NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 — Rahasia Kitab Dewa Medis

“Metode yang kubutuhkan?”

Yun Luofeng menatap Xiao Mo, dan untuk pertama kalinya sejak terbangun di Benua Longxiao, ketertarikan nyata terlihat di matanya.

Selama lebih dari setengah bulan, semua orang menganggap tubuh ini tidak berguna. Pemilik tubuh sebelumnya bahkan telah mencoba berkultivasi berkali-kali, tetapi selalu berakhir dengan rasa sakit yang tidak tertahankan.

Sekarang Xiao Mo justru mengatakan bahwa masalahnya bukan terletak pada tubuhnya.

Melainkan pada metode yang digunakan.

“Jelaskan,” ujar Yun Luofeng.

Xiao Mo mengangguk. “Tubuh nona memiliki kondisi khusus. Kalau menggunakan metode kultivasi biasa, energi spiritual akan menyebabkan rasa sakit hebat dan memaksa darah keluar melalui pori-pori. Kalau terus dipaksakan seperti tadi, nona bisa mati karena kehilangan terlalu banyak darah.”

Yun Luofeng tidak menunjukkan rasa takut.

Sebaliknya, dia tersenyum tipis.

“Kalau diberi kesempatan mengulanginya, aku tetap akan mencoba.”

Xiao Mo tercengang.

“Di dunia ini, orang lemah hanya bisa menyerahkan hidupnya kepada orang lain. Aku sudah mendapat kesempatan kedua. Tidak mungkin aku menyia-nyiakannya hanya karena takut sakit.”

Tatapannya berubah tajam.

“Kalau ingin menentukan nasib sendiri, aku harus menjadi kuat.”

Xiao Mo memandangnya beberapa saat sebelum tersenyum lebar.

“Kalau begitu, nona benar-benar cocok menjadi pemilik Kitab Dewa Medis.”

Dia kemudian merentangkan kedua tangan.

“Dan kitab ini bukan hanya menyimpan metode kultivasi. Tempat kita berdiri sekarang disebut Ruang Tanaman Spiritual.”

Yun Luofeng memperhatikan sekeliling.

Tempat itu tidak luas, hanya berupa sebidang tanah kosong. Namun energi spiritual di dalamnya jauh lebih pekat daripada dunia luar.

“Tanaman obat biasa yang ditanam di sini dapat menyerap energi spiritual dan perlahan berubah menjadi tanaman spiritual,” jelas Xiao Mo.

“Tanaman juga bisa menyerap energi spiritual?”

“Tentu saja!”

Xiao Mo tampak tersinggung karena diragukan.

“Energi spiritual Benua Longxiao sekarang terlalu tipis. Itulah sebabnya tanaman spiritual hampir tidak bisa tumbuh di dunia luar. Padahal khasiatnya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan tanaman obat biasa.”

Dia mulai menjelaskan dengan bersemangat.

Luka dalam yang biasanya membutuhkan waktu lama untuk sembuh dapat pulih jauh lebih cepat dengan tanaman spiritual yang tepat. Bahkan bekas luka bisa dihilangkan.

Namun manfaatnya bukan hanya untuk pengobatan.

Beberapa tanaman spiritual mampu memperkuat tubuh, membantu kultivasi, bahkan meningkatkan kemungkinan seorang kultivator menerobos batas kekuatannya.

“Membantu seseorang menerobos?”

Mata Yun Luofeng sedikit menyipit.

Sebagai seseorang yang pernah mempelajari kedokteran, dia segera memahami betapa berharganya tanaman tersebut.

Di dunia yang menjadikan kekuatan sebagai dasar kedudukan, sesuatu yang mampu membantu kultivator menerobos pasti cukup berharga untuk membuat orang saling membunuh.

Xiao Mo mengangguk penuh semangat.

“Bahkan fondasi kultivasi yang sudah dihancurkan masih mungkin dipulihkan dengan tanaman spiritual tertentu.”

Yun Luofeng mendadak terdiam.

Entah mengapa, informasi terakhir itu terasa sangat penting.

