NovelToon NovelToon
Silam 1989

Silam 1989

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Kutukan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: The Hollow Archive

Di penghujung tahun 1989, Kota Marunda digegerkan oleh hilangnya Nirmala Hadiningrat, anak perempuan berusia tujuh tahun dari keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota tersebut. Tanpa ada tuntutan uang tebusan, satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan pelaku di kamar korban hanyalah sebutir talas hutan misterius yang dibungkus kain kafan kusam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Hollow Archive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sita Darurat

"Wijaya! Amankan Wali Kota dan tahan seluruh pasukan pembangkang ini!" teriak Aris, "Bramantyo, ikut aku! Kita harus bergerak ke Bank Pasifik Marunda sekarang juga!"

Aris langsung naik ke kursi kemudi salah satu jip patroli Sektor Selatan milik Wijaya.

Bramantyo bergerak cepat, melompat ke kursi penumpang di sampingnya sambil mendekap tas kanvasnya, Aris memutar kemudi dengan tajam, memimpin langsung konvoi tiga mobil jip patroli, menuju pusat Kota Marunda.

Jalanan protokol kota masih sangat lengang, hanya diterangi oleh lampu jalanan kuning dan sisa gerimis pagi. Di dalam saku jaket kulit cokelatnya, catatan kas suap 1959 asli terasa berdampingan dengan kunci tua Kamar 204 yang akan ia gunakan untuk mencocokkan segel kotak deposit rahasia di bank.

"Aris, jam menunjukkan pukul empat pagi," kata Bramantyo sambil melirik jam tangannya dengan cemas. "Bank Pasifik baru buka jam delapan. Gedung itu pasti dijaga ketat oleh satpam internal yang dibayar langsung oleh kroni Sekretaris Kota."

"Kita tidak datang sebagai nasabah, Bram," jawab Aris, matanya lurus ke arah gedung bertingkat Bank Pasifik yang mulai terlihat di ujung jalan.

"Kita datang membawa lencana kepolisian dan surat sita darurat dari Wijaya. Jika mereka menolak membuka pintu baja depan, jip ini yang akan mendobraknya."

Di balik kaca spion, dua jip pasukan Sektor Selatan di belakangnya terus menempel ketat, konspirasi besar Makar di Balai Kota Marunda.

Aris tidak memiliki waktu untuk mengetuk pintu interkom lobi depan. Begitu jip patroli Sektor Selatan yang dikemudikannya berbelok memasuki pelataran Bank Pasifik Marunda, mata detektifnya menangkap cahaya lampu senter yang bergerak di dalam ruang arsip lantai dasar.

Siluet dua orang pria berjas rapi tampak sedang memasukkan bundel-bundel dokumen besar ke dalam sebuah tong besi, mereka sedang mencoba memusnahkan sisa bukti transaksi logistik hitam Makar di Balai Kota Marunda.

"Aris! Mereka membakar berkasnya!" teriak Bramantyo sambil menunjuk ke arah jendela kaca besar lobi bank. "Pegangan yang erat, Bram!" bentak Aris, urat-urat di lengannya menegang.

Dia memindahkan transmisi jip ke gigi rendah, menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, dan mengarahkan bemper besi pelindung jip patroli langsung menuju pintu kaca utama gedung bank modern tersebut.

Hantaman bodi jip menghancurkan pintu kaca tebal lobi menjadi serpihan berhamburan, ban jip patroli mencicit di atas lantai licin, berputar sebelum berhenti tepat di samping meja resepsionis.

Debu semen, asap knalpot, dan pecahan beling memenuhi seisi lobi hancur berantakan..Dua orang pembakar dokumen di dalam ruang arsip terkejut setengah mati.

Mereka melepaskan korek api dan bundel kertas yang tersisa, mencoba melarikan diri melalui pintu belakang gedung.

"Berhenti di tempat! Kepolisian Sektor Selatan!" Dia melompat keluar dari kabin jip dengan pistol revolver kaliber .38 siaga di tangan kanannya, sementara tangan kirinya langsung meraih tabung pemadam api kecil di dinding lobi untuk menyemprot tong besi yang mengelupas api.

Dua jip pasukan Wijaya di belakangnya langsung masuk melalui lubang pintu yang hancur, memosisikan personel bersenjata lengkap untuk mengunci seluruh akses keluar gedung.

Bramantyo turun dengan kamera analognya yang siap, sementara Aris melangkah menuju tangga ruang bawah tanah tempat kotak deposit rahasia berada, memegang kunci kuningan tua Kamar 204 yang akan mengakhiri seluruh hutang berdarah kasus ini.

1
Syauqi Purnama
lanjutt dongggg😭😭😭
The Hollow Archive: D tunggu ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!