NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan baru Laluna

Laluna tersadar di tengah malam, tiada siapapun di sampingnya."Kemana perginya makhluk itu, dan siapa tadi namanya? Diantara merinding dan penasaran Laluna bangkit dari pingsannya, dia ambil gelas dan memencet kran air dari dispenser nya, sekali teguk segelas penuh air putih ludes di minumnya.

Laluna kemudian duduk di sofa di ruang tamunya yang tak begitu besar, sebenarnya dia bisa saja menyewa atau bahkan membeli rumah yang mewah, tapi si gadis sederhana ini memang paling suka sesuatu yang praktis dan simple, hidupnya bukan untuk flexing dan minta di sanjung orang, inilah dia inilah hidupnya, dan dia tak suka orang lain intrupsi.

"sebenarnya apa yang terjadi, apakah mungkin di jaman yang sudah modern seperti ini masih ada hal tahayul yang sulit di nalar manusia, apakah tadi itu nyata apakah cuma ilusi ku belaka karena merasa kecapekan jiwa dan ragaku?" beribu pertanyaan bercokol di batang otaknya, dan tak ada yang mampu menjawabnya.

Aliran hangat menjalar di seluruh pembuluh darahnya, hangat yang tak seperti biasanya, belum pernah dia merasakan perasaan seperti ini, jiwanya tenang seperti melayang ,Laluna memejamkan matanya diatas sofa, dan kebetulan juga dia seorang gadis yang tak mau ada orang lain ketika berada di rumah, jadi pembantu hanya di datangkan nya seminggu sekali dan itu sudah cukup baginya, kini dalam kesendiriannya dia tidak pernah merasa kesepian, tapi datangnya hal aneh seperti ini mau tak mau bikin perasaanya merinding juga.

Dalam gelap dan dalam keadaan terpejam dia melihat dengan jelas makhluk itu datang lagi, tersenyum dan berujar, "aku nyata Laluna, jika suatu saat kamu membutuhkanku sebut lah namaku dan tiup lah telapak tanganmu tiga kali usapkan ke wajahmu maka aku akan datang membantumu sesuai kebutuhanmu, jika kamu membutuhkan kekuatan maka aku akan berbentuk tenaga jika kamu membutuhkan penerangan maka aku akan datang berbentuk fikiran yang bisa membawamu keluar dari masalahmu". Ucap aki loreng sambil tersenyum tulus, tapi senyum itu terlihat mengerikan bagi sebagian orang yang baru melihat nya, karena senyuman seekor harimau dengan gigi taring nya yang runcing yang mencuat keluar seakan mau menerkam mangsa dan itu sangat menakutkan.

Saat ini Luna diantara setengah sadar tapi tidak pingsan seperti sebelumnya karena melihat penampakan yang asing di hadapannya.

"Kamu belum terbiasa jika tiap saat kamu bergaul dan berinteraksi dengannya maka kamu akan merasakan hal itu sebagai hal yang lumrah". Suara itu lagi, dan akhirnya Luna tertidur pulas diatas sofa sampai sholat isya nya terlupakan, tidur mendengkur nyenyak sampai subuh tanpa bantal tanpa selimut tanpa ganti baju bahkan masih memakai sepatu.

Pagi harinya, adzan subuh berkumandang, dia bangun dalam keadaan segar bugar, ya Allah enteng sekali tubuhku seakan membawa beban se kwintal pun aku kuat". Gumamnya sambil stretching hingga pinggang dan lehernya bunyi kretek².

Sambil sarapan setangkup roti isi daging dan minum kopi pahit kesukaannya , Laluna men scroll sosmed nya sambil memeriksa keuangan di perusahaan miliknya, perusahaan penerbitan buku dan novel yang lagi naik daun, sekali kali memang dia juga menjadi pengarang yang di terbitkan di perusahaanya sendiri, hanya sekedar hobby tidak terlalu di tekuni nya, dia akan menulis jika punya mood dan lagi punya waktu dan ide.

"Alhamdulillah profit untuk bulan ini lumayan juga". Laluna bersyukur karena yang bekerja padanya termasuk orang orang yang jujur dan loyalitasnya tinggi, meski tidak tiap hari dia duduk di perusahaan kecilnya itu tapi para pekerja sudah faham dengan bidangnya masing masing.