Dia menyimpannya dalam ingatan sebelum kembali pada persoalan utama.

“Lalu kapan aku bisa mulai berkultivasi?”

“Belum sekarang.”

Xiao Mo mengeluarkan secarik kertas dan menyerahkannya.

“Nona harus mengumpulkan bahan-bahan dalam resep ini. Gunakan semuanya untuk membuat ramuan mandi, lalu berendam selama lima hari berturut-turut.”

Yun Luofeng membaca daftar bahan tersebut.

“Untuk apa?”

“Memperkuat dan menyesuaikan tubuhmu. Setelah lima hari, aku akan memberikan metode kultivasi yang benar.”

Ekspresi Xiao Mo menjadi serius.

“Prosesnya akan menyakitkan. Apa pun yang terjadi, nona harus bertahan.”

Yun Luofeng melipat resep itu tanpa ragu.

“Rasa sakit bukan masalah.”

“Kalau kita sudah memiliki tanaman spiritual, sebenarnya satu hari cukup,” lanjut Xiao Mo. “Sayangnya, dengan kondisi ruang ini sekarang, tanaman obat biasa membutuhkan sekitar tiga bulan untuk berubah menjadi tanaman spiritual.”

“Tiga bulan terlalu lama.”

Yun Luofeng segera mengambil keputusan.

“Aku akan menjalani lima hari itu.”

Xiao Mo tersenyum. Jawaban tersebut sudah diduganya.

Yun Luofeng baru hendak pergi ketika menyadari sesuatu.

“Ngomong-ngomong, siapa namamu?”

Anak kecil itu langsung cemberut.

“Nona bahkan belum tahu namaku?”

“Kalau kau tidak pernah memperkenalkan diri, bagaimana aku tahu?”

“Aku Xiao Mo.”

Dia menunjuk dirinya sendiri.

“Kali ini jangan dilupakan.”

Yun Luofeng menatap wajah bulatnya, lalu tiba-tiba mencubit salah satu pipinya.

“Baiklah, Xiao Mo.”

“N- Nona!”

Yun Luofeng tertawa sebelum melepaskannya.

“Bagaimana caraku kembali?”

“Nona hanya perlu memikirkannya. Ketika kesadaran Tuan berada di sini, tubuhmu di luar terlihat seperti sedang tidur. Jadi tidak ada yang akan mengetahui keberadaan ruang ini.”

“Kalau kau sendiri?”

Senyum Xiao Mo sedikit memudar.

“Aku bukan manusia ataupun binatang spiritual. Aku adalah roh yang lahir dari Kitab Dewa Medis, jadi sekarang aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.”

Dia berhenti sejenak.

“Setelah kekuatan nona mencapai tingkat tertentu, aku bisa muncul sementara di dunia luar. Namun aku tidak boleh berada lebih dari sekitar seratus meter darimu.”

Yun Luofeng mengangguk.

Satu pertanyaan terakhir muncul di benaknya.

“Kenapa kau memilihku?”

Huaxia memiliki begitu banyak manusia. Mengapa Kitab Dewa Medis justru mengikutinya?

Xiao Mo tampak kebingungan.

“Aku sendiri tidak tahu. Mungkin karena nona yang lebih dahulu memilihku ketika mengambil kitab itu dari perpustakaan.”

Yun Luofeng tidak bertanya lagi.

Sesaat kemudian, pandangannya berubah.

Ketika membuka mata, Yun Luofeng sudah kembali berbaring di tempat tidur.

Sebuah buku tua berada dalam pelukannya.

Tiga kata tertulis jelas pada sampulnya.

Kitab Dewa Medis.

Jadi semuanya benar-benar nyata.

Yun Luofeng bangkit, tetapi gerakannya mendadak berhenti.

Dia teringat keadaan tubuhnya sebelum memasuki ruang kitab.

Darah seharusnya memenuhi pakaian putihnya.

Namun sekarang?

Bersih.

Tidak ada darah, luka, ataupun rasa lemas akibat kehilangan banyak darah.

