NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34_ aunty, alendra kemana?

Kai dan gizel tiba di restoran yang terkenal di kota tersebut. Keduanya berjalan memasuki restoran yang ramai namun tenang. Mereka duduk di kursi yang dekat jendela hingga bisa melihat pemandangan malam di luar.

Kai mengambil menu lalu memesan beberapa makanan dan minuman. Mereka menunggu makanan tiba Sambil berbincang ringan.

" kamu tinggal disini sendirian? atau sama orang tua?" tanya kai penasaran. entah kenapa dia sangat ingin tahu tentang kehidupan gizel.

" bertiga, Haruna dan juga putra ku" jawab gizel.

Yaa, mereka disini hanya bertiga. Haruna, gizel dan alendra. Mereka berangkat bertiga dan tinggal bertiga. alendra dan Haruna sangat akrab, mereka sering tinggal berdua di rumah. dan tentunya ada hana juga.

" yang di ambil sama Kevin?" tanya kai.

Gizel tidak langsung menjawab, dia terdiam sejenak menatap pemandangan di luar restoran yang terlihat indah dengan lampu lampu hias.

" iyaa" jawab gizel mengangguk mengiyakan.

sebenarnya kai ingin bertanya lebih jauh lagi. Dia sangat penasaran. Tapi pelayan restoran datang membawa makanan mereka.

" boleh aku foto dulu sebelum kita makan?" tanya kai.

Maklum ya, kai ini seorang aktor. Jadi sudah hal biasa bagi nya memotret makanan sebelum di makan. Lalu dia posting di akun media sosial nya.

" of course" jawab gizel.

Kai pun memotret makanan mewah yang ada di atas meja tersebut. lalu dia juga memotret gizel " senyum El" ujar kai.

gizel refleks tersenyum saat melihat kamera kai terarah ke arah nya. Dia juga refleks berpose. kai tersenyum merasa lucu. setelah itu mereka pun segera memulai sesi makan nya.

keduanya makan dengan tenang tanpa membahas hal hal yang berat. Hanya membahas hal hal biasa saja.

" mau kemana lagi?" tanya kai saat mereka selesai makan dan kai sudah membayar semuanya.

" ke taman?" tanya gizel entah kenapa ingin pergi ke taman.

" boleh" jawab kai.

Mereka pun pergi meninggalkan restoran tersebut. kai mengemudi mobilnya menuju taman yang ada di kota itu. Tentunya taman terdekat karena hari sudah malam.

tiba di taman mereka segera turun dari mobil lalu berjalan menuju taman. Mereka berjalan berdampingan, terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menghabiskan waktu berdua.

taman ini cukup ramai, ada beberapa orang yang datang bersama pasangan mereka, ada juga yang datang sendirian. dan juga ada yang datang bersama teman nya.

" ayo duduk" ujar ujar kai menyuruh gizel duduk setelah dia membersihkan bangku taman dari debu.

" terimakasih" ujar gizel tersenyum manis. Jujur, belum ada seorang pria pun yang memperlakukan nya seperti ini. Kevin? Jangan kan bersikap manis seperti ini, menatap nya saja dia ogah.

Keduanya duduk di kursi taman, menatap pemandangan taman yang indah di malam hari. taman ini sangat luas, dan mereka memilih duduk di dekat air manjur.

" kamu suka ke taman pada malam hari seperti ini?" tanya kai membuka obrolan.

" yaa, kalau siang rasanya panas. Kalau malam seperti ini jadi tenang. Apa lagi saat malam semakin larut" jawab gizel.

gizel heran, kenapa ada orang yang suka ke taman saat siang? Baginya siang hari nggak cocok untuk ke taman. Panas, dan itu tidak membawa ketenangan sedikit pun.

Berbeda pada malam hari. Bawaannya tenang dan damai. Angin malam terasa sejuk dan langit malam memperindah pemandangan dan menambah ketenangan. Rasanya sangat betah berdiam diri di taman pada malam hari.

