NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 34. Makan Malam

Lanjut ya Readers

Selamat Membaca

"Kalau, Mas, pingin romantis, contoh tuh akhlak Baginda Rasulullah sama istrinya," ucap Yasmin menerangkan.

"Kamu kelihatanya tau banyak tentang ilmu agama, sampai hal seperti ini pun kamu tahu. Bikin aku makin cinta sama kamu," ucap Yudha.

"Biasa aja kok, Mas. Aku masih banyak kekurangan dalam belajar agama," ucap Yasmin menanggapi.

Setelah selesai makan, Yudha duduk berdampingan dengan Yasmin di sofa kamar hotel. Tangan mereka saling menggenggam. Yasmin menyandarkan kepalanya ke bahu Yudha. Melihat sang istri menyandarkan kepalanya ke bahunya, Yudha mencium kening istrinya dengan mesra.

"Mas, habis dari hotel kita mau langsung ke asrama atau rumah mama?" tanya Yasmin.

"Kita nanti pulang ke rumah mama dulu, setelah cuti Mas habis kita baru ke asrama," jawab Yudha.

"Tapi barang-barangku masih ada yang tertinggal di rumah bunda," ucap Yasmin.

"Besok-besok kita ambil barang-barangmu," jawab Yudha.

"Mas, kalau nanti aku ikut sama Mas, bagaimana kalau bunda sakit, siapa yang akan bantu ayah merawatnya," tanya Yasmin sedih.

"Kamu nggak usah khawatir, nanti kamu masih bisa tengok bunda, tapi kalau kamu harus ikut aku tugas ke luar daerah ya mungkin kamu akan agak sulit jika ingin menengok bunda. Maaf ya, Sayang karena aku kamu harus berpisah dengan orang tuamu padahal bundamu sangat membutuhkanmu," ucap Yudha.

"Mas, nggak perlu merasa bersalah. Melihat aku menikah adalah salah satu keinginan bunda. Masalah pengobatan ibu, biar nanti aku bicarakan dengan adikku Andre. Jadwal bunda kemo tinggal dua kali lagi, biar nanti Andre yang urus. Kemarin aku sudah bilang sama dia, setelah aku menikah, dia harus sering pulang menjenguk bunda," ujar Yasmin.

"Terima kasih, Sayang, kamu begitu sangat pengertian. Tidak salah papa memilihmu menjadi menantunya. Pikiranmu sangat dewasa, semua hal sudah kamu pertimbangkan. Aku yakin kamu akan bisa menjadi ibu yang sangat baik untuk anak-anak kita nanti. Aku jadi nggak sabar ingin segera ada Yudha atau Yasmin Junior di sini," ucap Yudha sambil mengelus perut Yasmin yang masih rata.

"Iya, Mas. Tapi kita baru saja menikah, Mas sudah mikir anak, memulai saja belum," ucap Yasmin.

"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai sekarang saja," tawar Yudha menggoda sang istri.

"Ih, Mas, ini masih sore, lagian aku capek banget, aku pingin tidur dulu sebentar setelah shalat ashar. Ayo Mas, kita shalat ashar dulu," ajak Yasmin.

Kemudian Yasmin dan Yudha melaksanakan shalat ashar berjamaah. Ini pertama kalinya mereka melaksanakan shalat berjamaah. Setelah shalat, Yasmin mencium tangan Yudha dan Yudha mencium kening Yasmin penuh cinta dan kasih sayang, teriring sebuah harapan semoga rumah tangganya dan Yasmin bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.

Setelah menunaikan sholat berjamaah, Yasmin tidur di ranjang bersama Yudha. Mereka menunda melakukan malam pertama karena kondisi Yasmin yang terlihat kelelahan. Yasmin memeluk Yudha, membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus yang tandanya sang istri sudah tertidur. Yudha tersenyum melihat sang istri tidur dalam pelukannya. Yudha berulang kali mendarat kan ciuman mesra di wajah istrinya yang sedang tertidur pulas seperti bayi, sungguh mengemaskan.

Tak lama terdengar ketukan pintu kamar, Yudha yang masih terjaga segera bangun dari ranjang dan menuju pintu kamar.

"Mama!" panggil Yudha terkejut.

"Iya, ini, Mama. Mana mantu Mama kok nggak kelihatan?" tanya mama Yudha.

"Yasmin lagi tidur, Ma. Dia kecapean," jawab Yudha enteng.

"Astaga, Yudha berapa ronde kamu melakukannya, kamu nggak kasihan, baru saja resepsi selesai langsung nyosor saja," ucap sang mama kaget.

"Mama, apaan sih?, aku belum melakukanya. Yasmin tidur karena kecapean saat upacara pernikahan," ujar Yudha membela diri.

"Syukurlah, kamu masih punya perasaan, kalau nggak bisa jadi dendeng mantu Mama. Kamu mau pulang kapan?" tanya mama Yudha.

"Besok sore, Ma. Malam ini kami nginap di hotel dulu. Paginya kita mau ke rumah Yasmin dulu ambil barang-barang sekaligus pamitan sama ayah dan bunda.

"Baiklah, terserah kamu saja, yang penting sebelum pulang ke asrama, kalian pulang dulu ke rumah Mama," ucap mama Yudha.

"Beres, Ma," ucap Yudha sambil mengacungkan jempolnya.

Setelah mamanya pergi, Yudha kembali ke ranjang menghampiri Yasmin yang masih tertidur pulas. Wajah Yudha menyunggingkan senyuman ketika melihat wajah istrinya. Karena waktu sudah menunjukkan hampir magrib Yudha membangunkan istrinya dengan hati-hati.

"Sayang, bangun!, sudah mau magrib nih," ucap Yudha lembut.

