NovelToon NovelToon
Enough

Enough

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Enough berkisah tentang kisah asmara seorang wanita bernama Dia Tarisma Jingga dengan seorang lelaki yang belum lama dikenalnya, Btara Langit Xabiru

Keduanya saling mencintai dan kemudian memutuskan membangun kehidupan keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.

Namun sayangnya semua itu hanya menjadi angan saja, hal ini terjadi lantaran trauma masa lalu dan sikap Tara yang abusive, yang pada akhirnya menjadi prahara dalam rumah tangga mereka.

Akankah Tari dan Tara mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Kisah selengkapanya hanya ada di novel Enough.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Tari melepaskan bibir Tara, dan mendorong bahunya. "Turunkan aku!"

Tara tak peduli, ia berjalan menuju tempat tidur.

"Tara, please turunin aku." pintanya kembali.

Tara berhenti melangkah dan menurunkan Tari ke lantai. Tari mundur dan berbalik untuk menenangkan pikirannya, karena dengan terus berhadapan dengan Tara membuat pikirannya tidak karuan.

Seketika Tara merangkul pinggang Tari dan menyandarkan kepalanya di bahu Tari. "Maafkan aku," bisiknya. Tara membalik tubuh Tari dan mengangkat satu tangannya ke wajah Tari, kemudian mengusap pipi Tari dengan ibu jarinya. "Sekarang giliranku."

Tari tak bereaksi atas sentuhan Tara, ia tetap melipat tangan di dadanya, menunggu apa yang akan di katakan Tara.

"Aku mencetak foto itu sehari setelah aku memotretmu," ucap Tara. "Foto itu sudah berbulan-bulan terpajang di sana, karena kau adalah makhluk tercantik yang pernah aku temui, aku ingin melihatmu setiap hari."

"Dan malam, waktu aku muncul di depan pintu apartementmu? Aku mencarimu karena kau begitu merasuk dalam diriku, aku tidak bisa menepikan dirimu dari pikiranku, meski aku sedang berada di tengah pertemuan penting bersama clientku. Sedangkan alasan kenapa aku mengirimu makanan, aku amat sanggat bangga melihatmu berhasil menwujudkan mimpimu, cafemu sunggu luar biasa. Aku tahu kau pasti bekerja keras untuk itu, sehingga aku tak ingin kau sakit karena telat makan. Dan ya Tari, kau terluka... Aku pun terluka sama sepertimu."

"Kenapa kau terluka?"

Tara menjatuhkan keningnya di kening Tari. "Karena aku tidak tahu bagaimana cara menjadi apa yang kau butuhkan, semua ini baru bagiku, aku ingin membuktikan padamu bahwa aku menginginkanmu lebih dari satu malam."

Tara terlihat begitu rapuh, Tari ingin percaya pada ketulusan matanya, tapi sejak hari pertama ia bertemu dengan Tara, Tara selalu bersikukuh menginginkan kebalikan dari yang Tari inginkan. Dan Tari takut, setelah memberikan tubuhnya pada Tara kemudian Tara meninggalkannya.

"Bagaiman caraku membuktikan padamu, Tari? Beritahu aku, aku akan melakukannya."

Tari nyaris tak mengenali Tara, ia menatap Tara dalam-dalam. "Jangan meminta sek* padaku."

Tara memandang Tari sejenak, ekspresinya sama sekali tak terbaca. Tapi kemudian ia mulai menggangguk seolah akhirnya ia paham. "Baiklah," ucapnya. "Aku tidak akan meminta itu."

Tara mengitari Tari lalu berjalan menuju pintu kamar, dan menguncinya. Ia kemudian mematikan lampu, hanya menyisakan satu lampu kecil, lalu melepas kemejanya seraya melangkah menghampiri Tari.

"Apa yang kau lakukan?"

Tara melempar kemeja ke kursi, kemudian melepas sepatunya. "Kita akan tidur."

Tari melirik ke arah ranjang, kemudian memandang Tara. "Beduaan di situ?"

Tara mengangguk dan mendekati Tari. Dengan satu gerakan tangkas, ia mengangkat gaun Tari dan melepasnya dari kepala. Seketika Tari langsung menutup tubuhnya yang hanya tinggal mengenakan br* dan cela*a dal*m.