" kamu tidak suka ke taman?" tanya gizel balik.

" kalau malam aku lebih suka ke bar, menenangkan diri dengan minum minum dan juga suara musik DJ " jawab kai.

2 manusia yang sangat berbeda. Gizel memang bisa minum alkohol, namun dia bukan tipe orang yang kecanduan alkohol. dia hanya meminumnya saat mendatangi pesta atau saat ada pertemuan tertentu.

" musik DJ sangat berisik, membuat sakit telinga saja" ujar gizel " apa lagi di tambah dengan lampu diskotik, bikin mata sakit dan kepala pusing"

Kai terkekeh lucu mendengar pernyataan gizel. Ada ya orang yang merasa seperti itu? Padahal baginya bar itu tempat yang sangat menyenangkan. Cocok untuk semua kondisi perasaan nya.

hari ini gizel akan pulang ke Indonesia. dia sudah siap dengan style andalan nya. gizel keluar dari rumah lalu mengunci nya.

gizel berdiri beberapa detik di sana, menatap bangunan yang sudah dia tempati selama 3 tahun. Bangunan yang sudah menjadi saksi bisu tentang perjuangan nya.

" aunty "

" astaga!" seru gizel terkejut saat ada yang menarik ujung bajunya dan memanggil nya aunty.

Dia menoleh menatap anak kecil yang berdiri di samping nya sambil memegang sebuah kotak persegi empat. anak kecil itu melepas ujung baju gizel dan menatap polos padanya.

" aunty, dimana alendra?" tanya anak kecil yang sesuai alendra itu. tapi sepertinya anak ini lebih dewasa dari alendra.

" kamu siapa? Tinggal di mana?" tanya gizel penasaran. dia asing dengan gadis di samping nya ini. Selama dia tinggal disini dia belum pernah melihat nya.

" aku Kimmy, itu rumah ku" jawab Kimmy menunjuk pada sebuah rumah yang ada di depan rumah gizel. Oh! Ternyata tetangga nya, takut kenapa dia belum pernah melihat nya?

tapi wajar sih, karena gizel jarang di rumah. saat masih tinggal disini dia sibuk dengan bisnis nya, hanya pulang saat malam hari dan kembali pergi saat pagi tiba.

" oh! Hy Kimmy, kamu mencari putra aunty?" tanya gizel.

Kimmy mengangguk mengiyakan " aku tidak pernah melihat nya lagi, apa dia tidak tinggal disini lagi?"

" iyaa, alendra sekarang tinggal di Indonesia" jawab gizel.

" oooo" ujar Kimmy dengan bibir yang berbentuk bulat terlihat sangat lucu " boleh titip ini aunty? Berikan pada alendra" ujar Kimmy

" of course, nanti akan aunty berikan" ujar gizel menerima kotak tersebut " terimakasih Kimmy, aunty pergi dulu ya" pamit gizel.

" bye bye aunty, titip salam ku pada alendra" ujar Kimmy melambaikan tangan pada gizel.

Gizel juga melambaikan tangan nya lalu dia masuk ke mobil taxi yang dia pesan dan pergi dari sana.

Kimmy menghela nafas panjang, wajahnya nampak lesu menatap rumah yang tidak lagi berpenghuni.

" ayyan, aku merindukan mu. Aku memiliki teman lagi sekarang. aku sendirian " gumam Kimmy lesu " seharusnya kamu juga membawa ku pergi, bukan meninggalkan ku sendirian. Padahal cuma kamu teman ku disini "

" tunggu aku dewasa ayyan, aku akan menyusul mu ke Indonesia " ujarnya bertekad.

Setelah cukup lama Kimmy di sana, setelah dia menatap penuh rindu pada bangunan yang di tinggalkan oleh pemiliknya nya itu. Kimmy segera pergi dari sana, keluar dari gerbang lalu menyebrangi jalan menuju rumah nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!