NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Nina berlari meninggalkan bangunan panti rehabilitasi dengan langkah tak tentu arah. Langkah kakinya membawa tubuhnya yang gemetar ke sebuah taman kecil yang agak tersembunyi di balik pepohonan rindang. Di atas kursi kayu, pertahanan diri yang selama ini ia bangun kokoh akhirnya runtuh total.

"Ibu... hiks" jerit Nina lirih, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan.

Tangisnya pecah sejadi-jadinya. Bahunya naik-turun menahan sesak yang membuncah dari relung dadanya. Selama bertahun-tahun, Nina menyimpan dendam dan luka itu sendirian di balik senyum manisnya.

"Maafin Nina, Bu... Maafin Nina..." rintihnya dengan suara parau yang tersendat-sendat oleh air mata. "Nina gagal... Nina pikir kalau Ayah hancur dan jadi miskin, Ayah bakal sadar dan ingat sama salahnya ke Ibu... Tapi Ayah tetap sama, Bu. Hati Ayah sudah mati..."

Nina memeluk dadanya sendiri, merasakan kepedihan yang teramat sangat. Ia merasa telah mengecewakan almarhumah ibunya yang dulu selalu mengajarkannya untuk tetap berprasangka baik. Di bawah naungan daun-daun gugur, Nina meluapkan seluruh pilu, kekecewaan, dan rasa lelah yang terpendam, membiarkan angin malam mengusap air matanya yang tak kunjung berhenti.

Beberapa saat kemudian, setelah napasnya mulai teratur dan matanya sembap memerah, Nina menyapu sisa-sisa air mata di pipinya. Ia bangkit, merapikan gamisnya, lalu kembali berjalan menuju tepi jalan raya untuk menaiki mobil online yang sudah ia pesan.

Namun, alih-alih memberikan alamat penthouse megah milik Jafar, Nina menyebutkan tujuan lain kepada sang pengemudi.

"Ke Kedai Bakso Pak Kumis ya, Pak... Di seberang lapangan ," bisik Nina pelan.

Sopir mengangguk dan melajukan mobilnya. Nina menyandarkan kepalanya di kaca jendela, menatap jalanan kota yang riuh. Ada alasan khusus kenapa ia memilih mampir ke kedai bakso pinggir jalan. Di penthouse Jafar yang dingin dan terlalu rapi itu, makanan yang disajikan selalu berupa olahan gizi seimbang, sup tanpa minyak berlebih, atau menu sehat berprotein tinggi yang sama sekali tidak bisa memuaskan perutnya yang sedang kacau. Saat hatinya hancur seperti ini, Nina hanya butuh semangkuk bakso berkuah pedas yang gurih, hangat, dan benar-benar membuat perutnya kenyang.

Di belakang mobil online yang ditumpangi Nina, sebuah sedan hitam melaju pelan dengan jarak aman. Dako duduk di balik kemudi, matanya tak lepas mengawasi Nina. Melalui saluran telepon interkom yang terhubung ke penthouse, Dako melapor dengan nada ragu.

"Tuan... Nyonya tidak langsung pulang," lapor Dako pelan. "Beliau... mampir ke kedai bakso pinggir jalan. Tampaknya Nyonya sedang lapar setelah menangis di taman."

Dari seberang saluran, suara napas berat Jafar terdengar halus. "Biarkan dia makan. Jaga dari jauh dan pastikan tidak ada yang mengganggunya."

"Baik, Tuan."

Di dalam kedai bakso yang ramai dan berasap tipis, Nina duduk sendirian di sudut meja kayu. Ia menyendok kuah bakso yang penuh sambal dan kecap, mengunyahnya perlahan sembari menatap uap panas yang membubung. Setiap suapan hangat itu seolah menjadi pelipur lara sederhana bagi jiwanya yang baru saja koyak.

"Cukup sampai di sini..., terserah apa yang akan Ayah lakukan nanti..., Nina akan hidup mandiri, tidak akan menganggu Ayah lagi," gumamnya pelan sambil mengunyah bakso yang rasanya begitu lezat.

____

Sementara itu, di koridor panti rehabilitasi yang sunyi...

Faris masih berlutut di atas lantai semen yang dingin. Amplop cokelat berisi uang lima juta rupiah tercengkeram erat di jemarinya yang gemetar. Seluruh perkataan Nina tadi bergema di dalam kepalanya bagai dentum petir yang memekakkan telinga.

Bayangan masa lalu mendadak berputar hebat di ingatan Faris.

Ia teringat betapa tega dirinya dulu, menceraikan istri pertamanya yang setia, membiarkannya menjanda dalam penderitaan, hanya demi mengajar cinta palsu seorang janda kaya bernama Anggun. Ia teringat bagaimana dirinya dulu begitu bangga melangkah dengan kemeja mahal, memanjakan Hazel dan Hadin yang bukan darah dagingnya sendiri, sementara Nina... anak kandungnya yang terlantar di desa tanpa kasih sayang darinya, bahkan tak pernah ia belikan sepasang sepatu sekolah yang layak.

"Ya Allah..." bisik Faris parau. Penyesalan yang luar biasa dahsyat mendadak menghantam dadanya hingga ia sulit bernapas. "Apa yang sudah aku perbuat...?"

Air mata pria tua itu menetes deras, membasahi amplop di tangannya. Keangkuhan yang selama puluhan tahun menyelimuti hatinya mendadak hancur berkeping-keping.

Langkah kaki yang terseret terdengar mendekat. Anggun, yang baru saja keluar dari ruang penanganan emergency Hadin dengan mata sembap, berjalan terhuyung-huyung mendekati suaminya. Muka Anggun pucat pasi, rambutnya yang tak lagi tertata rapi terurai berantakan.

