“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Kekuatan Qin Xuan yang Mengerikan
Qin Xingqiong menatap pedangnya dengan wajah pucat. Ia sudah mengerahkan kekuatan tiga puluh sembilan banteng, tetapi bilah pedang itu tetap terjepit di antara dua jari Qin Xuan.
Baginya, pemandangan tersebut sama sekali tidak masuk akal.
Bukankah Dantiannya sudah hancur? Dari mana dia mendapatkan kekuatan sebesar ini?
“Aku tidak percaya!”
Qin Xingqiong menggenggam gagang pedang dengan kedua tangan, lalu mendorongnya sekuat tenaga. Otot lengannya menegang, sementara urat-urat di lehernya tampak menonjol.
Batu di bawah kakinya mulai retak akibat tekanan yang dikerahkan.
Namun, pedang itu tetap tidak bergerak.
Qin Xuan bahkan tidak terlihat sedang mengerahkan tenaga.
Di bawah panggung, hampir seluruh penonton berdiri. Beberapa murid Akademi Bela Diri Tianyuan saling berpandangan dengan ekspresi terkejut.
Kekuatan tiga puluh sembilan banteng bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Bahkan pendekar Alam Bintang Langit biasa belum tentu berani menerima serangan tersebut secara langsung.
Namun, Qin Xuan menghentikannya hanya dengan dua jari.
Liu Yunshi memperhatikan pemuda berjubah hitam itu semakin saksama.
Sebuah dugaan mulai muncul dalam pikirannya.
Ia menoleh kepada murid-murid akademi yang duduk tidak jauh darinya. Melihat ekspresi mereka, Liu Yunshi menyadari bahwa mereka juga memikirkan hal yang sama.
Ia mengangguk pelan.
Sementara itu, Liu Chengfeng mulai menunjukkan ketertarikan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Di atas panggung, Qin Xingqiong masih berusaha menarik pedangnya.
“Pasti kau menggunakan teknik terlarang!” bentaknya. “Kau mengorbankan umurmu untuk mendapatkan kekuatan sementara, bukan?”
Qin Xuan tidak menjawab tuduhan tersebut.
Ia hanya menatap lawannya dengan tenang.
Sikap itu membuat Qin Xingqiong semakin kehilangan kendali.
Aura merah darah tiba-tiba meledak dari tubuhnya. Kali ini, baunya begitu tajam hingga beberapa penonton mengerutkan kening.
Liu Yunshi langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
Aura tersebut bukan sekadar kekuatan dari Tubuh Pembunuh Haus Darah.
Terlalu banyak jejak darah dan kematian yang terkandung di dalamnya.
Beberapa tetua dari keluarga lain juga mulai menunjukkan wajah tidak senang.
Dalam dunia bela diri, pertarungan dan pembunuhan memang sulit dihindari. Namun, membantai orang tidak bersalah demi meningkatkan kekuatan merupakan tindakan yang dilarang.
Jika terbukti melakukannya, seseorang dapat dianggap sebagai pendekar sesat.
Tetua Zhu yang sebelumnya tertarik merekrut Qin Xingqiong segera mengerutkan kening. Ia tidak ingin Sekte Di Yuan terseret masalah karena menerima murid dengan latar belakang mencurigakan.
Qin Shan dan Qin Cangming juga tampak gelisah.
Mereka mengetahui asal peningkatan kekuatan Qin Xingqiong. Jika persoalan tersebut terbongkar di hadapan begitu banyak tamu, nama Keluarga Qin akan hancur.
Namun, Qin Xingqiong sudah tidak mempedulikan keadaan sekitarnya.
Ia menarik seluruh aura darah kembali ke dalam tubuhnya.
“Seratus Tebasan Haus Darah!”
Energi merah gelap menyelimuti pedangnya. Kekuatan yang sebelumnya setara dengan tiga puluh sembilan banteng meningkat hingga mencapai empat puluh sembilan banteng.
Para tamu langsung berseru kaget.
Kekuatan itu bahkan melampaui batas empat puluh lima banteng yang dikenal banyak pendekar.
Meski demikian, peningkatan tersebut berasal dari teknik rahasia, bukan kekuatan dasar Qin Xingqiong.
Dengan raungan marah, ia akhirnya berhasil menarik pedangnya dari jepitan Qin Xuan.
“MATI KAU!”
Qin Xingqiong mengayunkan pedang dari atas ke bawah.
Cahaya pedang merah darah sepanjang sekitar tiga puluh tiga meter melesat menuju Qin Xuan.
Ledakan dahsyat mengguncang seluruh halaman.
Panggung batu yang besar langsung terbelah menjadi dua. Debu dan pecahan batu beterbangan, sementara tanah di belakang panggung terkoyak membentuk parit panjang dengan kedalaman lebih dari sepuluh meter.
Para penonton mundur ketakutan.
