NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 05

Part 05

Setelah selesai, Cio dan Alex memutuskan untuk pergi ke kantin tanpa mau mengikuti kelas dosen hari ini. Itu karena Cio dan Alex berniat merayakan pertemuan mereka, dengan cara makan-makan di kantin. Setelah sampai di sana dan makan bersama, tiba-tiba Cio berujar yang membuat Alex cukup heran setelah mendengarnya.

"Aku butuh pekerjaan."

"Pekerjaan? Untuk apa?"

"Tentu saja untuk membiayai kuliahku sendiri." Cio menjawab seadanya dengan nada lusuhnya.

"Tapi kenapa? Bukannya Papamu ...."

"Stop membicarakan Papaku, dia itu lelaki bajingan yang tidak berguna." Cio menjawab malas dan itu cukup membuat Alex merasa penasaran dengan maksudnya.

"Baiklah, aku minta maaf. Dan mengenai pekerjaan, aku pasti akan membantumu." Alex berujar mantap sembari menepuk pundak temannya itu, selalu ingin memberinya keyakinan bila semua pasti akan baik-baik saja.

"Terima kasih." Cio menjawab penuh syukur, meski pikirannya masih merasa tidak tenang. Sampai saat matanya bertemu dengan sosok Amanda yang tengah duduk di bangku kantin, sembari menyantap roti dan minumannya.

"Kamu tahu kan gadis itu?" Cio bertanya sembari menunjuk ke arah Amanda yang sepertinya tidak memiliki teman. Sedangkan Alex yang baru melihatnya itu hanya bertanya melalui tatapannya ke arah Cio.

"Bukannya aku sudah bilang padamu bila nama dia Amanda?" Alex menjawab tak habis pikir, karena Cio terus menanyakan Amanda seolah tertarik dengan gadis itu.

"Bukan itu maksudku. Aku hanya merasa bingung, kenapa dia membawa dua kotak bekal makanan? Memangnya yang satunya untuk siapa?"

"Dari mana kamu tahu kalau Amanda sering membawa dua kotak bekal makanan? Bukannya kamu baru tertemu dengannya di bis tadi pagi?" Alex bertanya penasaran, mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.

"Kemarin aku juga bertemu dengannya di bis dan aku melihatnya membawa dua kotak bekal makanan."

"Tapi kalian tadi terlihat cukup akrab?" Alex bertanya tak percaya, karena Amanda bukanlah tipe gadis yang mudah memiliki teman terlebih lagi berjenis kelamin lelaki.

"Tidak juga, sebenarnya aku mengambil kotak makanannya dua hari ini." Cio menjawab santai, tapi tidak dengan Alex yang merasa tidak percaya dengan apa yang temannya akui itu.

"Apa katamu? Kamu mengambil bekal makanan Amanda? Buat apa? Apa sekarang kamu hidup menggelandang sampai mengambil makanan orang lain?" Alex bertanya kian tak percaya, karena sikap temannya itu terlalu konyol menurutnya.

"Iya, aku memang menggelandang sekarang, makanya aku mau mencari pekerjaan. Kamu tahu rumah Mamaku dulu? Aku sekarang tinggal di sana."

"Kamu bercanda kan?"

"Tidak," elak Cio yakin.

"Astaga, anak ini." Alex bergumam tak percaya, setelah apa yang sudah terjadi, temannya itu bisa-bisanya berpikir akan hidup mandiri yang bahkan jauh dari kata kemewahan yang sering papanya berikan.

"Aku pikir, setelah apa yang sudah terjadi, kamu akan berhenti memberontak dan menerima setiap keputusan Papamu."

"Kamu tidak tahu saja, bila Papaku itu sudah mengingkari janjinya sendiri, dia bahkan menikah dengan nenek sihir itu. Lalu untuk apa aku menuruti keinginan dia?" Cio menjawab dengan nada sedikit meninggi, memperlihatkan bagaimana ia marah kali ini.

"Apa itu alasan kamu kabur dan ingin hidup sendiri?" Alex bertanya yang hanya ditanggapi kediaman oleh Cio.

