NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Dewi Bulan Li Lian

"Guru..." gumam Chang Jia tak percaya dengan pertarungan yang di tunjukkan kepada semua mahkluk.

"Grandmaster..." Kata Fei Xuen dari hati.

"Leluhur..."

Bamm!!...

Sesuatu terjatuh begitu keras ke tanah, semua orang melebarkan mata dan darah mereka mendidih melihat Shen Hao Feng kalah bertarung dengan Lin Xiaomei.

"Hmph!." Lin Xiaomei berdiri di udara serta terdapat sedikit darah mengalir dari sudut bibirnya. "Manusia kau kuat juga, tapi seharusnya batasanmu tidak hanya itu kan?."

Tubuh Shen Hao Feng bergerak sebentar lalu teknik Keabadian dari Dewa Han bergerak menyembuhkan luka di tubuh Shen Hao Feng.

"Ah... Kurasa begitu." Shen Hao Feng berdiri sempoyongan menatap Lin Xiaomei kemudian ia menegaskan dirinya untuk berdiri normal. "Masih ada satu teknik yang belum aku tunjukkan. Dan ini adalah teknik terkuat ku saat ini." matanya menajam serius.

"Haha seberapa kuat memangnya kekuatan itu di hadapanku? Bentuk iblis sejati." belakang Lin Xiaomei muncul formasi besar gelap. "Di bandingkan dengan teknik ku?." Mata Iblis besar muncul kembali di langit menandai Shen Hao Feng.

Shen Hao Feng melihat lesu satu tanaman hijau kecil yang masih berdiri meski tahah sekitarnya hancur. "30.000 tahun yang lalu aku bukanlah apa-apa melainkan hanya manusia kecil nan lemah."

"Hm?." Lin Xiaomei menaikan sebelah alisnya penasaran. "Sekarang kau berbicara tentang masa lalumu? Kenapa kau begitu ingin dramatis..."

Shen Hao Feng menutup matanya dan saat terbuka ia berada di medan perang 30.000 tahun yang lalu.

"Haaa!!..."

Seruan perang dari 2 Kekaisaran bertempur di tanah tandus tanpa tanaman. Shen Hao Feng berdiri diam di tempat meski memegang pedang atau perisai ia tidak bergerak.

Wush!...

Prang!...

Bahkan ketika orang-orang kuat bertempur di atasnya. Shen Hao Feng belum berniat bergerak.

Bam!... Sosok kuat jatuh di hadapan Shen Hao Feng dan mengambil pedangnya keluar. "Kemarilah! Aku akan membunuhmu bajingan kecil!."

Shen Hao Feng melihat senjatanya sudah berada di atas kepalanya. Namun hanya sejarak beberapa inci saja, waktu seolah terhenti.

"Ilusi..." gumamnya serta tersenyum jahat. "Akulah Kaisar!." tangannya mendadak memegang wajah orang kuat sebelumnya. "Jatuhlah ke dalam kenyataan yang mencekam!."

"L-lepaskan!!." akan tetapi orang kuat itu mendadak lemas. Kesadarannya berada di ruang alam semesta luas. "Dimana aku? Tempat macam apa ini."

"Kau berada di duniaku." Suara Shen Hao Feng mengejutkan orang kuat tersebut namun ia tak menyadari jika ia berdiri di atas telapak tangan Shen Hao Feng.

"Kau!." ia melepaskan berbagai serangan namun itu semua tidak berefek sama sekali di tubuhnya. "B-bagaimana mungkin! Siapa kau sebenarnya!."

"Siapa aku?." Shen Hao Feng diam sebentar dan memejamkan matanya sekali. "Panggil saja aku Shen Hao Feng." tangannya meremas tubuh orang kuat itu dan saat Shen Hao Feng kembali ke asalnya. Orang kuat itu terjatuh mati dengan lemas.

"Huft..." Shen Hao Feng menarik nafas dingin dan ia berguman pelan. "Li Lian."

Sosok perempuan cantik berbaju putih dan bercadar muncul di belakang Shen Hao Feng. Jari lentik perempuan itu memegang bahu nya. "Ya tuan... Saya ada disini."

"Haaa!!."

"Disanaa! Ada satu yang belum mati!."

"Habisi dia!!.."

Ribuan pasukan musuh berlari menuju Shen Hao Feng dan Li Lian dengan formasi pengepungan, darat maupun udara. Sisa pasukan teman Shen Hao Feng yakni Ren Jizhou bersama 10.000 Pasukan di atas bukit mengawasi pasukan musuh yang menyerang Shen Hao Feng.

"Heh benar saja semua para Jenderal sangat bodoh." Ren Jizhou menyeringai kejam. "Bukankah Kaisar menginginkan kemenangan? Maka akan kami bawa kemenangan itu padanya." Ren Jizhou menarik pedangnya keluar.

Li Lian melirik belakang tepat Ren Jizhou bersama 10.000 Pasukan berada. "Apa saya harus membunuh mereka juga?."

Shen Hao Feng menggeleng. "Tidak perlu. Lakukan sekarang saja lalu kita meninggalkan tempat ini. Tidak, tapi meniggalkan benua ini dan pergi ke Benua Zhanxi." tegasnya tanpa ragu.

