NovelToon NovelToon
Cinta Asteria

Cinta Asteria

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Pertemuan tak terduga / Tamat
Popularitas:81.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Abu Alfin

Aster adalah gadis yg teguh pada pendirian
namun selalu dihadapkan dengan problem kehidupan yg penuh lika liku.
hingga akhirnya menemukan kebahagiaan hidup sejati. meski perjalanan hidupnya diwarnai berbagai macam kejadian pilu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abu Alfin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan karakter Hendra

Episode 35

Manager itu menceritakan bagaimana beraninya seoarang

karyawan baru bernama Aster yang dengan lantang menyatakan sanggup mengemban

tugas dari perusahaan untuk negoisasi dengan perusahaan asing. Dengan alasa dia

sangat kenal perusahaan itu dan mengenal anak dari owner tersebut. Karena anak

dari owner tersebut adalah teman kuliahnya dijepang.

Hal itu membuat beberapa karyawan yang merasa senior protes

dengan manager marketing. Sehingga manager marketing  juga bingung, satu sisi menganggap apa yang

disampaiakan Aster itu benar. Tapi disisi lain akan menimbulkan masalah bagi

karyawan lain. Karena Aster yang baru masuk langsung diberi job mega proyek.

“Apa perlu karyawan baru yang namanya Aster itu kita

panggil,   kita kasih tahu untuk jangan

terlalu vocal dengan orang orang tertentu yang sok senior.” Tanya manager

marketing itu.

“Jangaaaan,,,,!” jawab semua kompak dan bersamaan.

Membuat manager marketing itu semakin bingung.

“Kenapa ?” Tanya manager marketing itu bingung.

“Udah nurut aja, sama sekalian saya beri tahu bahwa karyawan

baru yang bernama Aster dan Asih adalah rekomendasi dari owner. Tapi mereka

sendiri tidak tahu hal ini. Jadi jangan ada yang membuat masalah dengan mereka.

Jika ada kerjaan yang kurang bagus cukup dikasih tahu saja jangan sampai memarahi.

Itu semua jadi urusan Putri owner mbak Astri.” Kata manager personalia.

Semua menjadi giduh dengan berbagai isi pikiran yang berbeda

beda. Dan ada yang bertanya.

“Apakah ibu Aster itu saudara dari ibu Astri, kok wajahnya

juga agak agak mirip ?” Tanya seorang Staf.

“Gak tahu pasti juga, yang penting kita ikuti saja perintah

mereka. Toh selama ini kita diperlakukan dengan baik tidak sekedar hubungan

karyawan dengan owner saja. Tapi sudah dianggap keluarga bagi mereka. Jadi kalo

ada hal yang mereka anggap rahasia dan kita tidak boleh tahu ya gak usah sok

kepo.” Ujar manager personalia.

Akhirnya semua diam dan hanya mengikuti apa yang menjadi

perintah dari owner melalui manager personalia tersebut.

Begitulah hasil pertemuan para petinggi perusahaan yang sebenarnya

itu semua hanyalah sebuah scenario Astri dalam mendekatkan Hendra dan Aster.

Karena baik Astri adik Hendra maupun mamahnya sangat tidak setuju apa bila

Hendra berhubungan dengan Elisa cewek matre yang hanya mengincar kekayaan

Hendra.

Untung saja pada saat yang limit itu muncul Aster yang juga

kebetulan masih menjomblo, bahkan belum pernah dekat secara khusus dengan laki

laki. Hal itulah yang mendorong Astri dan mamahnya untuk mendekatkan Aster

dengan Hendra. Meski sebenarnya mamah Astri sudah lama menanti kedatangan dan

kehadiran Aster, namun kedatangan Aster dan pertemuan dengan Astri yang tanpa

disengaja itu semakin membuat Astri dan mamahnya punya keyakinan kuat, inilah

jodoh yang tepat buat Hendra.

********

Flashback beberapa waktu sebelumnya.

Saat Hendra masih berhubungan dengan Elisa waktu itu

kehidupan Hendra dan mamahnya selalu diwarnai keributan. Satu sisi Hendra

merasa mamahnya tidak menghargai kekasihnya, disisi lain Astri dan mamahnya

tahu siapa dan bagaimana Elisa sebenarnya.

“Mah kenapa mamah tidak suka jika hendra mengajak Elisa

datang kerumah ini mah ?” Tanya Hendra suatu pagi.

