NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.

Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34_Kau Adalah Raja

“Apa kau mengidap penyakit yang serius?” tanyanya. Pertanyaan yang membuat Vano tertawa kecil. Sisi humoris kakak ipar yang jarang ia temui.

“Keterlaluan,” ujar Vano masih dengan tawa kecilnya.

“Lalu kenapa tiba-tiba meminta maaf. Itu menggelikan.”

“Hahaaa.” Vano kembali tertawa. Dia tidak memberitahukan alasan yang sebenarnya kenapa

tiba-tiba dia meminta maaf. Berkebalikan dengan itu, dia mengucapkan terima kasih karena sudah membuat keputusan yang tepat untuk Neva.

Leo mengangguk. “Buat dia selalu bahagia.” Pesannya. Leo hampir tidak memiliki pesan apapun selain itu. Awal mula dia mau menerima Vano adalah untuk kebahagian adiknya.

“Pasti,” jawab Vano dengan kesungguhan.

“Jika kau tidak sibuk akhir-akhir ini, lakukankah perjalanan berdua.”

“Ya. Aku sudah memikirkannya. Mungkin beberapa bulan kedepan.”

Mereka berbincang santai siang ini. Mereka membicarakan bisnis setelah itu.

***@***

Sore hari saat Yuna menjemput si kecil dari tempat silatnya. Mereka berada didalam mobil sekarang.

“Momm.” Arai memanggil Yuna dan langsung dengan manja memeluknya.

“Kenapa?” Yuna mengusap rambut Arai dengan halus.

“Kenapa Kim memanggil Mommy dengan panggilan Mommy?” Arai bertanya saat mobil mereka meninggalkan sanggar pencak silat.

Kening Yuna berkerut sebentar. “Kau tahu nama gadis kecil itu? Jadi kau sudah mengenalnya?” jawabnya balik bertanya.

Arai mengangguk samar. “Dia pernah datang ke kantin dan memperkenalkan dirinya. Jadi kenapa dia memanggil Momm dengan pagggilan Mommy?” jawabnya sekaligus bertanya.

“Itu karena … Kim tidak memiliki seseorang yang ia panggil Mommy. Mungkin gadis kecil itu bernasip sama seperti Momm diwaktu kecil. Hmm, kenapa? Apa kau keberatan dengan itu, Sayang?”

Awalnya Arai ingin mengangguk keberatan tapi pada akhirnya ia menggeleng, “Tidak,” jawabnya.

Ia memahami apa yang diceritakan Mommynya. Kim seperti Mommynya yang tidak memiliki Ibu sedari kecil. Itu pasti sangat menyedihkan.

“Terima kasih, Pangeran kecil,” ucap Yuna. Dia mencium rambut anaknya. “Kalian sudah saling mengenal. Kau bisa berteman dengannya atau kau bisa menganggapnya adik perempuanmu. Sepertinya dia gadis yang menyenangkan.”

“Aku tidak tuka dengan Daddy Kim.”

“Eh, Kenapa?”

“Dia orang yang paltu.”

“Palsu?” Yuna mengerutkan keningnya.

Si kecil mengangguk. Yuna terkekeh mendengar ucapan si kecil. Dia ini … sudah seperti orang dewasa saja. Yuna mencubit gemas pipi putranya.

Malam hari, setelah Arai belajar bersama Daddy. Mereka masih di ruang belajar.

“Daddy, bagaimana jika Daddy memberi Mommy adik perempuan.” Ucap Arai dengan polos tetapi terdengar begitu serius.

Leo mengerutkan keningnya, “Hmm kenapa? Apa kau ingin punya adik atau Mommy yang menyuruhmu merayu Daddy?” Leo bertanya dengan gemas. Dia mengangkat si kecil dan menempatkannya di atas meja. Ia dengan perhatian menunggu jawaban si kecil.

“Agar Mommy tidak menginginkan adik perempuan dari orang lain.” Si kecil menjawab dengan sedih. Meskipun ia merasa iba pada Kim tapi dasar hatinya sungguh tidak rela membagi Mommynya pada orang lain.

Ada jeda sebelum Leo memberikan jawaban. Dia mencerna baik-baik apa yang diucapkan anaknya.

“Siapa adik perempuan itu?” tanyanya pasti.

