NovelToon NovelToon
Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ThaRoe

Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.

Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.

Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.

Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Handphone Baru

"Huh....cuma 200rb aja mesti transfer, apa sekarang Bapak sudah menjadi sangat kere? Tidak pegang uang sama sekali? Apa uangmu sudah habis untuk membelikan Kelly segalanya?" Celline bertanya seolah-olah seperti gadis yang sedang cemburu dengan pacarnya.

Mendengar perkataan Celline, ziel mengangkat sudut bibirnya sedikit.

"Baiklah jika tidak ingin diganti" Ziel segera memasukkan kembali handphone-nya ke saku celananya. Celline terperanjat kaget dan membulatkan matanya. Buru-buru dia mengeluarkan handphone-nya dan mencari nomor rekeningnya namun terlambat, Ziel sudah pergi keluar dari situ.

Celline berlari keluar mencari Ziel. Dengan sedikit ngos-ngosan dia memberikan handphone-nya kepada Ziel.

"Itu nomornya Pak" ujar Celline sambil membungkukkan tubuhnya dan kedua tangannya memegang lututnya.

"Terlambat" sahut Ziel.

"Astaga....ada ya orang seperti ini!" ujarnya bingung.

"Ya sudah sini kembalikan handphone aku" Celline berusaha mengambil handphone-nya dari tangan Ziel.

"Bilang aja gak punya duit, dasar bos kere" semprot Celline.

"Ini anak lama-lama aku bungkam juga mulutnya" Ziel

"Bodo" jawab Celline acuh.

"Ayo ikut aku jika mau diganti uangnya" Ziel segera keluar menuju mobilnya.

Celline melongo dan buru-buru mengejar langkah Ziel.

"Pak jangan jauh-jauh disini aja kenapa" Celline berdiri di samping mobil Ziel.

"Masuk" perintahnya.

"Mau ngapain Pak? Gak mau ah... aku takut diculik hehehe"

Ziel segera membuka kaca mobilnya dan pintu mobilpun segera terbuka.

"Masuk" Ziel memberi perintah lagi.

Celline menggaruk-garuk telinganya, dia bingung antara mau masuk atau tidak.

"Kita beli hp baru" ucap Ziel akhirnya.

Seketika mata Celline berbinar gembira. Aaaaaa....akhirnya dia akan punya hp keren lagi tanpa harus mengeluarkan isi tabungannya.

"Siap bos" Celline segera bergegas masuk. Pintu mobil langsung tertutup dan Ziel langsung menjalankan roda besinya menuju pusat perbelanjaan.

Beberapa kali handphone Ziel bernyanyi namun langsung di silent.

"Yayang nelpon itu Pak, diangkat dong kasihan dia nelponin terus tuh daritadi" Celline.

"Biarkan saja, aku sedang menyetir jadi tidak mungkin bisa mengangkat telpon" Ziel menatap lurus kedepan tanpa mau melihat Celline.

Akhirnya Celline diam saja. Duduk berdua semobil dengan Ziel membuat detak jantungnya berdegup tak menentu. Rasanya dia ingin cepat-cepat sampai saja agar bisa terbebas dari rasa nervous itu.

Begitupun dengan Ziel, jantungnya berdebar tak menentu. Dia berusaha tidak menatap Celline agar debaran itu segera berhenti.

"Aneh ada sesuatu yang tidak ku mengerti. Kenapa Celline bisa membuatku berdebar seperti ini?Aku sudah menganggap dia sebagai adikku sendiri dan kami selalu bersama tetapi kenapa sekarang dadaku menjadi dag dig dig berada disamping dia. Tidak....tidak ini tidak boleh terjadi. Ingat aku milik Kelly....ya Kelly dan bukan Celline" Ziel berusaha memantapkan hatinya.

Akhirnya mereka tiba di pusat elektronik. Ziel segera mengajak Celline ke counter Hp. Dia menyuruh Celline sendiri yang memilih hp baru untuknya. Celline memilih type hp lamanya, sebenarnya dia ingin type hp terbaru dan tercanggih namun dia gengsi karena Ziel pasti akan mengolok-oloknya dan dia menghindari hal itu. Biar sajalah toh hp dia juga masih cukup bagus, begitu pikirnya.

