NovelToon NovelToon
Langit Jingga Setelah Hujan

Langit Jingga Setelah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Chicklit / Fantasi Wanita
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Jingga seorang gadis cantik yang hidupnya berubah drastis ketika keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang justru menjadi orang pertama yang melemparkannya keluar dari hidup mereoka. Dibuang oleh ayah kandungnya sendiri karena fitnah ibu tiri dan adik tirinya, Jingga harus belajar bertahan di dunia yang tiba-tiba terasa begitu dingin.

Awalnya, hidup Jingga penuh warna. Ia tumbuh di rumah yang hangat bersama ibu dan ayah yang penuh kasih. Namun setelah sang ibu meninggal, Ayah menikahi Ratna, wanita yang perlahan menghapus keberadaan Jingga dari kehidupan keluarga. Davin, adik tirinya, turut memperkeruh keadaan dengan sikap kasar dan iri.

Bagaimanakan kehidupan Jingga kedepannya?
Akankan badai dan hujannya reda ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan di tengah meja rapat

Mobil Arjuna berhenti tepat di depan gedung kaca tinggi di pusat kota. Gedung itu menjulang tinggi dan rapi sangat berbeda dengan jalan tanah dan kebun sawit yang masih menempel di pikirannya sejak pagi tadi.

Ia turun dari mobil, merapikan jas, lalu menghembuskan napas panjang.

“Balik lagi ke dunia ini,” gumamnya.

Ponselnya bergetar. Satu pesan masuk dari Jingga.

✉️ Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa makan.

Arjuna tersenyum kecil. Ia mengetik balasan singkat sebelum masuk ke gedung.

✉️ Kamu juga,sayang. Jangan kebanyakan mikir. Love You.

Dan tak lama pesan kembali masuk membuatnya semakin tersenyum dengan dada berdesir.

✉️ Love You too,aku sayang Ka Juna.

Arjuna menghela nafasnya perlahan,jatuh cinta sungguh membuat hidupnya menjadi berwarna.Dan Jingga lah sumber warnanya.

Lift naik perlahan. Angka-angka berganti. Tapi pikiran Arjuna masih tertinggal di desa.

Tiba di atas,ruang rapat sudah dipenuhi beberapa orang saat Arjuna masuk. Beberapa wajah familiar, beberapa lainnya baru. Di ujung meja, duduk seorang pria berwibawa dengan setelan abu-abu gelap,Rian Mahardika-ayah Jingga.

Arjuna tahu pria itu,ia sering mendengar namanya dan beberapa kali bertemu jauh sebelum ia tahu siapa Jingga sebenarnya.

“Arjuna,” sapa pria itu sambil berdiri. “Akhirnya kita ketemu langsung.”

Arjuna menjabat tangannya dengan sopan. “Terima kasih sudah meluangkan waktu, Pak.”

Mereka duduk. Presentasi dimulai. Layar besar menampilkan rencana kerja sama antar perusahaan.

“Perusahaan kami tertarik memperluas jaringan distribusi ke sektor perkebunan,” kata ayah Jingga dengan suara tenang tapi tegas. “Kami butuh partner yang stabil dan profesional.”

Arjuna mengangguk. “Kami juga mencari mitra jangka panjang, bukan sekadar proyek cepat.”

Pembahasan berjalan lancar.Angka-angka, grafik, perkiraan keuntungan semuanya mengalir seperti biasa. Tapi di sela-sela itu, Arjuna beberapa kali melirik ponselnya yang terletak terbalik di meja.

Entah kenapa, perasaannya tidak tenang.

“Kalau kerja sama ini jadi,” lanjut ayah Jingga, “kami akan menempatkan tim pengawas dari pihak kami.”

Arjuna mengangkat alis sedikit. “Pengawas penuh?”

“Ya. Untuk memastikan standar kami terjaga.”

Arjuna tersenyum tipis. “Kami terbuka untuk itu, selama tidak mengganggu manajemen internal.”

Ayah Jingga tersenyum balik. “Tentu.”

Semua terdengar profesional,dan berjalan dengan baik.

Tiba-tiba ponsel Arjuna bergetar.

Layar menyala.

JINGGA ❤️ Calling…

Napas Arjuna tertahan.