“Namanya, Kim. Aku bertemu dia tiang itu dan tadi pagi.”

Leo mengangguk. Ia bisa menyimpulkan jika gadis yang dimaksud putranya adalah gadis yang menerima sapu tangan dari Yuna dan yang memberi Vas bunga berkepala putik berlian.

“Menurutmu, kenapa dia memanggil Mommy kita dengan panggilan Mommy?”

Arai menjawab dengan jawaban yang Yuna berikan padanya tadi sore. Leo mengangguk lagi. Kemudian si kecil mulai menguap dan pamit untuk tidur. Mommy sudah menyiapkan susu untuknya. Setelah membersihkan diri dia tidur dengan memeluk

Yuna. Sementara Leo masih sibuk di ruang belajar. Jari-jarinya begitu lincah menari diatas keyboard. Ok. Permainan dimulai. Bidak mana yang akan maju lebih dulu diatas papan.

Pintu ruangan terketuk pelan dan seseorang masuk setelahnya. Dengan senyum dia melangkah kearah Leo.

“Kau masih disini,” ujarnya. Dia meletakkan segelas minuman hangat seduhan tanaman secang dan rempah-rempah. Minuman hangat yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dan stamina tubuh.

Leo mengangguk sebagai jawaban. Kemudian kembali sibuk dengan laptopnya. Sebenarnya,

setelah kejadian malam itu, mereka masih sedikit saling diam. Leo tidak bermanja-manja seperti biasanya.

“Minumlah selagi hangat.” Yuna berujar pelan. Ia menggeser letak cangkir untuk lebih dekat kearah Leo.

Leo menghentikan jarinya. Ia menatap cangkir itu sebentar lalu mengambilnya. Menyesap sedikit demi sedikit minuman hangat itu hingga setengah.

“Terima kasih sudah membuat ini untukku,” ujarnya pelan sambil meletakkan kembali cangkir di tempatnya. Yuna mengangguk samar. Ada jarak yang terasa sangat jauh diantara mereka. Yuna diam memperhatikannya. Dia yang kembali sibuk dengan apa yang tengah ia kerjakan.

“Kau masih marah padaku?” tanyanya setelah mereka saling diam beberapa saat.

“Tidak. Marah kenapa?!” jawab Leo tanpa meninggalkan matanya yang fokus dengan layar

laptopnya.

“Kenapa kau tidak mau menatapku, Tuan Suami?” tanya Yuna. Kini tangannya mengulur dan meletakannya di depan layar laptop itu. “Apakah disini lebih indah dariku?” tanyanya.

Jari Leo berhenti. Pelan, Leo membawa pandangannya pada Yuna. Menatap wajah Yuna tepat pada matanya. Dan Yuna langsung memberinya senyum cantik. Tangannya berpindah, untuk diletakkan di pundak Leo. Ia membuat usapan halus disana.

“Ini sudah larut, kenapa kau masih saja bekerja,” ujar Yuna rendah. Ia melangkah maju untuk lebih dekat dengan Leo. Leo masih menatapnya tetapi tidak mengatakan apa-apa.

“Tidur, yuk,” ajak Yuna dengan senyum. Kini tangannya berpindah di leher kokoh Leo. Mengusapnya halus dan merambat hingga pipinya. Kini … dia bahkan menempatkan dirinya tepat di depan Leo. Menghalangi layar itu sepenuhnya. “Saat di rumah, bisakah kau hanya untukku?” tepat setelah mengucapkan itu, Yuna membalik tubuhnya membelakangi Leo. Ia membungkuk dan segera menyimpan data lalu mematikan laptop itu. Leo sudah bekerja seharian, sejujurnya ia paling tidak

suka Leo masih saja bekerja di rumah. Ini bukan tentang dirinya yang ingin selalu dimanja. Ini untuk Leo sendiri, agar dia lebih banyak istirahat, agar dia selalu sehat.

Leo mengangkat tanggannya untuk diletakkan di pinggang Yuna. Lalu menariknya halus, membuat wanita itu duduk di pangkuannya. Lalu ia melingkarkan kedua tangannya di perut Yuna.

“Momm,” panggilnya rendah. Dia menyandarkan kepalanya di punggung Yuna. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Yuna.

“Ya?” jawab Yuna. Tangannya mengusap lengan Leo yang memeluknya.