Tara menarik Tari ke tempat tidur dan menyibakkan selimut agar Tari bisa menyusup masuk ke dalam tempat tidur. "Bagaimana pun kita pernah tidur bersama tanpa bercinta. Itu mudah bukan?"

Tara beralih ke arah meja dan menghubungkan handphonenya ke charger, sementara Tari mengamati kamar tidur Tara. Kamar yang begitu luas, hampir tiga kali ukuran kamar Tari. Ada sofa menempel di dinding, menghadap ke TV dan terdapat ruang kerja di seberang kamar yang di lengkapi perpustakaan. "Adikmu sungguh kaya raya," ucap Tari saat Tara menyelimuti tubuh mereka berdua. "Lalu apa yang ia lakukan dengan gaji sepuluh juta yang aku berikan? Menjadikannya tisu toilet?"

Tara tertawa dan meraih tangan Tari, mengelus jari jemarinya dengan lembut. "Bisa jadi cek yang kamu berikan tidak ia cairkan," komentarnya. "Apa kamu pernah memeriksanya?"

Tari menggeleng, ia sama sekali tidak pernah kepikiran soal itu, tapi sekarang ia jadi penasaran.

"Selamat malam, Dia Tarisma Jingga," ucap Tara, ia mulai memejamkan matanya.

Tari tersenyum sembari bekata. "Selamat malam, Btara Langit Xabiru"

Tari merasa dirinya tersesat di apartement mewah Caira, semuanya begitu nampak putih dan bersih. Ia tersaruk-saruk melewati salah satu ruang keluarga dan berusahan mencari jalan ke dapur.

Tari tak tahu gaunya di letakan oleh Tara di mana, sehingga pagi itu ia mengenakan salah satu kemeja milik Tara yang panjangnya menjuntai hampir menyentuh lututnya.

Ada terlalu banyak jendela sehingga sinar matahari yang masuk terlalu terang, Tari harus menyipitkan matanya saat ia terus masuk untuk mencari kopi. Tari mendorong pintu dapur dan menemukan mesin kopi.

Akhirnya.

Tari menghidupkan mesin itu kemudian mencari cangkir, ketika pintu dapur membuka di belangnya Tari berbalik dan lega melihat Caira nampak sedikit berantakan.

Caira menunjuk mesin pembuat kopi. "Aku juga mau," ucapnya, ia duduk di mini bar dapur dengan kepala terkulai.

"Aku boleh bertanya padamu?" tanya Tari. Caira mengangguk.

Tari menunjuk ke sekeliling dapur. "Bagaimana ini bisa terjadi? Seluruh penjuru rumahmu bersih cermelang padahal semalam baru saja pesta yang lumayan besar. Apa kau dan Gala begadang membersihkan semua ini?

Caira tertawa. "Tentu saja kami membayar orang untuk membersihkan ini semua," jawabnya.

"Membayar orang?"

Caira mengangguk. "Yap. Ada asistenku yang mengerjakan segalanya."

Tari menggeleng-geleng. "Wow, sudah berapa lama kau sekaya ini?"

"Hampir tiga tahun," jawabnya. "Gala, menjual beberapa aplikasi yang dikembangkannya dengan harga fantastis kepada perusahaan-perusahan raksasa. Dan setiap enam bulan dia menciptakan update terbarunya kemudian menjualnya lagi. Aku selalu mendukung penuh apa pun yang ia kerjakan olehnya dan menemaninya bekerja, walau hanya duduk manis di pangkuannya, memandanginya sepanjang hari."

Satu kopi telah siap, kemudian Tari menaruh satu cangkir dan mengisinya. "Kau mau mencampurkan sesuatu di kopimu?" tanyanya. "Atau ada seseorang untuk menyiapkannya?"

Caira tertawa. "Ya. Ada kau, dan aku mau gula. Terima kasih."

Tari membubuhkan gula ke cangkir kopi Caira kemudian menghampirinya dan menyerahkannya. Setelah itu ia menuang ke cangkir miliknya sendiri. Hening sejenak saat Tari mengaduk creamer, hingga Caira mengatakan. "Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam?"

