NovelToon NovelToon
Upik Abu Jadi CEO

Upik Abu Jadi CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / CEO / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Istri ideal / Suami ideal / Tamat
Popularitas:767.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aricha Businnes

Anitha Putri, seorang wanita berusia 26 tahun adalah seorang sarjana manajemen bisnis, setelah menikah dia memutuskan hanya menjadi seorang ibu rumah tangga biasa.

Hidup rumah tangganya yang penuh kemelut mengantarkan dia yang seorang sarjana jadi seorang asiaten rumah tangga.

Dia bertolak ke Jakarta hanya untuk sebagai asisten rumah tangga pada salah satu keluarga berada.

Bagaimanakah perjalanan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aricha Businnes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Upik Abu

Kini derap langkah terdengar nyaring di dalam gedung besar ini. Semua dikarenakan mulut-mulut yang ada di lantai dasar tersebut diam seribu bahasa bahkan jika dengan menahan napas mereka masih bisa hidup, mereka ingin melakukan itu.

Mereka merasa di sidak oleh sang CEO perusahaan. Bahkan sang direktur tidak mendapat kabar kedatangan sang CEO. Direktur hanya mengira staf audit dan sekretaris tuan Nan saja yang datang. Selama ini jika sekretaris ada maka tuan Nan akan ada. Siapa sangka jika Helmi datang lebih dulu dan berkata tuan Nan ada urusan lain. Helmi sengaja membuat jebakan batman untuk memperhatikan sikon yang ada.

Mereka menunduk sesuai dengan instruksi yang hanya berupa gerakan bola mata sebagai kode untuk menunduk saat tuan Nan, Anitha serta dua bodyguard dan beberapa staf cabang yang telah menyambut 5 menit lebih dulu sebelum kedatangan tuan Nan.

Sebelum menunduk mereka sempat melihat raut dingin sang CEO yang biasa hanya menampilkan wajah datar. Kini wajah tuan Nan dingin, tak ada keramahan tanda tuan Nan sedang marah. Lebih menarik lagi bagi ratu-ratu gosip adalah perempuan cantik di samping tuan Nan.

Namun bukan kecantikan yang akan di gosip oleh mereka namun wajah dingin sang wanita yang lebih kuat dari tuan Nan. Jika tuan Nan sedang marah, Anitha memasang dinding pembatas mempersiapkan diri berjumpa dengan Sahrul yang akan bertemu di perusahaan ini. Anitha yakin Sahrul akan mengganggu dirinya di sela waktu yang dia cari.

"Silahkan Pak ... Bu ...." sapa direktur di perusahaan cabang tuan Nan mempersilakan mereka memasuki ruang meeting.

"Anitha, kamu ikut Helmi dan tim auditor dulu. Saya masih ada urusan di bahas dengan para direksi di sini," ucap tuan Nan tanpa raut muka dingin.

"Iya Pak," jawab Anitha hormat.

"Mari Bu," kata Helmi ramah. Anitha tidak kesulitan mencuri perhatian para kumbang. Itu juga terjadi di kampus dulu. Tanpa dia bergenit ria, seakan para kumbang selalu menyukai dirinya.

"Iya Pak, terima kasih." Mereka meninggalkan ruang meeting dan mulai menuju tempat eksekusi. Jika tuan Nan sibuk dengan para jajaran direksinya, Anitha sibuk memperhatikan cara kerja tim auditor dan memperhatikan Helmi dan rekannya memaparkan berkas-berkas data laporan keuangan perusahaan.

Entah telah berapa jam mereka berkutat dalam pekerjaan. Namun belum juga selesai.

Ceklek ... terdengar pintu di buka. Semua yang di ruangan mengalihkan perhatian dan melihat siapa yang masuk. Begitu juga dengan Anitha. Raut wajah yang sudah tak dingin muncul dan menyapa Anitha. Tuan Nan didampingi direktur perusahaan.

"Bagaimana apa kau lelah Anitha?" tanya lembut tuan Nan.

Namun kelembutan tuan Nan justru membuat yang hadir dalam ruangan itu meremang.

"Belum Pak, ada yang bisa saya bantu?" ucap Anitha menghampiri tuan Nan yang telah duduk di sofa.