“Di dunia ini … bisakah Momm hanya untukku dan anak-anak kita?”

Yuna tersenyum lebar mendengar ini. “Apa pangeran tampan sudah bercerita padamu?”

Leo mengangguk dipunggung Yuna. Itu terasa menggemaskan. Yuna ingin menciumnya.

“Biarkan aku menatap wajahmu,” pinta Yuna. Dan Leo langsung merenggangkan pelukannya. Ia

melepaskan Yuna. Yuna langsung berdiri dan membalik badan. Leo mendongak menatapnya. Mata mereka bertemu. Yuna menunduk dan menangkup kedua pipi Leo lalu membuat ciuman manis di keningnya. Memenuhi telaga hati dengan cintanya, itu menegaskan bahwa dirinya memang hanya untuk Leo, hanya Leo. Tidak ada batas waktu untuk bersamanya. Kemudian Yuna kembali menatap Leo dan membuka mulutnya untuk memberi jawaban.

“Momm hanya sebuah panggilan. Seperti saat Arai memanggil gurunya, Ibu. Gadis kecil itu tidak memiliki Ibu, itu seperti aku diwaktu kecil. Tidak ada sosok ibu disamping kita. Orang-orang yang memiliki keluarga lengkap tidak akan pernah tahu rasanya. Mereka tidak akan pernah mengerti bagaimana genggaman tangan seorang Ibu begitu sangat berarti. Aku hanya sedikit berbaik hati padanya dengan mengizinkan dia memanggilku, Mommy. Aku hanya ingin menyenangkan hatinya. Sedikit yang mungkin bisa membuat seorang gadis kecil merasa bahagia. Semoga kau tidak keberatan dengan itu.”

Leo diam. Dia terus memperhatian Yuna. Mendengarkan dengan baik ucapan Yuna dan tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengizikannya? Apakah itu berlebihan jika melihat bagaimana tulusnya Yuna pada gadis kecil itu. Leo tahu maksud Yuna baik, hanya saja runtutan kejadian membuatnya harus waspada.

Yuna memeluknya.

“Meskipun di seluruh dunia ini memanggilku Momm tapi jiwa dan ragaku hanya padamu.”

“Tapi aku cemburu bila orang lain memanggilmu, Momm.” Jawab Leo. Dia melepaskan pelukan Yuna. Dan mengangkat tubuh Yuna untuk duduk di atas meja setelah ia menyingkirkan berkas-berkasnya.

“Gadis itu tidak memiliki Ibu, itu berarti Ayahnya tidak memiliki istri. Bagaimana jika dia juga menginginkanmu?” ucap Leo. Kalimat terakhirnya membuatnya cemas setengah mati, itu bahkan menghentikan nafasnya sejenak. Ia tidak suka orang lain memandang wajah Yuna apalagi memiliki niat untuk memilikinya.

“Hei apa kau lupa jika kau adalah raja yang kuasa dan tidak akan ada yang mampu mengambil tuan putri darimu.” Yuna berucap dengan membuat usapan halus di bibir Leo. “Berhenti merasa cemas tentang hal itu, okey.”

Bibir merah muda itu terbuka oleh jemari Yuna dan terlihat sangat seksi.

“Tuan tampan … kau sangat seksi,” ujar Yuna dengan suara yang pelan tetapi penuh

godaan. Matanya bahkan berkedip dengan genit.

“Kau menggodaku, Nyonya cantik.” Tangan kekar tetapi halus mulai membuat usapan di paha Yuna.

“Ya,” jawab Yuna mengakui jika ia tengah menggoda. Leo mengecup jari-jari Yuna yang

berada di bibirnya. Hingga akhirnya dia bangkit dan mencium bibir Yuna. Menciumnya dengan begitu rakus. Ia seperti orang kelaparan dan kehausan di

tengah padang gurun. Tangannya menurunkan baju malam Yuna dan … pintu terketuk pelan.

Mereka gelagapan. Leo segera mengangkat tubuh Yuna untuk turun dari meja dan segera membenarkan baju Yuna.

Si kecil berada dibalik pintu. Untung saja, dia begitu patuh dengan semua ajaran Daddy. Dia tidak akan masuk atau membuka pintu sebelum dipersilahkan.

