" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Darrel bergegas menuju ruang stok untuk donor darah untuk mengetahui stok darah AB- di rumah sakit ini tapi sayang darah itu baru saja di gunakan setengah jam yang lalu.
" dari mana lagi saya bisa mendapatkan darah AB- itu sus ?" tanya Darrel yang tiba tiba saja tak bisa berpikir dengan bijak dimana dirinya bisa mendapatkan darah yang sangat di butuhkan oleh Mala.
" sus, tolong simpan stok darah ini karena stok darah ini cukup langka " ucap suster yang baru saja masuk sambil membawa beberapa kantung darah di dalam box pendingin agat kondisi darah yang iya bawa tidak sampai rusak sampai saatnya di gunakan.
" terima kasih sus " jawab suster di dalam sambil menerima box darah yang suster tadi simpan di meja.
" sus, tolong cek apa ada darah AB- di sana ?" tanya Darrel penasaran sambil terus menatap box darah yang ada di hadapannya.
Suster pun langsung mengecek dan benar saja ada dua kantung darah di dalam sana dan hal itu cukup membuat Darrel lega saat menerima kantung darah itu.
" terima kasih sus " ucap Darrel yang langsung menuju ruang tindakan dimana Mala masih terbaring di sana.
" Fildan, aku mendapatkan darahnya " ucap Darrel bahagia sambil menyerahkan darah itu pada Fildan tapi Fildan menerimanya dengan tatapan yang lain dan hal itu jelas membuat Darrel bertanya tanya.
" kenapa ?"
" Mala baik baik saja kan ?" tanya Darrel penasaran.
" jawab Fildan, Mala baik baik saja kan ?"
" aku tidak terlambat bukan ?" tanya Darrel dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
" Fildan jawab aku !" bentak Darrel yang sudah benar benar kehabisan kesabarannya di tengah rasa panik yang iya rasakan saat ini.
Tak kunjung mendapat jawaban Darrel bergegas menerobos masuk ke dalam ruang tindakan dimana tubuh Mala yang saat iya serahkan pada Fildan dan dokter andru baik baik saja kini sudah tertutup kain putih khas Rumah sakit saat menutupi jenazah pasien yang tak terselamatkan.
" tidak !"
" tidak ! "
" Mala, kamu harus sadar Mala " ucap Darrel sambil menarik paksa kain putih penutup tubuh Mala dan yang terlihat wajah Mala yang sudah benar benar pucat.
" Mala, bangun "
" bukan kah kamu sudah berjanji akan menemaniku selamanya ?" tanya Darrel sambil berbisik di telinga Mala seolah hanya itu yang bisa Darrel lakukan untuk bisa mengembalikan Mala ke dunia ini meski kini air mata mulai mengalir di kedua pipinya saat membayangkan mala yang mungkin tak akan bisa kembali padanya dan juga Cantika.
" kenapa kamu tega padaku Mala ?" tanya Darrel kecewa.
" kenapa kamu datang jika memang kamu akan pergi secepat ini ?" tanya Darrel sambil terus menggosok gosok lengan Mala agar kembali hangat.
" kenapa kamu hadir dalam hidup ku dan Cantika jika kamu akan pergi secepat ini !"
" cepat bangun !" bentak Darrel yang terdengar sampai keluar dah mengejutkan Fildan yang merasa gagal menyelamatkan Mala.
Heeeeuuuup
Sebuah tarikan nafas yang tiba tiba saja terdengar saat Darrel membentak jenazah Mala dengan sangat keras seolah bentakan itu menarik Mala dari ambang kematian.
" Mala, kamu sudah sadar ?" tanya Darrel dan hal itu cukup membuat Fildan terkejut tapi juga bercampur bahagia karena Mala kembali dari kematiannya.
" akan ku panggilkan dokter andru " ucap Fildan yang mana tetap menghormati dokter yang bekerja di rumah sakit ini meski dirinya pun seorang dokter.
" dokter andru, cepat Mala sudah kembali sadar " ucap Fildan sambil berjalan menghampiri dokter andru yang sedang merekap jam kematian Mala sebagai laporan.
" apa ?"
