NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Aisya terpaksa harus keluar rumah karena persediaan sabun cuci dan keperluan dapur habis. Dengan langkah yang sedikit gontai karena kepalanya masih terasa agak pening akibat kurang tidur, ia berjalan menuju minimarket di ujung jalan besar.

Aisya tidak menyadari bahwa dari kejauhan, sebuah mobil sedan merah milik Rima sudah membuntutinya. Di dalam mobil itu, Marni duduk di kursi penumpang dengan kacamata hitam yang ia dapatkan dari Rima kemarin.

"Lihat itu, Tante. Jalan saja lesu begitu, seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu," hasut Rima sambil memegang ponselnya, bersiap-siap membidikkan kamera.

"Benar, Rima. Matanya celingukan terus, pasti sedang menunggu janjian dengan laki-laki itu!" sahut Marni kompor.

Sementara itu, di depan minimarket, Aisya baru saja keluar membawa satu kantong plastik belanjaan. Namun, tiba-tiba pandangannya menggelap.

Rasa mual menghantam ulu hatinya, dan keseimbangannya goyah. Tepat saat tubuhnya hampir tersungkur ke aspal yang keras, sepasang lengan kokoh menangkap bahunya dengan sigap.

"Aisya! Kamu tidak apa-apa?"

Aisya mengerjap, berusaha memfokuskan pandangan. Di depannya berdiri pria yang ia kenal sebagai preman pasar tempo hari. Bedanya sekarang, Kaisar mengenakan kemeja kasual yang rapi.

Kaisar sebenarnya sedang memantau keamanan di sekitar wilayah bisnisnya saat melihat Aisya hampir jatuh.

"Mas yang waktu itu?" bisik Aisya lemah, tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan kemeja Kaisar untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

"Wajahmu pucat sekali. Kamu sakit? Biar saya bantu bawa belanjaanmu," ucap Kaisar dengan penuh perhatian, matanya menatap lekat wajah Aisya yang tampak sangat rapuh.

Aisya menggeleng perlahan, mencoba berdiri tegak meski tangannya masih bersandar di dada Kaisar.

"Tidak usah, Mas. Aku cuma sedikit pusing. Terima kasih sudah menolongku lagi," ucap Aisya.

Kaisar tidak melepaskan tangannya begitu saja. Ia menempelkan punggung tangannya ke dahi Aisya sekilas.

"Suhu tubuhmu begitu dingin. Kamu pasti belum makan. Jangan keras kepala, biarkan saya antar kamu pulang."

"Jangan, Mas! Nanti timbul fitnah. Aku bisa pulang sendiri," tolak Aisya merasa sangat tidak enak karena posisi mereka yang terlalu dekat di pinggir jalan.

Sementara di balik kaca mobil yang terparkir tak jauh dari sana, Rima tersenyum penuh kemenangan. Ia berhasil mengambil serangkaian foto dari sudut yang sangat strategis.

Dari kamera Rima, foto itu memperlihatkan seolah-olah Aisya sedang memeluk Kaisar dengan mesra, dan Kaisar sedang mengelus kening Aisya dengan intim.

"Dapat!" seru Rima dengan girang. "Tante, lihat ini! Ini bukan lagi sekadar gosip. Mereka benar-benar bermesraan di tempat umum!"

Marni merampas ponsel Rima, matanya melotot tajam melihat foto tersebut.

"Kurang ajar! Menantu tidak tahu diri! Dia pikir dia siapa berani memeluk laki-laki itu di pinggir jalan?! Pantas saja kemarin dia datang untuk mengembalkkan ponsel. Ternyata mereka ada hubungan to? Hendra harus melihat ini sekarang juga!"

"Tunggu, Tante." Rima menahan tangan Marni. "Jangan sekarang. Kita tunggu mas Hendra pulang kerja. Biar dia melihatnya saat dia sedang lelah, supaya emosinya meledak. Dan ingat, Tante jangan bilang kalau kita yang sengaja membuntuti. Bilang saja Tante tidak sengaja lewat dan melihat kejadian memuakkan ini."