Leo membuka pintu.

“Daddy, aku mimpi buruk. Bisakah aku tidur bertama Daddy taja malam ini?”

Leo mengangguk dan langsung menggendongnya. Membawanya kekamarnya. Malam ini, si kecil tidur di tengah diantara Mommy dan Daddynya.

***@***

Keesokan harinya di kantor Tuan muda Daniel.

“Jadi kau adalah teman dari Nyonya muda kedua keluarga Nugraha, Yuna.”

“Ya. Saya mengenalnya ketika kita masih kecil,”

“Teman masa kecil.”

_______

Catatan Penulis 🥰🙏

Novel ini memang masih on going ya cinta 😘 jadi memang harus nunggu Up setiap harinya. Aku usahakan Up setiap hari.

Jika temen-temen merasa kurang banyak Up nya. Mohon maaf Yach. Ummm gimana ya, jadi memang menulis dan membaca itu berbeda. Apa yang kamu baca dalam detik yang singkat, memerlukan waktu yang berjam-jam untuk menulisnya. Maaf atas ketidak sempurna ini. 🙏🙏 Aku tidak bisa asal menulis lalu dikirim. Aku berusaha memberikan alur dan dialog-dialog yang apik dalam setiap babnya, menambah diksi agar semakin masuk kehati temen-temen semua.

jika ada Author yang bisa Up banyak tolong jangan samakan aku dengannya. Karena aku adalah aku dengan segala kekuranganku. Aku bukan Author hebat, aku masih belajar jadi mohon maaf jika ada salah dan belum bisa memenuhi keinginan temen-temen semua. 🙏🙏

"Jangankan nulis seribu lima ratus kata, temen-temen nulis koment buat aku aja kadang pada males 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭.

Sekian CURAHAN HATI SEORANG AUTHOR.

😅😅😅🙏🙏

Terima kasih buat teman-teman yang like, koment, ngirim hadiah, ngasih tips dan vote. 🥰🙏 Padamu.

Yuukk like, koment. Jika suka silahkan vote. Jika gemesh silahkan kirim hadiah hehehhhh 😆😆🙈

1
Nunuk Bunda Elma
eh Kiara apa kabar di perusahaan Leo
masih tetap di sana atau gimana ya?
taju gejrot
Daddy Leo,mom Yuna tidak akan kemana-mana.
Leo dan Yuna ditakdirkan selalu bersama,menua bersama oleh kakak author.
Jesica Samosir
jgn takut leo..klu yuna dibawa ayah msh ada aq😄
Istri Leo J
wkwkwkwk,Leo ketar ketir Yuna dibawa pulang sama ayahnya,yg sabar ya Leo,gak usah takut,ayah cuma ngomong doank kok😁😁
Syofi Syofiah
luar biasa keren
Syofi Syofiah
sebenarnya cinta leo yuna
Syofi Syofiah
terimakasih sudah update😍😍
Syofi Syofiah
akhirnya update😍😍😍
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
syukurlah tidak terjadi apa² , semoga selalu baik² ja tidak ada Kiara 234dan seterusnya bahagia selalu buat kalian,
JiDHan Bolu Bakar
netes lagi air mataku, aaàyaaaaaahhhĥ..../Sob//Sob//Sob/
JiDHan Bolu Bakar
kenapa membaca bab ini air mataku meleleh, langsung teringat bapakku yg telah berpulang menghadap yg kuasa /Sob/
Bunda'e Azzahra
kangen sama mereka lama nggk buka novel toon fokus ke dracin aja 🤭
Mmh dew
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Nunuk Bunda Elma
seorang ayah pasti akan memberi pesan seperti ini kepada suami putrinya
Nunuk Bunda Elma
jawab aja Yuna
kalo Kiara migrasi ke Mars 🤣🤣
taju gejrot
ayah ngomong apa sih,gak mungkin Leo tidak lagi mencintai Yuna,cinta Leo sudah habis di Yuna.
Istri Leo J
yakinkan ayah Leo,bahwa kamu benar benar mencintai putrinya sepenuh jiwa dan ragamu,biar ayah percaya padamu
Istri Leo J
mak juedaaarrr,,bagai disambar petir di pagi buta ya Leo ucapan ayah🤣🤣
soft saa
ayahhh 🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!