NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

Sepasang mata biru laut itu saling bersitatap dalam keheningan. Waktu seakan berhenti berputar di ruang tamu kontrakan berukuran tiga kali tiga meter tersebut.

Leonard, sang penguasa dunia bawah tanah yang selalu bersikap dingin, kini terpaku menatap replika mini dirinya sendiri.

Otak genius Leonard bekerja keras mencerna apa yang ada di depannya.

Anak ini... wajahnya, rahangnya, hingga tatapan angkuhnya, benar-benar jiplakan dirinya saat kecil!

"K-kamu?" gumam Leonard dengan suara parau.

Namun, sebelum pria arogan itu sempat menyelesaikan kalimatnya, pertahanan fisiknya runtuh total. Adrenalin yang sejak tadi menopangnya mendadak menguap.

Reaksi alergi parah yang membuat kulitnya memerah dan gatal, ditambah efek trauma dari tendangan telak Elena di ulu hatinya, akhirnya menagih bayaran.

Pandangan Leonard seketika menggelap. Tubuhnya yang besar dan tegap itu oleng ke depan.

Bruk!

"Huwaaa!" jerit Bella histeris.

Tubuh Leonard ambruk begitu saja, mencium lantai ubin murahan kontrakan Elena dengan suara dentuman yang sangat tidak elit. Sang mafia pingsan tak sadarkan diri!

"Astaga! Heh, Bule gila! Bangun!" pekik Elena panik. Ia buru-buru berlutut, menepuk-nepuk pipi pria itu kasar.

Tidak ada respons.

"El! Suamimu mati, El! Ya Tuhan, aku belum siap jadi saksi pembunuhan di kantor polisi!" panik Bella sambil melompat ke atas kursi, menggigit jari-jarinya.

"Sembarangan! Dia belum mati, cuma pingsan!" bentak Elena emosi. "Jangan cuma berdiri di sana, bantuin aku angkat ke karpet depan TV! Sialan, badannya berat banget! Bule ini makan apa sih?! Besi cor?!"

Dengan susah payah, napas ngos-ngosan, dan umpatan yang tak henti-hentinya keluar dari mulut Elena, kedua wanita itu akhirnya berhasil menyeret tubuh Leonard ke atas kasur lipat tipis di depan televisi.

Elena segera mengambil kotak P3K dan minyak kayu putih, mengoleskannya dengan kasar ke sekitar hidung dan perut Leonard.

Melihat pria setampan dewa itu terbaring lemah di kasur lipat lusuh, jiwa kepo Bella langsung meronta-ronta. Ia berkacak pinggang, menatap Elena dengan selidik.

"Elena, jujur padaku sekarang. Apa kalian benar-benar sudah menikah?! Sejak kapan?! Kapan kenalnya?! Kapan ketemunya?! Kenapa kamu nggak pernah cerita sama sahabatmu ini, hah?! Tega kamu melangkahi aku dan menikah sama bule kaya raya?!"

Elena yang sedang mengipasi wajah Leonard pakai buku tulis bekas Noah, seketika menghentikan gerakannya. Matanya melotot garang menatap Bella.

Kesabarannya benar-benar meledak.

"Nikah gundulmu!" sembur Elena galak, lalu melemparkan buku tulis itu ke paha Bella. "Otakmu itu isinya apa sih, Bel?! Sinetron azab?! Mana mungkin aku nikah sama pria ini! Kenal saja baru lima belas menit yang lalu di depan gang!"

"Hah?! Lima belas menit?! Lalu kenapa dia tadi bilang dengan sangat yakin kalau dia suamimu?! Jawabannya mulus banget lagi tanpa briefing!" Bella menganga lebar.

"Ya mana aku tahu!" rutuk Elena frustrasi, mengacak-acak rambutnya sendiri. "Tadi di jalan, alerginya kumat parah! Karena dia dikerumuni ibu-ibu arisan, aku terpaksa teriak kalau dia suamiku biar warga bubar! Eh, si bule saraf malah mengendus leherku di pinggir jalan! Makanya aku tendang perutnya!"

Bella mengerjap-ngerjapkan matanya. Tatapannya beralih dari wajah Leonard yang pingsan, lalu perlahan bergerak ke arah Noah yang sejak tadi berdiri diam di sudut ruangan.

