NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Tangisan yang Tidak Bisa Disembunyikan

Ruangan rumah sakit terasa sunyi.

Hanya suara detak alat monitor yang terdengar pelan di tengah malam Roma yang dingin.

Leon masih berbaring lemah di atas ranjang dengan tangan kiri tergips rapi. Luka kecil di pelipisnya membuat pria itu terlihat jauh lebih rapuh dibanding biasanya.

Dan entah kenapa…

Pemandangan itu membuat hati Alya terasa sakit.

“Om…”

Liora berdiri di samping ranjang sambil memeluk boneka kelincinya erat. Mata bulat anak kecil itu mulai berkaca-kaca.

Leon langsung berusaha tersenyum kecil meski wajahnya pucat.

“Hey.”

“Kamu sakit?”

“Hm, sedikit.”

Liora langsung menggeleng cepat.

“Nggak boleh sakit.”

Leon terkekeh pelan namun langsung meringis kecil karena tubuhnya masih nyeri.

Alya spontan mendekat.

“Hati-hati.”

Tatapan mereka bertemu sesaat.

Dan Leon langsung diam.

Karena ada kekhawatiran yang sangat jelas di mata Alya sekarang.

Kekhawatiran yang dulu tidak pernah benar-benar ia sadari.

“Kamu bikin kaget,” bisik Alya pelan.

Suara wanita itu terdengar bergetar tipis.

Leon memperhatikannya cukup lama sebelum akhirnya berkata lirih—

“Maaf.”

Satu kata sederhana.

Namun justru membuat mata Alya semakin panas.

Karena sepanjang perjalanan ke rumah sakit tadi…

Dirinya benar-benar takut.

Takut Leon kenapa-napa.

Takut pria itu menghilang lagi sebelum semuanya sempat diperbaiki.

“Mama nangis ya?”

Suara polos Liora membuat Alya langsung tersadar.

“Hm?”

Anak kecil itu menunjuk mata Alya kecil.

“Merah.”

Alya buru-buru memalingkan wajah.

“Nggak kok.”

Namun Leon melihat semuanya jelas.

Dan untuk pertama kalinya…

Dadanya terasa hangat hanya karena tahu Sabrina masih mengkhawatirkannya sebesar itu.

---

Ryan dan dokter akhirnya masuk untuk menjelaskan kondisi Leon.

“Untung benturannya tidak terlalu fatal,” ujar dokter sambil melihat hasil pemeriksaan. “Namun tangan kiri pasien mengalami patah tulang dan harus diistirahatkan total.”

Alya langsung mengangguk fokus mendengarkan.

“Beliau juga mengalami gegar ringan, jadi sementara jangan terlalu banyak aktivitas.”

“Berapa lama sembuhnya?” tanya Alya cepat.

Leon diam memperhatikan wanita itu.

Tatapan Alya penuh kekhawatiran sampai dirinya sendiri sedikit terkejut.

“Kurang lebih satu sampai dua bulan untuk pemulihan penuh.”

Alya langsung menghela napas lega kecil.

Setelah dokter pergi, Ryan juga pamit keluar untuk mengurus administrasi rumah sakit.

Kini kembali hanya tersisa mereka bertiga.

Liora naik ke ranjang perlahan lalu duduk hati-hati di samping Leon.

“Om sakit banget?”

Leon menggeleng kecil.

“Nggak.”

“Boong.”

Leon sedikit tersenyum.

“Sedikit.”

Anak kecil itu langsung meniup pelan tangan Leon yang tergips.

“Biar sembuh.”

Deg.

Tatapan Leon langsung melembut total.

Dan Alya yang melihat dari samping hampir menangis lagi.

Karena hubungan ayah dan anak itu tumbuh begitu alami.

Tanpa dipaksa.

Tanpa dibuat-buat.

“Makasih, Dokter Lio,” ujar Leon pelan.

Liora tersenyum bangga.

“Aku hebat.”

“Banget.”

---

Malam semakin larut.

Namun Alya tetap tidak mau pulang.

“Aku bisa jagain Tuan,” ujar Ryan pelan.

Namun Alya langsung menggeleng.

“Nggak apa-apa.”

Leon yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.

“Alya.”

Wanita itu menoleh.

“Kamu pulang aja. Udah malam.”

“Aku nggak bisa ninggalin kamu sendiri di sini.”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Dan begitu sadar apa yang ia ucapkan, Alya langsung membeku sendiri.

Sementara Leon menatapnya lekat-lekat.

Tatapan pria itu perlahan berubah sangat lembut.

“Kamu khawatir sama aku?”

Alya langsung salah tingkah.

“Ya iyalah.”

“Kenapa?”

Pertanyaan itu membuat Alya terdiam.

Kenapa?

Karena dirinya masih peduli?

Karena dirinya takut kehilangan Leon?

Atau karena diam-diam hatinya mulai kembali membuka untuk pria itu?

“Aku cuma…” Alya menggigit bibir kecil. “Nggak mau Liora sedih.”

Leon tersenyum tipis samar.

Namun mereka berdua tahu…

Alasan itu tidak sepenuhnya benar.

“Mama tidur sini aja,” celetuk Liora tiba-tiba.

Alya langsung menoleh cepat.

“Hah?”

“Temenin Om.”

Leon sampai menahan senyum kecil melihat wajah panik Alya.

“Lio…”

“Nanti Om kesepian.”

Dan anak kecil itu benar-benar terlihat serius.

Alya langsung kehabisan kata-kata.

Sementara Leon bersandar pelan di ranjang sambil menatap mereka berdua.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun…

Rumah sakit tidak terasa terlalu dingin baginya.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!