“Mamah tidak melarang hendra bergaul dengan siapapun, tapi

jika itu menyangkut pasangan hidup Hendra mamah harus selektif. Karena kamu

yang akan menjadi tulang punggung keluarga meneruskan perusahaan papa kamu

nanti Hendra.” Kata mamahnya Hendra.

“Memangnya Elisa kenapa mah, diakan sangat menghormati mamah

dan menyayangi Astri juga. Tapi mamah dan Astri yang selalu pasang muka masam

pada Elisa.” Kata Hendra.

“Bang, Astri tahu siapa Elisa, dia adalah teman dari sahabat

kuliah Astri. Dan Astri pernah diajak melihat sendiri Elisa itu jalan bareng

dengan cowok lain selain bang Hendra. Jadi bang Hendra ini hanya dimanfaatkan

Elisa saja.” Ucap Astri menyadarkan Hendra abangnya. Namun justru makian Hendra

yang didapatkan.

“Halah paling kamu mau bilang kalo kamu diberi tahu Dimas

cowok kamu yang miskin itu kan ?” bentak Hendra pada Astri.

“Memang Dimas itu miskin mas, kuliah saja cari biaya sendiri

tapi dia gak matre seperti Elisa yang selalu mengukur semuanya dengan uang.”

Balas Astri pada Hendra.

“Kamu juga gak tahu saja, kalo Dimas itu hanya mengincar

harta kan ?” sungut Hendra.

“Gak bang, Dimas awal kenal dengan Astri, tahunya Astri

adalah anak seorang pedagang kecil yang hidup pas pas an. Jadi gak mungkin

Dimas seperti itu, berbeda dengan Elisa.” Sanggah Astri.

Kejadian seperti itu hamper tiap hari mewarnai kehidupan

keluarga Astri, hingga suatu hari karena kejengkelan Hendra terhadap Astri. Dia

mendatangi Dimas Pacar Astri dan melabraknya serta melarang Dimas berhubungan

dengan Astri. Dengan tuduhan Dimas hanya akan memanfaatkan Astri sebagai pundi

pindi penghasil uang untuk mencukupi kebutuhan hidup Dimas.

Hal itu tentu saja membuat Dimas marah dan tersinggung

dengan ucapan Hendra, dan hamper saja terjadi keributan antara Hendra dan

Dimas. Untung saja teman teman Dimas satu kos melerai mereka.

“Bang Hendra, abang boleh benci Dimas karena Dimas

miskin.  Tapi jangan tuduh Dimas memanfaatkan

adik abang untuk mengambil harta keluarga abang. Itu sangat menyinggung

perasaan Dimas sebagai lelaki bang.” Kata Dimas yang sudah tidak bisa menahan

amarahnya menghadapi Hendra yang dengan sombongnya menghina Dimas habis

habisan.

“Ok, kalo kamu benar tidak mengincar harta. Sekarang juga

kamu jauhin adikku, dan tinggalkan kota ini. Butuh biaya pindah kuliah dan

segala sesuatunya kamu sebutin saja berapa, nanti aku ganti tiga kali lipat

atau berapa kali lipat yang kamu mau.” Kata Hendra yang sangat menyinggung

perasaan Dimas.

“Makaish bang, tapi gak perlu repot repot. Sebentar lagi

juga Dimas sudah wisuda, dan setelah itu Dimas akan balik ke jogja serta tidak

akan bilang ke Astri adik abang. Percayalah, tak sepeserpun Dimas mau terima

sesuatu dari Astri selama ini. Dan Dimas juga tetap menjaga Astri, tidak pernah

berbuat yang kurang ajar kepadanya. Sumpah demi apapun Astri sampai sekarang

adalah Astri yang seperti aku pertama kali kenal dulu.” Kata Dimas kepada

Hendra.

Hendra yang mendengar kata kata Dimas pun sebenarnya merasa

bersalah, namun itu dia lakukan karena dendam kepada Astri yang ia anggap jai

penghalang cintanya kepada Elisa. Namun demi menutupi keangkuhanya waktu itu,

Hendra tetap bersikap keras dan kasar kepada Dimas.

“Baik, aku pegang kata kata kamu. Jauhi adikku Astri. Jika

kamu berubah pikiran maka, aku masih member kesempatan kepadamu untuk mengganti

semua biaya mengurus pulang kamu ke jodja, meninggalkan kota Jakarta ini.” Kata

Dimas menutupi penyesalanya tapi dengan kesombongan dan keangkuhanya.

