NovelToon NovelToon
PENGEMBARA DARI DESA

PENGEMBARA DARI DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Djafar S

Setelah kejadian Raka menyelamatkan warga desa Ciherang dari para korporat di kota, Raka Ardian mencoba peruntungan ke kota mencari kerjaan sambil menyelidiki perusahaan yang mengambil tanah warga Ciherang.
Berbagai kejadian suka dan duka dia hadapi.
Mampukan Raka bertahan di kota yang sering kali mengabaikan rasa kemanusiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djafar S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 PELUKAN DI BAWAH MEJA

Keesokan harinya, setelah seluruh proses penyerahan barang bukti, penangkapan resmi Pak Prabowo oleh aparat penegak hukum, dan pembersihan sisa-sisa jaringan preman tuntas dilaksanakan, suasana di kawasan industri PT Borneo Green Wood berubah drastis menjadi jauh lebih tenang dan penuh kelegaan.

Para pekerja pabrik kini dapat kembali bekerja dengan senyuman lebar, sementara proyek investasi ramah lingkungan milik keluarga Min-ji kembali berjalan tanpa bayang-bayang ancaman teror.

Di tempat terpisah, puluhan kilometer dari kesibukan pabrik, ketenangan yang hakiki justru menyelimuti kawasan Lakeside Green Resort yang terletak di tepi Danau Sentarum. Pemandangan air danau yang jernih kebiruan memantulkan bayangan langit sore yang cerah, dikelilingi oleh barisan bukit hijau berbalut kabut tipis tipikal hutan tropis Borneo.

Nadia dan Min-ji sedang duduk bersantai di anjungan dermaga kayu resor sambil menikmati secangkir teh hangat dan kudapan sore. Min-ji tertawa renyah mendengar cerita seru tentang bagaimana Arga dan Raka merobohkan sarang preman serta melumpuhkan dukun hitam dalam semalam. Namun, ekspresi wajah Nadia sedikit berbeda; di balik senyumannya, tersimpan sisa-sisa rasa cemas yang belum sepenuhnya hilang.

Tiba-tiba, suara deru mesin speedboat memecah keheningan air danau, merapat perlahan ke dermaga kayu. Dari atas perahu, Raka Ardian dan Arga melangkah turun menapaki papan dermaga dengan langkah ringan. Raka mengenakan jaket usangnya yang khas, membawa tas ransel kulit di pundaknya, dengan sorot mata yang kini jauh lebih lembut dan hangat begitu menangkap sosok Nadia di ujung dermaga.

Begitu melihat Raka berdiri di hadapannya dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang suatu apa pun, pertahanan emosional Nadia seketika runtuh. Berita samar tentang serangan dukun hitam dan pertempuran berbahaya di markas musuh yang sempat ia dengar dari pengurus resor membuat hatinya diliputi ketakutan luar biasa selama beberapa hari terakhir.

Tanpa mempedulikan gengsi atau kehadiran Arga dan Min-ji di dekat mereka, Nadia langsung bangkit berdiri, berlari kencang menerjang dermaga kayu, dan menghambur memeluk leher Raka dengan begitu erat hingga pemuda itu sedikit terdorong mundur.

"Rakaaa!

Kau benar-benar membuatku gila karena cemas!" tangis Nadia pecah seketika di dada bidang Raka. Suaranya bergetar hebat, mencengkeram erat kemeja pemuda itu seolah takut jika ia melepaskannya barang sedetik saja, pria di hadapannya akan kembali menghilang ke dalam bahaya. "Aku dengar kau diserang ilmu hitam... kenapa kau selalu nekat mempertaruhkan nyawamu sendirian, hah?!"

Raka tertegun sesaat, merasakan kehangatan yang luar biasa menyusup ke dalam lubuk hatinya. Ia membalas dekapan erat tersebut dengan melingkarkan kedua lengannya dengan lembut di pinggang Nadia, lalu mendaratkan kecupan penuh kasih dan ketenangan di puncak kepala sang gadis.

"Maafkan aku, Nadia... maaf karena sudah membuatmu cemas setengah mati,"bisik Raka dengan suara rendah, lembut, dan menenangkan, meredam setiap debar ketakutan di hati kekasihnya. "Semuanya sudah berakhir sekarang. Badai telah berlalu, dan aku berjanji di hadapan langit dan bumi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam ketakutan lagi."

Di sisi lain dermaga, Arga merangkul bahu Min-ji sambil tersenyum lebar menyaksikan adegan romantis penuh air mata tersebut. "Wah, lihat itu, Min-ji. Sepupuku yang sedingin es batu di pegunungan ternyata bisa juga luluh jadi pria paling romantis sedunia kalau sudah berhadapan dengan bidadari galak dari Bandung," goda Arga dengan nada suara yang sengaja dikeraskan.

Min-ji mencolek pinggang Arga sambil tertawa kecil, merasa bahagia melihat kedamaian akhirnya kembali bersemi di antara mereka berempat. "Sudahlah, Arga! Biarkan mereka menikmati momen reuni mereka. Mari kita siapkan pesta barbecue kecil di halaman resor untuk merayakan kebebasan perusahaan ayahku!"

Matahari sore perlahan-lahan mulai turun ke garis horizon barat Danau Sentarum, memancarkan pendar cahaya keemasan yang memantul indah di permukaan air, menciptakan siluet pemandangan senja yang begitu epik dan romantis. Di bawah naungan langit Borneo yang kini kembali damai, tawa renyah, kehangatan persahabatan, dan cinta yang tulus berpadu sempurna, menutup satu babak petualangan besar dalam lembaran hidup sang pengembara sejati, Raka Ardian.

1
indah Mayaddah f
Jadi penasaran, apa isi catatan rahasia di buku harian kakek Wirya itu 🤔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Nanti deh aku bisikin... 🤭
total 1 replies
Myz Pena
kebiasaan orang2 di kampung kalau ada orang yang udah naik mobil mewah lalu di bawa ke kampunh pasti jadi tontonan warga kampung 🤭
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Betul😄
total 1 replies
Myz Pena
keuarganya raka sangat sederhana apalagi penggambaran sosok ibundanya 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: iya, memang tokoh pendamping kadang kurang kita perhatikan
total 1 replies
CNNTAYY
utusan juga itu ngeremehin+songong banget untung ada raka/Proud//Proud/
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih CNNTAY ku😍
total 1 replies
iorlif
sepertinya mirip kejadian di suatu tempat
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Mungkin juga sih, tapi murni kok dari imaginasi ku👍
total 1 replies
Siti Aisyah
Kalau ngomongin tentang gabah dan dijemur dihalaman jadi teringat ibu waktu dikampung 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!