NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Olshop sukses Jaya

Arga Pratama, seorang mekanik tangguh yang hidupnya sederhana namun penuh prinsip, tak sengaja bertemu dengan Clara, wanita cantik pewaris perusahaan besar yang sedang lari dari perjodohan. Karena suatu keadaan terpaksa, mereka harus terikat perjanjian kontrak palsu. Siapa sangka, dari bau oli dan mesin, tumbuhlah benih cinta yang tak pernah disangka-sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olshop sukses Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Aura dan Aksi Penyelamatan

Malam itu gelap gulita. Hujan turun sangat deras disertai guntur yang menggelegar, seolah alam pun turut merasakan ketegangan yang sedang terjadi.

Aura duduk di dalam mobil dengan tangan gemetar hebat. Matanya basah, air mata bercampur dengan air hujan yang membasahi kaca jendela. Ia baru saja meninggalkan rumah dengan diam-diam, meninggalkan kenyamanan dan keamanan demi menyelamatkan nama baik Abangnya dan keluarganya.

"Maafkan Aura ya Ayah, Bunda... Aura terpaksa lakukan ini. Aura nggak bisa biarin nama baik keluarga kita hancur karena fitnah," bisik Aura pelan di dalam hati.

Mobil yang dikendarainya melaju menuju alamat yang dikirim oleh Giovanni. Sebuah gudang tua yang terletak di pinggiran kota, jauh dari pemukiman warga.

Sesampainya di sana, Aura melihat beberapa pria bertato sudah berdiri berjaga di depan pintu. Jantung Aura serasa mau copot. Ia tahu ini berbahaya, tapi ia tidak punya pilihan lain.

"Ini tempatnya..." gumam Aura menarik napas panjang mengumpulkan keberanian.

Ia turun dari mobil dan berjalan mendekat.

"Heh, cewek cantik sendirian?" sapa salah satu preman itu dengan senyum menyeringai. "Mau cari siapa?"

"Saya mau ketemu Kak Giovanni. Dia yang suruh saya datang," jawab Aura berusaha terdengar tegas meski suaranya sedikit bergetar.

Preman-preman itu saling pandang lalu tertawa jahat. "Oalah... cewek bos ya. Masuk sana, di dalem."

Pintu besar gudang itu terbuka. Aura melangkah masuk dengan langkah pelan namun mantap. Suasana di dalam sangat lembap dan menyeramkan. Hanya ada beberapa lampu bohlam yang menyala redup menggantung.

Di ujung ruangan, Giovanni duduk santai di atas sebuah kursi kulit bekas, dengan wajah yang tidak lagi terlihat tampan dan ramah, melainkan penuh kesombongan dan niat jahat.

"Akhirnya kamu datang juga, Aura..." ucap Giovanni pelan, suaranya bergema di ruangan kosong itu. "Aku tahu kamu gadis pintar. Kamu mengerti cara mainnya."

"Apa yang kamu mau, Giovanni?!" tanya Aura menatap tajam, berusaha menutupi rasa takutnya. "Kamu sudah fitnah Abangku, sekarang apa lagi? Lepaskan kami! Aku sudah datang seperti permintaanmu!"

Giovanni berdiri dan berjalan mendekat perlahan. Tatapannya membuat Aura merasa tidak nyaman.

"Aku mau apa? Simpel sayangku... Aku mau kamu. Dan aku mau keluarga Pratama mengakui kekuasaanku. Kalau kamu mau selamatkan Arfan dan nama baik ayahmu... kamu harus jadi milikku. Tanpa syarat."

"JANGAN MIMPI!!!" bentak Aura. "Aku tidak akan pernah mau sama orang jahat sepertimu!"

BRAAKK!!!

Giovanni menampar meja di sampingnya dengan keras.

"JANGAN BANTAAH!!!" teriaknya murka. "Kamu pikir kamu masih punya pilihan?! Di luar sana semua orang sudah mengira Arfan itu penjahat korupsi! Dan kalau aku mau, aku bisa bikin berita itu makin heboh sampai ayahmu dicopot dari jabatannya! Atau... aku bisa suruh anak buahku 'beresin' Arfan selamanya!"