“Tidak perlu bang, Dimas tidak menginginkan harta abang.

Meski Dimas hanya seorang anak petani miskin, namun jiwa Dimas bukanlah jiwa

pengemis bang. Sebaiknya abang pulang saja sebelum Dimas juga berubah pikiran

mendengar kata kata abang yang sombong dengan kekayaan abang. Seakan mampu

membeli jiwa manusia.” Bentak Dimas kepada hendra.

Hal itu membuat Hendra sangat murka, baru kali itu dia bertemu

orang yang berani menghinanya. Hendra memukul Dimas, untunglah Dimas cepat

tanggap danmenghindari serangan Hendra. Dan teman teman Dimas segera melerai

mereka, sehingga tidak terjadi baku hantam waktu itu.

Sejak saat itulah Dimas selalu menghindar jika bertemu

dengan Astri, bahkan Dimas mengganti nomor ponselnya untuk menghindari kontak

dengan Astri. Meskipun dalam hati Dimas juga sangat merindukan Astri, namun

demi menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya Dimas memilih untuk menjauhi

Astri.

“Kamu beneran mau menjauhi Astri Dim ?” Tanya Arya sahabat

dekat Dimas.

“Bagaimana lagi Ar, harga diriku habis diinjak injak

abangnya Astri.” Jawab Dimas.

“Iya aku tahu Dim,tapi itu kan abangnya bukan Astri. Kenapa

kamu balaskan sakit hatimu ke Astri. Kasihan Astri hamper tiap saat nyari kamu

kesini, telpon kamu gak pernah nyambung. Sampai telpon aku, tapi aku gak berani

kasih no kamu. Aku juga ikut bingung dan kasihan sama Astri Dim ?” kata Arya.

“Aku juga sebenarnya gak enak Ar, tapi bagaimana lagi. Toh

sebentar lagi aku juga sudah wisuda dan harus balik ke jogja dulu. Gak tahu

nanti mau cari kerja disini atau dijogja Dimas juga gak tahu. Mudah mudahan

waktu nanti yang akan membuat Astri bisa melupakan Dimas.” Sahut Dimas.

Arya yang mendengar itu justru marah pada Dimas.

“Kamu enteng banget ngomongnya Dim,yang aku liht Atri tu

tulus mencintai kamu. Tapi keras kepalamu itu tidak jauh berbeda dengan

kesombongan Hendra abangnya Astri. Kalian sama saja hanya berbeda posisi saja.

Hendra sombong karena dia kaya, sementara kamu angkuh dengan kemiskinan dan

harga diri kamu.” Ucap Arya jengkel sambil melangkah keluar kamar.

Dimas hanya terbengong melihat respon Arya sahabatnya yang

dianggap malah lebih membela keluarga Hendra.

“Bodo ah, kamu gak tahu apa yang aku rasakan Ar.” Gerutu

Dimas waktu itu.

Arya melangkah keluar dengan membawa kedongkolan pada Dimas,

Arya merasa tidak enak dengan Astri. Dan Arya berniat menemui Hendra untuk

menjelaskan permasalahan yang terjadi antara Dimas dan Astri. Meskipun Arya

merasa itu bukan masalahnya, tetapi Arya merasa kasihan dengan Astri yang

begitu merasa kehilangan Dimas. Dan sebulan lagi Dimas harus kembali ke jogja

karena sudah lulus kuliah.

Dalam sebuah kesempatan Arya akhirnya berhasil menemui

Hendra, meskipun awalnya Hendra merasa keberatan. Tapi akhirnya Hendra pun mau

menemui Arya yang terus membujuk Hendra.

“Maaf bang, bukan maksutku mau ikut campur urusan pribadi

abang dan adik abang. Tapi karena ini menyangkut Astri sahabat saya dan

kebetulan adik abang, maka saya tidak bisa tinggal diam.” Ucap Arya memulai pembicaraan.

“Sekarang mau kamu apa, bilang saja terus terang gak usah

muter muter tidak jelas.” Jawab Hendra dengan ketus.

“Apa yang dikatakan Astri adik abang tentang Elisa itu benar

adanya. Dan Dimas juga tidak bermaksut mengadu domba antara abang dan Astri.

Bukan Arya membela mereka. Tapi itulah kenyataan yang sebenarnya.” Sambung Arya.

“Dengan apa aku harus percaya keoada ucaoanmu, sementara

kita juga tidak ada hubungan apapun.” Jawab Hendra ketus.

