NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34: Aku Akan Berdiri Sendiri

____🌺

Setelah Adrian pergi.

Layar laptop di hadapan Nayara menampilkan sejumlah situs lowongan pekerjaan. Sejak pagi, perempuan itu sibuk menggulir halaman demi halaman, membaca persyaratan yang ditawarkan berbagai perusahaan desain interior di Jakarta.

Sesekali, ia membuka satu lowongan, membaca kualifikasinya, lalu menutup kembali halaman tersebut.

Bukan karena tidak tertarik. Namun, sebagian besar perusahaan mencari kandidat yang masih aktif bekerja dan memiliki pengalaman menangani proyek dalam beberapa tahun terakhir.

Nayara mengembuskan napas panjang. Punggungnya bersandar pada kursi kayu di kamar lamanya.

Di layar laptop, sebuah dokumen riwayat hidup masih terbuka.

Pengalaman Kerja Terakhir: Desainer Interior Junior, 2024.

Setelah itu, tidak ada lagi pengalaman pekerjaan yang bisa ia cantumkan.

Dua tahun terakhir dihabiskannya untuk mengurus rumah tangga. Sesekali ia memang membantu Adrian menyiapkan materi presentasi bisnis, memperbaiki tata letak dokumen, bahkan memberikan beberapa masukan mengenai desain ruang kantor. Namun, semua itu tidak pernah tercatat sebagai pengalaman profesional atas namanya.

Ia bahkan tidak pernah mendapatkan pengakuan atas pekerjaan yang dilakukannya.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka.

Bu Rina masuk sambil membawa sepiring kecil potongan pepaya.

"Sudah berapa lama kamu duduk di depan laptop, Nay? Dari tadi kamu terus disitu ...," tegur Bu Rina lembut.

Ia meletakkan piring tersebut di atas meja belajar.

Nayara memutar kursinya menghadap sang ibu.

"Baru sekitar dua jam, Bu. Aku sedang mencari lowongan pekerjaan," jawabnya.

"Kenapa tidak istirahat dulu? Masih banyak yang harus dibereskan. Jangan sampai kamu malah jatuh sakit," ujar Bu Rina sambil memperhatikan wajah putrinya.

"Aku tidak bisa terlalu lama beristirahat, Bu."

Nayara menunduk. Pandangannya jatuh pada jari manisnya yang kini kosong tanpa cincin pernikahan.

"Adrian sudah memblokir akses kartu tambahan yang selama ini kupakai. Untungnya, aku masih punya tabungan pribadi dari sebelum menikah. Tapi jumlahnya tidak banyak. Aku harus segera mendapatkan pekerjaan," jelas Nayara.

Bu Rina menarik kursi kecil, lalu duduk di samping putrinya.

"Ibu masih punya tabungan pensiun. Untuk kebutuhan sehari-hari kita, sepertinya masih cukup. Jadi, kamu tidak perlu terlalu memikirkan soal uang," kata ibunya menenangkan.

"Bukan cuma soal makan sehari-hari, Bu."

Nayara mengangkat wajahnya.

"Aku masih harus membayar biaya konsultasi dan mengurus proses perceraian. Belum lagi kalau keluarga Mahendra benar-benar berusaha memperpanjang masalah ini seperti yang dikatakan Mas Adrian. Aku tidak mau bergantung pada tabungan Ibu," ungkapnya.

Bu Rina mengangguk pelan. Ia memahami alasan putrinya.

"Lalu, bagaimana dengan pekerjaan yang kamu cari?" tanyanya.

Nayara kembali menatap layar laptop.

"Ada beberapa lowongan yang sebenarnya cocok dengan bidang ku. Tapi kebanyakan meminta pengalaman kerja terbaru. Aku sudah dua tahun tidak menangani proyek. Portofolioku juga belum diperbarui."

Ia mengusap wajahnya.

"Rasanya aneh, Bu. Dulu aku begitu percaya diri dengan pekerjaanku. Sekarang, membuka situs lowongan saja sudah membuatku ragu," keluh Nayara.

Bu Rina menepuk pelan lutut putrinya.

"Jangan meremehkan dirimu sendiri. Kemampuanmu tidak hilang hanya karena dua tahun tidak bekerja," sela Bu Rina.

"Tapi dunia kerja pasti sudah banyak berubah."

"Kalau begitu, kamu belajar lagi. Tidak ada salahnya memulai dari awal. Yang penting, jangan menyerah sebelum mencoba," nasihat Bu Rina sambil tersenyum.

Nayara terdiam.

Ibunya tersenyum tipis sebelum kembali memberikan saran.

"Coba hubungi teman-teman kuliahmu. Siapa tahu ada yang bisa membantu mencarikan pekerjaan. Kamu tidak harus selalu mendapatkan pekerjaan lewat lowongan resmi."