Matanya langsung tertuju ke layar.Nama itu seperti menyala di tengah ruangan dingin penuh jas mahal.

Beberapa orang di meja memperhatikan.Arjuna ragu sepersekian detik.

Biasanya Jingga tidak akan menelepon saat jam kerja, kecuali penting.

“Ada panggilan?” tanya salah satu direktur.

Arjuna menelan ludah. “Maaf, izin sebentar.”

Ia bangkit, melangkah ke sudut ruangan, menekan tombol terima.

“Sayang?” suaranya diturunkan.

“Ka Juna…” suara Jingga terdengar agak tergesa. “Aku ganggu nggak?”

“Enggak. Kenapa?”

Di seberang, Jingga menarik napas. “Ada sedikit masalah.”

Jantung Arjuna langsung berdegup lebih cepat. “Masalah apa?”

“Tim audit nemuin perbedaan data pengiriman. Lumayan jauh.”

Arjuna memejamkan mata sebentar. “Kamu tenang dulu. Angkanya sudah kamu pegang?”

“Sudah. Tapi aku butuh pendapat kamu.”

Arjuna melirik ke arah meja rapat.Beberapa pasang mata masih menunggu.

“Aku lagi meeting,” katanya pelan. “Tapi aku dengerin.”

“Aku takut salah ambil langkah,” ujar Jingga jujur.

Nada suara itu terdengar lelah, tapi tetap berusaha kuat membuat dada Arjuna menghangat sekaligus perih.

“Kamu nggak sendirian,” kata Arjuna. “Kirim datanya. Jangan ambil keputusan besar dulu sebelum kita cek bareng.”

“Oke,” jawab Jingga. “Maaf ya.”

“Jangan minta maaf,” jawab Arjuna lembut. “Kamu hebat,sayang.”

Setelah itu telepon ditutup.

Arjuna menatap layar ponselnya beberapa detik lebih lama sebelum mengantonginya.

Saat ia kembali ke meja, suasana sedikit berubah.

“Tidak apa-apa kah?” tanya ayah Jingga sambil tersenyum sopan.

“Tidak apa,” jawab Arjuna. “Hanya hal teknis.”

Mereka melanjutkan rapat. Tapi fokus Arjuna tidak lagi penuh.Fikirannya terbagi dua,antara rapat dan juga gadisnya yang jauh di sana.

°°°°

Setelah rapat selesai, ayah Jingga menghampiri Arjuna.

“Meeting yang baik,” katanya. “Saya harap kerja sama ini segera berjalan.”

“Begitu juga dari kami,” jawab Arjuna.

Mereka berjabat tangan.

Saat tangan itu saling bertaut, Arjuna tidak tahu kenapa wajah Jingga terlintas di pikirannya.

Pria di depannya ini, ayah dari gadis yang sedang berjuang di kebun sawit itu.

Pria yang dengan teganya mengusir darah dagingnya sendiri.

Ironis.

Waktu menjelang sore,Arjuna memutuskan untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaanya.

Di mobil, Arjuna langsung membuka laptop dan ponselnya. Data dari Jingga sudah masuk.

Ia membaca satu per satu. Keningnya berkerut.

“Ini bukan salah catat,” gumamnya. “Ini disengaja.”

Ia menelepon Jingga kembali.

“Aku lihat datanya,” kata Arjuna tanpa basa-basi. “Kamu benar buat curiga.”

“Jadi gimana?” tanya Jingga.

“Kita kumpulin bukti dulu,” jawab Arjuna. “Jangan ambil tindakan sekarang.”

“*Kalau mereka menyadar*inya,dan curiga?”

“Makanya kamu jangan sendirian,” kata Arjuna. “Libatkan Pak Damar. Dan semua komunikasi dicatat.”

Di seberang, Jingga terdengar menghela napas lega. “Makasih.”

“Maaf aku nggak di sana,” lanjut Arjuna.

“Kaka udah bantu aku,” jawab Jingga cepat. “Itu sudah cukup.”

Arjuna tersenyum kecil.

"Sayang.." Panggilnya

"Iya,ka.."

“Aku kangen.” Terdengar begitu berat

Hening sejenak.