"El, tapi coba kamu lihat baik-baik. Kalau kalian baru ketemu kenapa wajah bule ini persis cetakan pabrik sama Noah? Jangan-jangan, dia pria dari malam tujuh tahun lalu itu?" bisik Bella merinding.

Mendengar ucapan Bella, tubuh Elena seketika membeku. Ia menatap wajah Leonard lekat-lekat, lalu menatap Noah. Jantungnya berdegup kencang. Firasat aneh yang sejak tadi ia tepis, kini kembali menyeruak.

"Tidak mungkin kan dunia sesempit ini? Lalu kakek Xander bagaimana?" batin Elena meragu.

"Tolong ambilkan air hangat dan handuk kecil di dapur, Bel. Aku harus mengompres bentol-bentol di tangannya," perintah Elena mengalihkan pembicaraan, suaranya mendadak bergetar.

Bella menghela napas pasrah lalu melangkah ke dapur, diikuti Elena yang butuh mengambil minum untuk menenangkan pikirannya yang kalut.

Kini, di ruang tamu yang sempit itu, hanya tersisa Noah dan Leonard yang terbaring lemah.

Langkah kaki kecil Noah bergerak pelan mendekati kasur lipat itu. Ia berlutut di samping Leonard. Mata biru jernih milik bocah enam tahun itu menelusuri setiap inci wajah pria asing di depannya.

Noah mengamati rahang tegas itu, hidung mancungnya, dan alis tebal yang sangat mirip dengan pantulan dirinya di cermin setiap pagi.

Selama ini, Noah selalu bertanya-tanya seperti apa rupa ayahnya. Mengapa ia berbeda dari anak-anak lain di sekitarnya.

Perlahan, tangan mungil Noah terulur dengan gemetar. Jari-jari kecilnya menyentuh dahi Leonard yang berkeringat dingin, lalu turun mengusap pipi pria itu dengan sangat lembut.

Ada sebuah naluri kuat yang tak bisa dijelaskan oleh logika jeniusnya. Sebuah ikatan tak kasatmata yang menarik hatinya dengan sangat kuat.

Melihat pria besar ini terbaring tak berdaya, entah mengapa dada Noah terasa sesak.

Tanpa disadari, setetes air mata bening jatuh dari sudut mata Noah, mendarat tepat di pipi Leonard.

"Apa paman papaku?" bisik Noah lirih, suaranya bergetar menahan tangis yang selama enam tahun ini selalu ia simpan rapat-rapat dari sang ibu.

Tangan mungilnya kemudian menggenggam jari telunjuk Leonard yang besar, mencari kehangatan yang diam-diam selalu ia rindukan.

1
Sri Nurjannah
emng Joni udah tau ka,ko baruh baya
Sri Nurjannah
air matanya kesedot kmbli hahahaha
Joni Joni sial Skali nasibmu
Ungu Acova
ini novel bagus sx dan stp bab pasti ngakak byk lucunya
Jade Meamoure
kebahagiaan para ortu berkumpul bersama dalam satu keluarga n interaksi yang hangat bersama para anak cucu...aq merasa akan menutup mata dengan damai andai hidup seperti novel ini ☺️☺️☺️
en
Bahasamu kok betul" ndrama ya , anak sejenius mu ini kok terlalu tinggi . Lama" nanti jadi males baca lho Thoor . . .
Jade Meamoure
chapter ini buat aq nangis eh
Jade Meamoure
ngidamnya kebalik hahay si aki ngidam makanan ndeso 🤣🤣🤣
Sri Nurjannah
ya ampunnn di ambang kemandulan ktanya wkwk ada² aja nih Joni😁
Ranny
yg mau di jodohkan dgn Leon itu pasti Elena
DC
Recommended 👍👍👍👍👍⭐⭐⭐⭐⭐
Ayu Rahayu
/Drool//Drool/
Khusnul Khotimah
sangat bagus
Sativa Kyu
👍
ApriliaKarlaTangon❤️
Joni🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣😭😭😭
Shyfa Andira Rahmi
jangan terlalu bar-bar Ele ntar takutnya itu kakek-kakek malah jantungan🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
yaaa Robbi😭
Shyfa Andira Rahmi
😭😭😭
Istri Jungkook
Thor,aku malah penasaran sama ceritanya Alex.
btw, semangat slalu ya!💪
mawar0509
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!