"Kita akan menghampiri orang-orang dari PT. HS group sebentar lagi. Apa kau sudah siap?"

tubuh Anitha bergetar. Dia menetralkan hati membayangkan akan bertemu kembali dengan Sahrul. Itu semua tak luput dari pandangan tuan Nan. "Maafkan aku Anitha harus melakukan ini semua padamu. Semoga hasilnya baik dan kau bisa keluar dari masa lalu yang pada nyatanya membelenggu," kata hati tuan Nan penuh rasa bersalah.

"Saya siap Pak!" kata Anitha penuh ketegasan. Dia sudah bertekad akan keluar dari kubangan lumpur melalui kekuasaan tuan Nan. Auranya menggelap dan tuan Nan mengerti apa yang di sampaikan oleh Jeffy saat menemani Anitha.

"Apapun jadinya, aku akan membantu kau sayang. Walau aku mungkin tak akan mendapatkan cinta darimu. Setidaknya aku sudah berusaha untuk membuat kau keluar dari masa lalumu dan cukup aku pernah merasakan apa itu cinta dan bagaimana pahitnya ketika cinta ditolak. Seperti ini mungkin perasaan Allea padaku," tuan Nan masih membatin sambil memandang Anitha.

Anitha mengangkat alisnya ketika melihat tuan Nan menatapnya dalam, tanda mengatakan, "Ada apa Tuan?" ketika yang lain sudah di sibukkan melanjutkan pekerjaan mereka.

Tuan Nan tersenyum melihat sikap berani Anitha padanya. Anitha tahu menempatkan diri ketika harus menghargainya atau saat harus mengerjainya.

"Ayo, kita ke ruang meeting." Suara tuan Nan membuat mereka serentak menoleh.

"Helmi, kamu di sini bersama mereka. Saya harus menjumpai orang dari perusahaan HS Group.

"Baik Pak."

"Ayo Anitha."

Di ruang meeting kini mereka telah bertemu tanpa mereka semua tahu kerja sama ini hasil rekayasa tuan Nan. Perusahaan HS Group justru malah senang bisa mendapatkan tawaran dari perusahaan besar.

Anitha dan Sahrul saling mempresentasikan arsitektur desain bangunan, desain produk dan bahkan desain perabot yang di inginkan untuk membangun sebuah anak perusahaan lain di Singapura, namun jelas tuan Nan memilih Anitha. Dia hanya ingin memperlihatkan betapa Anitha bisa diandalkan. Tanpa Sahrul tahu Anitha hanya belajar dalam sejam dengan bantuan tuan Nan pagi tadi di hotel. Semua berkas sudah disiapkan Helmi.

"Sekretaris saya sudah jelaskan semua Standar Operasional Prosedur. Prosedur dan standar-standar apa saja yang saya inginkan. Mulai dari bahan material yang saya inginkan sampai dengan arsitekturnya, apakah perusahaan anda menyetujui dan menyanggupi?" tanya tuan Nan sedikit dingin.

"Kami setuju Pak," jawab direktur perusahaan. Lalu penandatanganan berkas langsung dilakukan.

Sahrul tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Anitha. Dia tak menyangka Anitha bisa sepesat ini perubahan dan perkembangannya. Anitha yang baginya hanya upik abu, kini sikapnya terlihat seperti seorang CEO perusahaan.

Tuan Nan cukup puas melihat reaksi Sahrul memandang Anitha. Tak ada pandangan remeh di mata Sahrul pada Anitha. Hanya pandangan takjub. Tuan Nan juga tahu tak ada pandangan cinta dari Sahrul namun lebih ke hasrat ingin memiliki seorang Anitha Putri yang cerdas dan cantik. Tuan Nan bisa melihat Sahrul tak lebih dari seorang Playboy dibalik wajah tampannya.

"Kau kira aku akan membiarkan kau memilikinya untuk sekali lagi. Jangan mimpi kau tuan Sahrul!" maki hati tuan Nan. Tuan Nansen masih pura-pura tak tahu jika Sahrul tak melepaskan pandangan dari Anitha. Dia merasa tak pantas mencemburui Sahrul yang playboy.