Serangan sebesar itu cukup untuk membunuh banyak pendekar Alam Bintang Langit.
Qin Shan dan Qin Cangming menatap kepulan debu dengan penuh harapan.
Mereka yakin Qin Xuan tidak mungkin selamat.
Namun, ketika debu mulai menghilang, seluruh halaman mendadak sunyi.
Qin Xuan masih berdiri di tempat semula.
Tubuhnya sama sekali tidak terluka.
Bahkan lantai batu dalam radius sekitar tiga meter di bawah kakinya tetap utuh, seolah serangan mengerikan tadi tidak pernah menyentuhnya.
Hanya jubah hitamnya yang hancur akibat benturan energi.
Untuk pertama kalinya, wajah Qin Xuan terlihat jelas oleh seluruh penonton.
Liu Yunshi langsung berdiri.
“Qin Xuan!”
Wei Wuxiu dan murid-murid akademi lainnya ikut terkejut.
Mereka mengenali wajah pemuda tersebut.
Dialah Qin Xuan yang baru saja menduduki peringkat pertama dalam Peringkat Manusia!
Selama ini, mereka mengira Qin Xuan berasal dari keluarga besar atau kekuatan luar biasa. Tidak seorang pun menyangka bahwa pemuda tersebut justru berasal dari Keluarga Qin di Kota Qingquan.
Liu Yunshi teringat percakapan mereka sebelumnya.
Qin Xuan pernah mengatakan bahwa dirinya telah dibuang oleh sekte dan keluarganya.
Saat itu, Liu Yunshi tidak terlalu memikirkan perkataan tersebut. Kini ia baru memahami bahwa Qin Xuan memang telah diusir dari Sekte Bintang Langit dan Keluarga Qin.
Bagaimana mungkin mereka membuang pemuda berbakat seperti ini?
Liu Chengfeng juga bangkit dari kursinya.
Ia akhirnya memahami mengapa sosok berjubah hitam tadi terasa begitu tidak asing.
Namun, para anggota keluarga besar Kota Qingquan belum mengetahui bahwa Qin Xuan merupakan pemegang peringkat pertama. Mereka hanya terkejut melihatnya mampu bertahan dari serangan Qin Xingqiong.
“Mustahil!”
Qin Xingqiong menatap Qin Xuan dengan wajah penuh ketakutan.
Ia telah menggunakan teknik rahasia terkuatnya. Bahkan seorang pendekar Alam Bintang Langit bisa terbunuh oleh serangan tadi.
Namun, Qin Xuan tidak mengalami luka sedikit pun.
Sebelum Qin Xingqiong sempat melakukan sesuatu, Qin Xuan bergerak.
Tubuhnya menghilang dari tempat semula.
Dalam sekejap, ia sudah berdiri tepat di hadapan Qin Xingqiong.
Tangan kanannya terulur dan mencengkeram leher lawan.
Qin Xingqiong bahkan tidak sempat mengangkat pedang untuk bertahan.
Qin Xuan mengangkatnya dari tanah dengan satu tangan.
“Kau membuatku kecewa,” katanya dingin. “Kukira Tubuh Pembunuh Haus Darah milikmu jauh lebih kuat.”
Qin Xingqiong meronta sambil berusaha melepaskan cengkeraman tersebut.
Ia mengerahkan seluruh energinya, tetapi tangan Qin Xuan sama sekali tidak bergeser.
Rasa takut mulai memenuhi hatinya.
Sejak kapan dia menjadi sekuat ini?
Qin Xuan kemudian membantingnya ke lantai batu.
Tubuh Qin Xingqiong menghantam panggung dengan keras hingga permukaannya retak. Darah langsung menyembur dari mulutnya.
“Qiong'er!”
Qin Shan bangkit dengan wajah berubah.
“Qin Xuan, hentikan!”
Qin Cangming juga tidak tinggal diam.
Keduanya langsung melesat menuju panggung dari arah berbeda.
Energi Alam Bintang Langit meledak dari tubuh mereka. Bayangan gajah purba muncul di belakang masing-masing, membawa tekanan mengerikan.
Melihat keduanya menyerang bersamaan, Qin Xuan justru tersenyum mengejek.
“Putranya kalah, sekarang ayah dan tetuanya ikut turun tangan?”
Ia bersiap menghadapi serangan tersebut.
Namun, sebelum kedua lawannya mencapai panggung, sesosok wanita tiba-tiba muncul di depan mereka.
Liu Yunshi!
Aura kuat meledak dari tubuhnya, menghancurkan bayangan gajah purba milik Qin Shan dan Qin Cangming.
Keduanya terpaksa berhenti.
“Guru Liu, apa maksudmu?” tanya Qin Shan dengan wajah gelap.
Liu Yunshi menatap mereka tanpa gentar.