"Sebenarnya, kami pernah bertemu, sebelum aku mengenalmu."

Caira berfikir sejenak. "Jadi saat kita pertama bertemu kalian sudah saling mengenal?"

"Ya, pernah ada sesuatu terjadi di antara kita pada satu malam, sekitar lima bulan yang lalu.

"Sesuatu?" tanyanya. "Maksudmu kencan satu malam?"

"Bukan," bantah Tari. "Aku berani bersumpah hingga malam tadi kami belum pernah melakukannya. Kami hanya saling menggoda dan memberikan perhatian saja."

Caira mengambil kopinya lagi kemudian meneguknya. Ada raut kesedihan di wajahnya.

"Caira? Apa kau marah karena aku dekat dengan kakakmu?"

Caira langsung menggeleng. "Tidak, Tari. Aku hanya..." Caira meletakan cangkirnya kembali. "Hanya saja aku sangat mengenal kakakku, dan aku sangat menyayanginya. Tapi..."

"Tapi apa?"

Seketika Caira dan Tari menoleh ke arah sumber suara tersebut. Tara berdiri di ambang pintu sambil melipat tangannya di dada.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
yeyyy... Akhirnya🥰🥰🥰
RithaMartinE
Ranu 😭😭😭
Anonymous
tadinya kutebak ranu adalah tara....
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
luar biasa karyamu,, sehat dan sukses selalu..
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
hanya 1 kata untuk mu thor 𝙆𝙀𝙍𝙀𝙉!!!
👏👏👏👍
LALA LISA
betul Thor..perlu untuk diketahui hal2 itu ada di dunia nyata,,nambah wawasan juga/Rose//Heart/
ayu sukoco
next kisah Ranu, tari dan anak2nya ada gk Thor?
Kenn: ka bisa minta tolong spill ending novel k.u.n ga? tambahan nya 1 lembar aja, sayang banget kalo beli soalnya gaada bajakan nya 😭
total 2 replies
Aizivaishe Zaky
ter d best...makasih ya thor udh buat cerita ini...sukses selalu y..
Khairul Azam
Tari bertahan saja nanti dampaknya jg ke anak km seperti km benci ayahmu
Khairul Azam
aduh dududu mbak tariii Baru kenal udah mau aja diraba"
Safini Azizah
sampai akhir baru komen.. bagus banget cerita nya kak
banyak pesan moral yg didapat dari cerita ini.. asli keren kak.. bisa buat baper akut n nangis Bombay.. untuk kak Irma sukses terus sehat dan selalu di tunggu karya selanjutnya..
Irma: Terima kasih telah membaca sampai akhir
total 1 replies
Mas Bagong
Bagus. pemilihan tema dan alur jelas
banyak pesan dan ilmu yang terkandung
Lek"A"
whohoho asli keren banget 👍👍👍👍
Lek"A": mungkin saking banyaknya penulis ,pihak NT jadi bingung,yg sabar dan tetap semangat untuk berkarya💪👍, mungkin lain waktu tiba" di promosiin, rejeki kita tidak ada yg tau, cuma bisa mendo'akan dan memberi semangat 😉😘
total 2 replies
Lek"A"
Semoga semakin banyak pembacanya,
Semangat Kak author,
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini,
💪👍
Irma: Terima kasih sudah membaca dan memberikan bintang 5nya😊
total 1 replies
Vthree Keisha
Cerita yang Amazing,lain dari yang lain..Sangat recommended,mengulik kisah yang sesungguhnya banyak terjadi dilingkungan sekitar kita.Tentang kdrt& pelecehan terhadap perempuan,banyak hal positif yang bisa diambil dari cerita ini.Good job buat penulisnya,sukses slalu👍❤️
Irma: Terima kasih sudah membaca, tulisan recehku🙏
total 1 replies
Lek"A"
wow ada sultan gabut🤭🤭,
adisty aulia
ide ceritanya kereeen🌺🌺🌺🌺
Irma: Terima kasih telah membaca karyaku yang ga pernah di lirik sama NT ini 😁🙏
total 1 replies
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
aku baru baca 2 karyamu ka
ㅤㅤ
hmmm sweet Tara tapi saat marah kamu bagai monster😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!