NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:294.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lampu rotator mobil polisi berputar memantulkan cahaya biru-merah di dinding rumah Kayla. Garis polisi dipasang. Beberapa petugas berseragam sibuk memotret, mengukur jarak, mengumpulkan pecahan beling yang masih berlumur darah.

Suasana rumah yang biasanya sunyi kini penuh suara: instruksi tegas aparat, bisikan tetangga yang mulai berdatangan, dan langkah cepat petugas medis yang keluar masuk membawa tandu.

Ambulans sudah terparkir tepat di depan pagar.

Petugas medis lebih dulu membawa laki-laki yang tergeletak tak sadarkan diri di ruang tamu. Kepalanya diperban seadanya untuk menghentikan pendarahan. Wajahnya pucat, darah masih mengalir tipis dari pelipisnya.

Sementara itu, Kayla—

Tubuhnya masih gemetar di pelukan selimut darurat yang diberikan petugas medis.

“Gak mau! Lepasin aku! Aku gak mauuuu!” jeritnya histeris saat dua petugas hendak membantunya berdiri menuju ambulans.

Matanya membelalak, napasnya tersengal, tubuhnya mundur ketakutan seolah semua orang di sekitarnya adalah ancaman.

“Jangan… jangan… aku gak mau… hiks… hiks… aku gak mau…” suaranya serak, penuh trauma.

Fatimah mencoba mendekat, namun Kayla justru semakin panik. Petugas medis saling berpandangan. Mereka tahu ini bukan sekadar luka fisik.

Hanan yang masih berdiri tak jauh dari situ segera melangkah mendekat. Langkahnya tenang, tapi sorot matanya penuh kekhawatiran.

“Sama aku,” ucapnya pelan.

Suara itu, Kayla mendongak. Tatapan kosongnya perlahan fokus pada sosok di hadapannya. Tanpa berpikir, ia langsung menggenggam erat tangan Hanan.

Erat sekali. Seolah takut jika dilepaskan, ia akan tenggelam lagi dalam kegelapan tadi. Ia memeluk Hanan dengan tubuh bergetar hebat.

“Aku takut… aku gak mau… aku—” suaranya pecah, napasnya tak teratur.

Hanan menahan degup jantungnya. Di hadapan banyak orang, ia tak peduli lagi soal canggung atau jarak. Yang ada hanya satu: Kayla harus tenang.

“Iya… tenang, Kay,” suaranya rendah dan stabil. “Kamu sudah aman. Mereka gak akan nyakitin kamu.”

Kayla menggeleng kuat-kuat. “Aku gak mau… aku gak mauuu! Aku—”

Brukk!

Tubuh Kayla tiba-tiba melemas. Tangannya yang tadi mencengkeram Hanan perlahan terlepas.

“Mbak Kayla!” seru Fatim panik.

Hanan dengan sigap menangkap tubuh Kayla sebelum jatuh ke lantai. Ia mengangkatnya hati-hati, seperti mengangkat sesuatu yang sangat rapuh. Wajah Kayla pucat. Napasnya lemah.

“Cepat!” ujar salah satu petugas medis.

Hanan membantu meletakkan Kayla ke atas tandu ambulans. Tangannya masih menggenggam jemari Kayla yang kini tak sadar. Sesaat ia ingin ikut naik. Namun seorang polisi mendekat.

“Maaf, kami masih butuh keterangan Anda sebagai saksi pertama yang menemukan korban.” Hanan menoleh ke arah Fatimah yang sudah naik ke dalam ambulans.

“Mas…” suara Fatim bergetar.

“Dek, kamu ikut ambulansnya. Jangan tinggalin Kayla sendiri,” kata Hanan tegas.

Fatim mengangguk cepat. Pintu ambulans ditutup. Suara sirine kembali meraung memecah malam.

Hanan berdiri terpaku beberapa detik, menatap kendaraan itu menjauh. Dadanya terasa berat. Ia belum pernah melihat Kayla seperti itu. Bukan Kayla yang sinis, bukan Kayla yang cerewet, bukan Kayla yang selalu tampak percaya diri.

Tapi Kayla yang hancur.

“Kami mulai ya, Pak,” suara polisi membuyarkan lamunannya.

Hanan menarik napas panjang. Ia kembali ke dalam rumah. Lampu-lampu masih terang. Bau darah dan besi samar tercium di udara.

“Jadi Anda datang sekitar pukul berapa?” tanya petugas sambil mencatat.

Hanan menjawab dengan runtut. Dari niat mengembalikan ponsel, melihat pintu terbuka, hingga menemukan pria itu terkapar dan Kayla dalam kondisi trauma di dapur. Setiap kali ia mengingat tubuh Kayla yang meringkuk tanpa suara, rahangnya mengeras.