Melihat Faris berlutut dan menangis meraung-raung di lantai, Anggun tak sanggup lagi menahan duka. Perempuan itu luruh, berlutut di samping Faris lalu merengkuh bahu suaminya yang berguncang hebat.

"Pah... papah..." jerit Anggun tersedu-sedu, memeluk kepala Faris dan menyandarkannya di dadanya. "Kenapa jadi seperti ini, Pah...? Anak kita Hadin sekarat... kita tidak punya apa-apa lagi..."

Faris membalas pelukan Anggun dengan erat, meremas punggung gaun istrinya yang kotor. Dua insan yang dulu hidup dalam keangkuhan, kemewahan, dan rasa bangga yang semu itu kini saling memeluk erat di lantai panti yang dingin, menangis meraung-raung meratapi seluruh dosa dan kejatuhan mereka yang tak lagi memiliki jalan untuk kembali.

Faris menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anggun. Suara isak tangisnya yang parau dan pecah memenuhi lorong panti rehabilitasi yang sunyi. Jemarinya meremas kain gaun Anggun yang kotor, meluapkan seluruh sesak yang membakar dadanya.

"Anggun..." panggil Faris tersendat-sendat, air matanya menetes membasahi bahu sang istri. "Mungkin... mungkin ini semua memang karma untukku. Dulu aku menyakiti almarhumah ibunya Nina... Aku campakkan wanita yang menemaniku dari nol hanya demi mengejar kesenangan. Aku biarkan dia menderita sampai akhir hayatnya... Sekarang Tuhan membalas semuanya , keluarga kita hancur, sekarang kita tidak memiliki apa-apa lagi."

Anggun mengusap punggung Faris yang berguncang hebat. Air matanya sendiri tak henti menetes, namun wanita itu berusaha menegakkan dadanya.

"Jangan cuma menyalahkan dirimu, Pah," bisik Anggun dengan suara bergetar namun tegas. "Ini juga karmaku. Aku dulu sombong, aku bangga bisa merebutmu dan menjadi semakin kaya saat menikah dengan mu, aku mendidik anak-anak kita dengan kemewahan palsu... Kita berdua yang menanam benih kehancuran ini, Pah. Tapi kita tidak boleh mati di sini. Kita harus berjuang untuk hidup... demi Hadin, demi Hazel."

Di balik dinding koridor, Hazel berdiri terpaku.

Gadis itu meremas dadanya yang terasa dihantam belati. Air matanya meleleh tanpa suara. Selama ini, Hazel mengira Faris hanyalah pria miskin yang memanfaatkan kekayaan ibunya. Namun melihat pria itu berlutut, menangis meraung-raung, dan masih memikirkan nasib dirinya serta Hadin, dua anak yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya, hati Hazel hancur berkeping-keping. Pria yang ia panggil Papa itu benar-benar menyayangi mereka sepenuh hati, jauh melebihi sayangnya pada dirinya sendiri.

1
@Mita🥰
Alhamdulillah akhirnya Tante Miska taubat
Sri Supriatin
Semoga lancar paman Juan n tante Miska hubungannya ke pelaminan 💪💪💪💪
Ani Sulastri
akhirnya Miska bertaubat juga dan paman Juan membuka hati untuk Miska , jd ikut senang 🥰🥰 akhir nya semua menemukan kedamaian dan kebahagian masing²
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor 😍😍😍😍
Ani Sulastri
seneng banget jadi Nina di cintai dan di sayangi serta di manja dengan ugal²an sama Jafar 🥰🥰 .. kalau masih ada stok laki² seperti jafar sisain buat aku Thor 😂😂😂
Ani Sulastri: 😂😂 BS aja 🤭🤭
total 2 replies
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Jd g sabar nunggu bedrestnya Nina... Kita2 diundang g yah🤣🤣🤣tks upnya thor 💪💪💪
@Mita🥰
semoga Nina bisa menghadiri acara pernikahan taniza 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Terimakaasih upnya thor n sehaat selalu🙏🙏🙏
Susi C
terimakasih udh up tho🙏...tetap semangat💪 krn kami selalu menunggu kelanjutan ceritanya..
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: terimakasih, maaf telat up, lagi sibuk ☺️☺️☺️
total 1 replies
@Mita🥰
wih semoga nanti Nina bisa hadir di pernikahan taniza .....buat kejutan
@Mita🥰
Tania kamu lama gak nongol eh gimana kabarnya taniza ya apa udah merrid sama bang Diaz
@Mita🥰
semoga Martha bisa benar benar berubah
Sri Supriatin
Mana ada cilok di restourant, sy kalau mudik ke Bogor beli di pinggir jalan... Juga combro🤣🤣🤣🤣
suti markonah
tlg di usaha'in nina bisa dtg ke pernikahan taniza dong thor🙏 biar jafar dan keluarga tahu pemandangan di desa tmpt nina di lahirkan pula..kan pd punya jet kan
suti markonah: yo ke pye carane lah thor🙏🙏pake heli jg boleh, mendarat neng kebonku jg boleh🤭..soale cukup luas, tp ojo lali ngasih duit parkir yo😁😁😁
total 2 replies
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih semuanya 🙏 sehat selalu 🥰
@Mita🥰
nyonya Robert lagi mode pasrah 🫣🫣🫣
Sri Supriatin
Tks upnya thor, semoga sehat selalu🙏🙏🙏
stnk
ceritamu emang the best Thor...gak semua yg jahat harus mati atau langsung dihukum dipenjara...tapi yg membuat cerita mu menarik adalah ketika mereka sadar dan kembali ke jalan yg benar itu best bangeeeeet 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!