Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pemberkatan
Di ruangan itu terasa sangat hening dan sunyi. Rosalie sudah mendengarkan semua penjelasan dari Jude mengenai perempuan yang menemui mereka saat makan siang, yaitu Harlina.
Rosalie masih berdiam diri, Jude hanya bisa menundukkan kepalanya, sambil menghela nafasnya beberapa kali, merasa gugup dan khawatir, karena wanita di depannya sama sekali belum memberikan jawaban apapun.
“Jadi.. Kau memiliki anak dengannya.. ??” tanya Rosalie mulai membuka suaranya, seolah pikirannya mulai mengetahui semuanya. Jude mengangkat kepalanya.
“Iya, dari hubungan masa lalu kami.” Ujar Jude dengan lirih, membuat Rosalie kembali terbungkam, tapi kali ini.. Jude kembali membuka suaranya lagi.
“Tapi kami tidak ada perasaan apapun, aku hanya ingin.. Menemui anak itu saja, jika kau mengijinkan.” Ujar Jude membuat Rosalie membulatkan matanya. Jude.. Meminta ijinnya ??
“Kenapa kau meminta ijinku ??”
Jude tersenyum kecil, “Biasakan dirimu, karena setelah kita menikah. Aku akan terus meminta ijin padamu, untuk urusan apapun.” Celetuk Jude sembari tersenyum senang, membuat Rosalie terkejut awalnya, tapi dia kemudian tersenyum.
“Tentu saja, tidak apa.”
Jude tersenyum, “Terima kasih Rosalie, kita akan menemui mereka minggu depan.”
“Eh ?? Kenapa lama sekali ??”
Jude mengubah ekspresinya, “Apa kau melupakan pernikahan kita ??” Ujar Jude dengan ekspresi sedih, membuat Rosalie hampir saja lupa, jika dua hari lagi, adalah pernikahan mereka.
“Maaf, aku hampir melupakannya.” Ujar Rosalie dengan kekehan malu, Jude sedikit cemberut karena Rosalie justru melupakan hari yang paling bahagia bagi mereka berdua.
“Dasar nakal, melupakan hari pernikahan kita !!! Sebagai hukuman, nanti malam aku ingin s*s* darimu !!” Ujar Jude dengan sok kesal, membuat Rosalie membulatkan matanya.
“Dasar lelaki mesum !!”
“Biarkan saja !! Dasar anak nakal !!”
“Untuk malam ini, tidak ada jatah !! Kau tidur di luar !!”
“Kalau begitu, aku akan mengikat kedua tanganmu, agar bisa mendapatkan jatah.” Ujar Jude dengan senyuman miring menatap ke arah Rosalie.
Membuat sang lawan bicaranya malah menepuk keningnya sendiri, mendengarkan perkataan mesum ala Jude yang terdengar sangat menyebalkan.
...
Dua hari kemudian..
Sebuah acara pemberkatan di gereja berjalan dengan lancar. Rosalie terlihat indah dengan gaun berwarna putih, juga rambut yang digulung rapi ke atas. Riasan juga sangat indah, membuatnya terlihat sangat cantik.
Tidak banyak yang datang, kecuali beberapa partner kerja, karyawan perusahaan, dan juga pemegang saham yang di undang, karena Jude ingin menunjukkan sosok wanita cantik yang akan menjadi istrinya pada semua orang yang dia kenal.
Di akhir acara, Rosalie dan Jude menerima beberapa ucapan selamat, karena mereka tidak mengadakan resepsi di sore hari. Karena Jude tidak ingin Rosalie merasa kelelahan, jika harus mengadakan acara besar lagi.
Beberapa orang menyalami mereka, dan memberikan ucapan singkat kepada kedua pasangan baru itu, hingga..
“Papa ??”
Rosalie dan Jude menundukkan wajah mereka, melihat seorang bocah laki-laki menatap ke arah Jude dengan tatapan penuh tanda tanya dan penasaran. Rosalie tidak mengenal siapa anak itu, tapi Jude mengenalinya..
“Harret !! Ayo kesini !! Astaga !! Maafkan aku..” Harlina muncul dari belakang dengan ekspresi khawatir dan takut, karena tidak mendapati putranya di sebelahnya, jadi dia sempat berlarian kesana dan kemari, hingga akhirnya dia mengetahui jika Harret berada di depan pengantin.
Jude tidak berkata apapun, dia malah menundukkan tubuhnya dan tersenyum ke arah anak itu, “Jadi.. Namamu Harret ??”
Harret melangkah mendekati Jude, “Apakah kau papaku ??” Tanya Harret dengan berhati-hati, Jude hanya tersenyum kecil.
Dia memang belum menunjukkan identitas aslinya pada Harlina atau mengaku kepada Harret mengenai semuanya, tapi entah kenapa anak itu seakan bisa merasakan sesuatu dengan Jude. Mungkinkah ada ikatan batin yang terhubung, meskipun mereka sudah lama tidak pernah bertemu ??
“Kau boleh menganggapku begitu.” Ujar Jude dengan lembut, dia membelai rambut anak laki-laki itu, sementara Harlina dan Rosalie tertegun dengan perilaku Jude.
