NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:636.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Seminggu setelah kembali dari rumah sakit, Lorenzo akhirnya menjalani pemeriksaan lanjutan. Alina menemaninya ke rumah sakit. Selama pemeriksaan berlangsung, wanita itu beberapa kali mencuri pandang ke arah suaminya.

Lorenzo memang sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali pulang. Wajahnya tidak lagi sepucat sebelumnya, luka-luka di tubuhnya juga mulai mengering, dan kakinya sudah bisa digunakan untuk berjalan meskipun masih harus berhati-hati.

Setelah beberapa pemeriksaan selesai dilakukan, dokter kembali melihat hasil pemindaian dan beberapa catatan medis di tangannya.

Senyum dokter terlihat cukup meyakinkan. "Hasil pemeriksaannya sangat bagus. Kondisinya berkembang sesuai harapan."

Alina yang duduk di samping Lorenzo langsung mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Setidaknya tidak ada masalah baru."

Lorenzo mengangguk kecil. Setelah beberapa saat, dia justru mengajukan pertanyaan yang sejak tadi ingin dia tanyakan.

"Dok, apa aku sudah boleh pergi bekerja?" tanya Lorenzo.

Alina langsung menoleh.

"Bukannya menikmati masa pemulihan? Kenapa orang ini malah sudah ingin bekerja?"

Dokter terkekeh kecil sebelum menjawab.

"Tentu saja boleh. Dengan melakukan kegiatan harian yang sering dilakukan dahulu, bisa merangsang ingatan," jelas dokter.

"Benarkah? Kalau begitu, semakin cepat Lorenzo kembali melakukan aktivitasnya, semakin besar kemungkinan ingatannya kembali. Itu kabar yang sangat bagus."

Mata Alina langsung berbinar. Bukan karena dia khawatir Lorenzo akan terlalu lama berada di rumah. Hanya saja ada satu hal yang sangat ingin Alina kembali dengar dari suaminya.

Lorenzo yang duduk di sebelahnya langsung menoleh tajam. Wajah pria itu berubah kecut.

Sejak kecelakaan, entah sudah berapa kali dirinya mendapatkan julukan "kulkas" di dalam pikiran istrinya sendiri.

Yang membuatnya lebih kesal adalah Alina selalu terlihat begitu baik di depannya. Wajahnya lembut, suara sopan, sikapnya perhatian, tetapi isi kepalanya benar-benar tidak bisa dipercaya.

"Istri mana di dunia ini yang malah ingin diceraikan oleh suaminya?"

Lorenzo mendengus pelan.

Alina menoleh. "Kenapa?" tanyanya.

"Tidak apa-apa."

"Kamu kelihatan kesal."

"Aku memang sedang kesal."

Alina mengerutkan kening. "Kenapa?"

Lorenzo hampir saja menjawab, "Karena kamu berharap aku segera mengingat perceraian kita."

Namun, dia buru-buru menahannya. "Entahlah. Mungkin aku masih pusing."

"Oh." Alina langsung mengangguk. Tidak ada rasa curiga sedikit pun.

Lorenzo justru semakin kesal. Bagaimana bisa wanita ini begitu mudah percaya? Padahal dirinya baru saja berbohong terang-terangan.

Dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil cukup tenang. Alina duduk di kursi penumpang sambil memandangi pemandangan di luar jendela. Jalanan kota yang mereka lewati tampak ramai. Toko-toko mulai dipenuhi pelanggan, kendaraan berlalu-lalang, dan beberapa pejalan kaki terlihat terburu-buru mengejar aktivitas masing-masing.

Alina memperhatikan semuanya dengan santai. Namun, semakin dekat dengan rumah, senyum di wajahnya justru semakin lebar. Tanpa sadar, ujung jarinya mengetuk-ngetuk paha mengikuti irama lagu yang terputar dari radio. Kemudian, Alina mulai bernyanyi di dalam hatinya.

"Na na na ...."

Lorenzo meliriknya. Dia mengangkat satu alis. Dia bahkan tidak tahu lagu apa yang dinyanyikan istrinya. Yang dia tahu, ekspresi Alina terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan hadiah utama sebuah undian.

"Sepertinya kamu sedang senang?" tanya Lorenzo akhirnya.

Alina langsung berhenti bernyanyi. "Senang?" ulang wanita itu dengan alis mengkerut.

"Iya."

"Kenapa aku harus senang?"

Lorenzo meliriknya sebentar. "Karena sejak tadi kamu tersenyum terus."

Alina refleks menyentuh bibirnya sendiri. Kemudian dia kembali melihat ke luar jendela.

"Aku cuma senang karena kondisi kamu sudah membaik."

Lorenzo terdiam. Kalau saja dia tidak bisa mendengar isi kepala istrinya, jawaban itu terdengar begitu tulus.

"Semoga si kulkas ini bisa segera pulih ingatannya dan segera mengurus gugatan perceraian."

Lorenzo langsung memalingkan wajah ke depan. Dia menarik napas panjang.

"Ternyata memang tidak tulus."

Sementara itu, Alina kembali bersenandung dengan lagu yang berbeda.

Lorenzo meliriknya lagi. "Kenapa kamu bernyanyi terus?"

"Eeee, sejak tadi aku diam," balas Alina heran.

"Kamu sedang bahagia?"

Alina mengangguk kecil. "Iya."

"Karena aku sudah sembuh?"

Alina menoleh. Kemudian dia tersenyum manis. . "Salah satunya."

Lorenzo mendengarkan isi pikirannya.

"Karena kalau kamu sudah sehat, berarti ingat semuanya. Termasuk perceraian."

Lorenzo memejamkan mata sebentar. Dia mulai curiga bahwa istrinya sedang merencanakan sesuatu.

Begitu mobil berhenti di halaman rumah, Alina segera turun. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang di depan pintu rumahnya.

1
Felycia Fernandez
pantesan gak update ya kk Thor,semoga cepat sembuh ya kk.banyak minum air putih hangat kk...
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!