NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Rania Memilih Pergi?

“Ran. Kamu mau kemana?” Ravin terkejut ketika melihat Rania mengeluarkan kopernya dari dalam kamar.

Ia sengaja mampir ke apartemen sebelum tiba di kantor. Mumpung Sera sudah berangkat lebih dulu. Namun, pria itu justru di kejutkan dengan kemunculan Rania dari kamarnya.

“Aku mau pergi dari sini, Vin.” Ucap Rania. Ia menarik kopernya ke tengah ruang tamu.

“Pergi? Kamu mau pergi kemana?” Ravin mengambil alih koper wanita muda itu, kemudain meletakkan di dekat sofa.

“Kemana saja. Asalkan tidak di apartemen ini.” Wajah Rania terlihat merah menahan marah.

Ravin menuntun mantan kekasihnya itu untuk duduk di atas sofa.

“Ada apa? Kenapa kamu tiba - tiba ingin pergi dari apartemen ini?” Tanya pria itu.

Rania menghela nafas kasar. “Istri kamu datang kemari pagi ini.”

Ravin membulatkan matanya. Sera berangkat lebih pagi dari rumah ternyata untuk menemui Rania.

“Apa yang dia katakan sehingga kamu mau pergi dari sini?” Tanya Ravin kemudian.

“Aku tetap disini, atau pergi sebelum mama kamu tau aku tinggal disini.” Ucap Rania pelan.

“Sera mengatakan seperti itu?” Ulang Ravin seolah tak percaya.

“Jadi kamu tidak percaya sama aku? Lebih percaya dengan istri kamu itu?” Rania berdengus pelan.

“Bukan seperti itu, Ran. Aku percaya sama kamu. Tetapi, kamu juga harus percaya, kalau Sera tidak mungkin mengatakan keberadaan kamu sama mama.” Ucap Ravin.

“Kalau dia berani mengatakannya pada mama kamu bagaimana, Vin? Ibu aku masih bekerja di rumah orang tua kamu. Apa kamu memikirkan keselamatannya?” Tanya Rania dengan tatapan ketakutan.

“Tenang, Ran. Tenang. Sera tidak mungkin melakukan itu. Dia hanya mengancam kamu. Lagi pula tidak ada yang salah dengan hubungan kita. Untuk apa kamu merasa takut?” Ravin mengusap lengan wanita itu.

“Tidak ada yang salah?” Ulang Rania. Dan Ravin menganggukkan kepalanya.

“Vin. Sejak awal yang kita lakukan ini sudah salah. Kamu sekarang sudah memiliki istri.” Imbuh Rania.

Ravin menghela nafas kasar. “Iya. Aku tau, Ran. Hubungan kita memang salah. Tetapi, aku tidak bisa membiarkan kamu pergi.” Tegas pria itu.

“Kenapa, Vin?”

“Karena aku sayang sama kamu. Kamu yang selalu ada untuk aku. Yang tau bagaimana perjuangan aku untuk bisa menjadi anak yang terbaik untuk papa dan mama. Mana mungkin aku bisa melepaskan kamu begitu saja?”

Rania tersenyum remeh mendengar ucapan pria itu.

“Lalu kenapa kamu menikah dengan Sera? Kenapa kamu menyetujui perjodohan kalian? Apa kamu tidak memikirkan perasaan aku atau perasaan Sera?” Rania menatap Ravin dengan nyalang.

Namun air matanya tak dapat di bendung lagi.

“Maafkan aku, Ran. Aku melakukan semua ini, demi untuk mengamankan posisi direktur di Artha Mandiri Group. Aku tau aku salah. Maafkan aku.” Ravin meraih tangan Rania kenudian menggenggam dengan lembut.

“Berarti, aku memang harus pergi dari sisi kamu, Vin. Aku tidak memiliki apapun untuk mengamankan tempat kamu disana.” Rania melepaskan genggaman tangan mereka.

Kepala Ravin menggeleng kencang. “Tidak, Ran. Aku mohon jangan pergi lagi.”

“Untuk apa aku tetap disini? Jika kamu sendiri memilih wanita lain, Vin? Apalagi jika sampai mama kamu tau. Nyawa aku dan ibu aku taruhannya.” Rania mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Ravin terdiam. Ia tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Rania.

.

.

.

Sera sama sekali tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. Pikirannya terbagi kemana mana.

Apalagi setelah mengetahui Rania sudah tinggal di apartemen Ravin selama hampir 2 bulan. Pikiran buruk terus datang merasuki Sera.

Entah apa saja yang sudah Ravin dan Rania lakukan di tempat itu?

Apa benar yang mama Safina katakan? Jika Ravin tidak menyentuhnya, karena sudah ada wanita lain yang memberikannya?

Tidak!

Kepala Sera terasa ingin pecah saat membayanginya.

Sekarang Sera bahkan tidak berharap lagi bisa melakukan malan pertama dengan Ravin.

“Sebaiknya aku pulang saja.” Sera merapikan meja kerjanya. Ia sudah tidak berkonsentrasi dalan bekerja. Tetap berada di kantor, rasanya juga percuma.

Sera kemudian meminta Wira untuk menjemputnya.

