semua harus Dira temukan.

Bagaimana petualangan Dira dalam mencari pembunuh Hapsari dan mengapa saa kot bersentuhan dengan Dika semua arwah tidak bisa Dira lihat ada apa dengan Dika.

JANGAN MEMBACA SENDIRIAN Di SAAT MALAM!!

UP JUM'AT INSYA ALLAH

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Yang Sulit Untuk Dira

BRAAKKK

Pintu kamar Dira tiba-tiba terhempas keras membuat Lina terkejut dengan mata membulat dan tangan gemetar mengelus dadanya.

"Sa-yang." panggil Lina tergagap sambil merapatkan tubuhnya pada Dira.

rasa takut dan juga cemas mulai menyala di aliran darah Lina hingga membuat bulu kuduknya berdiri. Hawa dingin yang tiba-tiba muncul dan bertiup lembut bukan memberikan kesejukan siang itu, tapi malah menimbulkan rasa takut akan datangnya makhluk tak kasat mata yang ada di sekitar kamar Dira.

"Aa-pa hantu itu ada sekitar kita sayang? Mama takut sayang," ucap Lina lirih di telinga Dira ketakutan luar biasa sambil memegang kuat lengan Dira.

Dira menggenggam telapak tangan Lina.

"Tenang aja ma, arwah itu nggak bakal berani nyakitin kita," ucap Dira menenangkan Lina.

"Ayo Dira kita keluar saja sayang!"ajak Lina dengan suara sedikit gemetar.

wajah Lina sudah tampak pucat keringat dingin sudah membasahi kedua telapak tangannya.

"Pergilah! Jangan bersikap seperti anak kecil! gue udah muak sama semua apa yang lo lakuin ke gue jadi gue harap pergi lu dari rumah gue dan jauhi hidup gue!" bentak Dira emosi.

Kepala Dira memutar ke segala arah dia benar-benar waspada, kecemburuan Hapsari terhadapnya membuat Dira berpikir bahwa arwah itu bisa melakukan apa saja kepada dirinya atau kepada mamanya.

"DIRAA! DIRAAA!" teriak suara melengking Dika dari depan pagar.

"MARSS!" pekik Hapsari terdengar marah.

Dira tidak mengatakan satu kata pun dia hanya diam berdiri sambil memeluk Lina dan mengawasi ruang kamarnya. Perlahan Dira mulai melangkahkan kakinya, baru 2 langkah tiba-tiba,

PYAARRR

Sebuah botol parfum yang tergeletak di meja samping tempat tidur Dira melayang secepat kilat menimpa kaca lemari Dira hingga pecah berkeping-keping.

"Allahu Akbar!" teriak Lina sambil memegang dadanya.

"Sayang coba kamu bujuk arwah itu supaya dia nggak ngamuk seperti ini, mama benar-benar takut." kata Lina

"Cuman ada satu orang yang bisa membujuk dia ma." saut Dira terus memutar kepala dan juga bola matanya mengitari kamar.

Sementara di bawah Dika sudah bisa masuk halaman rumah dengan memanjat pagar rumah Dira, sesaat Dika mendongakkan kepala ke atas tatapannya langsung jatuh pada balkon lantai atas yang rimbun tertutup oleh tumbuhan perdu.

"Gue harus cari cara buat naik ke atas." gumam Dika di tengah kepanikannya.

Mata Dika memperhatikan dengan seksama halaman sekitar rumah Dira untuk mencari sesuatu agar bisa digunakan untuk naik ke atas. Dika sudah menyapu setiap sudut dengan teliti setiap tapi dia tidak menemukan tangga atau barang yang bisa dipakai untuk memanjat naik ke atas.

"Sial!" Gak ada tangga!" geram Dika kesal.

Matanya kembali meneliti setiap sudut dinding berharap menemukan sesuatu yang bisa di pakai untuk memanjat ke lantai atas dan saat tatapannya jatuh pada tembok pembatas pagar dengan rumah sebelah, Dika langsung bergegas melangkah menuju tembok itu.

PYAARRR

Mata Dika menatap tajam ke atas begitu mendengar bunyi pecahan kaca atau sejenisnya dari balkon lantai atas. Tanpa berpikir ulang Dika mengambil ancang-ancang untuk menaiki tembok pembatas rumah Dira.

"HUPPP!"

Dengan sekali lompatan kedua tangan Dika mampu menggapai puncak tembok pembatas sambil bergelantungan dia mencoba untuk menaikkan badannya agar bisa mencapai tembok pembatas rumah Dira.

Dika mengerahkan seluruh tenaganya dan hasilnya tidak sia-sia dia kini sudah berada di pucuk tembok pagar pembatas dalam posisi duduk.

"Hhffff, akhirnya." gumam Dika lega.

Perlahan Dika menggeser tubuhnya maju sedikit demi sedikit hingga sampailah dia di lantai dua rumah Dira. Dengan berpegang pada pagar balkon lantai 2 Dika memanjat pagar itu untuk bisa mencapai balkon.

"DIRAA," teriak Dika sekuat tenaga sambil setengah berlari menuju pintu balkon.

"Mars." Hapsari yang berdiri tak jauh dari pintu langsung menoleh ke arah pintu depan balkon dengan mata berbinar bercampur kesal.

"Jangan mendekat!" teriak Dira saat melihat

Dika berlari ke arahnya.

"Dia ada di sebelah Lo." ucap Dira memberitahu Dika tentang keberadaan Hapsari yang persis sedang berdiri di sampingnya.

"Mars, gue kecewa sama Lo. Kenapa Lo jatuh cinta sama diaaaa!!" teriak Hapsari histeri saat menyebut kata dia sambil menunjuk ke arah Dira dengan mata melotot tajam berwarna kemerahan.

