NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Seisi ruangan hening sejenak, lalu seperti gelombang yang pecah satu per satu, para selir mulai ikut bersuara, saling bersahutan memperkuat sindiran Permaisuri Xuan.

"Benar sekali kata Permaisuri," Selir tua yang tadi bertanya ikut menyambung, suaranya dibuat prihatin, "budi pekerti itu nomor satu. Aku juga dengar soal kejadian itu. Sayang sekali, padahal Nona Gu hanya berniat baik."

"Katanya sampai menangis segala," selir lain menambahkan, kipas sutra di tangannya bergoyang pelan, "kasihan sekali anak itu. Seharusnya seorang calon Putri Mahkota lebih sabar menghadapi kesalahan kecil orang lain."

"Mungkin karena belum terbiasa dengan kehidupan istana," selir ketiga menimpali, suaranya sengaja direndahkan namun cukup jelas terdengar, "wajar saja kalau masih kasar sikapnya, baru beberapa minggu di sini."

Satu demi satu komentar itu menumpuk, membentuk dinding sindiran yang semakin rapat mengelilingi Yuxin, yang duduk tenang di kursi sebelah Li Chen, punggungnya tetap tegak meski bisa merasakan puluhan pasang mata kini tertuju padanya, menunggu reaksi, menunggu dia goyah.

Gu Yueran, yang duduk tidak jauh dari Permaisuri Xuan, menundukkan kepala, memasang raut sedih yang sempurna, sesekali menyeka sudut matanya seolah masih terluka oleh kejadian itu, meski tidak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Dia tidak perlu bicara lagi. Orang lain sudah melakukannya untuknya.

Li Chen di samping Yuxin mengepalkan tangan di atas pahanya, rahangnya mengeras, jelas menahan diri untuk tidak langsung membela di depan umum, karena dia tahu, kalau dia yang bicara, itu hanya akan memperkuat tuduhan bahwa Yuxin tidak bisa berdiri sendiri tanpa belas kasihan Putra Mahkota.

Permaisuri Xuan menyesap tehnya sekali lagi, membiarkan keheningan yang semakin menekan itu berlangsung lebih lama, matanya mengawasi Yuxin dengan tatapan yang nyaris menyerupai kepuasan, menunggu tanda-tanda keretakan di balik wajah tenang yang sejak tadi dipertahankan.

"Bagaimana, Nona Lin?" akhirnya Permaisuri Xuan bersuara lagi, nadanya seolah bertanya dengan baik hati, padahal setiap kata adalah jebakan baru. "Tidak ada yang ingin kau katakan?"

Kipas-kipas sutra mulai bergoyang lebih cepat, bisik-bisik yang tadinya tertahan kini perlahan berubah jadi komentar yang lebih berani, seolah sindiran Permaisuri Xuan baru saja membuka gerbang yang selama ini tertutup rapat.

"Kudengar juga," seorang selir muda berbisik, sengaja cukup keras agar terdengar luas, "Nona Lin dulu dibesarkan di keluarga pedagang kecil. Pantas saja kalau tata kramanya masih... berbeda dari yang kita biasa lihat di sini."

"Ah, soal itu," selir lain menyambung cepat, seperti sudah menunggu giliran, "aku dengar malah lebih parah. Katanya keluarga itu sering terlibat utang-piutang. Bahkan ada kerabatnya yang sampai mabuk-mabukan di jalan, menyusup ke kereta Nona Lin sendiri."

"Benarkah?" Selir tua yang dari tadi memimpin sindiran ikut terkejut-kejut buatan. "Pantas saja. Meskipun tak sedarah. Biar bagaimanapun, lingkungan tempat seseorang dibesarkan pasti membekas, bukan begitu?"

Gu Yueran, yang sejak tadi diam dengan raut sedih, kini mengangkat wajahnya sedikit, seolah baru teringat sesuatu. "Aku tidak bermaksud menambah-nambah," ucapnya lirih, cukup untuk didengar orang-orang terdekat, "tapi aku memang pernah dengar cerita semacam itu juga. Mungkin itu sebabnya Nona Lin agak... sulit mengendalikan emosi."

Kalimat itu, meski diucapkan pelan dan penuh kepura-puraan enggan, jatuh seperti bara ke tengah kerumunan yang sudah menyala. Beberapa selir saling berpandangan, mengangguk-angguk seolah menemukan pembenaran atas semua sindiran yang sudah mereka lontarkan.

"Asal-usul memang penting," Permaisuri Xuan menimpali, suaranya tenang namun setiap kata terasa seperti pisau kecil, "karena dari situlah karakter seseorang terbentuk. Seorang Putri Mahkota bukan sekadar gelar, Nona Lin. Itu cerminan dari kehormatan keluarga Zhao, kehormatan seluruh istana ini."

"Benar sekali," Yurong, yang sejak tadi diam menonton dengan senyum tipis di sudut bibirnya, akhirnya ikut bersuara, nadanya ringan namun menusuk. "Kalau sampai salah pilih orang, bukan cuma nama keluarga Lin yang tercoreng, tapi seluruh kekaisaran ini."

Kaisar Zhao Heng, yang sejak tadi diam memperhatikan, mulai mengerutkan kening, tampak hendak menengahi, tapi Permaisuri Xuan sudah lebih dulu melanjutkan, seolah sengaja tidak memberi celah.

"Jadi, Nona Lin," ucap Permaisuri Xuan, menatap lurus ke arah Yuxin, senyum tipis yang dingin tersungging di bibirnya, "dengan semua yang baru saja kita dengar, bagaimana kau bisa meyakinkan kami semua di ruangan ini, bahwa asal-usulmu yang sederhana itu tidak akan menjadi aib bagi keluarga kekaisaran kelak?"

1
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!