Bagi lelaki itu, kesalahan papanya di masa lalu sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Apalagi sekarang ia harus melihat papanya menikah dengan wanita itu, tentu saja hal itu membuatnya kian muak berada di rumah papanya terlebih lagi mengikuti semua keinginannya. Sedangkan di hadapannya saat ini, Alex hanya bisa terdiam seolah sudah mengerti jawabannya. Lelaki itu tahu, temannya itu begitu banyak menghadapi masalah semasa mamanya hidup, dan sekarang setelah mamanya pergi pun, temannya itu masih dihadapkan beberapa kekecewaan.

"Oh iya, kamu tahu kenapa Amanda itu membawa dua kotak bekal makanan? Apa dia akan memakannya saat sarapan dan satunya lagi untuk makan siang? Aku pikir, dia bisa memasak saat pagi hari, berarti dia juga bisa sarapan kan? Tapi kenapa membawa dua kotak makanan?" Cio berujar heran yang sebenarnya hanya ingin mengalihkan topik tentang keluarganya dari teman baiknya itu.

"Oh makanan itu untuk Farel, dia jarang sarapan, makanya Amanda membawakannya bekal makanan." Alex menjawab sejujurnya.

"Farel? Siapa dia?"

"Tentu saja lelaki yang Amanda sukai." Alex menjawab santai meski tatapannya tertuju ke arah wajah Cio yang mencurigakan.

"Jangan bilang kalau kamu menyukainya?" tebak Alex sembari memicingkan matanya begitupun dengan jarinya yang tertuju ke arah Cio yang menyengir.

"Dia gadis yang cantik, apa salahnya kalau aku menyukainya?" Cio menjawab santai, tapi tidak dengan Alex yang terdiam.

Sebenarnya Alex sangat setuju bila Amanda adalah gadis yang baik, meskipun sikapnya terkadang tegas terhadap beberapa hal. Tapi Cio, temannya itu bahkan menyukai Amanda setelah dua kali bertemu. Entahlah, Alex harus bersikap bagaimana sekarang? Bila mengingat kisah Cio dulu yang begitu menguras air mata, rasanya Alex juga tidak mungkin menghapus tawanya lagi kali ini. Hanya Amanda, ya hanya gadis itu yang berhasil mengembalikan sikap konyol Cio yang menyebalkan. Mana mungkin, Alex bisa membiarkannya menjadi Cio yang terpuruk seperti di masa lalu. Tidak mungkin, tentu saja itu jawabannya.

"Tentu saja kamu boleh menyukainya asal kamu tidak menyakitinya." Alex menjawab malas, meski sebenarnya ia sendiri merasa bingung dengan perasaannya yang tak karuan sekarang.

"Tunggu, apa kamu juga menyukai Amanda? Kalau memang benar, kita harus bersaing secara sehat." Mendengar ucapan Cio itu, Alex justru tersenyum tipis dengan tertunduk lesu. Temannya itu tidak pernah berubah, selalu menganggap sebuah persaingan bukanlah hal yang harus dimenangkan apalagi dengan cara kotor.

"Tidak. Aku tidak menyukainya, hanya saja aku tahu bagaimana Amanda diperlakukan buruk oleh Farel. Aku hanya tidak mau melihatnya disakiti lebih parah lagi," jawab Alex lesuh, itu karena Alex melihatnya sendiri selama ini, bagaimana Amanda diperlakukan buruk oleh Farel, namun anehnya gadis itu justru tidak menyerah dan masih bersikap baik pada temannya itu.

"Kamu berbicara apa sih? Maksud kamu siapa? Amanda? Gadis judes seperti dia mana ada yang berani memperlakukannya dengan buruk? Yang ada malah Amanda yang memperlakukan orang dengan buruk." Cio menjawab tak habis pikir, namun Alex justru terdiam sembari tersenyum mengerti.

"Iya, mungkin kamu benar." Alex menjawab tenang meski sebenarnya ia juga merasa lucu dengan sikap Amanda ke Cio tadi.

Dua anak manusia yang berubah menjadi pribadi yang berbeda saat bersama, setidaknya seperti itu yang Alex baca saat melihat Amanda dan Cio bersama. Terutama Cio, temannya itu bahkan mengambil makanan milik Amanda yang notabenenya belum sepenuhnya dia kenal, mengingatkannya akan sosok Cio yang periang semasa kecil sampai remaja dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!