Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 8 : When Love Turns Into Obsession
" Ketika Cinta berubah menjadi rasa memiliki... yang berlebihan, ia tidak lagi menjadi cinta... melainkan luka yang selalu memaksa hati untuk terus mengejar. "
...
Malam itu kamar Thalassa terasa sunyi.
Lampu kamar hanya menyala redup.
Thalassa berdiri di depan jendela, menatap kota yang di penuhi cahaya lampu malam.
Namun pikiran nya jauh lebih gelap dari malam di luar sana.
Bayangan Matthew terus muncul di kepala nya.
Tawa Matthew.
Tatapan Matthew.
Kenangan masa kecil mareka.
Semua itu seharus nya menjadi milik nya.
Seharus nya.
Tangan Thalassa mengepal.
" Valerie... " gumam nya pelan.
Nama itu terasa seperti duri di hati nya.
Dalam pikiran nya hanya ada satu kalimat yang terus berulang.
Valerie merebut Matthew dariku.
Padahal sejak kecil...
Matthew adalah orang yang selalu ada di sisi nya.
Mareka sekolah bersama.
Bermain bersama
Tertawa bersama.
Bahkan keluarga mareka begitu dekat.
Thalassa selalu yakin suatu hari Matthew akan menjadi milik nya.
Namun sekarang semua nya berubah.
Matthew memilih Valerie.
Dan kenyataan itu terasa seperti sesuatu yang tidak bisa ia terima.
Thalassa menutup mata nya.
Air mata nya berjatuhan.
" Aku kembali untukmu, Matthew. "
Suara nya hampir seperti bisikan.
" Kenapa kamu memilih orang lain? "
Ponsel nya bergetar. Nama Mama muncul di layar.
Ia ragu... tapi akhir nya meangkat.
" Hallo... " suara nya lemah.
" Sayang..kamu kenapa? " suara lembut tapi penuh khawatir itu langsung terdengar.
Ia terdiam. Lalu.. tangisnya pecah.
" Mah.. "
Di sembarang sana, suara itu langsung berubah panik. " Kamu nangis? Apa yang terjadi? kamu baik-baik saja kan? "
Ia menutup mulut nya, berhusha menahan suara tangisnya.. tapi gagal.
" Dia.. ma.. " suara nya bergetar " Dia ngenalin dia.. Sebagai calon istrinya.. "
Hening.
Hening yang terasa begitu berat.
" Acha.. " suara di sembarang sana melembut penuh hati-hati. " kamu pulang ya.. pulang ke Inggris Mama nggak mau kamu sendirian di sana.. "
Ia langsung menggeleng, meski tak terlihat. " Aku nggak mau pulang... "
" Acha, dengar Mama_"
" Aku nggak mau pulang! " suaranya tiba-tiba meninggi, penuh luka yang tertahan.
Ia berdiri, napasnya tidak teratur. " aku udah nunggu dia... lebih dari lima belas tahun, Ma... "
Air mata nya jatuh semakin deras.
" Aku yang selalu ada... Aku yang selalu nunggu.. Tapi kenapa Dia milih dia? "
Suara nya pecah.
"Dia itu siapa, Ma? Dia baru datang.. Tapi langsung jadi segalanya buat dia? "
" Acha.. "
" Kenapa bukan aku!? "
Tangis nya meledak.
Di sembarang sana, napas Sophie mulai tidak beraturan.
" Acha... cukup kamu lagi terluka, kamu nggak berpikir jernih_"
" Aku cinta dia. "
Suara itu keras. penuh keyakinan yang hampir gila.
" Aku bakal buktiin ke dia..kalau aku yang paling mencintai dia. "
Dan detik itu_
" Thalassa Raine Evora! "
Suara nya tegas. Tajam.
Ia terdiam.
" Jangan terlalu banyak menyayangi seseorang sampai kamu kehilangan dirimu sendiri! " kata Sophie bergetar antara amarah dan takut. " Jangan terlalu berharap pada seseorang yang jelas-jelas tidak memilih kamu. "
Air mata nya masih jatuh... Tapi matanya mulai berubah.
Kosong. Tapi penuh luka.
" Aku cuma mencintai dia.. " bisiknya pelan.
" Dia sudah memilih orang lain! "
" Aku bisa buat dia berubah... "
Kalimat itu pelan... tapi mengerikan.
Hening.
Jantung Sophie berdegup kencang.
" Acha.." suaranya kini berubah.. lembut, tapi penuh ketakutan.
" Pulang ya.. Mama mohon.. sebelum kamu menyakiti dirimu sendiri. "
Ia memejamkan mata. Air mata jatuh satu lagi.
" Mah.. " suaranya lirih, tapi dingin. " Aku nggak akan kalah sama orang baru itu. "
Napasnya bergetar.
" Aku yang lebih dahulu mencintai dia.. aku yang lebih pantas.. "
" Acha, Jangan_"
Klik.
Telpon terputus.
Ia menjatuhkan ponsel nya.
Tangisan pecah lagi...Tapi kali ini berbeda.
Bukan hanya sedih.
Tapi juga tekad.
" Aku nggak akan menyerah, " bisiknya pelan, matanya memerah. " Aku bakal ngambil dia.. Walaupun harus menghancurkan semuanya. "
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All!