NovelToon NovelToon
Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.

​Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.

​Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.

​“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”

​Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Pagi Manis Di Manhattan Dan Cemburu Konyol Sang Dark Lord

Sinar matahari pagi yang hangat menembus dinding kaca tebal penthouse mewah di lantai delapan puluh Manhattan. Udara New York yang dingin di luar terasa berbanding terbalik dengan kehangatan di dalam kamar utama bernuansa krem dan putih tersebut.

​Aira menggeliat pelan di atas tempat tidur berukuran king-size yang dilapisi sprei sutra tebal. Ketika membuka mata, pemandangan pertama yang menyapa pandangannya adalah wajah tegap suaminya yang tertidur lelap.

​Gabriel melingkarkan lengan kokohnya erat-erat di pinggang Aira, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri bagaikan balita yang takut kehilangan mainan kesayangannya.

​Aira tersenyum hangat. Jemari lentiknya terulur mengusap lembut rambut hitam Gabriel yang sedikit berantakan. Siapa yang akan menyangka bahwa pria yang beberapa hari lalu membekukan rekening dan menghancurkan faksi musuh dalam semalam ini bisa tampak begitu polos dan pasrah saat tidur?

​"Mmm... Sayang, jangan bergerak..." gumam Gabriel parau dengan mata masih terpejam, makin mengeratkan pelukannya hingga tubuh Aira makin menempel di dada bidangnya.

​Aira terkekeh pelan, menepuk pelan punggung tegap suaminya. "Gabriel, ini sudah jam delapan pagi. Katanya hari ini mau keliling New York tanpa pengawal?"

​Mendengar kata tanpa pengawal, mata cokelat gelap Gabriel seketika terbuka lebar. Pria itu mendongak, menatap Aira dengan pendar mata yang langsung berbinar bahagia.

​"Benar! Hari ini cuma ada kita berdua!" seru Gabriel penuh semangat, langsung duduk tegak dan mengecup pipi Aira bertubi-tubi hingga istrinya tertawa kegelian. "Aku sudah suruh Felix dan seluruh tim pengawal untuk libur dan menjaga jarak minimal lima ratus meter dari kita!"

​Aira menggelengkan kepala melihat tingkah antusias suaminya. "Tapi sebelum jalan-jalan, kita sarapan dulu di rumah ya? Aku mau coba masak pancake di dapur penthouse baru ini."

​Gabriel melotot kaget bercampur haru. "Kamu mau memasak untukku? Permaisuriku mau turun ke dapur?!"

​"Tentu saja. Kenapa? Kamu meragukan masakkanku?" tantang Aira sambil tersenyum miring.

​"Tidak! Sama sekali tidak! Bahkan kalau kamu memasak batu pun bakal aku makan sampai habis!" sahut Gabriel konyol, langsung melompat dari tempat tidur dan menggendong Aira gaya bridal style menuju dapur berdesain modern minimalis di luar.

​Dua puluh menit kemudian.

​Dapur penthouse yang sangat luas itu mendadak heboh. Aira yang mengenakan kemeja kebesaran milik Gabriel tampak sibuk mengocok adonan pancake di mangkuk kaca. Sementara Gabriel—sang Dark Lord yang ditakuti seluruh syndicate bawah tanah—kini mengenakan celemek kain warna merah muda yang dipasangkan memaksa oleh Aira!

​Gabriel berdiri di samping Aira dengan posisi siap siaga, memegang wajan anti lengket seolah-olah sedang memegang senjata api taktis.

​"Gabriel, fokus," puji Aira menahan tawa melihat suaminya yang terlihat sangat bertolak belakang antara tubuh tegap berotot dengan celemek merah mudanya. "Tuang adonannya pelan-pelan ke wajan."

​"Siap, Komandan!" jawab Gabriel tegas. Dengan sangat hati-hati dan presisi tinggi ala penembak jitu, Gabriel menuangkan adonan berbentuk bulat sempurna di atas wajan.

​Namun saat adonan mulai matang dan Aira meminta Gabriel membaliknya, Gabriel malah memutar wajan terlalu kencang!

​SUT!

​Pancake pertama itu terbang tinggi melintasi udara dapur dan... PLAK! mendarat tepat di atas dahi Felix yang baru saja melangkah masuk membawa berkas laporan pagi!

​Suasana dapur seketika hening seketika.

​Pancake manis hangat itu perlahan merosot turun dari dahi Felix, meninggalkan bekas mentega di kening sang asisten berjas hitam. Felix berdiri mematung dengan wajah datar tanpa ekspresi, merapikan kacamata hitamnya yang sedikit miring.

​Aira langsung menutup mulutnya, menahan tawa sampai bahunya berguncang heboh.

​Gabriel menyipitkan mata, bukannya merasa bersalah, pria itu malah bertolak pinggang garang ke arah Felix. "Felix! Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu?! Lihat, gara-gara kamu, pancake mahakarya buatanku dan Aira jadi mendarat di jidatmu!"

​Felix menarik napas dalam-dalam, mengambil pancake jatuh di tangannya dengan sangat sabar. "Maafkan saya, Tuan Besar. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mobil privat Anda sudah siap di bawah. Dan... teknik melempar pancake Anda sangat presisi."

​"Pergi sana! Jangan ganggu waktu manja kami!" usir Gabriel cepat.

​Setelah Felix membungkuk hormat dan mundur pelan-pelan keluar dari dapur, Aira tidak sanggup lagi menahan tawanya. Tawa renyah dan bahagianya menggema ke seluruh ruangan dapur.

​Gabriel menoleh ke arah Aira, melihat tawa lepas istrinya yang begitu cantik dan memikat. Rasa gemas membuncah di dadanya. Gabriel melangkah mendekat, merengkuh pinggang Aira, lalu menyapukan sisa mentega pancake dari jarinya ke ujung hidung Aira.

​"Ih, Gabriel! Jahat banget!" seru Aira cemberut manis.

​Gabriel tertawa rendah, lalu membungkuk dan menjilat mentega halus di ujung hidung Aira, melanjutkannya dengan ciuman hangat yang begitu dalam dan manis di bibir sang istri.

​Aira melunakkan tubuhnya dalam pelukan Gabriel, membalas ciuman manis suaminya dengan penuh kehangatan. Di tengah kemewahan Manhattan dan kejayaan kekuasaan mereka, kebahagiaan sederhana di dapur ini terasa jauh lebih berharga dari segalanya.

​📌 Pojok Penulis (Rey Nanda):

​Aaaa! Ngakak banget sama aksi Gabriel bikin pancake sampai terbang kena jidat Felix! Kasihan Felix selalu jadi korban ketololan bos bucinnya! Tapi momen manis di dapur bener-bener bikin baper maksimal! 😭💖🥞

1
Chenyu Wang
mantap awal cerita sudah seru..
Chenyu Wang: sama2
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!