NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Di kantor polisi.

Kevin meringkuk dan memeluk badany sendiri, tatapanya selolah kosong tapi oenuh dengan dendam, Kevin masih tak bisa menerima dengan apa yang saat ini menimpa dirinya, dan masuk ke dalam penjara adalah suatu penghinaan baginya.

Tak ada seorang pun yang mau membantu Kevin uut saat ini, tapi tiba-tiba dewi fortuna datang an inign memebantu Kevin agar bisa bebas dari dalam jeruji besi itu.

"Ada yang ingin bertemu," ucap salah satu polisi membuka gembok jeruji besi itu.

Kevin mendongak, tatapanya menyipit dan bertanya dalam hatinya sendiri, "Siapa yang mau ketemu sama gue?" gumamnya dalam hati.

Kevin mengikuti polisi tersebut degan kedua tangan di bor gol, agar cowok itu tak bisa kabur ataupun lari.

Kevin merasa dirinya asing dengan seseorang yang ingin bretem dengannya saat ini, ia tak mengenali sama sekali pria dengan seetlan jas berwarna navi itu dan terlhat sangat tampan. taoi sekilas wajah itu seolah tak asing bagi Kevin, tapi dia masih tak bisa mengingat siapa orangnya.

"Nama mu Kevin?" tanya pria di depan Kevin dengan suara yang wibawa.

"Ya saya Kevin."

"Aku bisa menolong mu untuk keluar dari tahanan ini, asal kamu melakukan semua perintah ku."

"Tapi siapa anda? kenapa anda sudi untung menolong ku? sedangkan tak ada satu pun orang di luar sana yang ingin dekat dengan ku Tuan?" tanya Kevin penasran.

"Tak perlu tahu siapa aku, yang penting saat ini adalah aku bisa membuat mu keluar dari tempat sampah ini," ujar pria itu mengepulkan asap rokoknya ke udara.

"Lalu apa yang harus ku perbuat Tuan? asal anda janji mengeluarkan aku dari sini, aku berjanji akan menuruti semua perintah Tuan." tegas Kevin tak berfikir panjang lagi.

"Bagus, dan itu piihan yang tepat, akan segara ku urus semuanya, da hanya dalam hitungan jam, sudah ku pastikan kamu akan terbebas dari tempat ini, dan setelah itu, jangan pernah berpikir untuk kabur, karena tu hanya mustahil, aku busa menemukan mu di mana pun kamu berada!"

"Saya tidak akan kabur TUan, saya berjanji akan menemui Tuanasal Tuan memberikan alamatnya."

Pria itu mengangguk pelan, "Baiklah kalau begitu, kamu tinggal menungu saja, dan saat itu akan ada oran yang akan memberi mu ponsel dan juga alamat ku, jadi kamu bisa langsung menemui ku."

"Baik Tuan," tegas Kevin yang kahirnya bisa tersenyum karena merasa masih ada orang yang peduli denganya, walaupun Kevin tak tahu siapa orang tersebut.

Setelah satu hari berada di rumah sakit, Jay akhirnya bisa pulang karena luka yang ia alami bukan luka yang serius.

Jay yang sudah tidak aktif di sekolah lagi kini fokus dengan perusahaannya.

Sementara Nadia yang sat ini telah sibuk menyiapkan segalanya untuk ujian akhir kelulusan mereka.

Tapi di sela waktu, Nadia masih sempat menghubungi kedua orang tuanya untuk meminta memebantu dirinya memngurus suatu hal.

"Nggak nyangka ya anjir bentar lagi kita lulus, tapi kokgue takut dan sedih ya," ucap Mela.

"Sedih kenapa coba? dan takut kepana juga?"

"Sedih nanti kalau gue nggak bisa bareng lo lagi Nad, lo tahu keadaan keluarga gue? jarang ada yang mau beteman sama gue, gue juga sedih karena mugkin gue nggak bisa lanjut ke Universitas buat ngelanjutin kuliah," sahut Mela lesu.

"Ya elah Mela! lo kaya baru kenal sama gue aja sih? kan lo bisa langsung dateng aja ke tempat tinggal gue, lagian gue juga kayaknya nggak bisa lanjut kuliah, kalaupun gue lanjut, kayaknya Jay cuma bisa ngebolehin gue buat homeschooling, lo tahu sendiri gimana dia kan? ini aja gue harus ngerayu dia buat masuk ke sekolah lagi karena ujian akhir sekolah aja."

Mela masih saja lesu, ia merasa hidupnya sangat hampa dan serba kekurangan, bahkan dia merasa untuk saat ini bisa makan dan hidup enak karena berteman dengan Nadia.

"Gue jahat nggak sih Nad? gue ngerasa manfaatin lo doang, sedangkan gue ngga ada manfaatnya buat lo."

"Ngomong sama tembok geh, males gue dengernya!"

Mela berhambur memeluk Nadia, tak terasa air matanya menetes hingga membasahi baju Nadia.

"Awas ingus lo anjir!"

