NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelucon Paling Kejam

Jantung Aira berdegup kencang membaca deretan pesan itu. Surabaya, tempat-tempat itu begitu dekat dengan Lumajang, namun rasanya seperti berada di belahan bumi yang berbeda.

Di saat teman-temannya membahas tentang liburan, Aira baru saja mengantongi uang dua ratus lima puluh ribu rupiah hasil meredam harga diri di depan Bu Rika.

​Tiba-tiba, sebuah pesan baru masuk, langsung menyebut namanya.

​Yuki: @Aira, kamu posisi di Lumajang kan? Dekat banget itu dari Surabaya. Kamu wajib datang ya! Kita udah tiga tahun gak ketemu sejak wisuda.

​Aira terpaku di depan kompor, air di dalam panci sudah mendidih dan mengeluarkan uap panas yang membubung ke langit-langit bambu, namun tangannya mendadak dingin.

Bagaimana mungkin ia bisa datang, jangankan untuk membeli tiket kereta atau menyewa kendaraan ke Surabaya, pakaian yang layak untuk bersanding dengan mereka saja Aira tidak punya.

​Dengan jari gemetar, Aira mengetik balasan.

​Aira: Maaf ya, kayaknya aku belum bisa ikut. Jadwal kerja di sini lagi padat banget, gak bisa ditinggal. Salam buat semuanya ya, selamat bersenang-senang.

​Aira segera mematikan layar ponselnya sebelum ada yang membalas. Ia menghela napas panjang, mematikan kompor, dan menuangkan air panas ke dalam gelas. Air matanya hampir menetes lagi, namun ia buru-buru menepisnya. Ia harus kuat demi ibunya.

Beberapa menit setelah Aira meletakkan ponselnya, benda itu kembali bergetar. Aira sempat tersentak, khawatir Yuki atau Donna akan terus meyakinkannya untuk datang. Namun, saat layar menyala, bukan notifikasi grup yang muncul, melainkan sebuah pesan pribadi.

​Dari Arsen.

​Arsen: Kamu beneran gak bisa datang, Ra?

Arsen adalah sosok yang pendiam, perfeksionis dan sedikit kaku. Namun entah bagaimana, mereka sering berakhir di perpustakaan yang sama karena Aira bekerja paruh waktu di sana, Arsen adalah satu-satunya orang yang tidak pernah memandang rendah status beasiswanya.

​Aira: Iya, Sen. Maaf ya, lagi banyak kerjaan di sini. Gak bisa ditinggal sama sekali.

​Arsen: Oke, jangan terlalu dipaksakan kerjanya. Jaga kesehatan, Ra.

​Aira menatap balasan singkat itu dengan senyum getir, andai Arsen tahu bahwa kesehatan ibunya jauh lebih penting daripada kesehatannya sendiri saat ini. Aira mengunci ponselnya, menarik napas dalam-dalam lalu melangkah ke kamar ibunya dengan segelas air hangat di tangan, mengubur dalam-dalam sejumput rindu masa kuliah yang sempat mengusik hatinya.

...###...

Satu minggu berlalu, salama itu pula Aira benar-benar mengunci diri dari dunia luar, ia sengaja tidak membuka grup yang terus berdentang menampilkan ratusan pesan antusias teman-temannya. Namun, di sela-sela waktu istirahatnya di pabrik, di antara kepulan uap minyak goreng yang panas, jemarinya tidak bisa menahan diri untuk tidak membuka Instagram melalui ponsel retaknya.

​Di sana, di layar yang tergores itu, sebuah realitas yang berkilau terpampang nyata.

​Yuki mengunggah foto mereka sedang berkumpul di sebuah restoran mewah berlantai kaca di pusat kota Surabaya, dengan latar belakang lampu-lampu kota yang gemerlap. Donna tampak merangkul Ayu yang tersenyum manis dengan pakaian kasual bermerek, sementara Bram dan Eric sedang tertawa lebar sambil memegang gelas-gelas estetik. Di ujung meja, Arsen duduk dengan kemeja flanel yang lengannya digulung hingga siku, tampak tenang namun memancarkan aura mapan yang tak bisa disembunyikan.

​"Reuni singkat yang berharga setelah tiga tahun! Kurang @Aira nih, next wajib ikut ya!" tulis Yuki dalam takarirnya.