Aura terkejut, kakinya lemas mendengar ancaman itu.

"Jangan... jangan sentuh Abangku..." isak Aura mulai menangis.

"Terima saja nasibmu, Aura. Mulai malam ini, kamu milikku. Kamu akan jadi istriku, dan keluarga kalian akan berada di bawah kendaliku," bisik Giovanni jahat sambil mencoba menyentuh pipi Aura.

Aura mundur menjauh, air matanya jatuh semakin deras. Ia merasa putus asa. Di tempat asing, sendirian, melawan orang jahat. Di saat seperti ini, ia sangat merindukan Ayah, Bundanya, dan terutama Abang Arfan.

'Abang... tolong Aura...' batinnya berteriak.

 

Sementara itu...

Di kediaman Pratama, suasana sedang mencekam. Arfan baru saja pulang dan mendapati rumah sepi. Ia mencari Aura ke mana-mana tapi tidak ada. Hanya ada pesan singkat yang tertinggal di meja.

'Bang, maafin Aura ya. Aura harus pergi buat selesaikan masalah ini. Jangan cari Aura, demi nama baik Ayah dan Abang. Aura sayang kalian semua.'

Wajah Arfan pucat pasi. Tubuhnya gemetar bukan main karena marah dan cemas.

"GILA!!! AURA KEMANA?!!!" teriak Arfan histeris.

Ia langsung teringat pada berita fitnah itu dan ancaman tidak langsung yang pernah dilontarkan Giovanni sebelumnya.

"GIOVANNI!!! KAU ANAK JALANAN!!!" umpat Arfan sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat. "KAU BERANI SENTUH ADIKKU, AKU HANCURKAN KELUARGA KAU!!!"

Tanpa pikir panjang, Arfan langsung berlari menuju garasi. Ia tidak mau menunggu polisi, tidak mau menunggu apa pun. Adiknya dalam bahaya!

"Saskia! Aku harus pergi selamatkan Aura! Giovanni yang culik dia!" teriak Arfan pada Saskia yang baru datang membawakan makan malam.

"A-apa?! Fan tunggu! Jangan sendiri! Bahaya!" teriak Saskia panik.

"Aku nggak peduli! Itu adikku! Aku harus selamatin dia sekarang juga!"

Arfan langsung menyalakan mobil sport hitamnya. Dengan kecepatan tinggi, ia melaju membelah hujan. Otaknya bekerja cepat mengingat setiap informasi tentang Giovanni. Ia ingat pernah mendengar ayahnya menyebut kalau Giovanni punya gudang tua di daerah terpencil ini.

"Harus tepat waktu... Harus tepat waktu..." gumam Arfan terus memacu kendaraannya.

 

Kembali di dalam gudang...

Aura sudah terduduk lemas di sudut ruangan, ditahan oleh dua orang preman besar. Giovanni sudah kehilangan kesabaran.

"Ikat dia! Malam ini juga kita buat acara pertunangan sederhana!" perintah Giovanni.

"Tidak! Lepaskan aku! Ayahku akan carikan kamu! Abangku akan bunuh kamu!" teriak Aura memberontak.

"Haha! Abangmu? Dia sedang sibuk membersihkan namanya sendiri yang sudah kotor! Nggak ada yang bakal selamatin kamu!" ejek Giovanni.

Namun, tepat saat Giovanni hendak menyentuh Aura lagi...

BRUUUUMMMMM!!!

Suara menderu mesin mobil yang sangat kencang terdengar dari luar. Lalu...

BEDUGGGG!!!

Sebuah mobil hitam menabrakkan diri menerobos pintu besar gudang itu hingga hancur berkeping-keping! Debu beterbangan ke mana-mana!

Semua orang terkejut dan menutup mata.

Dari dalam mobil yang asapnya mengepul, keluar sosok pemuda tinggi besar dengan mata membelalak penuh amarah. Itu adalah Arfan Pratama!

Wajahnya mengerikan, aura pembunuhannya sangat kuat. Dia bukan lagi Arfan yang kalem dan sopan, dia adalah singa yang sedang marah karena anaknya dijahati.

"GIOVANNNNIII!!!" teriak Arfan suaranya meledak seperti guntur. "LEPASKAN ADIKKU SEKARANG JUGA!!!"