"Saya akan ikut kemana pun tuan pergi." Li Lian mengusap leher Shen Hao Feng lalu terbang cepat ke langit dan tubuhnya membesar membentuk sosok Dewi dan terdapat simbol bulan di dahi serta tangannya bertambah 2 di punggung memegang tombak sedangkan kedua tangan aslinya memegang pedang besar dan mengerikan. Lingkaran immortal muncul di atas kepala Li Lian

Seluruh pasukan terpaku pada sosok yang baru saja keluar dari Shen Hao Feng. Bahkan Ren Jizhou juga terpaku sama sekali tak mampu untuk berbicara sepatah kata sama sekali.

Li Lian tanpa banyak bicara melempar satu tombaknya yang besar ke atas langit. Tak berselang lama tombak besar itu jatuh.

Bamm!!...

Duar!...

Musuh tidak sempat bersiap-siap ledakan dari tombak yang jatuh menghanguskan mereka tanpa tersisa tulang ataupun darah.

"Uhuk! Uhuk!." Ren Jizhou mengibas tangannya agar kabut hilang. "Bagaiamana dengan situasi medan perangnya? Sial... Ledakannya begitu keras padahal hanya sebutir tombak."

"Hah!." Pupil Ren Jizhou bergetar ketakutan melihat lautan api serta Shen Hao Feng berdiri di telapak tangan perempuan itu.

"S-Shen Hao Feng? Ini semua ulahmu?."

"Hm." Shen Hao Feng membalas mata Ren Jizhou membuat dia sendiri bergidik da memalingkan muka. "Sampai jumpa Benua Xuen. Sepertinya aku tidak terlalu suka disini. Ayo pergi Li Lian."

"Ya tuan." Li Lian melangkah beberapa kali dan retakan ruang seukurannya muncul dan Li Lian masuk ke dalamnya beesama Shen Hao Feng.

....

Saat Shen Hao Feng membuka matanya kembali aura putih keluar dari tubuhnya secara samar-samar.

"Eh?." Chang Jia menyadari perubahan itu. "Apa kalian melihat ada aura putih yang keluar samar-samar di tubuh Guru?."

"Apa?." Jing Yun dan semuanya segera fokus pada tubuh Shen Hao Feng dan benar saja terdapat aura putih samar-samar yang keluar.

Lin Xiaomei berdiri di atas secara percaya diri karena ia menyiapkan 10.000 senjata spiritual untuk menghabisi Shen Hao Feng. "Sudah selesai berkahayal?."

Shen Hao Feng meledakkan aura putihnya dan efeknya terlalu besar untuk di tuliskan dalam kata-kata. "Aku rasa... Ini sudah waktunya Dewi Bulan beraksi."

"Hah?." Lin Xiaomei mengerutkan kening. "Jangan bicara sembarangan! Maju para senjataku!."

Siyushh!...

10.000 pedang spiritual melesat jatuh seperti tetesan hujan akan tetapi Shen Hao Feng tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.

"Li Lian... Lama tak berjumpa setelah 30.000 Tahun."

"Ya tuan." perempuan cantik berbaju putih dan aroma harum semerbak tercium hampir oleh seluruh mahluk hidup di sekitar. "Saya rindu dengan tuan." Li Lian memeluk leher Shen Hao Feng dari belakang.

Shen Hao Feng tersenyum tipis. "Waktunya kita bekerja seperti dulu." Shen Hao Feng memindahkan mereka semua ke medan peranh 30.000 tahun lalu di Benua Xuen.

"Tempat ini..." hanya Chang Jia dan Jing Yun yang familiar dengan tempat ini.

"Benar ini adalah tempat yang pernah di ceritakan oleh Guru waktu itu." Jing Yun terkesiap. "Ternyaya seperti ini tempatnya."

"Benar..." Chang Jia berlutur untuk memegang pasir yang terasa sangat nyata.

"Tempat apa ini?." Lin Xiaomei berkerut serius. "Aku tidak pernah tahu ada tempat ini? Tapi... Kenapa aku bisa berpindah kesini?."

"Terkejut?." Shen Hao Feng tersenyum seringai serta 10.000 pedang spiritual Lin Xiaomei tidak ada satupun yang mengenai Shen Hao Feng saat jatuh.

"Apa?." Lin Xiaomei tercengang. "Bagaimana mungkin! Ini harusnya sudah aku arahkan untuk membunuhmu!."

"Haha." Shen Hao Feng mengambil pedang Shen dan Pedang kegelapan. "Karena aku adalah murid Dewa Ilusi."

Sling!...

Li Lian dalam wujud besarnya mendadak berada di belakang Lin Xiaomei serta kedua tangannya akan menepuknya seperti nyamuk.

"E-eh!." tangan Lin Xiaomei merentang menahan serangan Lin Xiaomei. "S-sial kenapa bisa ada perempuan ini?! Darimana dia berasal!."

Shen Hao Feng melesat dari bawah lalu menendang Lin Xiaomei dengan keras ke udara. "Selesai disini." Shen Hao Feng menebas silang. "Bencana!."

Tebasan menyilang berubah ukuran dengan besar. Tak menunggu waktu lama hingga tebasan itu memgenai Lin Xiaomei.

Bamm!...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!