"Kamu yakin pilih yang ini?" Tanya Ziel heran.

"Yup.. aku pilih ini" jawab Celline yakin.

"Tapi yang ini keluaran terbaru Line?dan semua spesifikasinya yang paling top diantara yang lainnya" Ziel menunjukkan handphone keluaran terbaru.

"Gak mau nanti aku disuruh bayar sisanya. Kamu kan licik Pak" Celline menjawab acuh tak acuh.

"Ini bukan dikantor, panggil aku yang benar" Ziel memprotes Celline.

"Aku tetap pilih yang ini kakak" jawab Celline.

"Ayo paksa aku terus kak, aku suka yang kamu pegang itu, hanya saja aku tidak mau jika kamu menyuruhku membayar sisanya" ucap Celline dalam hati.

Celline memegang hp pilihannya namun matanya tetap melirik hp yang Ziel pegang. Begitu Ziel mengetahui arah pandangan Celline, dia buru-buru melengoskan wajahnya. Ziel tersenyum samar.

"Ambil itu atau ini?last choice" ujar Ziel.

"Tetap ini" Celline terus memegang hp pilihannya.

"Dasar keras kepala, ambil yang kamu mau. Aku yang bayar semuanya jadi kamu tidak perlu berhutang. Cepat jatuhkan pilihan" Ziel

Celline langsung melihat ke arah Ziel "serius ini kak?"

"Hmm..." hanya mendehem.

"Baiklah...karena kakak memaksa maka aku ambil yang menurut kakak bagus. Fix aku ambil yang ini" Celline menukar handphone-nya dan mengambil pilihan Ziel.

"Tinggal minta aja gengsinya selangit" Ziel melirik kesal ke arah Celline, sementara Celline senyum-senyum sendiri melihat hp barunya.

"Yes....ini baru hp dan bunyinya bukan trantuntung lagi hehehe. Widih...kameranya keren amat" Celline langsung memfoto dirinya sendiri.

"Coba lihat kameranya" Ziel mengambil hp Celline dan memoto mereka berdua.

"Hmm...lumayan bagus" ujarnya.

"Hahaha....kaya orang pacaran aja kita kak" Celline tertawa melihat foto mereka berdua.

"Jangan dihapus....berani hapus tamat riwayatmu" Ziel berkata dengan pelan. Celline mengabaikan perkataan Ziel.

"Yes....keren ini buat aku vc-an sama mas Yudha"

"What!!...apa? Aku yang beliin kamu, jadi aku larang kamu jika vc-an dengan Yudha karena ini hp aku" ujar Ziel sedikit marah.

"Aku beliin kamu hp terbaik, malah kamu pakai untuk vc-an dengan orang lain. Apa-apaan begitu" Ziel

"Laahh....ini hp kan aku yang pegang kak, terserah dong jika aku vc-an sama siapa aja?" Celline

"Kamu beli hp yang lain jika ingin vc-an dengan pacar kamu" Ziel.

"Iihhh....aneh kamu kak" Celline menekuk wajahnya dan malas melihat ke arah Ziel.

"Pokoknya aku tidak rela jika kamu vc-an pakai hp itu. Kamu ngertikan?" Ziel

"Iya....iya...ini mah sama aja aku masih disuruh pakai hp truntuntung kak. Apa gunanya dibeliin hp bagus jika tidak boleh digunakan" Celline nampak kesal sekarang.

"Aku hanya melarang jika kamu vc-an dengan Yudha. Suruh dia beliin hp buat kamu jika dia ingin vc-an dengan kamu"Ziel.

"Cieee.....cemburu...kamu cemburu kalau aku vc-an sama mas Yudha kak?" Celline tertawa ngakak.