Mungkinkah.. Itu anak Jude dengan wanita bernama Harlina itu ?? Batin Rosalie dengan penuh tanda tanya di dalam hatinya.
Belum sempat Rosalie membuka suara, tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekatinya, wanita itu menoleh melihat sesosok lelaki yang terlihat asing baginya, tapi entah kenapa laki-laki yang sudah tua itu justru tersenyum kepadanya.
Dan itu bukan senyuman ramah, atau menyambut seseorang, melainkan senyuman.. Yang mengandung sesuatu.
Laki-laki tua itu, mendekati Rosalie dan mengangkat tangannya hendak bersalaman, tapi..
“Senang bertemu dengan anda, Tuan Enoch Cooper..” Ujar Jude yang langsung berdiri, dan seakan menghentikan niat lelaki itu mendekati istrinya.
Enoch tersenyum miring, dia masih fokus kepada Rosalie, “Jadi itu istrimu ?? Cantik sekali.” Ujar Enoch ke arah Rosalie.
Ada sedikit sisi gugup dari Rosalie di sana, tapi ada satu hal yang sempat di tangkap oleh wanita itu. Warna mata Enoch, mirip seperti dengan warna mata Rosalie yaitu hijau hazel.
Ke.. Kenapa dia memiliki warna mata yang sama denganku ?? Batin Rosalie dengan bingung. Tapi tatapannya sedikit takut, karena senyuman Enoch masih tidak luntur dari wajahnya. Senyuman mesum yang memberikan makna berbeda.
Di sisi lain, Harret di ajak oleh Harlina untuk pergi dari sana. Dia belum sempat memberikan kata-kata sambutan kepada Rosalie dan Jude, karena kedatangan Enoch yang secara tiba-tiba muncul.
Tapi sebelum mereka sempat pergi dari gereja, tiba-tiba Alendo mendatangi mereka dengan sopan, dan meminta nomer telepon Harlina.
“Untuk apa ??”
Alendo tersenyum, “Bukankah kau berkata ingin bertemu dengan Carter ??” Ujarnya dengan sopan, membuat Harlina akhirnya memberikan nomer itu, dan meminta agar Carter bisa segera menghubunginya.
“Setidaknya, dia harus mengetahui anaknya.” Ujar Harlina kepada Alendo.
“Jangan khawatir, aku akan mengabarimu lagi.” Ujar Alendo tersenyum ramah.
Kembali ke panggung utama. Setelah semua tamu bubar, Enoch justru sengaja masih berada di sana, membuat Jude merasa kesal dan Rosalie yang bingung karena tatapan sang laki-laki kepadanya.
“Maaf, Tuan Enoch, bisakah anda tidak mengganggu istri saya dengan tatapan dan senyuman itu ??” Ujar Jude dengan nada sinis, Enoch terkekeh pelan seakan tidak terusik dengan perkataan sinis dari Jude.
“Begitukah ?? Maaf membuatmu ketakutan.” Ujar Enoch ke arah Rosalie.
“Tidak apa tuan.” Ujar Rosalie dengan sopan, menyembunyikan rasa takutnya.
“Apakah kau lahir di panti asuhan **** ??”
Rosalie terkejut, bagaimana lelaki di depannya ini bisa mengetahuinya ?? Batin Rosalie saat Enoch menyebutkan nama panti asuhan yang menjadi tempat tinggalnya dulu.
“Bagaimana anda tahu ??” Tanya Rosalie dengan sopan, Enoch hanya tersenyum kecil.
“Panti asuhan itu terbakar, bukan ??” Tanya Enoch lagi, dan membuat Rosalie menganggukkan kepalanya pelan, Enoch terkekeh pelan.
“Aku pelaku yang membakarnya.”
Rosalie membulatkan matanya, sementara Jude melirik sinis ke arah Enoch yang sedari tadi terus mengajak istrinya berbicara.
“Berhentilah menakuti istri saya, tuan. Tidak mungkin, orang mengaku kejahatannya di tempat umum seperti ini.” Ujar Jude dengan sinis, tapi tidak membuat Enoch menghentikan ceritanya.
“Aku sengaja membakarnya, karena kekasihku menaruh putriku di dalam panti asuhan itu. Kekasihku bernama Dhelpine..” Ujar Enoch menceritakan kisah masa lalunya, membuat Rosalie tertegun.
Dhelpine.. Bukankah itu marga dari namanya ?? Dan memang nama Rosalie Ivy Dhelpine itu, di berikan oleh seseorang yang menaruhnya di panti asuhan.
Dan kalimat terakhir dari Enoch, membuat Rosalie menahan nafasnya.
“Dhelpine.. Adalah ibumu, Rosalie.” Ujar Enoch sembari tersenyum miring, seakan dirinya menemukan target mangsanya di depannya.
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵
Waduhh...Bener enggak ya, Enoch bapaknya Rosalie ?? Tapi kok serem gitu ya, si Enoch ?? Apakah dia akan menjadi bapak Benjamin kedua (YTTA) ?? 😏😏😏
Masalah sama si Harlina dan Harret aja belum selesai, eh ada si Enoch ini 🤦🤦 semoga mereka bisa melewati semuanya 😊😊
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana