NovelToon NovelToon
SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.


Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Mobil sedan mewah hitam melaju dengan sangat mulus menembus jalanan ibu kota yang mulai lengang.

Lampu-lampu gedung tinggi memantulkan cahaya gemerlap di kaca jendela kendaraan.

Di kursi belakang, Clara duduk termenung sambil menatap ke arah luar jendela dengan perasaan yang masih campur aduk.

Ia masih tidak percaya bahwa hidupnya berubah drastis dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

Dari seorang CEO startup yang nyaris bangkrut dan diteror preman, kini ia berada di bawah perlindungan mutlak seorang penguasa bisnis.

Kirana duduk di kursi depan sebelah sopir, membalik lembaran dokumen digital di tablet miliknya.

Kirana melirik ke belakang lewat kaca spion tengah untuk mengamati ekspresi Clara.

"Apakah Anda merasa tidak nyaman, Nyonya Clara?" tanya Kirana dengan suara profesional yang lembut.

Clara menoleh perlahan ke arah sekretaris pribadi Bayu tersebut.

"Ah, tidak... aku hanya masih merasa semua ini seperti mimpi," jawab Clara jujur sambil tersenyum tipis.

Bayu yang duduk di sebelah Clara menoleh pelan menatap wanita berambut ikal itu.

"Ini bukan mimpi, Clara," ucap Bayu dengan nada suara yang tenang dan meyakinkan.

"Mulai malam ini, hidupmu dan perusahaanmu sepenuhnya aman."

Clara merasakan debar di dadanya bergetar hebat mendengar ucapan penuh wibawa itu.

"Terima kasih, Tuan Bayu," bisik Clara tulus.

"Aku benar-benar tidak tahu harus membalas kebaikan ini dengan cara apa."

"Cukup kembangkan teknologimu dengan maksimal, itu sudah lebih dari cukup," balas Bayu santai.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu memasuki area parkir basement The Crown Penthouse.

Pintu lift pribadi terbuka lebar menyambut kedatangan mereka bertiga.

Setibanya di lantai atas, pintu utama penthouse bergeser membuka otomatis.

Kemegahan ruangan dengan panorama kota dari ketinggian langsung menyambut pandangan Clara.

Clara membelalakkan matanya takjub melihat kemewahan tempat tinggal baru tersebut.

"Wah... tempat apa ini?" gumam Clara takjub.

"Ini adalah markas utama kita," jawab Kirana melangkah masuk lebih dulu.

"Silakan duduk di ruang kerja, Clara. Kita punya banyak hal untuk dibahas."

Mereka bertiga berjalan menuju ruang kerja pribadi Bayu yang luas dan elegan.

Bayu duduk di kursi utamanya, sementara Kirana dan Clara duduk di sofa beludru di hadapannya.

"Sekarang," ucap Bayu memulai pembicaraan serius.

"Jelaskan padaku secara detail tentang kartel bisnis gelap yang selama ini menerormu."

Clara menarik napas panjang, merapikan duduknya untuk bersiap menjelaskan situasi pelik tersebut.

"Nama kelompok mereka adalah Syndicate Blackwood," buka Clara dengan suara bergetar serius.

"Mereka menguasai jaringan perbankan gelap dan preman bayaran di seluruh wilayah bisnis ibu kota."

Kirana mengetik cepat setiap poin penting yang diucapkan Clara ke atas papan ketik laptopnya.

"Apa motif utama mereka mengincar perusahaanku?" tanya Bayu menyimak dengan seksama.

"Sistem kecerdasan buatan yang kembangkan," jawab Clara menjelaskan lebih lanjut.

"Algoritma sistem itu mampu mendeteksi celah aliran dana ilegal secara instan dan akurat."

Alis Bayu sedikit terangkat mendengar penjelasan teknologi tersebut.

"Sistem pendeteksi pencucian uang?" tanya Bayu memastikan.

"Benar, Tuan," angguk Clara cepat.

"Jika teknologi itu dipublikasikan secara luas, seluruh jaringan keuangan ilegal milik Syndicate Blackwood akan hancur total dalam hitungan hari."

Kirana menghentikan ketikannya sebentar, lalu menatap tajam ke arah Clara.

"Itu sebabnya mereka ingin merebut hak patennya secara paksa lalu menghancurkan perusahaanmu," analisis Kirana tepat sasaran.

"Tepat sekali," keluh Clara dengan ekspresi wajah muram.

"Mereka ingin aku menyerahkan seluruh kode sumber sistem itu tanpa bayaran sepeser pun."

Bayu menyandarkan punggungnya di kursi kerja, melipat kedua tangannya di atas meja marmer.

"Sayangnya bagi mereka, waktu bermain sudah habis," ucap Bayu dingin.

Clara menatap Bayu dengan rasa penasaran yang teramat sangat.