Aura yang melihat sosok kakaknya langsung menangis histeris. "ABANGGG!!!"

Giovanni terkejut bukan main. "K-Kau?! Bagaimana bisa kau di sini?! Dan kenapa kau masih bisa berdiri tegak?! Berita fitnah itu seharusnya sudah menghancurkanmu!"

Arfan tertawa sinis, langkahnya tegap mendekat.

"Kau pikir permainan kotormu bisa mengalahkanku?! Aku tahu semua rencanamu brengsek! Dan kau salah besar kalau mengira aku akan membiarkan kau menyentuh rambut adikku sehelai pun!"

"Tangkap dia! BUNUH DIA!!!" teriak Giovanni panik.

Puluhan preman langsung menyerbu ke arah Arfan. Namun, mereka tidak tahu bahwa sejak kecil Arga sudah melatih bela diri dan fisik anak-anaknya dengan sangat keras. Arfan bukan anak manja yang lemah!

BUK! BAM! KRACCK!

Aksi perkelahian pun terjadi! Arfan bergerak sangat cepat dan tangguh. Satu per satu preman itu tumbang hanya dengan satu atau dua pukulan saja dari Arfan.

"Jangan macam-macam sama keluarga Pratama!!!" teriak Arfan sambil menjatuhkan satu lawan lagi.

Giovanni melihat anak buahnya kalah telak, ia menjadi panik. Ia mengambil sebuah pipa besi besar dan mencoba menyerang Aura sebagai sandera lagi.

"JANGAN MAJU! ATAU AKU HANCURIN DIA!" ancam Giovanni.

Arfan berhenti sejenak, napasnya memburu, wajahnya penuh keringat dan debu.

"Lepaskan dia Giovanni... Aku kasih kesempatan terakhir. Menyerah atau kau yang bakal menyesal seumur hidupmu," ucap Arfan dingin.

"AKU GAK TAKUT SAMA KAU!!!" Giovanni mencoba memukul Arfan.

Namun, Arfan lebih cepat. Dengan satu gerakan kilat, ia menangkis pipa itu, lalu memberikan satu tendangan keras tepat ke wajah Giovanni hingga pemuda itu terlempar jauh dan jatuh tersungkur tak berdaya.

Arfan langsung berlari menghampiri Aura yang masih terikat.

"Aura! Aura kamu gak apa-apa kan?!" tanya Arfan panik sambil melepaskan ikatan di tangan adiknya.

"Abang... Aura takut..." isak Aura langsung memeluk erat tubuh kakaknya. "Aura kira Aura bakal hilang selamanya..."

"Udah sayang... udah aman. Abang di sini. Abang janji nggak bakal biarin siapa-siapa nyakitin kamu lagi," bisik Arfan menenangkan, matanya juga berkaca-kaca. Ia sangat syukur bisa datang tepat waktu.

Malam itu, polisi akhirnya datang juga membawa Giovanni dan anak buahnya untuk ditangkap. Semua bukti kejahatan mereka sudah terkumpul. Nama baik Arfan dan keluarga Pratama pun akan segera bersih kembali.

Di luar gudang, di bawah hujan yang mulai reda, Arfan memeluk bahu Aura menuntunnya ke mobil.

"Ayo pulang. Bunda sama Ayah pasti sudah cemas sekali."

"Bang... makasih ya udah jadi pahlawan buat Aura," ucap Aura lemah.

"Kita kan keluarga. Harus saling jaga. Ingat itu ya."

Misi penyelamatan pun selesai. Namun, ujian bagi keluarga Pratama dan kisah cinta anak-anak mereka belum berakhir di sini. Masih banyak cerita yang menanti.

1
Susana Sari Sari
menarik Ceritanya yg penting dibuat simple Jln Ceritanya Jgn yg ber tele²
rindu_takdir: "Terima kasih banyak Bu Susana sudah membaca dan memberi like ❤️. Senang sekali ceritanya dianggap menarik dan simple. Tenang saja Bu, alurnya akan kami jaga agar tetap seru, lancar, dan tidak bertele-tele sampai tamat. Mohon dukungannya terus ya Bu 🥰🙏"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!