“Aku juga,” jawab Jingga pelan.

Tiba di rumah,Arjuna langsung masuk ke kamarnya.Badannya terasa lelah,oa butuh berendam sebentar untuk meng rilex an tubuhnya.

Malam menjelang, Arjuna duduk di balkon kamarnya. Lampu-lampu perumahan terlihat dari atas. Laptop terbuka, ponsel di tangan.

Ia menatap satu foto Jingga yang tersimpan di galerinya Jingga di kebun, dengan kamera di tangan dan senyum kecil di wajahnya.

Di kepalanya, dua dunia kembali bertabrakan.

Di satu sisi, ia duduk di meja rapat dengan ayah Jingga, membahas kerja sama bisnis bernilai besar.

Di sisi lain, ia mendengar suara Jingga yang berusaha kuat mengelola warisan hidupnya.

Dan Arjuna tau semakin dalam ia masuk ke dunia bisnis ini, semakin dekat ia pada masa lalu Jingga yang selama ini tersembunyi.

Ia menutup laptop, menarik napas panjang.

“Aku nggak bakal lepas tangan,” katanya pada dirinya sendiri. “Untuk Jingga.”

Ponselnya berbunyi. Pesan dari Jingga.

✉️ Ka… makasih udah angkat telepon tadi.

Arjuna tersenyum, mengetik balasan.

✉️ Kapan pun kamu butuh, aku ada.

Ia menatap layar lama setelah pesan terkirim.Otaknya memang riuh berisik,namun hatinya terasa hangat saat melihat foto profil Jingga di aplikasi pesan tersebut.Foto hasil jepretannya saat di kebun sawit kemarin denga latar langit berwarna Jingga.

Otaknya kembali berputar pada kejadian tadi,Karena di tengah meja rapat, grafik, dan kesepakatan bisnis,nama Jingga tetap jadi satu-satunya hal yang benar-benar membuatnya sesak dan waktu terasa berhenti.

...🍀🍀🍀...

...🍃Langit Jingga Setelah hujan🍃...

1
Nurgusnawati Nunung
lanjut Thor.. semangat
Nurgusnawati Nunung
Nayya kalau hadir cuma sebentar ya.
Nurgusnawati Nunung
Berjalan bersama kalian akan lebih kuat.
Nurgusnawati Nunung
Arjuna sudah tidak sabar untuk menikah..
Satri Eka Yandri
Tata Bahasa bagus,rapi,ceritanya simple tapi menarik
Nurgusnawati Nunung
Dimana mana selalu saja ada orang yang berhati serakah.. semangat thor. lanjut
Nurgusnawati Nunung
Semangat... semoga masalah kalian segera selesai... lanjut Thor.
Nurgusnawati Nunung
Jangan lari Jingga.. karena bukan kamu yang mencari, mereka yang akan mencarimu. masa lalu akan hadir.
Puji Hastuti
Jingga kamu tidak sendiri, jangan takut lagi 💪
Nurgusnawati Nunung
jangan sampai harta Jingga diambil sama ayahnya
SecretChair
MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
Arlis Wahyuningsih
jangan lari tetaplah ditempatmu..biarkan masa lalu menghampirimu dgn sendirinya.
seiring dgn kebenaran yg coba dihapuskan.
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Semangat Pak CEO Arjuna.. ungkap kebenarannya..
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Liat saja nanti ayah Jingga pasti ada balasannya. Davin itu dari kecil sudah kelihatan karakternya.
Nurgusnawati Nunung
Pantas kakek bahagia ada Jingga, rupanya cucunya..
Nurgusnawati Nunung
Banyaknya obat bahagia untuk Arjuna.. ibu yang perhatian dan adik yang menggemaskan.. hehehe. semangat
Nurgusnawati Nunung
Akhirnya dihati Jingga ada kepastian.. kepastian ada yang mencintainya.
semangat
Nurgusnawati Nunung
Ada yang menunduk malu, mendengar kata sayang.. 😄
Nurgusnawati Nunung
Masih menunggu lagi ya, belum ada kata sepakat ni.. hihi
Nurgusnawati Nunung
semangat untuk cinta.. 😍😍😍
Arjuna.. Jingga
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!