Marni mengangguk puas. "Kamu pintar sekali, Rima. Memang kamu yang paling pantas jadi istri Hendra."

*

*

Malam harinya, Hendra pulang dengan wajah yang sangat letih. Pekerjaan kantor benar-benar menyita energinya. Entah beberapa hari ini pekerjaannya makin menumpuk tidak seperti biasanya.

"Karena terus-terusan lembur, aku tak sempat menjelaskan semuanya pada Aisya," gumam Hendra.

Marni duduk di sofa dengan wajah yang disembunyikan di balik tisu, sementara Rima berdiri di sampingnya seolah sedang menenangkan.

Ya, malam ini Rima memutuskan untuk menginal dan diizinkan oleh Rima.

"Ibu? Ada apa? Kenapa Ibu menangis?" tanya Hendra cemas, ia meletakkan tas kerjanya dengan terburu-buru.

Marni tidak menjawab, ia justru semakin keras terisak. Rima-lah yang kemudian angkat bicara.

"Mas sebenarnya aku dan Tante ragu mau memberi tahu ini. Tapi kami tidak tahan melihat kamu dibohongi terus-menerus."

"Bicara apa kamu, Rima? Bohong soal apa?" Hendra mulai merasa tidak enak.

Rima meletakkan beberapa lembar foto yang sudah dicetak di atas meja. Hendra mengambilnya, dan seketika itu juga, rahangnya mengeras.

Matanya memerah menatap foto istrinya, Aisya, yang tampak sedang bersandar mesra di dada seorang pria yang tak lain adalah Kaisar.

"Tadi siang tante Marni pergi ke minimarket, dan dia melihat ini secara langsung, Mas. Tante sampai hampir pingsan karena syok melihat menantunya sendiri berpelukan dengan pak Kaisar di pinggir jalan," hasut Rima.

"Hendra..." Marni mendongak dengan mata sembab. "Ibu tidak menyangka Aisya sejahat itu. Ibu yang melihatnya sendiri, Hendra! Mereka berpelukan lama sekali, laki-laki itu bahkan mengelus-elus wajah Aisya dengan sangat mesra. Ibu malu, Hendra! Malu sama tetangga kalau sampai ini tersebar!"

"Aisya di mana sekarang?!" bentak Hendra dengan suara yang menggelegar.

"Mas, tenang dulu..." Rima mencoba memegang lengan Hendra, namun Hendra menepisnya.

"Aisya! Keluar kamu!" teriak Hendra ke arah kamar.

Aisya keluar dengan wajah bingung, ia baru saja selesai salat Magrib. "Ada apa, Mas? Kenapa berteriak?"

Hendra melangkah maju dan melemparkan foto-foto itu tepat ke wajah Aisya. "Apa ini?! Jelaskan padaku, apa yang kamu lakukan dengan bosku?!"

Aisya memungut foto itu dengan tangan gemetar. Ia terkejut melihat bagaimana sudut pengambilan gambar itu memutarbalikkan kenyataan.

"Mas, ini tidak seperti yang kamu lihat. Tadi aku hampir pingsan di depan minimarket, dan mas Kaisar menolongku agar tidak jatuh ke aspal."

"Menolong katamu?! Menolong sampai elus-elus dahi?! menolong sampai pelukan mesra begitu?!" potong Marni dengan suara melengking. "Jangan bohong kamu! Ibu melihatmu sendiri! Kamu sengaja janjian dengan dia kan?!"

"Tidak, Bu! Demi Allah, aku tidak pernah janjian dengan siapa pun!" Aisya menangis, ia menatap Hendra memohon kepercayaan. "Mas, kamu tahu aku bagaimana. Aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu."

"Tapi foto ini tidak bohong, Aisya!" suara Hendra melemah namun penuh dengan kekecewaan yang mendalam. "Aku kerja banting tulang dari pagi sampai malam, dan kamu malah asyik dengan laki-laki lain? Apakah karena aku belum bisa memberimu kemewahan, jadi kamu mencari hiburan dengan pria kaya?"

