NovelToon NovelToon
Putri Mafia

Putri Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Edina Gonçalves

Fernando Garcia Sanchez punya segalanya: kerajaan bisnis teknologi yang disegani, dan sebuah organisasi kriminal yang tumbuh jauh dari mata dunia. Yang tak ia punya hanyalah seseorang yang mencintainya tanpa peduli nama keluarganya.

Maka suatu malam, sang Don menyamar sebagai bartender di klub malamnya sendiri. Di tengah hujan deras, ia bahkan tak sanggup membuka sebuah payung, dan seorang gadis asing menyeberangi jalan hanya untuk menolongnya.

Carolina Gomes Santos, gadis Brasil yang merantau ke Madrid, tak menanyakan harta, pekerjaan, atau nama belakangnya. Ia hanya mengeringkan wajah pria itu dengan handuk kecil, lalu tersenyum.

Sejak malam itu, Fernando tak lagi bisa menyangkal bahwa ia telah jatuh. Namun pria yang ia kenal sebagai "Jorge" menyimpan kebohongan yang cepat atau lambat akan meledak. Dan Carolina sendiri, tanpa ia sadari, membawa rahasia yang jauh lebih besar dari kebohongan mana pun: sebuah masa lalu yang sengaja dihapus, dan mimpi-mimpi tentang ibunya yang terus memperingatkan bahwa hidupnya akan berubah drastis.

Ketika kebenaran terungkap satu per satu, cinta mereka diuji oleh pengkhianatan, musuh lama yang tak pernah berhenti mengintai, dan keputusan sulit antara kedamaian dan kekacauan.

Bisakah seorang pria yang terbiasa mengendalikan segalanya mempertahankan satu-satunya hal yang tak ingin ia kehilangan?

Dan apa jadinya jika wanita yang ia pilih ternyata bukan sekadar gadis kafe biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edina Gonçalves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Tinggal di Istana

Tak lama kemudian, Catarina dan aku mulai memilah barang-barang kami.

Rumah kami kecil dan sederhana, hanya dua kamar, satu ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. Selama lebih dari empat tahun tinggal di Spanyol, kami tidak mengumpulkan banyak barang. Sebagian besar milik kami muat dalam beberapa koper.

Sambil memasukkan pakaian ke salah satu koper, aku memandangi kamarku.

Tempat itu tidak menyimpan seluruh ceritaku.

Masa kecilku tertinggal di Brasil.

Di sanalah aku tumbuh sampai usia empat belas tahun, di sanalah aku mengenal Mama, di sanalah kujalani tahun-tahun pertama hidupku sebelum semuanya berubah. Setelah itu, aku tinggal bersama Catarina dan ayahnya, dan bersama merekalah aku belajar bahwa keluarga juga bisa terbentuk dari orang-orang yang memilih tetap di sisi kita.

Spanyol datang belakangan.

Lebih dari empat tahun.

Cukup untuk menciptakan kenangan penting, tapi tak cukup untuk menjadikan rumah itu tempat aku dibesarkan.

Kututup koper.

Catarina muncul di pintu kamar, jelas terharu.

"Siap, Yang Mulia Putri?"

"Kayaknya sudah."

"Kamu tahu kamu masih bisa batal, kan?"

Aku tersenyum.

"Tahu, tapi aku nggak mau."

Ia mendekat dan memelukku.

"Kalau begitu ayo."

Sebelum pergi, aku mengambil ponsel.

Aku perlu bicara dengan Fernando.

Kutelepon.

Ia langsung mengangkat.

"Carolina?"

Aku tersenyum mendengar suaranya.

"Hai."

"Aku baru mau meneleponmu. Aku kangen."

"Aku juga lagi memikirkanmu, dan kangen banget."

Ia diam beberapa saat.

"Aku rindu ngobrol denganmu."

"Aku juga."

"Semuanya baik?"

Aku melirik Catarina.

"Baik. Sebenarnya ada sesuatu."

"Apa?"

"Catarina dan aku akan tinggal di istana."

Dari seberang, kudengar tawanya.

"Jadi pacarku resmi dapat promosi jadi putri."

"Fernando..."

"Maaf. Aku nggak tahan."

Aku tertawa.

"Kamu akan terus memanggilku Carolina?"

"Selalu."

Hatiku menghangat.

"Aku mau kamu datang ke istana hari ini."

"Hari ini?"

"Iya."

"Aku datang."

Aku tersenyum.

"Janji?"

"Carolina, seminggu aku menghormati ruang yang kamu minta. Sekarang kamu mengundangku untuk bertemu, tentu aku akan datang."

Aku menunduk sambil tersenyum.

"Aku ingin kamu bersamaku."

Suaranya merendah.

"Aku juga ingin bersamamu."

Kututup telepon dan beberapa saat memandangi layarnya.

Catarina muncul di sampingku.

"Dia datang?"

"Datang."

"Kalau begitu ayo ke istana, Yang Mulia."

Aku tertawa dan menggeleng.

"Kamu nggak akan berhenti, ya?"

"Jangan harap."

Kami mengambil koper dan keluar dari rumah kecil yang menjadi tempat tinggal kami selama lebih dari empat tahun di Spanyol.

Saat masuk mobil, aku menatap fasad sederhananya sekali lagi.

Aku tidak sedang meninggalkan masa kecilku, karena masa kecil itu memang tak pernah ada di sana.

Aku hanya menutup sebuah babak dalam hidupku untuk memulai yang lain, yang sangat berbeda, bersama sahabat terbaikku, orang tua kandungku, dan pria yang kucintai.

Dan kali ini, aku tahu aku tak perlu memilih antara Carolina dan Estrella.

Keduanya bagian dari diriku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!