Buat yang mau tau novel penulis lainya, cus liat di IG@putritanjung2020. Ada gratis juga di pf lain.
Syafira adalah seorang gadis yang sederhana baik dan
pintar disekolahnya tinggal dengan paman
dan bibinya di suatu desa yang jauh dari
kehidupan metropolitan, dikarenakan kondisi
ekonomi pamannya yang pas-pasan Syafira
tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan
yang sangat dia cintai karena dia ingin
sekali melanjutkan penididikannya sampai
sarjana tetapi sayang pamannya sudah tak
mampu.
Akhirnya dia memutuskan untuk merantau
ke kota agar bisa mendapatkan pekerjaan dan
mengumpulkan uang untuk melanjutkan
kuliahnya.
Saat di kota dia bertemu dengan seorang CEO. Apa yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar 2
Di perjalanan menuju ke rumah Kevin, Santi dan Bintang sangat asik bercerita, mereka berdua menceritakan masa-masa galaknya sang tuan Kevin. Mereka membandingkan sifat dan sikap Kevin sebelum dan setelah bertemu dengan gadis itu.
Bintang juga nggak lupa dalam menceritakan bagaimana usaha Kevin agar bisa selalu nempel dengan gadis itu, sampai-sampai Kevin pura-pura sakit dan dirawat di rumah sakit.
Santi banyak tertawa ketika mendengar kekasihnya itu dengan gamblang menceritakan trik kotor yang telah dilakukan oleh bossnya dalam menggapai tujuannya.
Yang paling mengejutkan Santi adalah, masalah Kevin yang dikasih PR oleh gadis kampung berkerudung itu, untuk bisa membaca Al-Qur'an sebelum menikahinya.
Bintang dan Santi telah sampai di depan pintu apartemen Kevin, karena Bintang adalah sahabat Kevin yang termasuk dalam 5 bersahabat, maka Bintang juga tau sandi untuk masuk kedalam apartemen itu.
Mereka berdua dengan pelan-pelan memasuki ruang tamu dan duduk diam menunggu sang boss yang ternyata sedang asik belajar Iqro' bersama calon istrinya.
Santi dan Bintang saling berpandangan dan mengangkat bahu mereka, karena melihat adegan belajar mengajar begitu hikamat di depan mata, mereka juga nggak berani untuk bicara karena takut dimarahi sama si pemilik rumah.
"Calisku udah duluya, besok kita sambung lagi, kerjaanku masih numpuk tuh, tadi siang Kamu udah nampakkan?" kata-kata yang diucapkan oleh calon suaminya itu membuat Syafira tidak tega dan mengangguk setuju untuk menyudahi pelajaran hari ini.
"Ya udah, sekarang kita istirahat tetapi besok baru kita sambung kembali," ucap Fira.
"Calisku." Panggil Kevin pada sang gadis.
"Hemm." Jawab Fira tanpa menoleh.
"Kenapa Kamu memaksaku belajar ini dan itu?" tanya Kevin ingin tau.
"Ya karena kita nggak belajar sana dan sini," ucap gadis itu bercanda.
"Jangan bercanda, aku lagi serius nih, orang lain bisa langsung nikah walau tak ngerti agama," ucap Kevin.
"Jika seorang suami tidak belajar Islam dengan baik dan benar, bagaimana caranya dia bisa mendidik istrinya ketika salah, karena nggak tau ilmunya, sedangkan jika seorang istri tidak belajar ilmu agama dengan baik, bagaimana caranya dia mendidik anak-anaknya menjadi shaleh dan shaleha. Apabila anak tidak diberikan pendidikan agama yang benar, bagaimana mungkin dia bisa mendo'akan orang tuanya ketika sudah masuk kuburan nantinya."
Penjelasan yang telah diberikan oleh calon istrinya itu, membuat Kevin berkaca-kaca, tak terkecuali sama pasangan kekasih yang sedari tadi ikut mendengarkan sesuatu yang berharga keluar dari mulut seorang gadis kampung.
"Calmiku, kenapa Kamu menangis? Apa ada ucapanku yang salah?" tanya Fira yang bingung dengan orang berkuasa di depannya itu bisa mengeluarkan air mata.
"Tidak, aku jadi ingat mama sama papa, mereka tak memberikan apa yang barusan Kamu katakan, tetapi aku diberi semua bentuk kekuasaan dan kekayaan," ucap Kevin dengan senyum yang dipaksakan.
Setelah adegan drama India yang sangat membingungkan terjadi, akhirnya pasangan itu menampakkan diri.
"Assalamu'alaykum."
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, lhoo kak Santi, bilo masuaknyo? Kok ndak tadanga samo ambo, (loh kak Santi kapan masuknya? Kok nggak kedengaran sama Aku)," ucap Fira sambil mencium punggung tangan Santi.
Santi menceritakan tujuan dia untuk datang menemuinya, katanya, ada orang yang sedang mencarinya di kampung, dan itu sangat penting untuk diketahui. Menurut pamannya, orang itu datang dari kota Koncek, mereka berjumlah 3 orang.
