Senandung Arunika, mahasiswi Fakultas Hukum usia 22 tahun, yang bercita-cita menjadi seorang Advokat, tanpa disangka harus menikah dengan Dosennya sendiri.
Apakah yang akan terjadi, bagaimana kah kisahnya ?
Tetap ikuti cerita " Dosenku Suamiku" yaa..
Follow Ig : @author.ayuni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Arunika masih memainkan ponselnya tanpa ia sadar ada seseorang yang keluar dari lift bersama rekannya, Ya itu Aksa ia mengantarkan klien nya setelah selesai meeting menuju lobby depan, Aksa pun tidak sadar ia berlalu melewati Arunika yang sedang duduk sambil terkantuk-kantuk.
Saat Aksa kembali akan menuju lift ia melihat seperti wanita yang ia kenal duduk malas sedang memainkan ponsel, lalu Aksa menghampiri wanita itu benar saja wanita itu Arunika.
" hey.. Nika " tanya Aksa heran
" oh iya Pak " Arunika terperanjat kaget sambil menengadah kan kepalanya
" kenapa kamu disini ? sudah lama ? " tanya Aksa lagi
" ehh.. lumayan sih Pak sudah hampir satu jam " jawab Arunika polos
" Apa ???!!!!! kenapa kamu tidak langsung ke ruangan saya, ayo ikut saya " Aksa menggenggam tangan Arunika, hal yang membuat Arunika hati Arunika semakin tidak karuan
" apa-apaan sih Pak Aksa Aduhh " gumam Arunika
Aksa menghampiri meja resepsionis lalu ia menghampiri Lisa yang ada di meja itu " Lisa, kenapa kamu menyuruh Arunika untuk menunggu disini " tanya Aksa dengan suara lantang
" ehh ehhh itu Pak mohon maaf, saya sudah mengabari Rossa, tapi karena Rossa tidak diberi pesan apa-apa oleh Bapak maka tamu bapak diminta tunggu disini, mohon maaf Pak " Lisa terlihat takut
" yasudah.. " Aksa berlalu menuju lift masih tetap menggenggam tangan Arunika
" siapa sih wanita itu sepertinya orang yang penting bagi Pak Aksa, tadi katanya mahasiswanya, tapi kok tidak seperti mahasiswa dan dosen ya, ahh gatau deh.. " Lisa bergumam dalam hati saat Pak Aksa dan Arunika menuju lift
" Pak maaf .. " Arunika berusaha melepaskan genggaman tangan Aksa
" Kenapa ? kamu ga mau saya pegang tangannya ? " tanya Aksa sinis
" ehh bukan begitu Pak, kita kan belum menikah " jawab Arunika ragu-ragu
" oh begitu, jadi kamu ingin segera menikah, oke.. baiklah kalau begitu " Aksa menyunggingkan senyumnya, senyuman yang penuh arti ke Arunika
" ehh ehhh bukan begitu juga Pak maksudnya " Arunika jadi bingung sendiri
" tenang saja setelah ini saya akan berbicara ke kedua orangtua kamu, untuk segera menikahi kamu " tiing terdengar suara pintu lift terbuka Aksa keluar meninggalkan Arunika namun disusul oleh Arunika keluar dari lift menuju ruangan kerja Aksa
Arunika berjalan menunduk di belakang Aksa melewati ruangan Gerry dan Rossa, saat melewati meja Rossa, Rossa menganggukan kepala ke Pak Aksa dan tersenyum ke Arunika, Arunika pun membalas senyum Rossa sambil menganggukan kepala.
" ini kali kedua Pak Aksa membawa wanita itu ke ruangannya, siapa yaa.. seperti nya wanita spesial nya Pak Aksa, hehehe " Rossa bergumam dalam hati
Aksa dan Arunika masuk ke ruangan kerja Aksa, Aksa menyuruh Arunika duduk di sofa dan Aksa duduk di kursi kerjanya.
" kamu sudah makan ? " tanya Aksa
" Sudah Pak, tadi di kampus " jawab Arunika
" Tadi kamu sempet ke kampus dulu ? " tanya Aksa lagi
" Iya Pak, menemani Salsa dan Monic di perpustakaan, setelah itu saya kesini, sampai kesini saya menunggu lama juga " jawab Arunika
" ya saya minta maaf, kamu kenapa tidak bilang aja kalau kamu calon istri saya, dan kamu minta diantar aja ke ruangan saya, jadi kamu tidak perlu menunggu lama dibawah seperti tadi " Aksa menegaskan Arunika hanya terdiam
" oh ya, ini skripsi kamu sudah saya koreksi ada beberapa juga yang harus kamu perbaiki, kamu pintar juga ya Nika.. hehe " goda Aksa
" Terimakasih Pak " jawab Arunika datar sambil mengambil Skripsi nya
" Ga salah berarti saya pilih kamu sebagai calon istri saya " Aksa tersenyum menggoda, gombal juga Aksa ya akhir-akhir ini 😂😂
" hmmm.. " Arunika malas menjawab
" Nika, saya seperti nya sudah memutuskan untuk segera menikahi kamu, saya fikir nanti dan sekarang sama saja, apa bedanya, lebih cepat lebih baik saya rasa " Aksa menjelaskan kepada Arunika
" maksud bapak ? "
" ya tidak harus menunggu kamu selesai wisuda, bukannya tadi kamu juga menginginkan segera menikahkan waktu di lift tadi " Aksa balik bertanya sambil tersenyum
Arunika hanya terdiam memasang wajah yang kurang bersahabat, percuma saja ia terus berdebat dengan Pak Aksa ia tahu karakter Pak Aksa, ia pasti akan kalah kalau berbicara " apaan sih Pak Aksa sering senyum-senyum ihh sekarang, geli banget liatnya " gumam dalam Arunika
" Kalau kamu diam berarti setuju, baik kalau begitu kamu bersiap-siap sekarang kita pulang, saya antar kamu ke rumah sekalian membicarakan ini ke kedua orangtua kamu " Aksa sambil membereskan meja nya yang berserakan dengan file-file meeting
" bener-bener nih orang, apa aku harus pasrah aja ya Allah.. " Arunika masih terus saja bergumam
" oke.. semua terserah Pak Aksa saja ! " jawab Arunika
"oke " jawab Aksa
Mereka berdua keluar ruangan masuk lift menuju lobby parkir, Aksa akan mengantar Arunika pulang sekaligus untuk mengutarakan maksud nya kepada kedua orangtua Arunika.