"Ok bagaimana kalau kita makan siang bersama," ajak tuan Nan. Tentunya mereka tidak menolak sebagai wujud etika mereka yang telah di ajak berbisnis.

"Baik Pak, terima kasih."

Mereka keluar dari ruang meeting , dan sudah di sambut para bodyguard tuan Nan. Mereka berjalan beriringan. Anitha tetap di samping tuan Nan. Sahrul hanya bisa menahan hati. Banyak yang ingin dia tanya bagaimana Anitha bisa sampai ke perusahaan yang jauh besar darinya.

Saat akan memasuki restoran, ponsel Anitha bergetar. Anitha melihat panggilan WhatsApp dari nyonya Allea.

Tuan Nan melihat saat Anitha berjalan sambil memperhatikan ponselnya. "Siapa?" bisik tuan Nan sambil tetap melangkah

"Nyonya Allea," jawab Anitha juga berbisik.

"Angkatlah dulu, nanti susul kami di meja makan," titah tuan Nan.

"Boleh katakan aku ikut tuan ke sini?" tanya Anitha kembali.

"Katakan saja, semoga dia tidak cemburu dan membunuhmu," olok tuan Nan masih berbisik.

Anitha tahu tuannya mengolok. Anitha tak menggubrisnya. Anitha memisahkan diri dan bergerak mencari tempat yang sedikit tenang. Dia memilih salah satu tiang besar di luar resto. Tiang penyanggah bangunan itu di jadikannya sandaran.

"Hello Nyonya ... jawab Anitha menggunakan handset. Dia sengaja bercanda dengan memanggil nyonya.

"Hello An, kamu lagi apa?" tanya Allea pura-pura tidak tahu dan tak membalas candaan Anitha.

"Aku di Singapura. Aku sedang menemani tuan Nan," jawab Anitha.

"Oh ya??"

"Iya Bu, apa Ibu cemburu?" olok Anitha dengan tertawa.

"Hahaha ... untuk apa aku cemburu, dia juga tidak tertarik padamu dan kamu juga belum bisa mendapatkannya," olok nyonya Allea membalas Anitha.

"Sabar Bu. Jangan ingkar janji ya!" tegas Anitha yang membuat nyonya Allea kembali tertawa.

"Kamu tidak ingin bertemu aku An?" pancing nyonya Allea.

"Ibu di Singapura??"

"Hahaha ... sinyalmu sangat kuat ya An. Sayang tak kuat untuk merebut Nan dariku," ejek nyonya Allea kembali.

"Ibu, bagaimana kalau nanti kita sambung. Aku tidak enak meninggalkan bos terlalu lama," putus Anitha.

"Ok."

"Bos atau pria yang menyimpanmu?" ucap satu suara dari belakang tiang tempat Anitha bersandar dan sangat dihapal oleh Anitha.

"Jaga ucapan anda Pak," ucap Anitha formal mengingat Sahrul rekan tuannya. Anitha tak ingin mendapatkan masalah.

Sahrul mendekati telinga Anitha dan berbisik. "Tidak bisakah kau memanggil aku dengan manja seperti dulu, saat kau masih senang-senangnya dalam pelukanku?"

"Aku menyesali itu, aku mual mengingat manja pada pria seperti anda Pak," jawab Anitha saat Sahrul mengganggu.

"Tidak inginkah kau masuk kembali dalam pelukanku sayang. Aku janji akan memuja dirimu. Aku tak akan menyakitkan hatimu dan tak akan menghina kau lagi cinta," ucap Sahrul penuh godaan yang membuat Anitha semakin mual.

Anitha tersulut emosi dan melontarkan apa yang dia pendam dahulunya. "Aku lebih baik mati dari pada masuk kembali dalam pelukan kotormu! Kau pikir aku tidak tahu Pak, kau menyelingkuhiku dengan teman kantormu yang seksi dan tak bermoral itu!" Perkataan Anitha membuat Sahrul terkejut.

Sahrul tak menyangka perselingkuhan yang di tutupi rapat ternyata diketahui Anitha.

"Dari kapan kau tahu?"

"Tak perlu dibahas lagi!"

