NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Suhu ruangan yang tadinya sangat membekukan tulang perlahan mulai kembali normal seiring hilangnya energi negatif kutukan tersebut.

Rona merah kehidupan perlahan mulai kembali mewarnai pipi pucat Anya dan warna bibirnya tidak lagi membiru seperti mayat.

Saka menarik napas panjang dengan susah payah dan perlahan menarik tangannya dari atas dada gadis cantik tersebut.

Napas Saka terdengar sangat berat dan terengah-engah seolah dia baru saja berlari maraton keliling kota tanpa henti sedetikpun.

Tubuhnya oleng ke depan dan dia langsung menjatuhkan dirinya di samping ranjang dengan posisi duduk bersandar ke dinding kamar.

"Syukurlah prosesnya berhasil mulus meski badanku rasanya mau rontok semua jadi serpihan sekarang." Gumam Saka sambil memejamkan mata mencoba mengatur irama napasnya kembali.

Di atas ranjang jari-jari tangan lentik Anya mulai bergerak pelan seiring dengan kelopak matanya yang bergetar menahan silau lampu.

Gadis itu perlahan membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan yang masih sedikit kabur serta kebingungan.

Hal pertama yang dia rasakan adalah dadanya kini terasa sangat hangat dan ringan tanpa ada rasa sakit yang biasanya menyiksa.

Anya menoleh ke samping dan langsung terbelalak kaget melihat seorang pria asing sedang duduk bersandar kelelahan di lantai kamarnya.

Pria itu mengenakan jaket denim dan wajah tampannya dipenuhi keringat kelelahan dengan napas yang masih tersengal-sengal.

Anya memicingkan matanya dan otaknya langsung bekerja cepat mengenali wajah pria yang terlihat sangat familiar di ingatannya tersebut.

"Kamu kan cowok gembel bawahan Rio yang disuruh bawa kotak merah di depan lobi hotel waktu itu." Ucap Anya dengan suara serak yang masih lemah memecah keheningan kamar.

Saka membuka matanya perlahan dan menatap gadis itu dengan senyum tipis yang terlihat sangat menyebalkan di mata Anya.

"Ternyata ingatan Nona konglomerat ini cukup tajam juga untuk mengingat wajah orang miskin dan buangan seperti saya." Sindir Saka tanpa merubah posisinya yang masih bersandar di lantai.

Anya mencoba duduk bersandar di kepala ranjang dengan susah payah sambil memegangi selimut tebalnya erat-erat menutupi dadanya.

Pikirannya berkecamuk hebat mencoba mencerna bagaimana seorang pesuruh miskin tiba-tiba bisa berada santai di dalam kamar pribadinya.

Namun detik berikutnya mata Anya langsung melotot lebar menyadari sebuah fakta yang sangat tidak masuk akal di dalam kepalanya.

Dia mengingat ucapan ayahnya sebelum dia jatuh pingsan bahwa mereka sedang mengerahkan orang mencari Master Fengshui pemilik piring gaharu tersebut.

"Jangan bilang kalau kamu sebenarnya adalah Master misterius yang menjual piring pusaka itu di acara lelang semalam." Tebak Anya dengan suara bergetar dan wajah dipenuhi ketidakpercayaan mutlak.

Saka hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh dan membuang muka menatap ke arah luar jendela kamar yang tertutup gorden tebal.

"Kenyataan memang sering kali jauh lebih menyakitkan daripada khayalan Nona muda, apalagi untuk orang yang kelewat sombong sepertimu." Balas Saka memberikan tamparan mental yang sangat telak tepat sasaran.

Anya terdiam membeku merasa wajahnya seolah baru saja ditampar bolak-balik dengan sangat keras oleh kenyataan pahit di depannya ini.

Pria yang dia pandang sebelah mata dan dia anggap seperti sampah jalanan ternyata adalah dewa penolong yang baru saja menyelamatkan nyawanya.

Rasa malu yang luar biasa besar langsung menyerang batin Anya membuatnya menundukkan kepala tidak berani menatap sepasang mata Saka lagi.

"Apa yang barusan kamu lakukan padaku sampai rasa sakit di dadaku hilang total seperti ini." Tanya Anya mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malunya yang membumbung tinggi.

"Saya baru saja menarik paksa kutukan mematikan dari jantung Anda Nona, dan prosesnya hampir membunuh saya karena kelelahan ekstrim." Jawab Saka menceritakan perjuangannya dengan nada dingin tanpa emosi.

"Kutukan mematikan, jadi penyakitku selama ini bukan penyakit medis biasa melainkan ilmu hitam jahat." Anya bertanya lagi dengan nada kaget yang sangat jujur.

Saka mengangguk pelan lalu menatap tajam ke arah gadis konglomerat yang kini pertahanan mentalnya terlihat sangat rapuh tersebut.

"Seseorang di dalam rumah megah ini diam-diam mencampur makananmu dengan racun spiritual selama bertahun-tahun tanpa kalian sadari." Ungkap Saka membocorkan kebenaran mengerikan itu secara blak-blakan.

Anya menutup mulutnya dengan kedua tangan merasa mual dan tidak percaya bahwa ada pengkhianat busuk di dalam istananya sendiri.

"Siapa yang berani melakukan hal sekeji ini pada keluargaku yang tidak pernah mencari masalah." Ucap Anya dengan air mata amarah yang mulai menggenang di sudut matanya.

"Itu murni tugasmu untuk mencari tahu Nona cerdas, tugasku di sini hanya menyembuhkan dan mengambil uang bayaranku saja." Balas Saka sama sekali tidak mau ikut campur urusan internal berdarah keluarga mereka.

Saka perlahan bangkit berdiri dengan kaki yang masih sedikit gemetar menahan lelah sisa transfer stamina yang menguras tenaga tadi.

Dia merapikan jaket denimnya dan menatap Anya untuk terakhir kalinya sebelum bersiap meninggalkan kamar tidur mewah tersebut.

"Saya sudah memenuhi janji saya menyembuhkan Anda hari ini Nona Adijaya, nikmatilah sisa umur Anda dengan baik." Ucap Saka dengan nada formal yang sengaja dibuat sangat kaku.

"Mulai sekarang nyawa Anda sudah sepenuhnya menjadi milik Anda kembali dan urusan kita berdua sudah selesai sampai di sini." Lanjut Saka memberikan batasan sosial yang sangat jelas antara mereka berdua.

Anya menatap punggung tegap Saka yang mulai berjalan perlahan menjauh menuju pintu keluar kamarnya dengan perasaan campur aduk di dada.

Ada rasa kagum, malu luar biasa, dan penasaran yang sangat besar meledak di dalam hati gadis konglomerat tersebut terhadap pemuda misterius ini.

"Tunggu dulu, aku bahkan belum tahu siapa nama aslimu yang sebenarnya sampai detik ini." Teriak Anya menghentikan langkah Saka tepat di depan pintu.

Saka menghentikan tangannya yang akan memutar gagang pintu lalu menoleh sedikit ke arah belakang dengan tatapan mata yang sangat meremehkan.

"Namaku Saka, dan ingat baik-baik nama itu Nona karena suatu hari nanti seluruh kota ini akan tunduk padanya." Jawab Saka dengan penuh arogansi lalu memutar gagang pintu tersebut.

Klek.

Saka membuka pintu kamar dan langsung disambut oleh tatapan tegang dari Tuan Adijaya serta Paman Surya yang menunggu cemas di luar.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!