NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah kehadirannya

"Ada meeting jam 11 siang nanti Tuan," ujar asisten Liam di seberang telepon, sedangkan sang atasan yang sedang di ajak bicara masih bersantai di rumah ditemani sang kekasih.

"Tangan saya masih sakit jadi tidak bisa ke kantor," balas Liam.

"Tapi Tuan, semalam anda sendiri yang bilang akan datang. Tuan besar pun memberikan informasi yang sama. Meetingnya tidak bisa dibatalkan, kalau pun bukan anda yang hadir, setidaknya Tuan besar ...."

"Saya ke kantor beberapa menit lagi," jawab Liam cepat, terlebih melihat mama dan papanya berada di ruangan lain dan tampak bersantai seperti dirinya.

Tidak mungkin dia membiarkan asistennya menghubungi sang papa yang berada di rumah dengan alasan tangannya sakit padahal sejak tadi hanya berduaan dengan Arumi.

"Mas ada pekerjaan di kantor, kamu mau ikut?" tanya Liam dan dijawab gelengan oleh Arumi.

Wanita itu punya kesibukan sendiri tetapi hari ini beberapa pekerjaanya harus tertunda karena ditempeli oleh sosok tampan pewaris Alexander.

"Kamu pasti mau ikut kan? Hanya saja nggak mau menganggu pekerjaan mas?"

"Bilang saja mas mau aku ikut, kok muter-muter sih ceritanya seakan aku yang nggak mau pisah."

"Iya Sayang." Liam menyengir, ternyata niat busuknya diketahui oleh Arumi.

"Gimana kalau antar aku ke studio saja? Setelah mas pulang kalau masih kangen mampir lagi."

"Boleh." Akhirnya Liam mengalah, terlebih waktu terus berjalan dan meetingnya semakin dekat.

Liam berangkat bersama Arumi di temani oleh sopir pribadi sebab ia belum bisa menyetir akibat cidera. Takutnya jika dipaksakan akan semakin parah.

Sesekali Liam melirik Arumi yang tampak fokus pada tab di pangkuan. Sebenarnya ada banyak pertanyaan di pikirannya tetapi ia ragu untuk mengutarakan.

"Sevia pasti senang tahu kamu masih hidup, selama ini asistenmu itu sangat setia."

"Sevia sudah tahu kok."

"Jadi selama ini dia menipuku?"

"Ih jangan marah dulu, dia bukan menipu mas tapi membantuku. Seenggaknya harus ada satu orang yang mengetahui aku hidup dan pilihanku jatuh pada Sevia," jelas Arumi. Dia pun mulai menjelaskan pada Liam mengapa memilih Sevia dari banyaknya orang.

Selain karena dipergoki datang ke studio malam-malam, ia membutuhkan uang untuk biaya hidup juga pengobatan anak yang telah ditinggal oleh ibunya karena menyelamatkannya. Sevia adalah asistennya di mana urusan studio hampir semua ditangani olehnya termasuk keuangan.

Dengan membebankan pengeluaran pada studio tidak akan ada yang curiga bahwa selama ini dia masih hidup.

Dia pulalah yang menyuruh Sevia memberikan gambar pada Liam agar pria itu menyadari sesuatu. Dan di momen tersebut Arumi sangat kesal sebab Liam kurang peka sehingga terlalu lama untuk sampai ke rumah pohon.

Foto di laptop, ponsel, dan menghapus rekaman cctv adalah perintahnya pada Sevia. Tetapi rekaman cctv yang dihapus hanya video saat dirinya datang ke studio agar Liam atau pun yang lain tidak mengetahuinya.

"Tetap saja dia menipuku. Harusnya dia memberitahu semuanya agar mas lebih tenang."

"Kalau mas tahu aku masih hidup, Seaven juga akan tahu sebab kalian sahabatan, dan mungkin aku masih dalam bahaya."

"Mas nggak berpikir sampai sejauh itu." Akhirnya Liam mengalah ketika memikirkannya lebih jauh lagi.

"Kerjanya hati-hati, tangan mas nggak boleh banyak gerak," ujar Arumi sebelum turun dari mobil ketika sudah berada di depan studio.

"Iya mas tahu."

"Kok pintunya di kunci?"

"Pamit dulu sama calon suami."

Arumi menghela napas panjang, segera meraih tangan Liam dan menciumnya.

"Bukan di sana, tapi di sini." Liam menunjuk sudut bibirnya.

Lantas Arumi memelototkan matanya, kenapa manusia tua 28 tahun itu semakin menyebalkan?

