NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

‎Risa terpaku di tempat, matanya menatap lekat-lekat setiap inci wajah wanita itu, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak salah lagi, ini benar-benar wanita yang memeluk suaminya semalam, yang berciuman mesra dengan Raga dan saling berbagi keringat didalam mobil mereka.

‎‎"Selamat siang," jawab Risa pelan, nada suaranya tetap lembut namun penuh perhatian yang tajam. "Maaf, boleh saya bertanya sedikit?"

‎‎Wanita itu sedikit mengerutkan kening, terlihat sedikit canggung namun tetap tersenyum sopan.

‎‎"Tentu saja, Bu. Ada yang bisa saya bantu?"

‎‎Risa mengangguk pelan.

‎‎"Siapa nama kamu? Dan sudah berapa lama kamu bekerja di kantor ini? Saya cukup mengenal para karyawan yang bekerja disini, tapi rasanya saya belum pernah melihat wajahmu sebelumnya."

‎‎Mendengar pertanyaan itu, sekelebat rasa gugup terlihat di wajah wanita itu, namun ia segera menutupinya dengan senyum lembut dan sopan.

‎‎"Nama saya Amelia, Bu," jawabnya dengan suara lembut, "Saya sudah bekerja disini selama enam bulan."

‎‎Enam bulan? Batin Risa tertawa getir, hatinya terasa perih sampai menusuk tulang. Apakah selama itu dia terus dibohongi oleh suaminya sendiri? Atau mungkin hubungan mereka sudah berlangsung jauh lebih lama dari itu, dan angka itu hanyalah kebohongan murahan yang mereka buat bersama?

‎‎"Amelia…" ulang Risa pelan, nama itu terasa begitu pahit di lidahnya. "Akhir-akhir ini saya memang jarang sekali datang ke kantor suami saya ini, jadi saya tidak tahu kalau suami saya telah merekrut orang-orang baru, bahkan sudah bekerja cukup lama,"

‎‎Di tengah percakapan mereka yang masih berlangsung, suara langkah kaki cepat terdengar mendekat. Raga muncul dari ujung lorong, wajahnya tampak sedikit cemas seperti sedang mencari seseorang. Begitu matanya tertuju pada Risa, ekspresinya seketika berubah lega, lalu ia segera berjalan menghampiri mereka berdua.

‎‎"Sayang! Ternyata kamu ada disini, aku sudah mencari kemana-mana di seluruh kantor, aku khawatir kamu tersesat atau ada hal lain yang terjadi," ucap Raga dengan nada suara yang penuh kekhawatiran, lalu ia langsung berdiri di samping Risa, tangannya secara alami merangkul bahu istrinya dengan erat.

‎‎Mata Raga kemudian beralih ke arah Amelia, senyum sopan tergambar di wajahnya, senyum yang sama sekali tidak menunjukkan hubungan rahasia apapun di antara mereka.

‎‎"Ah, kebetulan kalian sudah saling ngobrol," ucap Raga santai, "Sayang, ini Amelia. Dia adik dari temanku sewaktu kuliah dulu. Sekarang dia bekerja disini, dibagian administrasi umum,"

‎‎"Oh begitu rupanya, Mas. Pantas saja aku belum pernah melihatnya, padahal dia sudah bekerja cukup lama," jawab Risa dengan nada santai, seolah benar-benar percaya semua kata yang keluar dari mulut suaminya. "Kalau begitu aku pergi sekarang ya, Mas. Sudah ada janji dengan Sella di kafe soalnya."

‎‎Raga langsung mengangguk, wajahnya terlihat lega karena Risa tidak menanyakan hal lain yang mencurigakan. Ia segera mengusap lembut lengan istrinya.

‎‎"Baiklah, Sayang. Pergilah, jangan sampai terlambat bertemu sahabatmu. Hati-hati di jalan ya. Nanti kalau pekerjaanku sudah selesai semua, aku langsung pulang ke rumah," ucap Raga lembut.

‎‎"Iya, Mas. Kamu juga bekerja dengan baik, jangan terlalu lelah," jawab Risa lembut, lalu melirik sekilas ke arah Amelia yang masih menundukkan kepala, "Selamat bekerja, Amelia. Semoga kamu betah dan bekerja dengan baik disini."

‎‎"T-terimakasih, Bu Risa… Hati-hati dijalan," jawab Amelia terbata-bata.

‎‎Risa tidak menanggapi lagi, ia hanya tersenyum tipis, lalu berbalik dan melangkah pergi perlahan meninggalkan mereka berdua. Begitu sosok Risa benar-benar menghilang dari pandangan matanya, Amelia menarik napas lega.

‎‎"Sayang..." bisik Amelia manja, suaranya berubah lembut dan menggoda, ia sedikit mendekatkan tubuhnya ke arah Raga, "Aku benar-benar gugup banget tadi, takut Mba Risa curiga sama kita,"

‎‎Wajah lembut dan santai Raga seketika hilang, digantikan wajah tegas dan dingin. Ia segera menahan bahu Amelia, lalu menatap sekelilingnya dengan cepat, memastikan tidak ada satu pun karyawan yang lewat atau mendengar obrolan mereka.

