Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.34
"Aku ada perjalanan menuju ke luar negri. Jadi tak pulang beberapa hari ini. Jaga dirimu baik baik, BI Inah akan menemani mu ke dokter." ucap ken yang masih menatap Lusi yang tampak nya sudah terlihat baik baik saja.
"Baiklah tuan, hati hati di jalan."
"Hmmm, jangan lupa beristirahat dengan baik, aku tak ingin mendengar bahwa kau tak baik baik saja."
Perasaan Lusi tampak menghangat. apakah pria itu, benar benar perduli dengan nya, rasanya begitu Mustahil, tapi melihat perlakuan ken tadi, membuat jantung nya berdetak lebih kencang.
Setelah berpamitan, tak lama sebuah mobil masuk ke pekarangan mansion nya Ken. Livia keluar dengan gaya angkuh nya, berjalan mendekati BI Inah, dan Lusi yang ada di sana sambil melihat nya.
BI Inah yang tau siapa Livia, langsung mencegah wanita itu mendekati nyonya sah dirumah ini. Baginya nyonya Lusi lebih baik, dibandingkan dengan Livia yang sombong dan angkuh itu.
"Nona Livia, untuk apa anda datang ke mansion ini." ucap BI Inah dengan suara tegas nya. bagi nya, melindungi nyonya Lusi adalah suatu yang harus dia lakukan.
"Minggir kau babu!" sentak Livia dengan nada kasar nya itu.
"Dasar pelakor! Kau berani berani nya mendekati calon suami ku!" sentak Livia dengan suara keras nya.
"Siapa kau?" tanya Lusi dengan berdiri menatap Livia dengan pandangan tajam nya.
"cih, wanita murahan seperti mu, pasti ingin memanfaatkan calon suami ku bukan." ucap Livia dengan meremehkan Lusi yang menurut nya kampungan.
Lusi tersenyum tipis mendengar nya, dan bahkan dia tak perduli dengan ocehan dari gadis asing itu. BI Inah mengatakan bahwa gadis ini, terobsesi dengan tuan nya itu
"Bukan kah, nona juga ingin memanfaatkan tuan Ken?" ucap lusi yang tampak santai dan tak merasa keberatan dengan ocehan dari wanita itu.
"Kurang ajar, dasar kampungan! Kau pikir siapa dirimu sialan. Kau pasti melakukan berbagai macam cara, untuk menjebak kenan ku kan!"
BI Inah langsung memanggil satpam mansion untuk menghalangi keributan yang terjadi.
"Nona Livia ya, aku adalah istri nya kenan sekarang. tentu saja aku membutuhkan uang suami ku, bukan kah, suami wajib menafkahi istri nya, jdi kalau nona bilang aku matre, tentu saja aku tak menyangkal nya, lagi pula siapa yang tak akan tergoda dengan pesona tuan Kenan ini!" ucap nya dengan tersenyum tipis.
Mendengar ucapan gadis itu, wajah Livia langsung memerah seketika. Tatapan nya begitu tajam, seperti ingin mencabik cabik tubuh gadis sialan itu.
"Kau!" teriak nya dengan nada keras seolah tak perduli dengan yang lainnya.
Saat hendak mendorong Lusi, satpam sudah langsung mencegah tangan Livia. Dia sudah berhasil menangkap gadis itu, agar tak menyakiti nyonya rumah ini.
"Lepas sialan! Dasar tak berguna. aku adalah calon istri nya Ken. Berani nya kalian berbuat sperti ini padaku!" teriak Livia yang tak menerima perlakuan para pembantu rendahan itu.
"Ayo mas, bawa aja mbak ini keluar.... Ga malu ribut di rumah orang lain, dasar wanita stress!" oceh bibi Inah yang tampak begitu greget dengan sikap nya Livia.
Karena sudah merasa kalah, Livia langsung masuk ke dalam mobil nya itu, dia begitu kesal dengan ucapan para pembantu dan istri nya Ken itu. Benar benar hari yang sial
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..