Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Tamu yang tidak sopan
Di pagi ini, seperti biasa Rosalie meny*sui Aurelion sebagai rutinitas pertamanya, tapi kali ini ditemani oleh Harret yang duduk di sebelahnya.
Anak itu mengamati Aurelion yang terlihat meminum susu dengan lahapnya, Harret tersenyum kecil, tangannya membelai rambut tipis Aurelion.
“Lion, kalau udah besar, main sama kakak ya.” Ujar Harret dengan gemas, membuat Rosalie tersenyum kecil di sana.
Dia merasa senang dengan kedekatan kedua anak itu, Rosalie merasa jika keduanya tetaplah memiliki hubungan saudara meskipun berbeda ibu, dan itu yang membuat Rosalie berniat mendekatkan kedua anak Jude, agar tidak terjadi pertikaian di antara keduanya.
Di sisi lain.
Di ruang tamu, suasana berbeda terasa begitu berat. Jude yang belum sempat menyiapkan diri untuk berangkat bekerja, tiba-tiba kedatangan seorang tamu yang tidak di undang.
Mana sang tamu, malah duduk dengan santainya, menyandarkan tubuh di atas sofa dan bertingkah seolah-olah itu juga adalah rumahnya.
“Jadi bagaimana ?? Masih mengelak fakta yang ada.” Ujar Enoch sembari menyeringai kecil, menatap Jude dengan tatapan angkuh yang menyebalkan.
Jude menghela nafasnya kasar, “Apa kau benar-benar masuk ke rumahku tanpa permisi ?!” Celetuk Jude dengan sinisnya.
Sayangnya, Jude belum memberitahu kehadiran Enoch kepada Rosalie. Karena semalam, dia berpikir jika Enoch tidak akan benar-benar berani untuk datang dan masuk ke rumahnya, tapi semuanya salah.
Enoch bahkan berani menerobos masuk, meskipun belum mendapatkan ijin dari Alendo, dan duduk di atas sofa dengan santainya, menunggu sang pemilik rumah datang menghampirinya. Benar-benar tamu yang sangat sopan, bukan ??
“Sepertinya kau benar-benar tuli, pergilah ke THT, dan bersihkan bagian dalam telingamu dulu. Karena semalam aku sudah katakan, akan datang kemari menemui putriku.” Ujar Enoch dengan santainya, dan tidak menggubris perkataan Jude.
Ya Tuhan, kenapa perempuan yang cantik selalu memiliki sosok ayah yang menyebalkan dan absurd !! Batin Jude dengan nada kesalnya, rasanya dia ingin melempar Enoch keluar dari sana, tapi dia urungkan.
Jika Jude melakukan kekerasan, maka Enoch bisa memanfaatkannya untuk menghancurkan nama serta membuat laporan kepada pihak polisi. Masalah akan semakin membesar nantinya, jadilah Jude memilih untuk berdiam diri dulu.
“Dan seingatku, aku belum mengijinkanmu.”
“Benarkah ?? Aku tidak mendengarkan kalimat penolakan darimu.” Ujar Enoch menaikkan alisnya, membuat Jude memberikan tatapan tajamnya.
Bagaimana bisa lelaki tua itu mendengar ?! Dia bahkan langsung menutup teleponnya semalam, dan berkata tidak mendengarkan penolakan ?! Demi Tuhan, bolehkah dia melemparkan meja kaca ke arah pria di hadapannya saat ini ?!
Belum sempat membuka suara, tiba-tiba sebuah suara yang membuat Jude tertegun, antara khawatir dan takut, sementara Enoch menoleh ke arah sumber suara.
“Nah, sudah waktunya menjemur Aurelion. Pelan-pelan Harret, nanti kau terjatuh.” Ujar Rosalie menggendong Aurelion keluar, turun dari atas ke bawah melewati tangga, sembari memperhatikan Harret yang juga ikut menuruni tangga dengan senang.
Rosalie hanya takut jika, Harret terjatuh karena anak itu benar-benar sangat bersemangat dan bergembira, saat menuruni anak tangga di sebelahnya.
Enoch menyeringai licik, Jude memberikan tatapan khawatir dan takut, dia segera bangkit berdiri dan mendekati Rosalie yang sudah mencapai tangga terakhir. Rosalie menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.
“Ada apa ??”
“Ada tamu, sebaiknya kau jangan mendekatinya-”
“Rosalie, putriku.”
Belum sempat Jude memberikan peringatan, tiba-tiba saja Enoch membuka suaranya dengan nada yang sedikit tinggi, sehingga Rosalie, Jude, dan Harret juga mendengarnya meskipun jarak mereka sedikit berjauhan.
Rosalie menoleh dan mendapati Enoch dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia sudah mendapatkan hasil laporan DNA itu, tadi pagi. Saat dia bangun tidur, Jude langsung memberikan hasilnya.
Rosalie tidak tahu, harus menghadapi Enoch seperti apa, karena mengetahui jika lelaki tua itu adalah ayah kandungnya, seharusnya dia senang dan gembira. Tapi mendengarkan fakta jika Enoch sudah mengenalinya sejak dia tinggal di panti asuhan, dan tidak menampakkan diri kepadanya, membuat Rosalie merasa sakit juga.