Kota Koncek adalah sebuah kota yang terkenal dengan tanaman duriannya, sehingga disebut juga dengan kota Durian, bahkan saking terkenalnya, disetiap tahun selalu diadakan festival durian terenak di seluruh Asia.
Santi menceritakannya dengan serius dan yang mendengarkan juga tak kalah seriusnya. Syafira merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya, karena selama dia hidup, baru sekali ini dia mendengar ada kota Durian.
Santi kembali menjelaskan, jika ayahnya Fira sekali dalam setahun biasanya dulu sebelum terjadi kecelakaan selalu pulang ke kota Durian, setiap balik ke kampung, pak Ahmad Alkatiri akan selalu membawa banyak durian dan dibagikan ke tetangga.
Masalah ayahnya yang sekali setahun membawa banyak durian setiap tahun itu ke kampung, memang selalu diingat sama Fira, namun dari mana ayahnya dapat, Fira nggak pernah tau dan nggak pernah menanyakannya.
Fira juga ingat, setiap ayahnya pulang membawa durian, sewaktu itu juga ibunya tiba-tiba bisa punya banyak uang dan bisa membeli apa saja kebutuhan rumah tangga yang tidak dapat dibeli waktu bulan yang lain.
Mereka berempat menyimpulkan jika ayah Fira, selalu menang dalam lomba durian terenak itu, makanya bisa banyak uang setelah kembali ke kampung.
Santi mengingatkan, jika orang yang mencari Fira itu, menurut paman Habibi, tampangnya seperti anggota Mafia. Paman takut akan terjadi hal buruk sama keponakannya itu.
Paman Habibi adalah kakak kandung dari almarhumah ibunya, sedangkan keluarga ayahnya, Fira tidak mengenalnya karena kata paman, ayahnya hidup merantau ke kampung mereka dan menikahi ibunya, mereka hidup sebagai petani biasa, menanam padi dan juga sayur-sayuran.
Paman Habibi tidak memberitahukan keberadaan ponakannya itu, maka 3 orang yang mendapatkan tugas mencari gadis itupun kembali menghilang dari kampung mereka.
*****
"Bagaimana hasil pencarian?" tanya seseorang yang ala-ala Arabia itu kepada anak buahnya.
"Maaf tuan, gadis yang bernama Syafira belum bisa kami temukan, tetapi menurut beberapa penduduk kampung, gadis itu sedang bekerja menjadi seorang OB di perusahaan tertentu dikota Pedang."
"Habibi! Kau menjadikan keturunan Alkatiri sebagai seorang pembantu!"
"PRANGGGG. "
Seketika gelas yang masih berisi ampas kopi tersebut pecah karena dibanting sama orang bernama pak Husein Alkatiri .
"Cari sampai ketemu! Saya mau bulan ini, gadis itu sudah ditemukan karena jejak yang kita dapat sudah semakin dekat." ucapan bapak itu memancing seorang ibu paroh baya mendatanginya dan menenangkannya.
(Author ikutan tegang dalam menulisnya)
"Sabar Pa, in syaa Allah kita pasti bertemu dengan keponakanmu itu, berdo'alah terus," ucap si ibu yang ternyata bernama Zainab.
"Bagaimana saya bisa sabar Ma, kita tidak memiliki anak satu orangpun, tetapi ketika ayah meninggal dan mengatakan jika bang Ahmad punya seorang anak perempuan barnama Syafira, maka Saya begitu bahagia Ma, walaupun sudah 3 tahun kita mencari keberadaannya belum mendapatkan petunjuk yang nyata.
"Ini semua kesalahan ayah, karena dia sangat merahasiakan keberadaan abang Ahmad dan istrinya uni Kahdijah," ucap pak Husein dengan menyesal.
"Pa, ayah sudah melakukan hal yng benar, karena dulu Papa sangat jahat kepada abang sendiri, sehingga ayah terpaksa menyembunyikan pernikahan bang Ahmad dengan Uni Kahdijah," jelas istrinya.
"Tapi sekarang Papa menyesal Ma," jawab Husein Alkatiri.
"Ya, Kamu menyesal karena ayah sudah meninggal, dan semua harta ayah Kamu kuasai, sekarang Kamu seharusnya puas bisa hidup dengan limpahan harta," ucap istrinya dengan derai air mata.
"Cukup Ma! Jangan tambah membuatku pusing."
******
Fira bingung setelah kepergian Santi, otaknya belum bisa berfikir jernih tentang apa yang sedang terjadi, ada rasa takut yang mulai menghantuinya.
"Calmiku, jika ternyata orang yang mencariku benaran geng Mafia yang ingin membunuhku, bagaimana?" tanya gadis itu saat duduk dibalkon apartemen.
"Itu nggak akan terjadi, percayalah Fira. Aku akan selalu menjagamu," ucap Kevin.
Pandangan gadis itu jauh menatap langit yang penuh bintang tanpa rembulan, tak terasa air matanya jatuh tak tertahankan, berfikir tentang teka-teki yang belum selesai menyelimuti drama kehidupannya, entah apa yang akan terjadi esoknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haii reader jangan lupa vote, like dan komennya ya, jadikan cerita ini sebagai favotitmu.. Trimakasih
Happy Eid Mubarak
minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