"Lalu apa rencana Anda untuk melawan kartel sebesar itu, Tuan Bayu?" tanya Clara hati-hati.

Bayu tersenyum tipis membentuk garis bibir yang sangat misterius.

"Kita tidak akan melawan mereka di jalanan menggunakan kekerasan," jawab Bayu tenang.

"Lalu bagaimana?" tanya Clara semakin penasaran.

"Kita hancur leburkan pusat keuangan mereka di lantai bursa nasional," sambung Bayu mantap.

Kirana tersenyum penuh kemenangan mendengar strategi tingkat tinggi dari atasannya itu.

[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Membuka Misi Khusus Pemusnahan Kartel Nasional.]

[Mendapatkan Kartu Keuangan Tingkat Lanjut dan akses penuh ke jaringan bursa saham utama.]

Suara dengungan sistem berputar lembut di dalam kepala Bayu.

Bayu menatap layar transparan sistem yang melayang di udara tanpa ragu sedikit pun.

"Kirana," panggil Bayu tegas.

"Iya, Tuan Bayu?" jawab Kirana sigap.

"Hubungi tim finansial pusat kita sekarang juga," perintah Bayu mutlak.

"Siapkan dana darurat senilai lima puluh miliar rupiah untuk tahap awal serangan."

Clara membelalakkan matanya selebar mungkin mendengar nominal dana yang disebut secara santai oleh Bayu.

Lima puluh miliar rupiah untuk serangan awal?

Bagi perusahaan rintisannya, angka sebesar itu adalah impian yang mustahil dicapai dalam waktu sepuluh tahun.

"Baik, Tuan! Saya akan segera menghubungi tim pusat," jawab Kirana cepat meraih ponselnya.

Bzzzt bzzzt.

Kirana menempelkan ponsel ke telinganya lalu mulai memberikan instruksi tegas kepada tim keuangan.

Clara menoleh menatap Bayu dengan rasa kagum yang bercampur rasa tidak percaya.

"Anda... benar-benar berencana melawan kartel itu secara finansial?" tanya Clara memastikan.

"Uang adalah senjata paling mematikan di dunia modern ini, Clara," jawab Bayu tenang.

"Mereka mengira kekuasaan mereka tidak terkalahkan karena memiliki preman dan koneksi kotor."

"Tetapi di hadapan modal yang tidak terbatas, mereka tidak lebih dari sekadar mainan kecil."

Clara merasa sekujur tubuhnya meremang mendengar ucapan mutlak dari pria di depannya itu.

Ada aura dominasi yang begitu kuat terpancar dari diri Bayu, membuatnya merasa sangat aman berada di bawah perlindungan tersebut.

Kirana mengakhiri panggilan teleponnya lalu meletakkan kembali ponsel di atas meja.

"Instruksi sudah disampaikan, Tuan," lapor Kirana profesional.

"Tim finansial akan mulai memborong saham perusahaan induk milik Syndicate Blackwood bes pagi."

"Bagus," ujar Bayu berdiri dari kursi kerjanya.

Bayu berjalan mendekati jendela kaca raksasa yang memperlihatkan kerlip lampu malam kota Jakarta.

"Mulai besok, para pemimpin kartel itu akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya dalam sekejap," gumam Bayu dingin.

Clara ikut berdiri dari sofa lalu melangkah mendekati posisi Bayu dan Kirana.

Ia merasakan ikatan sinergi yang luar biasa kuat di dalam ruangan ini.

"Aku akan membantumu menyiapkan data celah keamanan keuangan mereka, Tuan Bayu," tawar Clara penuh semangat.

Bayu menoleh perlahan lalu tersenyum tipis kepada CEO wanita tersebut.

"Selamat datang di tim inti kita, Clara," sambut Bayu ramah.

Kirana mengulurkan tangan kanannya menyambut kedatangan Clara dengan senyuman profesional.

"Kerjasama yang baik ke depannya, Clara," ucap Kirana menyalami tangan Clara.

"Terima kasih semuanya," balas Clara tersenyum lebar untuk pertama kalinya setelah sekian lama hidup dalam teror ketakutan.

Malam itu, di dalam menara tertinggi ibu kota, sebuah aliansi baru yang mematikan resmi terbentuk.

Syndicate Blackwood yang selama ini merajalela di dunia hitam tidak tahu bahwa badai kehancuran sedang meluncur cepat ke arah mereka.

1
Cherlly
trimakasih banyak kaka sudah suport saya😘😍
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Bagonk
semangat up Thor
Cherlly: trimakasih banyak kak kasih saya semangat untuk up novel😍😘😘😘

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Bagonk
Ceritanya cukup menarik, baik dari alurnya serta karakter orang-orang dalam cerita ini
Cherlly: trimakasih kaka atas bintang 5 nya😘😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!