‎‎"Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku seperti itu di kantor," bisik Raga rendah dengan nada tegas dan peringatan, matanya menatap tajam ke arah Amelia. "Disini aku adalah atasanmu, kamu adalah karyawanku. Jangan sampai ada yang melihat atau mendengar sedikit pun hal yang tidak pantas, paham?"

‎‎Amelia langsung mengangguk takut, bibirnya sedikit cemberut karena ditegur, namun ia tidak berani membantah sedikitpun.

‎‎"I-iya, Mas… Maaf, aku lupa. Aku tidak akan mengulanginya lagi," jawabnya pelan.

‎‎Raga menghela napas pendek, lalu kembali melirik ke arah tempat Risa pergi, sebelum kembali menatap Amelia dengan pandangan yang penuh gairah namun tetap berhati-hati.

‎‎"Datang ke ruanganku dalam sepuluh menit," bisiknya pelan, nada suaranya berubah lembut namun penuh perintah, "Segeralah menyusul, jangan buat aku menunggu lama,"

‎‎Wajah Amelia seketika berubah cerah, senyum manja kembali tergambar di bibirnya, ia mengangguk cepat dengan mata berbinar bahagia.

‎‎"Baik, Mas… Aku akan datang tepat waktu," jawabnya lembut.

‎‎Raga mengangguk singkat, lalu segera pergi lebih dulu seolah tidak ada apa-apa yang terjadi di antara mereka. Amelia tetap berdiri diam sebentar, menatap punggung Raga yang menjauh sebelum akhirnya dia mulai melangkahkan kakinya mengikuti ke arah pria itu pergi.

-

-

-

‎Saat berjalan menuju lobi kantor, tepat di dekat meja resepsionis, Risa berpapasan dengan Andin yang baru saja selesai mengambil berkas. Risa segera menghentikan langkahnya, lalu menyapa wanita itu dengan sopan.

‎‎"Andin, boleh saya bicara sebentar?"

‎‎Andin segera berhenti, lalu tersenyum ramah. "Tentu saja, Bu Risa. Ada yang bisa saya bantu?"

‎‎Risa menatap sekelilingnya sebentar, lalu kembali menatap Andin.

‎‎"Saya mau tanya, apakah benar besok Mas Raga akan pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan, dan akan tinggal disana selama satu minggu?"

‎‎Mata Andin sedikit berkedip, namun ia segera menjawab dengan jujur, tidak ada rasa curiga sedikitpun.

‎‎"Benar sekali, Bu. Pak Raga memang sudah ada jadwal rapat dan peninjauan proyek cabang di kota sebelah, berangkat besok pagi dan pulang tepat seminggu kemudian."

‎‎Risa mengangguk pelan, lalu melanjutkan pertanyaannya yang paling ia inginkan.

‎‎"Kalau begitu, apakah kamu ikut pergi bersamanya? Biasanya kan kamu yang selalu mendampingi Mas Raga dalam perjalanan dinas seperti ini."

‎‎Andin segera menggelengkan kepalanya dengan tegas, "Tidak ikut, Bu. Kali ini Pak Raga menyuruh saya tetap berada di kantor, mengurus semua urusan administrasi yang tertinggal disini. Beliau bilang perjalanan kali ini tidak butuh pendampingan staf tambahan, jadi saya tidak perlu ikut."

‎Jawaban itu membuat kecurigaan dihati Risa semakin besar, kemungkinan Raga akan mengajak Amelia untuk ikut bersamanya.

‎‎"Baiklah, terimakasih banyak informasinya, Andin," ucap Risa dengan senyum tipis. "Kalau begitu saya pamit pergi dulu,"

‎"Sama-sama, Bu Risa. Hati-hati di jalan ya," jawab Andin ramah.

‎‎Risa mengangguk, lalu melangkah keluar meninggalkan gedung perkantoran itu. Matahari siang yang terik menyinari tubuhnya, tapi hatinya terasa sedingin es. Semua kepingan teka-teki sudah lengkap, semua kebohongan terbuka jelas di depan matanya.

‎‎Perjalanan keluar kota itu pasti bukan untuk bekerja semata, melainkan juga liburan berdua dengan wanita selingkuhannya.

‎Risa berhenti sejenak di halaman depan gedung, pandangannya menatap kosong ke arah jalan raya yang ramai, napasnya keluar perlahan dan berat, seolah ada beban berat yang menekan dadanya hingga sulit bernapas. Air mata perlahan menetes di pipinya, jatuh satu persatu membasahi kulit yang terasa panas terkena sinar matahari, namun ia sama sekali tidak peduli.

‎‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan." batinnya menjerit pilu, rasa sakit itu terasa menusuk sampai ke tulang sumsum, rahangnya mengeras erat menahan amarah dan kesedihan yang meledak di dada.

‎Risa menghapus air matanya dengan kasar, ‎"Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah, Mas! Tunggu sampai semua bukti ada di tanganku. Saat itu tiba, aku akan membuatmu menanggung semua kesalahanmu."

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!