Nayara memikirkan perkataan itu.

Benar juga. Ia masih memiliki beberapa teman lama yang bekerja di bidang arsitektur dan desain interior.

Tangannya meraih ponsel di samping laptop. Ia membuka aplikasi pesan, menelusuri daftar kontak, hingga berhenti pada satu nama.

Rendra.

Teman semasa kuliahnya itu kini sudah memiliki biro arsitektur dan desain interior sendiri.

Nayara sempat ragu sebelum akhirnya mengetik pesan.

____🌺

Satu jam kemudian, mereka sepakat bertemu di sebuah kedai kopi yang tidak jauh dari rumah Bu Rina.

Nayara duduk di dekat jendela sambil sesekali melihat layar ponselnya. Ia mengenakan kemeja linen sederhana dengan celana panjang hitam. Segelas es teh di hadapannya bahkan belum banyak berkurang.

Ceklek!

Pintu kedai terbuka.

Rendra masuk dengan langkah cepat. Setelah melihat sekeliling, pria itu langsung tersenyum ketika menemukan Nayara.

"Maaf, Nay. Jalanan agak macet, tadi ...," sapanya sambil menarik kursi di hadapan perempuan itu.

"Tidak apa-apa. Aku juga baru datang sekitar lima belas menit lalu," jawab Nayara.

"Kamu sudah pesan?" tanya Rendra.

"Sudah. Kamu mau pesan dulu?"

"Sudah pesan di depan tadi," jawab Rendra santai.

Ia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu memperhatikan wajah Nayara.

"Maya cerita sedikit tentang keadaanmu semalam. Jadi, kamu benar-benar meninggalkan rumah Adrian?" tanyanya.

Nayara mengangguk pelan.

"Iya. Aku sudah tidak ingin kembali."

Rendra mengembuskan napas.

"Kalau begitu, masalah kalian memang sudah sejauh itu?" tanyanya lagi.

"Suray gugatan cerainya sedang disiapkan. Aku tinggal menunggu proses selanjutnya dari pengacaraku," jawab Nayara.

Rendra tidak langsung menanggapi. Ia tampak sedang mempertimbangkan sesuatu sebelum akhirnya kembali bertanya.

"Lalu, sekarang kamu berencana melakukan apa?"

"Aku ingin kembali bekerja," jawab Nayara.

Ia menarik napas sebentar sebelum melanjutkan.

"Itu juga alasan aku menghubungimu, Ren. Aku ingin bertanya apakah perusahaanmu sedang membutuhkan desainer lepas. Kalau belum ada posisi tetap, aku juga tidak keberatan membantu sebagai drafter atau staf pendukung."

Rendra mengangkat alis.

"Kamu mau bekerja lagi di bidang desain interior?"

"Iya. Aku tahu sudah dua tahun tidak menangani proyek. Jadi, aku tidak berharap langsung mendapatkan posisi tinggi," jelas Nayara.

Rendra tersenyum kecil.

"Kebetulan, aku memang sedang membutuhkan tambahan tenaga."

Mata Nayara sedikit berbinar.

"Benarkah?" tanyanya antusias.

"Iya. Beberapa waktu lalu, perusahaan ... maksudku, di kantorku, kami baru saja mendapatkan proyek revitalisasi ruang komersial," jelas Rendra.

Ia mengambil ponselnya, kemudian membuka beberapa foto desain.

"Klien meminta lantai dasar gedung mereka diubah menjadi ruang pamer dan lobi tamu VIP. Pengerjaannya cukup besar, dan tenggat waktunya lumayan ketat."

Rendra memperlihatkan beberapa gambar kepada Nayara.

"Awalnya, proyek ini akan ditangani oleh desainer utama kami. Sayangnya, dia harus mengambil cuti melahirkan. Sementara itu, tim tetap harus bergerak karena pekerjaan sudah masuk tahap persiapan."

Nayara memperhatikan gambar-gambar tersebut.

"Jadi, kamu sedang mencari penggantinya?" tanyanya.

"Kurang lebih begitu. Aku membutuhkan seseorang yang bisa membantu mengarahkan konsep desain dan mengoordinasikan pekerjaan bersama tim."

Rendra menatap Nayara.

"Kalau kamu bersedia, aku ingin kamu ikut menangani proyek ini."

Nayara terdiam beberapa saat.

"Maksudmu, aku akan menjadi penanggung jawab desainnya?" tanyanya memastikan.

"Untuk sementara, kamu bisa memimpin pengembangan konsep bersama tim. Aku tetap akan mengawasi proyek dan membantu koordinasi dengan klien. Kita juga akan melakukan evaluasi setelah kamu melihat langsung ruangannya," jelas Rendra.

Nayara menggeleng pelan.

"Ren, aku tidak yakin."

1
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih tetap positif thinking ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!