Setelah berpamitan pada sang sekretaris dan mengatakan kalau dirinya sedang tidak enak badan, Sera pun turun ke lobby untuk menunggu Wira.

Ternyata pria itu juga sudah ada lobby. Jadi Sera pun tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Mas Wira memang ada di sekitar sini?” Tanya Sera sembari memasang sabuk pengamannya.

“Kebetulan tadi saya datang dari rumah sakit Sehat Medika, non.” Ucap Wira dari balik kemudi.

Sera membulatkan matanya. “Apa sudah mendapatkan hasilnya, mas?” Tanya gadis itu penasaran.

“Masih di selidiki lebih lanjut oleh teman saya, non.” Wira tidak mungkin mengatakan jika hasil pebyelidikannya masih di rekap oleh orang suruhannya.

“Jadi mas Wira meminta bantuan teman mas Wira?” Tanya Sera.

“Iya, non. Saya hanya lulusan sekolah dasar. Mana bisa melakukan penyelidikan, apalagi sampai meretas data.” Wira terkekeh pelan.

“Nona tenang saja. Saya jamin, besok sudah ada hasilnya.” Imbuh pria itu.

Sera pun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“Saya belum mau pulang, mas. Apa mas Wira ada rekomendasi tempat yang bagus untuk melepas penat?” Tanya Sera pelan.

“Apa nona menyukai anak - anak?” Tanya Wira berhati - hati. Karena tidak semua orang menyukai anak kecil.

“Tentu saja, mas. Tidak ada alasan untuk membenci anak - anak karena kita lahir tidak langsung dewasa.”

Wira tersenyum mendengar jawaban Sera.

“Kalau begitu, saya akan mengajak nona pergi menemui adik - adik saya.” Ucapnya kemudian.

Sera mengerutkan keningnya. Mencoba mencerna maksud ucapan pria berusia 30 tahun itu. Sesaat kemudian gadis itu pun paham.

“Mas Wira mau membawa saya ke panti asuhan?” Tanya Sera.

“Iya, non. Tidak masalah ‘kan? Hanya tempat itu yang bisa saya rekomendasikan.”

“Tidak masalah. Tetapi, kita tidak mungkin datang dengan tangan kosong ‘kan?” Tanya Sera.

Mana mungkin berkunjung ke panti asuhan tanpa membawa buah tangan?

Apalagi banyak anak - anak kecil. Mereka pasti berharap orang yang datang membawa oleh - oleh untuk mereka.

“Nanti kita beli di dekat panti asuhan, non. Jangan khawatir. Adik - adik saya sangat baik. Sudah ada yang datang berkunjung pun, mereka sudah sangat senang.”

“Tetap saja, mas. Tidak etis rasanya datang dengan tangan kosong.” Imbuh Sera.

Wira mengangguk paham. Ia kembali menyunggingkan sudut bibirnya.

Sera gadis yang sangat baik. Tak seharusnya merasakan sakit hati karena pengkhianat oleh suaminya.

1
Ilfa Yarni
bagus papa mahendra bikin meeka bangkrut
sunaryati jarum
Suruh Ravin yang bertanggungjawab Pak Raja,segera blokir semua akses keuangan Ravin,atas perintah Pak Raka,Pak Raka,emak ingin tahu jika Ravin telah miskin, jabatan dicopot apa Rania masih setia? Emak tak sabar melihat kehancuran Ravin dan beri 5 bintang



🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
sunaryati jarum
Segera hancur mereka ,tolong Irene hukum Rania, miskinkan Ravin .Apa masih bisa membiayai hidup Rania yang pura- pura polos.
sunaryati jarum
Hancur Ravin,Raja ,dan Irene,maka perubahan ikut hancur.
sunaryati jarum
Biarkan perusahaan koleb.dan yang bisa menangani hanya Raditya
Naufal Affiq
hancur lah smuanya ravin
Elsker
karma will hit you hard...apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai
Elsker
cup cup cup kembang kuncup
Ilfa Yarni
sedikit LG kehancuran mereka ayo Raditya jg seta hancurkan mereka aku ga sabar nunggu mrk terlempar kejalanan terutama si jalang iirene
Ilfa Yarni
hsncurkanmereka Raditya sampe benar2 hancur
Naufal Affiq
kau harus sadar ravin,perbuatan mu sudah membuat sera untuk hidup bersama mu lagi
Aretha Shanum
ngapa berbelit"
sunaryati jarum
Seruuu.Ayo up rutin Thoor,tak tahu kelanjutan dan kehancuran Ravin
Ilfa Yarni
manfus kau ravinsrmoga saja Rajendra tmbh syok liar berita itu
sunaryati jarum
Ya harus sabar menunggu melihat reaksi Ravin dan Irene saat pengkhianatan Ravin di unggah.Semoga hari ini viral
sunaryati jarum
Pertarungan ibu anak ini bisa jadi celah Raditya dan Sera untuk memulai balas dendam.
Naufal Affiq
perang sudah di mulai,tinggal menunggu kehancuran keluarga mu ravin
Lee Mba Young
seru 🔥🔥
Elsker
seruuu nih pertarungan
Ilfa Yarni
bags bertsnfkarlah Malian sample slab satu kalian mati dan memudahkan wira bla dendam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!