"Mas, tolong dengar penjelasanku dulu."

"Cukup!" Hendra memalingkan wajahnya. "Aku malu, Aisya. Aku benar-benar malu. Sebaiknya kamu jangan bicara denganku dulu sebelum kamu jujur ada hubungan apa kamu dengan pak Kaisar!"

Aisya terduduk di lantai. Sementara di sudut ruangan, Rima dan Marni saling bertukar lirik penuh kemenangan. Rencana mereka berhasil total. Kepercayaan Hendra pada Aisya telah retak, dan di sanalah celah bagi Rima untuk masuk lebih dalam.

1
zhelfa_alfira
akhirnya setelah babang kai galau selama 3 bulan kini sudah bertemu sama pujaan hati...
Leny Wijaya
eng ing eng kaisar bertemu aisya moga aisya mau balik ke jakarta bersama kaisar👍👍👍
partini
emang ganti nama Thor
apa Sarah nama tengah belakang atau samping 🤣
Senjakala: Nama samaran mak wkwk
total 1 replies
Huri Fah
Terima dong sarah, kasian bujang karatan 🤭
Senjakala: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
sunshine wings
kalo udah jodoh.. takdir akan mempertemukan dimana saja.. di kutub utara mas Kaisar akan sampai.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wulan Sari: betul say setuju banget semoga bisa bersama ya 🤲
total 1 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Leny Wijaya
Yes akhirnya nanti aisya brtemu kaisar lagi yg dulu menolongnya😃dah gk sabar nunggu bab lanjutan👍
Ila Lee
semoga kiasar cepat ketemu Aisya ya 😍😍😍😍
Ila Lee
pergi Aisya maruahmu telah diinjak 2 oleh suami yg kamu hormati hanya kerana wanita lain 😭😭😭😭😭
Ila Lee
pergi lh dari rumah yg seperti neraka yg penting bercerai dulu dari Hendra jantan pengecut dayus tidak kuat imannya digoda sikit terpedaya 😡😡😡😡😡😡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Opi Sofiyanti
y iyalah msh rata.. orng yg mandul kan ank kamu.... 😁😁😁
Opi Sofiyanti
lah udh nikah wae ajaaaa.... 😜😜😜
Opi Sofiyanti
lah 3 bln apa 3 hr??? 😂😂😂
Senjakala: Aku percepat jd 3bulan kak
total 1 replies
Leny Wijaya
Semoga ja bener aisya ganti nama jadi sarah, dan kaisar pasti membawanya pulang dan menikahinya👍👍semngat kaisar
lanjut thor 💪💪bnykin bab nya🤣🤣
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Lilik24
lanjut thor😍😍😍
Yuyun Yunita
bukanny si gundik sdh di pecat🤔
itu si kaisar tau gak y bapaknya gundik bawahannya jg... 🤔
Hendra jg dipecat biarin dia melihat aisyah bahagia...
jadikan aisyah sekertaris mu biar Hendra dilema
pas sdh tau kebenarannya tth aisyah mau balik jg gk bs karena karir taruhannya sebab aisyah sdh dijaga oleh big boss nya🤣🤣🤣
Yuyun Yunita
mengucap kan talak tanpa mandi junub🤣sungguh biadab kau Hendra.....
kau tau bulan aisyah yh seperti sampah tapi kau seperti binatang jd bersyukurlah kau aisyah lepas sr binatang karena hanya binatang lah yg bersenggama tampa menikah dan tanpa mandi junub mengucapkan talak🤣
bersyukur lah kepada Allah krn mata mu dibuka selebarnya dan Allah sayang padamu bahwa kamu tidak di biarkan tidur dengan binatang yg berupa manusia🤣🤣
Yuyun Yunita
sudah aisyah... setan kl sdh kemasukkan jin mau kamu sumpah 'Demi Allah' gk akan didenger🤭
lebih baik buat Hendra seyakin yakinnya untuk menceraikan mu... percaya aja sma Allah kebenaran itu pasti ada jalannya untuk membuka siapa yg jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!