“Sekarang begini saja bang, abang buktikan saja sendiri,

abang pura pura usaha keluarga abang bangkrut, apakah Elisa masih mau dengan

abang atau tidak. Tapi harus dengan meyakinkan, agar terkesan abang benar benar

bangkrut.” Ucap Arya.

“Caranya bagainana agar Elisa percaya aku bangkrut, dan jika

omonganmu salah apa konsekuensinya ?” Tanya hendra.

“Abang pura pura jual Aset, agar Elisa yakin abang bangkrut.

Jika saya dan Astri salah terserah abang aku mau diapakan. Saya begini hanya

kasihan sama Astri. Dia sangat sedih kehilangan Dimas yang tidak mau lagi

menemui Astri, bahkan mengganti no ponselnya karena tidak mau kontak dengan

Astri.” Kata Arya.

“Baiklah, aku akan coba ikuti apa yang kamu bilang. Tapi jika  apa yang kamu bilang itu salah maka jangan

salahkan aku jika aku buat perhitungan khusu kepadamu.” Ucap Hendra sambil

melangkah pulang.

Sampai dirumah, Hendra disambut mamahnya dengan muka yang

kesal, karena Astri seharian tidak mau keluar kamar. Dan mamahnya tahu jika itu

semua akibat ulah Hendra yang memisahkan Astri dengan Dimas, kekasihnya.

“Dari mana saja kamu, masih berhubungan dengan Elisa lagi

atau justru masih berusaha memisahkan Dimas dan Astri ?” Tanya mamah nya

Hendra.

“Dari menemui temanya Astri mah, Hendra mau buktiin jika

tuduhan kalian semua terhadap Elisa itu salah.” Ucap Hendra kepada mamahnya.

“Baguslah, kalo kamu mau buktiin tapi harus tahu resikonya

jika itu semua benar. Dan dengan apa Hendra akan buktiin itu semua ?” Tanya mamahnya

Hendra.

“Hendra akan pura pura perusahaan kita bangkrut, kita lihat

respon Elisa nanti bagaimana. Kalo tuduhan kalian salah maka mamah harus

merestui hubungan kami.” Kata Hendra.

“Ok, tapi jika itu benar maka Hendra yang harus meninggalkan

Elisa selamanya.” Jawab mamahnya Hendra.

“Iya mah, kita buktikan saja nanti. Sekarang Astri mana,

biar adil kita harus bikin perjanjian bersama.” Uvcap Hendra.

Kemudian Astri dipanggil mamahnya keluar, untuk berbicara

dengan Hendra.

“Bang, Astri gak nyangka deh bang Hendra tega menghina Dimas

seperti itu, sampai dia sangat sakit hati dan meninggalkan Astri !” kata Astri.

“Sama abang juga gak nyangka kamu tega fitnah Elisa seperti

itu.” Jawab Hendra.

“Tapia pa yang Astri bilang itukan fakta bang, sementara

abang nuduh Dimas memanfaatkan Astri tanpa bukti sama sekali. Belum pernah

sekalipun Dimas manfaatin Astri, dan Astripun gak merasa pernah ngasih apapun

ke Dimas. Sementara abang. Hamper semua kebutuhan sampai uang jajan Elisa semua

abang yang kasih, dan justru Elisa menggunakan untuk senang senang dengan pria

lain tanpa Abang tahu.” Protes Astri ke abangnya.

“Cukup, tuduhanmu juga tidak terbukti stri. Jangan bikin

Fitnah lagi.. ayo kita sama sama buktikan mana yang benar dan mana yang salah.”

Kata Hendra.

“Sudah, kalian jangan ribut terus, cape mamah kalo kalian

tiap bertemu selaluberantem. Sekarang apa rencanamu Hendra untuk buktiin jika

Elisa bukan cewek matre.” Kata mamahnya Hendra.

“Hendra akan bilang ke Elisa jika perusahaan keluarga kita

sudah di take over orang lain. Dan kita mengalami kebangkrutan.” Kata Hendra.

“Gak cukup kalo begitu, bisa saja Elisa mengira itu hanya

sandiwara bang.” Seru Astri menimpali kata kata Hendra.

“Terus dengan apa menurutmu biar, Elisa percaya ?” Tanya Hendra.

“Abang pasang iklan jual tanah kita yang di tangerang,

disitu abang cantumkan butuh uang cepat untuk menutupi hutang perusahaan biar

dibaca Elisa. Dan selama itu abang gak usah nemuin Elisa, takut abang gak jujur

bocorkan ini pada Elisa.” Kaata Astri.