Yasmin yang merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya, menggeliat mengerakkan badannya sambil berusaha membuka matanya yang masih lengket.

"Ini jam berapa, Mas?" tanya Yasmin dengan suara serak.

"Jam lima lebih," jawab Yudha.

"Apa aku tidur sangat lama?" tanya Yasmin.

"Yah, lumayan, gimana sudah hilang capeknya?" tanya Yudha sambil membelai kepala Yasmin.

"Alhamdulillah, Mas, aku sudah enakkan," jawab Yasmin.

"Tadi mama ke sini, beliau nanyain kamu," ucap Yudha.

"Kok, Mas nggak bangunin aku sih, 'kan aku jadi nggak enak sama mama," ujar Yasmin.

"Nggak apa-apa, mama ngerti kok, mama cuma nanyain kapan kita pulang ke rumah mama," ucap Yudha.

"Terus, Mas bilang apa?" tanya Yasmin.

"Ya aku bilang sama mama, kita besok sore ke rumah mama. Paginya kita ke rumah kamu dulu, mengambil barang-barangmu sekalian pamitan sama keluargamu," ujar Yudha.

"Oh begitu," jawab Yasmin singkat.

"Dek, nanti habis magrib, kamu siap-siap ya, aku mau mengajakmu makan malam di suatu tempat, baju kamu sudah aku siapkan. Jangan lupa dandan yang cantik," ucap Yudha sambil tersenyum.

"Memang kita mau makan malam dimana sih?" tanya Yasmin penasaran.

"Rahasia dong, nanti kamu juga tahu. Yuk kita siap-siap shalat magrib dulu," ajak Yudha.

Tak lama kemudian terdengar suara adzan magrib berkumandang. Yasmin dan Yudha segera mengambil air wudhu guna melaksanakan shalat magrib di kamar hotel. Setelah melaksanakan shalat magrib, Yasmin mulai berhias dan memakai pakaian yang sudah di pilih oleh sang suami.

"Subhanallah, cantik benar istriku," puji Yudha setelah melihat Yasmin selesai berpakaian dan berhias.

"Ah, Mas Yudha bisa aja, dandanan ku biasa aja lho ,Mas. Kadang aku minder kalau jalan sama, Mas," ucap Yasmin malu-malu.

"Kenapa harus minder, Sayang?" tanya Yudha.

"Mas itu orang berada, postur tubuh Mas itu bagus banget, cakep jangan ditanya, sedangkan aku," ucap Yasmin cemberut.

Melihat istrinya seolah merajuk, Yudha langsung mendekati istrinya yang masih di depan meja rias.

"Sini-sini Mas kasih tahu sesuatu," ucap Yudha sambil memeluk pinggang Yasmin dan menatap sang istri penuh cinta.

"Honey, listen to me, you don't need to be insecure. In my eyes you are the most beautiful woman and the greatest woman i have ever known. and I'm lucky to have you. I love you my wife very much," ucap Yudha mesra, lalu mendaratkan ciuman dikening dan pipi Yasmin kemudian diakhiri dengan sebuah pelukan hangat. Seolah Yudha ingin mentransfer semua kekuatan dan kepercayaan pada sang istri.

"Thank you for being willing to love me, to make me your wife, to accept my strengths and weaknesses. Please don't ever leave me. Stay with me. Because I also really love you my husband," ucap Yasmin sambil masih memeluk Yudha.

Setelah saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Pasangan baru suami istri itu segera keluar dari kamar hotel menuju tempat yang sudah dipersiapkan Yudha untuk makan malam.

Yudha membawa Yasmin membawa Yasmin ke sebuah sisi hotel dimana ada meja dan kursi serta ornamen yang sangat romantis. Yasmin sampai tertegun melihatnya.

"Ya Allah, Mas, ini bagus banget. Mas yang siapin semua ini?" tanya Yasmin kagum.

"Iya, Sayang, aku yang siapkan. Gimana?, kamu suka?" tanya Yudha.

"Suka, Mas, makasih banyak," jawab Yasmin.

"Cuma makasih aja nih, gak ada rewards nya?" goda Yudha.

Mendengar ucapan suaminya, Yasmin tanggap apa yang di inginkan pria disampingnya ini.

Cup

Yasmin mencium pipi kiri Yudha sekilas sambil masih malu-malu. Hal ini membuat Yudha gemas.

"Sudah sah, masih saja malu sama suami sendiri, benar-benar mengemaskan. Awas saja nanti malam tak ada ampun buatmu," gumam Yudha dalam hati.

"Ayo, Sayang," ajak Yudha pada Yasmin menuju meja makan malam mereka yang sangat romantis.

Setelah duduk, Yudha memberi kode pada pelayan agar segera menghidangkan menu yang sudah ia pesan sebelumnya.

"Mas, sebenarnya selain jadi tentara apa Mas Yudha punya pekerjaan sampingan?" tanya Yasmin ingin tahu.

"Kenapa tanya begitu, Sayang?" tanya Yudha.

"Makan malam ini pasti mahal banget, kalau berdasarkan slip gaji Mas kemaren, gaji Mas pasti sudah habis hanya untuk makan malam seperti ini, kan sayang uangnya," ujar Yasmin.

Mendengar ucapan sang istri Yudha hanya tersenyum. Meskipun hatinya bingung apa harus sekarang mengatakan siapa sebenarnya dirinya.

_______________________________________________

Minta dukungannya ya Readers

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Like, Vote and Coment nya. Biar author tetap semangat melanjutkan kisahnya🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗🤗

Makasih buat para Readers yang sudah kasih Like dan Komennya 🤗🤗🤗🤗🤗

Bersambung.....

1
Ros_10
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!