NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Pamit

Zivanna saat ini berada di kamar mandi rumah sakit yang sedang mencuci tangannya di wastafel. Tiba-tiba saja muncul Rania melakukan hal yang sama kepadanya yang berdiri di sebelahnya. Zivanna mengabaikan wanita di sebelahnya itu.

"Akhirnya kamu dibuang juga," Zivanna menghentikan pekerjaannya dan melihat dari bayangan cermin bagaimana Rania menatapnya dengan penuh ejekan.

"Syukurlah akhirnya kamu tidak akan terlihat di rumah sakit lagi, pada akhirnya kamu pantas dibuang dan ditempatkan di ujung perbatasan," lanjut Rania.

Zivanna tidak punya waktu untuk melayani Rania, mengambil tisu dengan melap tangannya dan kemudian membuang tisu tersebut ke tong sampah dan langsung pergi tanpa membalas ucapan Rania.

"Kasihan sekali...." langkah Rania terhenti mendengar perkataan itu.

"Tetapi mau bagaimana lagi, memang sangat pantas Dokter pembunuh pada akhirnya dihempas dari rumah sakit ini. Semoga saja warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan di ujung perbatasan tidak bernasib sial seperti anak kecil di rumah sakit ini," ucap Rania.

Zivanna hanya bisa mengepal tangan, menahan diri untuk tidak membalas perkataan itu dan memilih untuk meninggalkan kamar mandi.

"Hah! dasar wanita pembawa sial!" umpat Rania tersenyum pernah kemenangan walau sangat kesal karena Zivanna telah mengabaikannya.

*****

Zivanna tidak punya pilihan lain, meski sudah melakukan protes dan tetap saja Dikta tidak mengubah keputusannya untuk menetapkannya menjadi Dokter relawan.

Saat dia sudah kembali pulang ke rumah. Zivanna tampak berada di dalam kamar yang saat ini sedang menyusun pakaiannya.

Sebelumnya tadi dia mampir ke supermarket untuk membeli keperluan yang dibutuhkan selama menjadi Dokter relawan.

Krek

Suara pintu kamar terbuka tidak membuat Zivanna kehilangan konsentrasi dan tetap melanjutkan pekerjaan. Dikta baru saja kembali, melihat bagaimana dinginnya Zivanna, tampak sudah lelah dan mungkin lebih baik tidak berbicara apapun.

"Kamu jangan lupa untuk membawa berkas-berkas yang telah kamu siapkan agar aku sampaikan pada direktur rumah sakit," ucap Dikta.

Kata-kata Dikta diabaikan oleh Zivanna, Zivanna memilih untuk melanjutkan pekerjaannya, cukup banyak yang Dikta katakan kepadanya dan tetap saja tidak dibalas sampai akhirnya Zivanna menutup koper tersebut dan melangkah harus melewati Dikta yang membuat Dikta menahan tangan istrinya itu sehingga berhenti tepat berada di samping.

"Kau tidak mendengarku Zivanna?" tanyanya dengan menekan suaranya.

Zivanna melepaskan kasar tangan suaminya.

"Untuk apa harus memberikan berkas-berkasnya kepadamu? Aku bisa melakukannya sendiri!" tegas Zivanna dengan menekan suaranya.

"Semua Dokter dan perawat yang mengikuti tugas Dokter relawan, berkas-berkasnya terlebih dahulu melewati aku dan baru sampai ke tangan Direktur!" tegas Dikta.

"Tetapi Dokter-Dokter dan perawat yang kamu maksudkan, bukan putri dari pemilik rumah sakit Citra Kasih, jadi ada hal khusus untuk pemilik rumah sakit yang akan melakukan sendiri dan tidak perlu melewati kamu!" tegas Zivanna.

"Zivanna....."

"Kenapa? Kamu sudah tidak sabar dilantik untuk menjadi Direktur rumah sakit dalam waktu dekat, enak sekali ya, menikmati hasil pemberian orang tuaku dengan menghancurkan hidup putrinya," sahut Zivanna.

"Jangan mulai Zivanna....." ucap Dikta merendahkan suaranya.

"Kamu tidak terima dengan apa yang aku katakan? Lalu bagaimana dengan aku? Aku juga tidak pernah akan menerima semua perbuatan kamu kepadaku, kamu telah membuangku, egois dan menjadikan aku sebagai manusia yang dipenuhi dengan rasa kesalahan, cita-citaku harus berhenti karena perbuatanmu. Jadi jangan salahkan aku jika semua apa yang kau dapatkan saat ini tidak lepas dari bayang-bayang karena kedua orang tuaku!" tegas Zivanna.