“Baik, aku ikutin kata katamu. Tapi jika kamu salah kamu

juga harus janji jauhin Dimas karena kamu begitu pasti karena pengaruh Dima.” Ucap

hendra.

“Baik, tapi jika Astri benar apakah abang sanggup minta maaf

ke Dimas dan meninggalkan Elisa ?” Tanya balik Astri.

“Ok,kita deal atas kesepakatan ini. Besuk aku urus iklanya.”

Kata Hendra.

“Gak perlu bang, biar stri yang pasang Iklan atas nama

abang. Dan stri akan pasang di beberapa media biar Elisa bisa segera baca.” Kata

Astri.

“Ok, silahkan buktikan ucapanmu.?” Kata Dimas.

“Mamah menambahkan, untuksementara hp kalian mamah sita

sehingga tidak bisa member kabar pada siapapun. Agar rahasia ini hanya kita

yang tahu. Termasuk semua karyawan perusahaan tidak boleh tahu.” Kata mamahnya

Astri dan Hendra.

Mereka berdua menyetujui, dan sementara waktu mereka

berhenti bertengkar sampai ada bukti mana yang benar. Apakah Hendra atau Astri,

dan semua siap menanggung resiko sesuai kesepakatan mereka.

Maka setelah Astri berhasil memasang iklan sesuai rencana

maka mereka menunggu hasil atau respon dari Elisa. Apakah dia akan menghubungi

no Hendra atau tidak, sementara itu Astri menunggu dan berharap dengan cemas.

Satu hari dari iklan belum ada respon dari Elisa.

Dua Hari…

Tiga hari…

…..

Belum ada respon, membuat Astri sedikit gelisah, sementara

Hendra measa hamir saja menang.

Sampai dengan dua minggu dari iklan belum ada respon dari

Elisa, yang menanyakan perihal iklan tersebut.

Hanya sebatas wsay hello pada Hendra dan dijawab mamahnya

Hendra layaknya Hendra yang menjawab.

Meamsuki minggu ketiga, barulah ada jawaban atas teka teki

yang mereka tunggu.

Mamah nya Hendra menunjukkan, chat terakhir dari Elisa

kepada Hendra dan Astri.

“Owh pantesan kama sekali gak ada kabar bang Hendraa,

rupanya perusahaan papahmu gulung tikar ya ? kok bisa begitu sih, kalo

perusahaan gulung tikar, dengan apa bang Hendra mau menghidupi Elisa nanti…? Mending

juga abang konsen ngurus perusahaan yang hamper kolap, biar Elisa cari yang

lain saja buat pengganti Abang. Bye bye bang Hendra…

gak usah cari Elisa lagi sekarang.

Begitulah Chat dari Elisa yang terakhir setelah membaca

iklan palsu buatan Astri.

Hendra sampai down tidak mampu berkata, ternyata apa yang

dikatakan Astri dan mamahnya selama ini benar. Elisa itu hanya mengincar harta

Hendra bukan cintanya Hendra. Akhirnya Hendra menyadari meski sudah agak

terlambat. Sudah ada korban Dimas pacar Astri yang sakit hati terhadap ucapan

Hendra dulu. Hendra menangis mohon maaf pada mamahnya dan juga Astri, dan dia

berjanji juga akan mencari Dimas untuk meminta maaf atas ucapanya dulu.

Akhirnya keesokan harinya Dimas beraangkat ke kos kosan

Dimas, namun sayang Dimas sudah kembali ke jogja. Sehingga Hendra tidak sempat

meminta maaf pada Dimas, dan Dimas sudah pergi membawa rasa sakit hati. Tidak hanya

itu, Astri pun menjadi semakin sedih mendgar jika Dimas sudah kembali ke jogja

tanpa ada kabar terlebih dahulu.

“Semua ini salah abang, terlalu terburu buru menuduh Dimas

begitu tanpa ada bukti. Kalo sudah begini terus mau apa sekarang ?” Tanya Astri.

“Iya abang salah, abang minta maaf. Abang akan tetap mencari

keberadaan Dimas, dan jika ketemu abang akanmintamaaf padanya.” Kata Hendra.

“Udah terlambat bang, jogja tu luas mau kemana abang

mencari. Astri juga belum tahu alamat lengkap Dimas yang di jogja.” Sahut Astri.