"Berisik...siapa yang cemburu? Aku mengajarimu memilih pria yang baik. Jika dia sayang sama kamu maka dia akan memberikan segalanya untuk kamu, termasuk untuk komunikasi kalian" Ziel

"Ya ampun jadi ribet begini urusannya kak. Biarin aja sih komunikasi pakai hp apa aja. Kaya orang penting aja hp pakai dua-duaan. Yang satu khusus pacar yang satu lagi untuk umum...wkwkwk"

"Kamu hanya boleh vc-an denganku pakai hp itu" ingin Ziel mengatakan hal ini tapi sangat tidak mungkin. Astaga...kenapa saat ini dia menginginkan milik orang lain? Tidak....ini salah dan ini tidak benar" Ziel menggelengkan kepalanya.

Dia langsung mengeluarkan cardnya dan menyelesaikan transaksinya.

"Aku lapar" ujarnya

"Ya udah aku temanin kakak makan" Line

"Kita cari restoran yang enak" Ziel.

"Tunggu dulu...yang bayar siapa?" Celline tidak langsung menyetujui keinginan Ziel.

"Astaga....aku yang bayar Line. Kenapa sih kamu aneh banget nanyanya" Ziel menautkan alisnya.

"Hehehe....trauma kak makan begitu aja ampe 27jt udah gitu aku pula yang bayar, apa tidak ambyar tuh?" Line

"Oohh....gak ikhlas kamu ya traktir aku makan" Ziel

"Ya ampun...ikhlas kak...ikhlas cuma gak kuat aja lihat tagihannya sampai-sampai aku kasihan sama atm aku langsung ludes semua wkwkwk....dah gitu bosnya a gak mau tau...kantro banget kan aku tuh" Celline langsung menepuk jidatnya.

Ziel pusing mendengar ocehan Celline yang tiada henti-hentinya. Dia langsung merangkul bahu Celline dan mengajaknya keluar.

Mereka makan malam di mall biasa. Ziel memilih restoran Jepang karena dia ingin makan sushi malam ini. Sedangkan Celline hanya makan ramen super pedas.

Mereka makan sambil tertawa. Disaat seru-serunya obrolan mereka, Kelly menelpon Ziel. Dia ingin bertemu sekarang juga namun Ziel menolaknya karena sekarang dia sedang diluar. Ziel berjanji jika selepas ini dia akan datang langsung ke apartemen Kelly.

Mendengar perkataan Ziel membuat hati Celline langsung turun ke dasar laut. Dia ingin melarang Ziel namun apa haknya dia? Padahal dia sedang menjalin hubungan dengan Yudha tapi kenapa hatinya tidak bisa melepas Ziel. Ya Tuhan...tolong jangan siksa aku dengan ini semua. Aku tidak ingin menghianati Yudha. Mungkin Yudha hah pria yang ditakdirkan untukku" memikirkan Ziel membuat mood Celline langsung berubah dan dia makan tanpa ekspresi.

"Ayo dimakan Line...kamu coba milikku" Ziel menyuapi Celline namun Celline menggelengkan kepalanya dan Ziel tetap saja memaksanya. Akhirnya Celline membuka mulutnya juga dan menerima suapan dari Ziel.

Entahlah...terkadang Ziel manis seperti ini tapi terkadang juga sangat mengesalkan. Memang tidak dapat dipungkiri lagi jika Ziel menjadi pria idaman semua wanita. Sikap hangatnya bisa membuat wanita meleleh ditambah paras dan isi kantongnya menambah nilai plus-plus. Kelly lah wanita beruntung yang berhasil mendapatkan hati Ziel. Celline tersenyum pahit sepahit dia membayangkan adegan percintaan Ziel dan Kelly sebentar lagi.

"Pulang yuk kak" Line

"Baru jam segini Line, kamu mau kemana aku antar" Ziel

"Kak...kamu kan udah janjian sama Kelly, udah sana temuin dia sekarang. Mumpung dia ngajak ke apartemennya...ehmmm....

kaliankan bisa kikuk-kikuk hahaha" ledek Celline.

"Jangan macam-macam kamu ngomongnya Line" Ziel menatap tajam Celline.

"Oowww....takut kak...hihihi" Celline tertawa sambil menutup mulutnya hingga membuat Ziel semakin gemas.

"Kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh Line. Pria yang akan memilimu adalah pria yang paling beruntung nantinya. Semoga kamu selalu bahagia" Ziel

"Ya ampun sedih banget sih kak kata-katanya. Kaya kita mau berpisah aja. Semoga kakak juga bahagia bersama dengannya aku tunggu undangannya" Line

Mendengar perkataan Celline membuat Ziel menundukkan kepalanya sambil menggeleng-gelengkannya.Lalu dia tersenyum sementara wajahnya ditopang dengan tangannya diatas meja.

"Bahas yang lain, aku ingin free malam ini" Ziel

Celline bingung dengan kata free dari mulut Ziel.

"Ya kakak kan juga sebentar lagi free ngapain aja sama Kelly"

Tiba-tiba Ziel menjitak kepala Celline.

"Dasar bodoh...otak kamu pasti isinya percintaan aku semua dengan Kelly iya kan?"

Celline tertawa mendengar perkataan Ziel.

"Jangan meledekku Line aku juga bisa hilaf kepadamu" Ziel

Seketika Celline menghentikan tawanya dan langsung diam mematung. Dia takut jika Ziel serius akan berbuat hilaf padanya (dia takut tidak bisa menolaknya🤣tapi bo'ong)

"Ya sudahlah kita pulang aja kak"

"Padahal aku masih ingin jalan lagi menikmati udara malam ini" Ziel

"Wess... aku temani kak" Line

Ziel langsung bangun dari duduknya dan menarik tangan Celline. Dia akan berkeliling kota bersama Celline malam ini.

**********

Malam genks baru selesai nulis segini mata udah 5 watt😴😴

Besok lanjut lagi gengks🙏

Lelah saya hari ini😂

Always love kalian semua😘😘😘

Jangan lupa like vote n komennya genks😘😘

Kaya gini mungkin foto yang diambil Ziel

1
Sri Mulyani
thor apakah tidak ada cerita tentang zoy
martina melati
entah ini nivel x y thor... jujur, biasany cowok2 jarang mau drayakn saat ultah... pdhl sdh usia dewasa (18th ke atas)
Ayu Roesly
Luar biasa
Supry Atun
semoga sehat selalu thor semangat
Supry Atun
celline hamil mungkin 🤭🤪😄
Supry Atun
habis pakai jubah dokter terus di panggil untuk naik panggung 😄
Wiwin Budi Rahayu
kemana ya. anak angkat ziel scout. kokgak pernah muncul.
Sri Rahayu
scout kemana thor
Sri Rahayu
munkin kah cellin hamidun jd mood'y jd kek gitu
Sri Rahayu
mama fir banyak koleksi foto" daun muda yg gantenk" rupa"y..y ampun ma untunk papa yu sabar banget..😅😅😅
Sri Rahayu
sumveh thor q jd ngakak jd ngikutin siska ngomonk🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wiiihhh keren mama fir kalo udah marah mah sadis beeeeddd👍
Sri Rahayu
thor q masih bingunk sebener'y cellin d perkosa apa g sih...g faham q serius dah
Sri Rahayu
kesian mama firda g d gubris omongan'y...
Sri Rahayu
mamus mampus mampus kau ziel...lagu laguan ragu sma anak yg d kandunk cellyn
Sri Rahayu
mampus lo ziel..tak sumpahin nyesel se ntesel"y
Sri Rahayu
tuh kan bener ziel ragu y ampun masih berharab cellyn g d apa"n sama yudha..beneran g adil thor crita mu kali ini..nyesek banget q..kesian sma cellin lg hamil jauh dr laki'y mana d raguin lg anak'y..astaga naga andai bisa q cekek ziel lewat onlen...
Sri Rahayu
hamil kah..jangan sampai s ziel ragu ank yg d kandunk cellyn...kalo ragu tak cekek ampe mati lo ziel.
Sri Rahayu
terlalu kejam jika sampai bnenar" cellyn d gagahi oleh yudha...g trima q thor
Sri Rahayu
cellyn mah mulai nyari gara" ih...tegas napa ama yudha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!