"Lalu kenapa tidak jauh hari kau bahas sayang. Apa sentuhanku begitu kau dambakan. Sehingga kau tidak bisa tanpa tubuhku yang melekat pada tubuhmu," ucap Sahrul yang membuat wajah Anitha memerah.

"Lepaskan tanganku Pak, kau menyakiti pergelangan tanganku," ucap Anitha dingin namun suaranya bergetar.

Sahrul yang memang dari awal mencengkram pergelangan tangan Anitha agar tak lari sebelum dia puas mengganggu Anitha. Melonggarkan cengkeramannya dan melihat kulit putih Anitha agak memerah. Sahrul tidak sengaja mengeratkan cengkraman tangannya, ketika mendengar Anitha mengungkit perselingkuhannya.

"Pergilah, kau terlalu lama meninggalkan bosmu. Jangan sampai mereka mengetahui aku pernah hidup denganmu!" ucap Anitha.

"Kau takut pria yang menyimpanmu tahu aku masih suamimu?"

"Aku takut dia membatalkan kerja samanya karena cemburu dan merugikan bosmu dan dirimu sendiri," ancam Anitha. Sahrul berpikir ada benarnya. Jika Anitha ada hubungannya dengan tuan Nan bukan tak mungkin tuan Nan membatalkan karena merasa terganggu.

Sahrul pergi tanpa rasa berdosa atau meminta maaf pada Anitha. Anitha mengembuskan napas kasar. Anitha memutuskan tidak kembali ke meja makan. Dia mengirim pesan pada tuan Nan.

***

1
Kaneti Neng
maaf ya ceritanya buat aku bosan sih awal awal seru tapi makin kesini kurang Manarik ...maaf sekali ini hanya pendapat aku
Penyalur Tenaga Kerja
Luar biasa
Penyalur Tenaga Kerja
Biasa
Adin Da
crtny mnglir enk mdh d selmi
Adin Da
Luar biasa
Adin Da
ini bru nmny tmn
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
Suka
Lestari Upin
kuserahkan seluruh hatiku padamuh tuan nan ..erh kak author hahah
Aricha: Hahahahah 🙏🥰
total 1 replies
Lestari Upin
MasyaAllah ngekek AQ kak😃😆😆
Lestari Upin
nah gitu ceritanya das Des sat set ... kwereeeen bgt 👍👍👍
Aricha: 🤭 tengkiyu say 🥰🥰🙏
total 1 replies
Lestari Upin
xixi 👍👍👍👍
Lestari Upin
asyik cerita nya ...🥰
Aricha: 🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
CERITA MU BAGUS THOR , PERCAYA DIRILAH DWNGAN KARYAMU, SEMOGA MAKIN BANYAK YG MEMBACA KARYAMU, SEMANGAT MENULIS YAH THOR KARYA MU SEPERTI roller coaster BIKIN JANTUNG SAYA MAU COPOT DAN GAK BISA DI TEBAK KERENNNNNN👍👍👍
Aricha: Aamiin semoga. Makasihhhh Kak 😍🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
jangan jangan suami Anitha yg jadi selingkuhan Ibu Bos nya????
Farhah Ali basebe
😭😭kenapa baru mulai udah bikin Nangis😭😭
Aricha: Karena menjadi manis itu harus nangis dulu kita 🤣🙏🥰🥰
total 1 replies
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
knapa ya, sebel dg tokoh anita ini🤣🤣🤣
Aricha: iya kak hajar dia, sok-sok kali mentang dijadikan tokoh wanita kuat ma author nya 🤭🤣🙏
total 1 replies
Nina Hani Anissa
bagus ceritanya
Aricha: Makasih banyak kak atas dukungannya 🥰🥰🙏
total 1 replies
Yati Yati
awas anita klo udah sukses si jeng buang ke laut
Aricha: Hahaa, bagaimana kalau kita bawa jalan jalan melihat laut aja kak 🤭🤭
total 1 replies
Nana Bati
sehat selalu thor.... tetap semangat
Aricha: Aamiin, selalu sehat selalu juga ya and terimakasih 🥰
total 1 replies
Nana Bati
semangat thor.... lanjut deh semoga endingnya membahagiakan 👍👍👍
Aricha: Makasihhhh yaaa atas dukungannya kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!