Hendra menyesali semua kesalahanya, namun sudah terlambat

untuk meneui Dimas. Akhirnya hendra memutuskan untuk merubah sikapnya selama

ini. Dia menjadi lebih sabar dan lebih lembut terhadap semua orang. Kesalahan yang

dia lakukan terhadap Dimas sudah cukup untuk menjadi sebuah pembelajaran

baginya.

Suatu pagi, saat keluarga hendra berkumpul.

“Mah, dan Astri adikkku Hendra mau ngomong sesuatu.” Ucap

Hendra.

“Mau bilang apa Hendra ?” Tanya mamahnya.

“Hendra mau mencoba hidup mandiri sekarang, mau hidup

sederhana dan tinggal dirumah sederhana saja. Agar orang kenal Hendra sebagai

Hendra bukan sebagai pewaris perusahaan.” Ucap Hendra.

“Maksut kamu gimana ?” Tanya lanjut mamahnya.

“Hendra mau keluar dari rumah ini sementara waktu, sambil

menenagkan diri. Juga mau belajar mandiri mah.” Jawab Hendra.

“Terus soal perusahaan bagaimana ?” Tanya mamahnya lagi.

“Biar mamah saja yang awasin sama Astri, sampai Hendra siap

nanti. Mungkin butuh beberapa waktu mah. Bisa setahun bisa juga lebih mah.” Ucap

hendra.

“terus hendra mau kemana dan mau ngapain ?” mamahnya Hendra

mulai khawatir.

“Gak jauh jauh amat kok mah. Hendra mau cari rumah

sederhana, buat belajar hidup mandiri. Sampai hendra merasa siap untuk kembali

kerumah ini.” Ucap Hendra.

“Bang Hendra marah sama Astri ?” Tanya Astri.

“Tidak Astri, abang gak marah, justru abang berterimakasih

sama Astri. Sudah mengingatkan abang. Abang pergi sementara biar ada kangen

sama Astri, biar kalo ketemu gak berantem terus.” Kata hendra.

“Bang, meski kita tiap hari berantem tapi Astri kan tetep

sayang sama abang. Kenapa harus tinggalkan rumah ?” Tanya Astri. Yang merasa

keberatan ditinggal Hendra abangnya. Walau bagaimanapun Hendra adalah satu

satunya lelaki dikeluarga itu yang bisa menjadi tulang punggung keluarga.

“Tenang adikku, abang akan segera pulang dan tinggal dirumah

ini lagi jika sudah ada wanita yang mencintai abangmu apa adanaya, bukan

mencintai abangmu karena pewaris perusahaan.” Jawab Hendra.

Meski berat akhirnya mereka merelakan kepergian hendra demi

untuk mencari ketenangan atas kekecewaanya terhadap Elisa.

Ditempat lain, Arya kebingungan mencoba menghubungi Astri

yang saat itu juga ganti nomer hp. Karena ingin melupakan Dimas, padahal Arya

ingin memberikan no Dimas pada Astri. Arya sudah siap dimarahi Dimas, toh dia

sudah dijogja ini,pikirnya. Namun sayang Astri juga sudah ganti no kontaaknya. Sementara

Arya pun harus kembali ke kot a Bandung, karena juga sudah selesai wisuda.

bersambung

1
Meti Erpianti
Kecewa
Spurwani Nci
aster mirip seprti astri sahabat ny
Mr.Cho
👍
Mr.Cho
👍👍👍
Mr.Cho
👍👍
Mr.Cho
👍👍👍
Mr.Cho
👍
Mr.Cho
👍👍👍👍👍
Mr.Cho
👍👍👍👍
Mr.Cho
👍👍👍
Mr.Cho
👍
Mr.Cho
👍👍👍
Mr.Cho
👍
Mr.Cho
mantap
Mr.Cho
keren
Mr.Cho
semangat pak RT
Syahrul
Hai kak aq mampir lgi nih. Like sudah mendarat. Seperti biasa setiap nulis jangan lupa buat kopi sma indomie biar makin semangat.

Salam dari "Re Life" jangan lupa mampir yah 😁


selamat kak novelnya sudah tamat. tpi jika blh ngasih masukan, lebih baik dilanjutkan saja. sayang klo novel bagus seperti ini ditamatkan. minimal target selanjutnya yaitu mencari like serta popularitas dri para reader hehehe
💞 Lily Biru 💞
lanjut
💞 Lily Biru 💞
semangat kak abu
Abu Alfin
makasih Endah..
🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!