“Ini pertarungan antara dua pemuda. Kalian berdua sudah cukup tua untuk memahami bahwa tidak seharusnya ikut campur.”
Qin Shan menahan kemarahannya.
“Guru Liu, kami menghormati Akademi Bela Diri Tianyuan. Namun, ini urusan keluarga kami. Sebaiknya Guru Liu tidak mencampurinya.”
Liu Yunshi mengerutkan kening.
Ia tahu perkataan Qin Shan tidak sepenuhnya salah. Sebagai orang luar, ia memang tidak memiliki alasan kuat untuk mencampuri urusan internal Keluarga Qin.
Namun, ia juga tidak ingin membiarkan Qin Xuan kehilangan kesempatan bergabung dengan akademi.
Saat itulah suara Liu Chengfeng terdengar.
“Aku juga berpendapat kalian sebaiknya tidak ikut campur.”
Seluruh penonton langsung menoleh.
Liu Chengfeng berdiri dengan tenang, tetapi ucapannya membuat Qin Shan dan Qin Cangming tidak berani bergerak.
Kedudukan Penguasa Menara Pertarungan jauh melampaui kekuatan Keluarga Qin.
Bahkan para pemimpin Sekte Bintang Langit dan Sekte Di Yuan harus menghormatinya.
“Tuan Penguasa Menara...” Qin Shan tampak kebingungan. “Mengapa Tuan membelanya?”
Liu Chengfeng melirik Qin Xuan, lalu tersenyum tipis.
“Karena Qin Xuan adalah keponakanku.”
Ucapan itu membuat seluruh halaman gempar.
Qin Shan dan Qin Cangming tertegun. Mereka tidak pernah mendengar Qin Xuan memiliki hubungan keluarga dengan Liu Chengfeng.
Namun, mereka tidak berani mempertanyakannya.
Qin Xuan sendiri memahami bahwa Liu Chengfeng hanya mencari alasan untuk membantunya. Ia membalas tatapan pria tersebut dengan anggukan kecil.
Qin Shan akhirnya membungkuk dengan wajah muram.
“Kalau begitu, kami akan menghormati keputusan Tuan. Namun, Qin Xuan harus melepaskan Xingqiong.”
Qin Xuan menatapnya.
“Boleh. Serahkan Pil Pemulih Roh yang kalian janjikan.”
Wajah Qin Shan dan Qin Cangming langsung berubah.
Pil tersebut sebenarnya sudah digunakan Qin Xingqiong.
Namun, Qin Shan berusaha menyembunyikannya.
“Lepaskan Xingqiong lebih dulu. Setelah itu, kami akan memberikan pilnya.”
Qin Xuan segera menangkap kegelisahan mereka.
“Serahkan pilnya sekarang. Kalau tidak, Qin Xingqiong akan mati di sini.”
Ancaman itu membuat suasana kembali menegang.
Namun, Qin Xingqiong yang terbaring dengan mulut berdarah tiba-tiba tertawa.
“Hahaha! Kau masih berharap mendapatkan pil itu?”
Ia menatap Qin Xuan dengan penuh kebencian.
“Sudah kutelan dan kumurnikan sejak lama! Kau boleh mengalahkanku, tetapi adikmu tetap akan mati!”
Mendengar pengakuan tersebut, mata Qin Xuan langsung berubah dingin.
Meskipun Ling'er sudah mendapatkan Pil Pemulih Jiwa, pengkhianatan Keluarga Qin tetap membuatnya murka.
Mereka telah menggunakan nyawa adiknya sebagai alat untuk mengancamnya.
Qin Shan dan Qin Cangming menyadari bahaya itu.
“Cepat hentikan dia!”
Keduanya kembali menerjang.
Liu Yunshi dan Liu Chengfeng bersiap turun tangan, tetapi Qin Xuan segera berbicara.
“Terima kasih atas bantuan kalian. Kali ini, biarkan aku menyelesaikannya sendiri.”
Kedua tokoh tersebut saling berpandangan sebelum akhirnya mundur.
Qin Xuan menekan kaki ke tubuh Qin Xingqiong hingga pemuda itu kembali memuntahkan darah.
Pada saat bersamaan, Qin Shan dan Qin Cangming telah tiba di hadapannya.
Qin Xuan mengangkat kedua tangan dan menyambut serangan mereka dengan pukulan langsung.
Ledakan energi mengguncang seluruh halaman.
Panggung batu yang sebelumnya terbelah akhirnya hancur berkeping-keping.
Namun, ketika debu beterbangan, Qin Xuan masih berdiri tegak.
Sebaliknya, Qin Shan dan Qin Cangming terpental jauh ke belakang.
Keduanya jatuh sambil memuntahkan darah.
Seluruh penonton terpaku.
Dua pendekar Alam Bintang Langit baru saja dikalahkan secara langsung oleh Qin Xuan!
......................
Bersambung...