Kebahagian terlihat jelas terpancar di wajah dua sejoli yang hendak melangsungkan hari pernikahan mereka.
Alya sah menjadi istri Arya setelahijab kabul yang di ucapkan Arya dengan tegas dan lantang.
Senyum bahagia menghiasi wajah kedua mempelai. Alya menyalami suaminya dan mengecup punggung tangannya. Arya pun mencium puncak kepala Alya di depan para tamu undangan membuat para hadirin bertepuk tangan dengan meriah.
Seluruh keluarga diselimuti perasaan suka cita.
Kebahagiaan yang Alya rasakan hanya sekejap. Cinta Arya berubah semenjak pertemuannya dengan seorang wanita yakninya cinta masa lalu Arya.
Sanggupkah Alya bertahan, bagaimanakah Alya mempertahankan rumah tangganya yang retak ???
yuk simak di karyaku ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Terima kasih buat teman teman yang udah mampir di karya ku...❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
Alya melihat ponselnya, namun yang di tunggunya pun tak kunjung datang. Tak sedikit pun kabar yang di berikan Arya membuat Alya meneteskan air matanya.
Alya pun memejamkan matanya berharap bisa tenang sejenak.
Tasya merasa kasihan dengan Alya, dia akan berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Arya.
Tasya teringat pada si muka datar yakninya si asisten Leo.
Tasya mencoba membuka beberapa file tentang perusahaan Pramuja untuk mencari tahu no. ponsel asisten Leo.
Setelah dia mendapatkan no. ponsel Leo, dia menyimpannya di kontak ponselnya.
Saat jam makan siang, Alya masih mengurung diri di ruangannya. Tasya melangkah menuju ruangan Alya.
Tasya mencoba membuka pintu namun pintunya terkunci akhirnya dia mengetuk pintu ruangan Alya.
Tok...tok...tok...
"Al..." sahut Tasya dari luar ruangan. Namun belum ada jawaban dari Alya.
Tok...tok..tok...
Sekali lagi Tasya mencoba mengetuk pintu. Tak berapa lama Alya pun membuka pintu dengan wajahnya yang sangat kusut.
"Al...kamu gak apa-apa?" tanya Tasya khawatir dengan sahabatnya.
"Gak pa-pa Sya...ada apa...?" Alya malah balik bertanya.
"Al...udah waktunya makan siang...kamu mau makan dimana?" Tanya Tasya sambil mengajak Alya duduk di sofa.
"Gue gak nafsu makan Sya..." jawab Alya lesu.
"Loe gak boleh gitu...walaupun loe lagi ada masalah, loe harus tetap menjaga kesehatan agar loe bisa menyelesaikan masalah loe..." nasehat Tasya
"Atau loe mau makan disini aja...biar gue order online nich..." Saran Tasya mulai membuka aplikasi go food di hpnya.
"Loe mau pesan apa Al?" tanya Tasya pada Alya masih terlihat lesu.
"Terserah aja dewh..." ujar Alya singkat.
Akhirnya Tasya memesan makanan kesukaan Alya, yaitu pecel bebek.
Tak berapa lama seorang OB datang membawa 2 kantong kresek isi makanan.
"Maaf buk...ada kiriman dari bawah" ucapnya sambil meletakkan kresek tersebut di atas meja.
"Terimakasih..." ucap Tasya kemudian OB tersebut pun keluar dari ruangan Alya.
Tasya membuka makanan tersebut dan menyodorkan makanan itu pada Alya.
"Makan dulu Al...biar kamu gak sakit" Ajak Tasya.
Alya pun menerima makanan yang di berikan Tasya. Dia pun mulai memasukkan makanan sedikit demi sedikit ke mulutnya, walaupun tak banyak setidaknya kini perutnya telah terisi.
Melihat Alya yang mau memakan makanan itu Tasya pun ikut menyantap makanan yang telah di pesannya untuk dirinya.
Setelah selesai makan, Tasya membujuk Alya untuk pulang. Agar Alya bisa beristirahat di rumah dan menenangkan pikirannya.
Alya menuruti semua saran dari Tasya, Tasya merapikan tas Alya dan membawanya keluar sambil membimbing Alya yang terlihat pucat.
Sesampai di parkiran, Alya menyodorkan kunci mobil pada Tasya. Hal ini merupakan kebiasaan mereka, jika mereka pergi berdua Tasya yang akan selalu menjadi sopirnya.
Alya lebih nyaman bersama Tasya dari pada siapapun. Setelah mereka masuk ke dalam mobil Tasya melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah.
"Sya...loe bawa mobil gue, besok kalau gue ke kantor gue hubungi loe..." ucap Alya meminta Tasya untuk langsung kembali ke kantor.
Tasya pun langsung kembali ke kantor sedangkan Alya langsung memasuki kamarnya, namun Alya masih belum mendapati Arya di rumah.
Alya langsung membersihkan badannya kemudian beristirahat di ranjang sambil menanti Arya. Alya membuka ponselnya masih belum mendapati kabar berita dari Arya sedikitpun.
Dalam risau Alya pun mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat agar pikirannya dapat tenang Akhirnya dia pun tertidur.
.
***bersambung.....
.
.
.
.
.
Hai readers yang baik hati...💓💓💓
Terima kasih udah mampir di karyaku...
Aku harap kalian suka dengan ceritaku, walaupun masih banyak kesalahan dalam penulisannya...
jangan lupa ya...
like 👍👍👍
koment ....
dan masukannya....
biar semakin semangat nulis ceritanya*....