Cup

Akhirnya kecupan singkat mendarat di sudut bibir Liam dan pintu mobil pun bisa di buka.

....

Liam tiba di kantor beberapa menit saat meeting akan dimulai dan selama itu pula keringat dingin sudah memenuhi kening asistennya. Apalagi meeting kali ini sangat penting untuk perusahaan.

"Akhirnya tuan datang juga." Terdengar helaan napas dari pria itu.

"Kamu menganggu waktu saya," ujar Liam sembari memberikan tas kerja kemudian memasuki ruangan yang telah dihuni oleh beberapa orang penting.

Sedangkan Arthur sang asisten, kembali ke tempat duduknya. Bersantai sedikit sembari memeriksa jadwal Liam berikutnya. Senyum pria itu mengembang mendapatkan panggilan dari sang kekasih.

"Apa kabar Tuan Liam?" tanya Sevia.

"Kok tanya Tuna Liam, bukan aku?" tanyanya dengan nada kesal.

"Ini serius kamu ngambek cuma gara-gara aku pertanyakan tuan Liam? Mau sampai langit runtuh pun aku nggak bisa gapai, Arthur." Terdengar tawa di seberang telepon. "Apalagi bu Arumi sudah kembali."

"Huh?" Arthur semakin menajamkan pendengarannya. "Ngomong apa tadi?"

"Bu Arumi sudah kembali."

"Hidup lagi maksud kamu? Memang bisa mati suri durasinya berbulan-bulan?"

Bukannya jawaban, Arthur semakin mendengar tawa kekasihnya.

"Bu Arumi nggak pernah meninggal, hanya saja bersembunyi biar nggak dalam bahaya."

"Dan kamu tahu semuanya tapi menutupi dari tuan Liam?"

"Bu Arumi yang menyuruhku."

"Astaga Sevia, tega banget kamu sama atasan aku. Nggak liat sehancur apa tuan Liam saat bu Arumi meninggal?"

"Nyalahin aku ceritanya?"

"Iya eh maksudnya ...."

"Nyesal aku cerita, padahal niatnya cerita mau berbagi bahagia."

Sambuangan terputus sepihak, membuat mulut Arthur terbuka lebar karena terkejut. Apakah dia baru saja membuat kesalahan sehingga kekasihnya marah?

"Arthur!"

"Iya pak!" Dengan sigap Arthur berdiri karena terkejut, salahkan dirinya yang terlalu serius dengan ponsel sampai tidak menyadari Liam sudah selesai meeting.

"Jadwal saya sudah selesai hari ini?"

"Untuk jadwal penting tidak ada Tuan, tapi ada beberapa berkas yang perlu diperiksa dan membutuhkan tanda tangan anda."

"Di mana berkasnya?"

"Ada di ruangan anda Tuan."

"Saya menunggumu di mobil." Berjalan meninggal Arthur yang mencerna ucapan Liam.

"Menanyakan berkas dan menunggu di mobil?" gumam Arthur.

Dengan segera pria itu mengambil berkas di ruangan Liam, memasukkan ke tas keja kemudian menyusul atasannya. Menunggu di mobil dengan keadaan tangan digips artinya sang tuan meminta untuk diantar pulang. Cerdas bukan Arthur?

"Kita pulang kemana Tuan?" tanya Arthur yang siap

"Studio."

"Tapi katanya tadi Tuan lelah habis meeting 3 jam dan tangannya kembali sakit, kenapa malah ke studio?"

"Obat saya ada di sana," balasnya dengan senyuman.

Arthur pun melaju dengan pelan terlebih jam pulang kerja seperti ini adalah jam macet di berbagi jalan. Tidak bisa menghindar meski sedikit saja.

Keduanya baru tiba setelah 1 jam berlalu dan Liam merasakan tangannya benar-benar sakit sebab lupa minum obat dari dokter. Apalagi tadi tidak sengaja terbentur. Ralat bukan terbentur melainkan lupa bahwa tangannya terluka sehingga menggebrak meja saat di ruang meeting yang berakibat fatal pada tangannya.

Dia mengira rasa sakitnya hanya sebentar, tetapi semakin lama malah menjadi-jadi dan gipsnya terasa menyempit. Sepertinya tangannya membengkak.

"Panggilkan dokter untuk saya," ujar Liam yang sudah tidak bisa menahan sakit apalagi saat jarinya digerakkan. "Tidak-tidak, ke klinik terdekat saja."

....

Warga bucin mau konflik ringan atau berat kayak bab awal?

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!