Keduanya alah tertawa bersama.

"Udah ah... apaan ish lo? gaje tahu!"

"Pak bosssssss......!!!!!!" seru Arnold segera masuk ke dalam ruangan Jayden.

"Nggak bisa ketok pintu dulu apa? sopankah anda?" cibir Jay.

"Untuk sekarang itu nggak penting pak bos, lo liat ini, ini baru aja gue dapet kabar dari orang gue."

Jay mengambil tablet yang Arnold berikan padanya. alisnya naik ke atas sebelah, sejanak Jay berpikir alasan apa orang itu harus sampai mengeluarkan Kevin dari dalam penjara?

"Lo tahu motf dia apa?" tanya Jayden dan Arnold menggelengkan kepalanya.

"Belum tahu, tapi pati gue bakal cari tahu," sahutnya antusias.

"Hem.... Ambil balik."

Jay mengebalkan tablet milik Arnold, dan kemballi fokus dalam pekerjaanya yang sudah menumpuk di meja kerjanya.

"Lo nggak peduli kah?" tanya Arnold penasaran karena Jay masih terlihat sangat cuek.

"Katanya lo mau cari tahu kan?"

"Iya." jawab Arnold bignung.

"Ya udah kerja! gue tunggu hasiinya."

"Oh... oke." Arnold keluar dari ruangan Jay dengan perasaan yang bingung.

"Haii sayang, kenapa sih? kok keliatan bingung gitu?" tanya Jesica yang baru saja datang.

"Barusan alku ngasih informasi penitng ke Jay, tapi ekspresinya biasa aja itu, dia kaya nggak minat gitu sama yang aku kasih ke dia? padahal kan aku udah natusias cari informasi selanjutnya biar dapet bonus besar lagi dari Jay."

"Lah kan kamu yang mau cari informasi buat dia, jadikamu yang semangat, ia mau tahu hasl berikutnya aja itu sayang dari kamu," jawab Jesica menjelaskan.

"Ohh gitu sayang?"

"Heem... kamu nggak kangen sama kau? aku kangen," rengek Jesica kemudian.

"Mau keluar bentar?" tanya Arnold mengerlingkan satu matanya.

"Di sini aja, udah ngak tahan sayang."

"Ohh shit! langusng On nih sayang."

Arnold menarik lengan Jesica dan masuk ke dalam ruanganya. Keduannya saling mel ilit li dah satu sama lain saat baru saja pintu ruangan tertutup.

Jesica membuka mulutnya saat dengan gercep Arnold membuka semua kancing kemeja Jesica dengan paksa.

"I want your fingers, Baby," suara Jesica bahkan sudah terdengar serak.

"You just miss my fingers?" bisik Arnold yang sudah mengarahkan satu jarinya di mana Jesica menginginkanya.

Jesica menganga dan juga mendongkan kepalanya, saat satu jari sukses membuatnya candu. "Ougghh shit!! this is very delicious, baby." Jesica meracau.

Sedangkan Jay yang sedang berada di balik pintu ruangan kerja Arnold memutar bola matanya malas, "Di suruh cari informasi, malah gali lobang," tukas Jay yang langsung mempunyai ide untuk menjahili kedua sepasang kekasih itu.

Tok tok tok...

Jay sengaja mengetuk pintu untuk menggangu mereka bedua.

"Arrhhh siapa lagi! Ganggu aja," gerutu Arnold kesal.

Jesica menahan lengan Arnold yang ingin menyudahi aksi mereka. "Tolong jangan sekarang, tuntasin dulu sayang ahh... bentar lagi nih."

Badan keduanya bergetar sama hebatnya saat mereka mencapai puncak kenik matan yang meteka dapat.

Dengan cepat Jesica juga Arnold merapikan pakaian mereka dan membuka pintu, keduanya sama-sama kaget saat melihat Jay berdiri di ambang pintu.

"Sia lan Lo Jay! Ganggu aja tahu nggak!" Ketus Jesica dan Jay terperangah, sedangkan Arnold kini cekikikan karena memang hanya Jesica yang berani pada Jay.

"Gue bossnya di sini anjir! Malah kaya nggak ada harga dirinya gue!" Ketus Jay tak mau kalah.

"Nye Nye nye... Mau apa lo?"

"Kalau bukan temen udah gue kek lo," ketus Jay yang masih geram.

"Nih, gue kasih kerjaan sama pacar lo! Lagian kaya nggak punya duit aja sampe maen di kantor! Hotel dong," cibir berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu.

"Sabar sayang, nggak bisa kita pungkiri kalau emang dia bossnya kan?"

Pulang sekolah.

"Lo mau kemana?" Tanya Mela karena karena tumben Nadia menelepo papanya untuk di jemput setelah pulang sekolah.

"Mau mampir ke rumah papa gue bentar, lo mau ikut?" Tanya Nadia dengan tulus.

"Enggak ahh, lo kan mau family time, masak gue ganggu sih, lain kali aja gue ikut deh, udah lama juga gue nggak ketemu sama om dan tante, boleh kan?"