Dira mencoba untuk tenang. Tapi tetap saja hal yang paling dia takutkan adalah keselamatan mamanya.

"Apa dia bisa mendengar perkataan gue?" tanya Dika pada Dira.

Dira menjawab dengan anggukan kepala.

"Mars," panggil Hapsari lirih sambil berlinang air mata.

"Ra, tolong bantu gue. Gue pengen banget ngomong sama Mars." dengan wajah memelas Hapsari memohon kepada Dira agar mau meminjamkan tubuhnya.

Dira diam tak menyahut, rasa kesal akan ulah arwah Hapsari kepada dia dan keluarganya benar-benar membuat Dira berada pada puncak kemarahannya kepada Hapsari.

"Gue sudah berusaha ngebantu Lo! Tapi lo selalu teror Gue hanya karena rasa cemburu Lo yang buta. sekarang Lo mau minta gue untuk meminjamkan tubuh gue? Apa lu pikir gue mau nyerahin raga gue sama orang yang selama ini benci sama gue? Apa gue mau pertaruhkan nyawa gue dan membahayakan orang yang sangat gue sayang yaitu mama gue!" Dira ngomel mulutnya tak berhenti meluapkan semua kemarahan yang sudah sampai pada puncaknya kepada Hapsari.

"Please Ra, maafin gue. Gue janji nggak akan cemburu lagi sama lu dan nggak akan teror keluarga lu lagi. Tapi tolong pinjamkan raga lu untuk kali ini saja buat ngomong sama mars hiks hiks." ucap Hapsari di sela Isak tangisnya.

Bibir Dira tertutup rapat. Permintaan Hapsari rasanya terlalu berat untuk diturutin, terlebih lagi saat ini Hapsari sedang di kuasai emosinya dan sudah tidak bisa berpikir secara logis dia hanya mengikuti emosinya yang selalu berubah.

"Ra! kenapa diam? Apa dia mengatakan sesuatu?" seru Dika penasaran menatap Dira tajam.

"Dia... dia ingin meminjam ragaku agar bisa berbicara dengan mu." saut Dira balik menatap Dika bimbang.

Mendapat jawaban seperti itu Dika diam sejenak, Dika tahu ini pasti pilihan yang sulit buat Dira. Itulah yang ada di pikiran Dika.

"Gue yakin arwah itu tidak bisa membaca chat wa gue sama Dira." batin Dika.

Dika lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menghubungi nomor kontak Dira, walaupun jarak mereka sekarang tidak lebih dari 3 meter tapi apabila salah langkah akan bisa membahayakan Dira dan juga mamanya.

Dengan jari 1000 Dika menulis pesan melalui wa ke nomor Dira.

Onica onica

Bunyi nada dering terdengar dari ponsel Dira tanda pesan wa masuk, saat Dira melihat notif itu dari Dika, Dira menatap Dika sambil mengangkat alisnya dan dibalas dengan anggukan kepala sebagai kode agar Dira membaca notif darinya.

Dira melirik Hapsari dengan ujung matanya yang terlihat sedang tertunduk sambil menangis sebelum akhirnya membaca pesan dari Dika.

Pinjamkan raga lo, gue jamin lu aman. Kalau dia macam-macam, gue akan langsung pegang Lo kalau perlu gue akan peluk.lo

Setelah selesai membaca pesan dari Dika Dira menengadahkan wajahnya menatap Dika yang berada jarak 3 m di depannya dengan mata melotot tajam. Menatap mendapat tatapan seperti itu Dika hanya mengangguk pelan dengan tatapan memohon.

😕😕😕😕😕

Kira-kira bakal mau nggak ya Dira meminjamkan raganya untuk Hapsari yuk ikuti episode selanjutnya Kaka 🙏🤗

1
Zainuri Zaira
knp setan sllu ditolong..percaya amat ama setan..setan sllu menyesatkan
Zainuri Zaira
hantu emng tk kenang budi udh di tlng mlh mau di bunuh dsar setan terkutuk
Zainuri Zaira
tpi kerumah sakit ngk nyimak bcax yh
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
semoga dengan keterbatasan nya Dira yang skrg Dika tuh masih suka sama dia dan mau berteman dengan nya walaupun skrg Dira tuh sudah tak sempurna lagi ???
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
keputusan yang sangat sulit untuk Dika buat pergi dan tinggal di kota lain,
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kira² ke mana ya perginya mereka
RN
Alhamdulillah setelah 3 tahun tamat juga 😁
thanks buat reader setia 🙏🥰
kumbang jantan
apa dika mau bawa dira ke kuburan Hapsari untuk minta izin?
kumbang jantan
perihal Hapsari semuanya sudah selesai lalu apa yang akan dilakukan dika selanjutnya
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
selamat tinggal Hapsari semoga kau tak mengganggu mereka lagi
kumbang jantan
pasti sulit jadi Hapsari
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
untung gercep tuh Dika menyelamatkan nyawa kalau tidak kan bisa terancam
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
yakin kah itu permintaan dia yg terakhir udh GT gak akan ganggu Dira lagi
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
JD bnrn Dika mau ngejauhin Dira karena Hapsari trs mengganggu nya.
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akan kah selanjutnya Dira JD korban Hapsari setelah Dika dan Dira berdekatan
kumbang jantan
sepertinya dia ga akan mau menjauh dari dia dan berusaha melindungi nya yang membuat Hapsari semakin marah
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akhirnya pak Mamat kena jebakan Betmen 🤣
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ayo lah hans bantuin mereka biar pak Mamat ke tangkep
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
rupanya ada musuh baru lagi nih sehabis Selena dan Leo mati
kumbang jantan
ribet banget masalahnya kalau gini masalahnya ga akan selesai dengan cepat, kalian hati-hati aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!