Keduanya saling menatap tajam, kemarahan Zivanna pada suaminya itu semakin besar dan sementara Dikta mungkin juga lelah karena dianggap menikmati semua pemberian orang tuanya kepadanya, dianggap laki-laki egois dan jahat.

*******

Zivanna akhirnya harus berangkat menuju perbatasan ujung desa dengan sangat terpaksa dia berpamitan kepada orang tuanya yang selalu memberi dukungan kepada Dikta untuk mengambil keputusan apapun yang tidak disukai Zivanna.

"Kamu hati-hati di sana, semoga saja setelah kembali lagi ke Jakarta, banyak pengalaman yang kamu dapatkan. Mama percaya, jika kamu pasti mampu," ucap Sekar memeluk putrinya itu.

"Sudahlah. Ma, jangan banyak drama, Zivanna nanti ketinggalan pesawat!" ucapnya melepas pelukan itu dan benar-benar risih.

Zivanna bahkan hanya mencium punggung tangan sang ayah ala kadarnya saja.

"Hati-hati Zivanna, kamu harus tenang menghadapi pasien," ucap Andra yang diabaikan oleh Zivanna.

Zivanna sudah pasti tidak akan berpamitan kepada Dikta yang berdiri di samping ayahnya. Melihat suaminya itu saja membuat emosinya semakin menggebu-gebu.

"Zivanna pamit!" ucap Zivanna.

"Hey, kamu belum berpamitan kepada suami kamu, tidak sopan jika kamu hanya pergi begitu saja," tegur Andra.

Zivanna menghela nafas, dengan sangat terpaksa dia mengambil tangan Dikta dan mencium punggung tangan itu tanpa berbicara apapun, tetapi ketika ingin melepaskan tangan tersebut dan justru Dikta membawanya ke dalam pelukannya membuat Zivanna semakin kaget dengan mata melotot.

"Hati-hati, lakukan yang terbaik dan jangan mengambil tindakan tanpa berpikir!" ucap Dikta memberi pesan sembari mengusap pucuk kepala Zivanna.

Jantung Zivanna berdebar kencang seketika, hanya beberapa detik tetapi entah mengapa tiba-tiba saja mampu membuat suasana hatinya menjadi tenang, perkataan lembut dan pesan itu keluar dari mu Dikta dan bahkan memeluknya untuk pertama kalinya setelah mereka menikah.

Sampai akhirnya pelukan itu terlepas. Zivanna masih bengong dan seketika justru terlihat salah tingkah.

"Zivanna, supir sudah menunggu! ayo cepat. Nak!" tegur Sekar membuat Zivanna menganggukkan kepala.

"Zivanna pamit," ucapnya langsung memasuki mobil tersebut.

Mobil itu mulai berjalan dengan perhatian Dikta melihat kepergian mobil yang membawa istrinya. Dikta memang sudah pasti tidak ikut menjadi Dokter relawan. Karena tugasnya di rumah sakit lebih banyak.

"Mama berharap, semoga saja setelah kembali ke Jakarta Zivanna benar-benar sudah menjadi Dokter," ucap Sekar sebagai seorang ibu penuh dengan harapan.

"Itu sudah pasti. Karena semuanya menjadi tanggung jawab Dikta," sahut Andra melihat ke arah menantunya yang membuat Dikta Tidak berkomentar apapun dan hanya diam saja.

Sementara Zivanna yang saat ini berada dalam Taxi tersebut masih merasa aneh pada tubuhnya yang dipeluk oleh Dikta.

"Kapan terakhir kalinya dia memelukku!" batin Zivanna tiba-tiba saja mengingat.

Flashback

"Kak Dikta....." Zivanna masih memakai seragam SMA yang turun dari mobil berhenti di universitas kedokteran.

Zivanna membawa bunga yang indah dan berlari menghampiri Dikta yang baru saja dilantik menjadi Dokter.

Zivanna berlari ke pelukan Dikta.

"Kamu datang Zivanna...." ucap Dikta membuat Zivanna mengganggu dengan tersenyum.

Mereka kembali berpelukan dengan begitu hangat, tidak terlihat ada kebencian diantara keduanya dan memang hubungan keduanya sejak dulu sangat baik, hubungan mereka berubah ketika terjadinya pernikahan karena banyaknya kesalahpahaman terjadi.

Bersambung.....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!