Yun Luofeng mengerutkan kening.

“Apa Kitab Dewa Medis yang melakukannya?”

Belum sempat menemukan jawaban, suara Qingyan terdengar.

“Nona, kau sudah bangun?”

Pelayan muda itu segera menghampiri.

“Yang Mulia Putra Mahkota datang ke Kediaman Jenderal. Jenderal Besar meminta Nona datang ke aula utama. Tadi Nona sedang tidur, jadi aku tidak berani membangunkan.”

“Gao Ling?”

Yun Luofeng turun dari tempat tidur.

Senyum dingin perlahan muncul di bibirnya.

“Ayo. Aku ingin tahu untuk apa dia datang.”

Qingyan diam-diam memperhatikan majikannya.

Dahulu, Yun Luofeng akan langsung berlari begitu mendengar nama Putra Mahkota. Sekarang bukan hanya tidak terlihat gembira, sorot matanya bahkan terasa asing.

Sejak percobaan bunuh diri itu, Nona benar-benar seperti berubah menjadi orang lain.

Di aula utama, Yun Luo duduk dengan wajah muram.

Di hadapannya terdapat seorang pemuda berusia sekitar delapan belas tahun. Wajahnya tampan dan pembawaannya tajam, seperti pedang yang belum keluar dari sarungnya.

Dia adalah Putra Mahkota Gao Ling.

Seorang lelaki tua bernama Jing Lin berdiri di belakangnya. Berbeda dengan Gao Ling yang masih tenang, wajah Jing Lin sudah memerah karena mereka telah menunggu hampir satu jam.

“Jenderal Yun,” katanya kesal, “berapa lama lagi Yang Mulia harus menunggu?”

Yun Luo menjawab datar, “Aku sudah mengirim orang memanggil Feng’er.”

Dia tentu tidak mengatakan bahwa para pelayan juga diperintahkan untuk tidak mengganggu cucunya jika sedang sibuk.

Jing Lin mendengus.

“Yun Luofeng benar-benar merasa dirinya penting. Dia berani membuat Putra Mahkota menunggu selama ini?”

Yun Luo mengerutkan kening.

Namun Jing Lin terus berbicara.

“Semua orang tahu dia biasanya mengejar Yang Mulia dari pagi sampai malam. Selain mengejar pria, urusan penting apa yang bisa dimilikinya?”

Tatapan Yun Luo mulai mendingin.

“Sekarang Yang Mulia datang sendiri, dia malah berpura-pura tidak peduli. Apa dia berharap cara seperti ini membuat Putra Mahkota tertarik lagi?”

Jing Lin mencibir.

“Setelah perbuatannya menarik pria lain di tengah jalan, dia masih punya muka memainkan trik seperti ini? Perempuan seperti itu benar-benar tidak tahu malu—”

BRAK!

Telapak tangan Yun Luo menghancurkan meja di sampingnya.

Seluruh aula langsung sunyi.

“Jing Lin.”

Aura sang jenderal berubah mengerikan.

“Cucuku bukan seseorang yang boleh kau hina sesuka hati.”

Wajah Jing Lin menegang.

“Dan bukti apa yang kau punya bahwa rumor itu benar?” Yun Luo menatapnya dingin. “Hanya ucapan sepihak seorang pria?”

Dia perlahan berdiri.

“Kalau aku mendengar satu hinaan lagi terhadap Feng’er keluar dari mulutmu, aku akan memerintahkan pasukanku menginjak-injak kediamanmu sampai rata dengan tanah.”

Wajah Jing Lin langsung pucat.

Semua orang tahu Yun Luo bukan orang yang hanya pandai mengancam.

“Aku pernah melakukannya sekali,” lanjut Yun Luo.

“Melakukannya untuk kedua kali bukan masalah bagiku.”

Tepat ketika suasana di aula menjadi sangat tegang, suara langkah kaki terdengar dari luar.

Kemudian seorang gadis berpakaian putih muncul di ambang pintu.

Yun Luofeng akhirnya datang.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!