Tangannya terkepal. Ia bukan orang yang mudah marah. Namun malam itu, ada sesuatu yang mendidih di dalam dadanya.

“Pelaku kemungkinan dalam kondisi kritis karena luka di kepala dan leher,” ujar polisi. “Tapi korban membela diri. Itu jelas terlihat dari TKP. Dan beruntung juga rumah ini di lengkapi banyak CCTV.’’

‘’Jadi, Kayla tidak akan dinyatakan bersalah kan Pak?’’ tanya Hanan.

‘’Tidak, karena dia hanya membela diri,’’

‘’Alhamdulilah, tolong usut sampai tuntas ya Pak. Jangan biarkan dia kembali menyerang korban,”

Hanan menghela napas nya berat juga lega. Kayla membela diri.

Sendirian. Sementara di rumah itu, tak ada siapa pun yang menolongnya.

“Baik, Pak. Untuk sementara kami akan amankan rumah ini,” kata polisi.

Hanan mengangguk pelan. Setelah semuanya selesai, ia berdiri di teras rumah Kayla yang kini sunyi. Langit hampir menjelang subuh.

Ia mengeluarkan ponselnya, melihat waktu. Lalu tanpa sadar, ia berbisik pelan,

“Ya Allah… lindungi dia.”

Dan untuk pertama kalinya, doa itu bukan doa biasa. Bukan sekadar simpati. Melainkan doa yang keluar dari hati yang mulai terikat.

1
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Marfuah
semoga ada yang nolongin
Ainal Fitri
nah gt donk fatim kamu perlu tempat untuk menenangkan hati dan pikiran mu dan tempat itu adalah Abah dan umi mu tentunya yg akan selalu support kamu untuk lebih tegar kuat dlm mnghadapi ap pun 😍
Eka ELissa
jodoh Fatin yg asli ini bukan Arifin tapi bia...bian klie Yo.... entahlah hy emak yg tau....
🍎billaacha90🍎
Kasihan Fatimah memendam sakit selama ini, dan keberadaan nya kayak tak dihargai, sebagai perempuan pasti sakit lah hatinya, siap siap menyesal di serunduk om kamu Arfin
🍎billaacha90🍎
Mungkin ustadz Zaki ya🤭🤭
🍎billaacha90🍎
Arash umur berapa ya ini kak author
Eka ELissa
aku lngsung deg gtu...
ksian kmu fatim...😭😭😭😭
Halimah
Fatimah k surabaya naik mobil????? knp ga naik pesawat aja
depoll_poll aje 😉😉😉
bagus fatim kamu memang harus tenangin dirimu sebelum kamu tau keberengsekannya Arifin selama setahun pernikahan kalian...
Rahmi Miraie
hati"dijalan fatim kmu berhak buat bahagia,kalau dgn menjauh dr arfin itu membuatmu bahagia lakukanlah
hmmm arash kecil"udah bisa bikin aunty mikir ya,,bia siapa ya🤭
Ita rahmawati
arfiiiiiinnnn 🙄
kata² mu dulu seblm mengkhitbah fatim yg bilang ingin berproses bersama lah BLA BLA BLA kyk singkong rebus enak diawal Doang akhirnya bikin seret 😏
Syti Sarah
udh biarkn saja arfin.biarkn dulu dia merasa khilngan kamu fatim
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
Y dh ia Fatim,,mending pulang ke pondok aja,,,buat nenangin diri,,
biarkan aja si Arfin,,,tinggal aja😁😁😁
Eva Karmita
pergilah Fatim kamu memang butuh waktu ketenangan sendiri tidak perlu memikirkan si Arfin biarkan saja dia berada di dunianya dan kamu perlu memikirkan kewarasan drimu... semoga selamat sampai tujuan Fatim Arash
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 peluk fatim, fiks arfin jahat
Nar Sih
semoga kepulangan mu ke pondok bisa megobati luka yg di toreh lan arfin untuk mu ya fatim ,dan semoga kmu sama arash selamat smpai tujuan
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Arash udah tahu kasih bunga sama cewek🥰🥰🥰
Dra. S
jadi ceritanya nih, fatimah dan arash berdua naik mobil ke surabaya.?? yang benar aja dong mom? 🤔
tapi semoga aja mereka baik-baik aja yah mom, jangan aneh-aneh 😏
diah nursanti: rasain km arfin ditinggal fatim pulkam,nanti pasti ada alasan lagi gak bisa nyusul
total 2 replies
🍎billaacha90🍎
sabar ya Fatimah, biarkan Arfin perang batin dengan hatinya, semoga kesabaran mu dibalas dengan kebahagiaan yang luar biasa nantinya... aku yakin ini kak Author tidak akan membiarkan Fatimah menderita batin terus😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!