"Ya boleh lah anjir, ya udah kalau gitu gue duluan ya, jemputan gue udah dateng tuh."

Nadia masuk ke dalam mobil, dan akan pulang ke kediaman Bramasta. Yang tak lain adalah papanya Nadia.

Sementara Mela masih menunggu angkutan umum, karena ia tak mau menganggu Nadia jika harus mengantarkan dirinya pulang terlebih dahulu.

"Mela," panggil Arga yang tak sengaja melihat Mela di halte bus.

"Dokter," sahut Mela terkejut, Mela tak menyangka jika dirinya akan bertemu kembali dengan dokter Arga.

"Aku anter pulang yuk."

"Enggak deh Dok, aku naik angkot aja."

"Jangan malu-malu, udah hayuk naik."

Perlakuan Arga yang rela turun dari mobil dan menarik lengan Mela agar mau masuk ke dalam mobil, membuat wajah Mela seketika merah seperti kepiting rebus.

"Muka kamu kenapa? Kok merah? Sakit?" Tanya Arga yang tak segan memeriksa kening Mela dengan menempelkan punggung tanganya.

"Eh... Engga kok dok, Mela baik-baik aja, mungkin efek panas matahari," Mela beralasan.

"Oh iya ya, cuacanya emang lagi panas-panasnya."

Arga mengambil air mineral yang ka beli di minimarket tadi, walau tak dingin Arga berharap bisa membuat Mela lebih segar lagi.

"Maaf nggak dingin, jarang minim air dingin soalnya," kata Arga yang kemudian menghidupkan kembali mesim mobilnya.

"Mmm... pantes orangnya selalu bersikap hangat,"

Puk! Seketika Mela menepuk bibirnya sendiri karena bisa bisanya keceplosan.

Dan Arga menanggapi perkataan Mela dengan gelak tawa. "Bisa aja kamu, oh iya, waktu itu papa kamu nggk marahin kamu kan? Aku sempat kepikiran, pas aku mau chat kamu, aku lupa kalau aku nggak punya nomor kamu."

Degh!

"Apa? Pak dokter mau chat gue? Dia khawatir sama gue?" Gumam Mela merasa berdebar-debar.

"Bapak aku nggak marah kok Dok."

"Syukur deh kalau gitu."

Suasan di dalam mobil kembali hening sampai di mana Mela tak terasa bahwa mobil Arga sudah berada di gang rumahnya.

"Perasaan cepet amat sih? Biasanya juga kalau naik angkot berasa lama," gumam Mela cemberut.

"Ehh.. doktet mau kemana?" Tanya Mela karena Arga ikut turun.

"Ke rumah kamu lah, kemana lagi? Masak akh anterin kamu sampe gang doang? Emang aku cowok apaan?" Ujar Arga yang semakin membuat wajah Mela memerah.

"Omaaiiggaattt... Mimpi apa sih gue? Bisa-bisanya dia mau ke rumah gubuk gue terus," gumam Mela yang sebenarnya merasa senang.

"Maaf ya Dok harus jalan dulu kalau kesini karena mobilnya nggak bisa masuk," kata Mela merasa bersalah.

"Nggak usah sungkan, Mela, aku seneng malah kalau jalan begini kan jadi sehat."

"Dokter bisa aja deh."

Tak butuh waktu lama, keduanya sampai di depan rumah Mela yang sederhana, tapi kediaman Mela masih tampak sepi karena kedua orang tua Mela yanb masih belum pulang bekerja.

"Kayaknya bapak sama ibu belum pulang deh Dok," lata Mela yakin jika Arga pasti akan pulang.

"Mmm... Kalau gitu aku balik aja ya, nggak enak juga kan kalau aku mampir tapi orang tua kamu nggak ada, nanti kita di kira ngapa-ngapain lagi."

"Iya Dok," sahut Mela yang sebenarnya kecewa. Tapi itu lebih baik karena Mela juga tak mau di cap sebagai cewek yang bar- bar oleh Arga.

"Kalau ada apa-apa telepon aku ya."

"Hah maksudnya Dok?" Mela merasa semua jadi ambigu.

"Telepon aku atau chat kalau ada apa-apa."

"Ohhh.. boleh dok?" Dengan polosnya Mela bertanya.

Arga terkekeh, "boleh dong, kenapa enggak boleh coba?"

Mela menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.

"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya,"

Mela mengangguk, hatinya kini merasa senang karena telah mendapatkan ijin dari Arga untuk menghubungi dokter tersebut.

Setelah Arga tak terlihat lagi oleh pandangan mata Mela, cewek itu masuk ke dalam rumah, hatinya berbunga bunga karena Arga. Ya cowok yang ia sukai saat ini.

"Aaaaaa...... Kan gue jadi deg-degan. Rasanya mau lompat aja ini jantung dari tempatnya Astagaaa!!?" Seru Mela jingkrak-jingkrak.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!