​Aira tersenyum tipis, ada rasa hangat sekaligus perih yang aneh menyergap dadanya. Ia bahagia melihat sahabat-sahabatnya sukses, tetapi melihat dirinya sendiri yang saat ini mengenakan apron kain yang ternoda bumbu balado, perbedaan itu terasa begitu menyakitkan.

Aira segera mematikan ponselnya, memasukkannya kembali ke saku dan kembali mengaduk keripik dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.

Saat pulang kerja, Aira mampir ke warung sate langganannya. Aroma sate ayam dan kepulan asap dari gerobak pinggir jalan biasanya menjadi pelipur lara bagi warga desa setelah seharian memeras keringat.

Namun, belum sempat Aira sampai di warung sate tersebut, ponsel di sakunya bergetar. Kali ini bukan dari grup alumni, melainkan sebuah panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, Aira menggeser tombol hijau dengan ragu.

^^^Halo, Assalamualaikum.^^^

​Waalaikumussalam. Mbak Aira? Ini dari Apotek Sehat Kecamatan, ini mengenai resep obat sendi Ibu Astri yang Mbak tanyakan kemarin. Stok obatnya baru datang, tapi harganya naik karena ada penyesuaian dari distributor. Harganya sekarang tiga ratus lima puluh ribu, Mbak. Apa mau diambil malam ini? Karena stoknya terbatas sekali.

​Mendengar angka itu, lutut Aira mendadak lemas, tiga ratus lima puluh ribu. Sementara total uang di dompetnya, setelah dipotong kebutuhan beras untuk seminggu ke depan, hanya tersisa seratus ribu rupiah. Uang hasil memeras keringat di tempat Bu Rika menguap begitu saja sebelum sempat menyentuh tangannya dengan utuh.

​Mbak? Bagaimana?

​Aira menelan ludah, tenggoroknya terasa kering dan tercekat.

^^^N-nggih, Mbak. Mohon maaf, diserahkan ke yang lain dulu saja tidak apa-apa. Saya... saya belum bisa ambil malam ini.^^^

​Oh, begitu. Baik, Mbak.

​Telepon ditutup, Aira berdiri mematung di bawah temaram lampu jalan desa yang bergoyang ditiup angin malam. Setetes air mata yang keras kepala lolos begitu saja, jatuh ke atas tanah kering yang berdebu. Dunia rasanya begitu sempit dan menghimpitnya tanpa ampun, gelar sarjana ekonomi yang ia banggakan dulu, kini terasa seperti lelucon paling kejam yang pernah diciptakan takdir.

Aira masih berdiri bergeming dibawah temaram lampu jalan yang berkedip redup, genggamannya pada ponselnya terasa begitu dingin. Tepat ketika ia hendak menghapus air matanya dan melanjutkan langkah kaki yang berat, ponsel di tangannya kembali bergetar pelan.

​Sebuah notifikasi pesan masuk, layar yang tergores itu menampilkan satu nama yang tidak ia duga yaitu Arsen.

Arsen: Ra, lagi sibuk nggak?

​Aira mengerjapkan mata, memastikan bahwa ia tidak salah lihat. Di tengah malam yang sunyi dan setelah penolakannya di grup alumni kemarin, Arsen tiba-tiba mengiriminya pesan pribadi. Sebuah pesan basa-basi yang terasa sangat tidak biasa bagi seorang Arsen yang cuek dan hemat kata.

Aira: Nggak kok, Sen. Ini baru mau pulang ke rumah, ada apa ya?

​Hanya butuh beberapa detik bagi Arsen untuk membaca dan membalas pesan tersebut.

Arsen: Nggak ada apa-apa, cuma mau tanya. Cuaca di Lumajang sekarang lagi sering hujan ya? Di Surabaya dari kemarin mendung terus.

Aira: Iya, Sen. Di sini juga tiap sore sampai malam pasti hujan deras, kenapa emangnya? Oh iya, gimana kemarin reuniannya? Seru banget ya kelihatannya di foto.

​Aira mencoba mengalihkan pembicaraan, menyembunyikan rasa perih di dadanya dengan pura-pura antusias. Namun, balasan Arsen berikutnya justru membuat jantung Aira berdegup dua kali lebih cepat.

Arsen: Seru, tapi kurang lengkap karena kamunya nggak ada.

Aira: Maaf banget ya, aku nggak bisa ikut. Padahal Yuki bisa pulang setelah tiga tahun di luar negeri, nggak tahu lagi kapan bisa reuni.

Arsen: Nggak apa-apa, kapan-kapan kita bisa reuni lagi.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!