Bahkan Enoch sengaja membakar panti asuhan, tempat dia tinggal. Bukankah sudah jelas, lelaki itu berencana jahat kepadanya. Tapi kenapa kini dia datang kepadanya dan bertingkah seolah-olah bahagia telah menemuikannya.
Enoch bangkit berdiri, dan berjalan mendekati Rosalie yang berdiri di anak tangga terakhir. Tapi entah kenapa, Harret merasa tidak nyaman dengan kedatangan lelaki itu, dia bersembunyi di belakang tubuh Rosalie dan menggenggam pakaian wanita itu dengan erat. Sementara Aurelion juga terlihat tidak nyaman di gendongannya, dan sedikit merengek kecil.
Dan saat Enoch sudah berdiri di dekat mereka, Aurelion semakin rewel, membuat Rosalie merasa kesulitan untuk menenangkan putranya itu. Harret juga sempat mengintip dari balik tubuh Rosalie.
“Sudah ya.. Cup.. Cup.. Anak mama jangan menangis, ya..” Ujar Rosalie mengayunkan Aurelion kecil di gendongannya.
Sementara Enoch menyeringai kecil melihat Rosalie, wajahnya benar-benar mirip dengan Dhelpine.
Sangat cantik dan manis, bahkan cara dia berbicara mirip sekali dengan Dhelpine batin Enoch sembari menyeringai licik, kemudian matanya beralih ke bagian bawah. Tepatnya pada dua gunung besar yang tertutupi pakaian, Enoch memandangi bagian privasi itu dengan tatapan berbeda.
Jude yang mengetahui hal itu, langsung merangkul Rosalie dan kemudian berbicara pada istrinya.
“Sebaiknya, kau ajak Aurelion dan Harret untuk pergi keluar, tepatnya di taman. Mumpung sinar matahari masih baik, untuk berjemur.” Ujar Jude memotong suasana yang begitu canggung dan tidak nyaman. Rosalie menganggukkan kepalanya.
“Ayo Harret, kita pergi ke taman.” Dengan satu tangannya, Rosalie kemudian mengulurkan tangannya pada Harret yang tadinya berdiri di belakangnya, anak itu menerima uluran tangan Rosalie dan menggandengnya.
Keduanya kemudian berjalan keluar dari ruangan itu, tapi pupil mata Enoch mengikuti arah gerakan mereka, hingga Rosalie akhirnya menghilang dari balik pintu masuk yang tertutup itu.
“Apa kau benar-benar ayah kandungnya, tidak mungkin seorang ayah memandangi putrinya sendiri dengan tatapan mesum ??” Celetuk Jude dengan sinis, Enoch hanya terkekeh kecil.
“Tidak, aku hanya mengingat tubuh indah Dhelpine, pada Rosalie. Benar-benar sangat indah, bukan ??” Celetuk Enoch kembali terkekeh pelan.
Alendo yang juga mendengarkan perkataan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Ternyata ada yang lebih br*ngs*k daripada aku dulu. Meskipun aku juga tidak baik, tapi aku tidak mungkin akan menginginkan putriku sendiri batin Alendo sembari menggelengkan kepalanya.
“Aku semakin tidak yakin, mengijinkanmu mendekati istriku. Ingat, aku tidak akan menahan tanganku, jika kau mencoba menyentuh istriku !!” Celetuk Jude dengan nada penuh penekanan di bagian akhir, tapi Enoch tidak peduli, dia malah tersenyum miring seakan meremehkan ancaman dari Jude.
Disisi lain.
“Bibi.. Siapa laki-laki itu ?? Kenapa dia terlihat sangat menyeramkan ?? Bibi jangan dekat-dekat dengannya, dia seperti orang jahat.” Ujar Harret membicarakan Enoch dengan sedikit takut-takut dan memberikan peringatan kepada wanita di dekatnya.
Rosalie tersenyum kecil, “Ah iya, bibi tidak akan dekat dengannya lagi. Bibi juga takut sama orang itu.”
Rosalie sengaja tidak memberikan Aurelion pakaian, agar tubuh anak itu bisa menyerap sinar matahari yang masih hangat, karena waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi, jadi waktu yang tepat untuk menjemur anak kecil.
Tidak hanya Aurelion, Harret bahkan juga ikut berjemur merasakan hangatnya matahari pagi, setelah semalam harus berkutat dengan udara dingin malam.
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵
Cobalah belajar dari Giovanni, Jude. Bapak mertuanya juga enggak waras, tapi bisa di hadapi dan akhirnya merestui hubungan mereka.
Jude : Tapi bapak Benjamin, enggak separah Enoch Thor 🥲🥲
Author : Hehehe iya juga sih, ya udah yang sabar dan ikhlas.
Udah sekian dari Authornya, salam untuk kalian semua 😉😉
pingin lanjut ke cerita enoch🥰🥰🥰