NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:264.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Seminggu setelah kembali dari rumah sakit, Lorenzo akhirnya menjalani pemeriksaan lanjutan. Alina menemaninya ke rumah sakit. Selama pemeriksaan berlangsung, wanita itu beberapa kali mencuri pandang ke arah suaminya.

Lorenzo memang sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali pulang. Wajahnya tidak lagi sepucat sebelumnya, luka-luka di tubuhnya juga mulai mengering, dan kakinya sudah bisa digunakan untuk berjalan meskipun masih harus berhati-hati.

Setelah beberapa pemeriksaan selesai dilakukan, dokter kembali melihat hasil pemindaian dan beberapa catatan medis di tangannya.

Senyum dokter terlihat cukup meyakinkan. "Hasil pemeriksaannya sangat bagus. Kondisinya berkembang sesuai harapan."

Alina yang duduk di samping Lorenzo langsung mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Setidaknya tidak ada masalah baru."

Lorenzo mengangguk kecil. Setelah beberapa saat, dia justru mengajukan pertanyaan yang sejak tadi ingin dia tanyakan.

"Dok, apa aku sudah boleh pergi bekerja?" tanya Lorenzo.

Alina langsung menoleh.

"Bukannya menikmati masa pemulihan? Kenapa orang ini malah sudah ingin bekerja?"

Dokter terkekeh kecil sebelum menjawab.

"Tentu saja boleh. Dengan melakukan kegiatan harian yang sering dilakukan dahulu, bisa merangsang ingatan," jelas dokter.

"Benarkah? Kalau begitu, semakin cepat Lorenzo kembali melakukan aktivitasnya, semakin besar kemungkinan ingatannya kembali. Itu kabar yang sangat bagus."

Mata Alina langsung berbinar. Bukan karena dia khawatir Lorenzo akan terlalu lama berada di rumah. Hanya saja ada satu hal yang sangat ingin Alina kembali dengar dari suaminya.

Lorenzo yang duduk di sebelahnya langsung menoleh tajam. Wajah pria itu berubah kecut.

Sejak kecelakaan, entah sudah berapa kali dirinya mendapatkan julukan "kulkas" di dalam pikiran istrinya sendiri.

Yang membuatnya lebih kesal adalah Alina selalu terlihat begitu baik di depannya. Wajahnya lembut, suara sopan, sikapnya perhatian, tetapi isi kepalanya benar-benar tidak bisa dipercaya.

"Istri mana di dunia ini yang malah ingin diceraikan oleh suaminya?"

Lorenzo mendengus pelan.

Alina menoleh. "Kenapa?" tanyanya.

"Tidak apa-apa."

"Kamu kelihatan kesal."

"Aku memang sedang kesal."

Alina mengerutkan kening. "Kenapa?"

Lorenzo hampir saja menjawab, "Karena kamu berharap aku segera mengingat perceraian kita."

Namun, dia buru-buru menahannya. "Entahlah. Mungkin aku masih pusing."

"Oh." Alina langsung mengangguk. Tidak ada rasa curiga sedikit pun.

Lorenzo justru semakin kesal. Bagaimana bisa wanita ini begitu mudah percaya? Padahal dirinya baru saja berbohong terang-terangan.

Dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil cukup tenang. Alina duduk di kursi penumpang sambil memandangi pemandangan di luar jendela. Jalanan kota yang mereka lewati tampak ramai. Toko-toko mulai dipenuhi pelanggan, kendaraan berlalu-lalang, dan beberapa pejalan kaki terlihat terburu-buru mengejar aktivitas masing-masing.

Alina memperhatikan semuanya dengan santai. Namun, semakin dekat dengan rumah, senyum di wajahnya justru semakin lebar. Tanpa sadar, ujung jarinya mengetuk-ngetuk paha mengikuti irama lagu yang terputar dari radio. Kemudian, Alina mulai bernyanyi di dalam hatinya.

"Na na na ...."

Lorenzo meliriknya. Dia mengangkat satu alis. Dia bahkan tidak tahu lagu apa yang dinyanyikan istrinya. Yang dia tahu, ekspresi Alina terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan hadiah utama sebuah undian.

"Sepertinya kamu sedang senang?" tanya Lorenzo akhirnya.

Alina langsung berhenti bernyanyi. "Senang?" ulang wanita itu dengan alis mengkerut.

"Iya."

"Kenapa aku harus senang?"

Lorenzo meliriknya sebentar. "Karena sejak tadi kamu tersenyum terus."

Alina refleks menyentuh bibirnya sendiri. Kemudian dia kembali melihat ke luar jendela.

"Aku cuma senang karena kondisi kamu sudah membaik."

Lorenzo terdiam. Kalau saja dia tidak bisa mendengar isi kepala istrinya, jawaban itu terdengar begitu tulus.

"Semoga si kulkas ini bisa segera pulih ingatannya dan segera mengurus gugatan perceraian."

Lorenzo langsung memalingkan wajah ke depan. Dia menarik napas panjang.

"Ternyata memang tidak tulus."

Sementara itu, Alina kembali bersenandung dengan lagu yang berbeda.

Lorenzo meliriknya lagi. "Kenapa kamu bernyanyi terus?"

"Eeee, sejak tadi aku diam," balas Alina heran.

"Kamu sedang bahagia?"

Alina mengangguk kecil. "Iya."

"Karena aku sudah sembuh?"

Alina menoleh. Kemudian dia tersenyum manis. . "Salah satunya."

Lorenzo mendengarkan isi pikirannya.

"Karena kalau kamu sudah sehat, berarti ingat semuanya. Termasuk perceraian."

Lorenzo memejamkan mata sebentar. Dia mulai curiga bahwa istrinya sedang merencanakan sesuatu.

Begitu mobil berhenti di halaman rumah, Alina segera turun. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang di depan pintu rumahnya.

1
Ita Xiaomi
Apakah yg menteror itu adalah org dr masa lalu Alina?
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apa yg mengeras Al/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Kanyuri atmi
ceritanya lucu dan menggemaskan.. romance dewasa yang menarik dan ceritanya ringan untuk dibaca..
Sastri Dalila
😅😅🤭
Uthie
Wadduuhhhh... apakah musuh mulai menampakkan dirinya?!???
Ummee
mantannya Alina kah?
Halimah
Lorenzo trauma🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
menantu jadi gak bisa punya jati diri donk kalau mengikut semua perintah mu
Wulan
astaga ,, dah mlm ,, malah ngakak sendiri aq 🤣🤣,, bisa bisa ny suami ny ketinggalan 🤣🤣
Inooy
akhir nyaaaa g jadi hareudaaang wkwkwkwk
Inooy
skarang banyak gombal nya Ren, kemarin2 malah banyak dengerin pikiran dn hati Aliiinaa 😁
Inooy
kamu mah malu malu meong Aal, hhadeuuuuhh..mulai hareudaaang!!!
Inooy
diih pura pura padahal kepengen jg...🙂‍↔️🙂‍↔️

aduh Gustiiiii,,,adegan nya 21+ mulu niih mentang2 Lorenzo ama Alina udh bestiean /Facepalm/
bikin hareudang mulu ka Santiii...😂
Inooy
jangankan Alina, Ren..aq aj suka gugup padahal cuma baca doaang 😂
Inooy
cerita nya kamu mulai terabaikan nih Reen, waktu 3 tahun k belakang kamu baik2 aj tuh waktu g ketemu Alina dalam waktu lama 🤭..skarang malah jd alay iiiih /Facepalm/
Kinara Widya
lanjutkak
Arin
Apakah Edgar mantan Alina? apakah orang itu berbahaya?
RiriChiew🌺
jgn sampaii goyahh yaa Alina .
ryuka
jangan2 edgar itu dr masa lalu nya alina bukan lorenzoooo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight//Slight//Slight/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!