Pagi hari seperti biasa Laluna pergi beraktifitas kali ini akan meliput suatu berita tentang penemuan mayat yang belum di ketahui siapa pembunuhnya, dan hari ini dia lagi malas jalan kaki, biasanya dia ke kantor yang jaraknya lima kilo meter dari rumahnya itu dengan jalan kaki sekaligus olah raga, jika tak begitu jarang sekali dia punya waktu untuk olahraga, semua temen di kantornya yang cantik seksi dan glowing sudah pada tahu karakter Laluna yang setengah tomboy tanpa polesan bedak apapun hanya skincare mahal yang dia pakai agar wajahnya enak di lihat, tiap sampai ke kantor dengan keringatnya yang mengucur, dia istirahat sebentar terus mandi agar tidak bau matahari, kegiatannya selalu begitu jadi semua orang kantor sudah faham.

Dia naik motor sportnya, di hadapannya dia melihat ada mobil yang sedang di buntuti oleh tiga motor dengan enam lelaki sangar yang jadi pengendaranya.

Laluna yang memang berjiwa ksatria tak bisa melihat kedzaliman di depan matanya, siapa itu yang jadi korban harus di tolong, itu prinsipnya.

Laluna terus mengintai ketiga motor itu, si pengendara mobil yang tak curiga apapun begitu santai dengan bosnya yang tak tahu pula bahwa mereka sedang di buntuti, lelaki dengan kaca mata hitam merk Chopard yang berharga sekitar 5,6 miliarnya itu terlihat sangat berwibawa.

Ketika motor itu makin mendekat si sopir baru menyadari, sopir yang juga asisten pribadi dan bodyguard dari lelaki tersebut sebut saja namanya Hasan memberitahukan pada si boss bahwa mereka sedang di buntuti.

"Bos ada yang sedang cari masalah dengan kita". Ucapnya waspada dan si bos serta merta menoleh ke belakang, mobil itu di lapisi kaca anti peluru yang dari dalam terlihat bening hingga bisa melihat apapun yang berada di luar mobil tapi dari luar terlihat gelap, orang tak bisa melihat aktifitas penumpang didalamnya .

Boss besar bernama Fadli Arslan itu dengan tenang meraih senjatanya yang berada di balik kursi yang di duduk i, dan menyembunyikan di balik jas mahalnya.

"Tetap tenang Hasan, jangan membuat mereka curiga dan jalankan mobil seperti biasa, kita hadapi mereka bersama". Perintah sang bos, dan Hasan pun tidak ngebut untuk menghindar malah berjalan dengan tenangnya, tiba tiba "bessssttttt" roda belakang dua duanya kempes di tembak oleh penguntit, ban tersebut tidak meledak tapi habis anginnya hingga membuat mobil oleng, disisi jalan yang agak sepi mobil di hentikan keduanya berniat menghadapi penjahat tersebutlah, pengusaha papan atas seorang Fadly Arslan tentu saja banyak saingannya baik dari kalangan lurus dan kalangan gelap, kalangan mafia bawah tanah, dan kini banyak sekali saingan yang menyewa dan bekerja sama dengan para penjahat mafia kejam untuk saling menjatuhkan, sejujur apapun kita dalam berbisnis saingan akan menjatuhkan kita tanpa ampun, itulah dunia bisnis, dan Fadly belum tahu siapa lawan bisnisnya yang ingin menjatuhkannya karena beliau tak merasa punya musuh, jika boleh menebak pasti itu adalah saudara dan keluarga dari fihak mantan istrinya yang asli orang arab itu.

Tetapi sebelum aksinya di mulai, terlihat seorang wanita malah sudah berkelahi dengan enam lelaki, dengan gagah perkasanya bak seorang ksatria wanita itu seperti tanpa lelah melompat kesana kemari dengan memukul sana sini bahkan ketika seseorang menodongkan senjata Laras panjangnya wanita itu dengan santai memegang dan membengkokkan senjata tersebut seperti seorang emak emak yang membengkokkan gantungan baju dari kawat, ketika pelatuk di bunyikan ternyata malah berbalik mengenai dada si penembak, Hasan dan Fadly melongo melihat kenyataan di depan matanya ini.

Akhirnya keempat laki laki itu tumbang dengan satu lelaki yang tertembak oleh dirinya sendiri, dadanya bolong tertembus peluru, kedua lelaki melarikan diri tapi ketika keduanya mulai naik motor sebuah peluru menembus kepalanya yang di depan karena terkejut hingga tancap gas dengan sembarangan dan berakhir dia menabrak trotoar menggelinding di tengah jalan dan 'crashh' sebuah Truck muatan cabe menabraknya dengan brutal, truk dari Jawa yang muat cabe itu tahu sendiri kencengnya bagaimana.

"heii tuan kita ketemu lagi". Sapa Laluna, dan kedua lelaki itu baru menyadari si penolong tadi adalah Laluna gadis yang telah menolong putranya tempo hari.

@@$@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!