" mana mungkin ?" tanya dokter andru yang tak bisa percaya begitu saja dengan apa yang iya dengar saat ini tapi tetap saja kakinya melangkah mengikuti Fildan menuju ruang tindakan dimana Mala dan Darrel berada saat ini.
" dok cepat tolong Mala jangan sampai terlambat " ucap Darrel saat melihat dokter andru di ambang pintu.
" tolong keluar agar saya bisa segera melakukan transfusi darah sambil mengecek kondisi pasien saat ini " ucap dokter Andru dan tak ingin membuang buang waktu Darrel dan Fildan pun mengikuti instruksi dokter andru yang saat ini di bantu beberapa suster untuk menolong Mala yang baru saja lolos dari kematian.
" apa yang kamu lakukan sampai sampai kamu bisa membawa Mala kembali dari ambang kematian ?" tanya Fildan yang tak menyangka jika cinta Darrel bisa sebesar itu hingga bisa membuat Mala kembali untuk dirinya dan untuk Cantika putri sambungnya.
" entahlah tapi apapun itu aku sangat bersyukur Mala sudah lepas dari kematian meski kondisinya masih belum benar benar stabil " ucap Darrel yang merasa kondisi Mala saat ini jauh lebih baik dari kondisi saat dia datang membawa kantong darah.
Hampir setengah jam Darrel dan Fildan menunggu dokter andru memberikan pertolongan untuk yang kedua kalinya pada Mala bahkan dokter andru pun masih tak percaya jenazah yang sudah sangat iya pastikan meninggal bahkan sudah lebih dari sepuluh menit kini kembali bernafas.
" Bu Mala, apa ibu bisa mendengar saya ?" tanya dokter andru yang ingin melihat respon Mala saat ini.
Mala hanya bisa mengangguk lemas seolah Mala benar benar kehilangan tenaga hanya untuk menjawab pertanyaan dokter yang baru saja selesai memasang infus darah di lengan kirinya sedangkan lengan kanan infus obat.
" baiklah, setelah ini mungkin ibu akan tertidur tapi itu hanya pengaruh obat jadi ibu tenang saja dan terima kasih karena telah kembali dari kematian " ucap dokter Andru yang membuat Mala tak mengerti tapi Mala tak bisa bertanya karena tubuhnya yang masih benar benar tak bertenaga.
Setelah memastikan kondisi Mala benar benar stabil, dokter andru pun keluar dari ruang tindakan dan tentu saja langsung di berondong pertanyaan dari Darrel yang tak sabar mendengar kondisi Mala saat ini.
" bagaimana kondisi Mala saat ini dok ?"
" Mala sudah baik baik saja kan ?"
" saya bisa menemuinya kan dok ?" tanya Darrel bertubi tubi.
" tenang kawan, aku yakin Mala baik baik saja benar kan dokter andru ?" tanya Fildan yang sejujurnya juga tak sabar menunggu penjelasan dokter andru.
" Alhamdulillah Bu Mala sudah keluar dari masa kritisnya tapi kondisinya masih sangat lemah karena sempat henti jantung " ucap dokter Andru.
" henti jantung ?"
" berapa lama dok ?" tanya Darrel yang tak percaya jika Mala sampai mengalami hal buruk seperti ini di usianya yang masih terbilang sangat muda.
" hampir sepuluh menit " ucap dokter Andru yang juga masih tak percaya menghadapi kasus seperti Mala.
" tapi mungkin karena cinta dan dorongan yang kuat untuk kembali pada orang orang yang iya cintai akhirnya iya bisa kembali bangkit dan itu seperti sebuah mukjizat dan kesempatan kedua yang tak semua orang bisa mendapatkannya "
" jadi setelah ini tolong jaga baik baik karena cintanya dan cinta anda yang bisa mengembalikan nya ke dunia ini " ucap dokter Andru berpesan.
" tentu saja dok " ucap Darrel.
" saya tak akan pernah melepaskannya meskipun Mala mencoba pergi dari saya dok karena saya sangat mencintainya " ucap Darrel penuh keyakinan.
✍️✍️✍️ akan kah Darrel melaporkan Okta ke polisi atas apa yang terjadi pada Mala ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