NovelToon NovelToon
Hening Yang Membeku

Hening Yang Membeku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Duniahiburan / Cintapertama
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Kai hidup dalam dunia tanpa warna, terperangkap dalam musim dingin abadi di hatinya. Namun, sebuah melodi piano misterius mulai mencairkan es yang membungkus rahasia masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: FREKUENSI YANG MENYIKSA

Hutan di perbatasan Oakhaven kini terasa seperti jaring laba-laba raksasa bagi Kai. Setiap langkah yang ia ambil memicu getaran di telapak tangannya. Simbol emas itu tidak hanya berpendar; ia berdenyut mengikuti ritme komunikasi radio militer yang mengepung wilayah tersebut.

"Ke kiri, Elara! Sekarang!" Kai menarik tangan Elara masuk ke dalam ceruk di bawah akar pohon besar yang tumbang.

Hanya beberapa detik kemudian, sebuah jet pengintai nirawak melesat rendah di atas tajuk pohon, memancarkan gelombang sonar yang biasanya mampu mendeteksi detak jantung manusia. Namun, saat jet itu lewat, Kai menggenggam tangan Elara dan memfokuskan pikirannya pada simbol di tangannya.

Ia membayangkan sebuah "keheningan". Simbol emas itu merespons, memancarkan frekuensi kontra-getaran yang menciptakan gelembung isolasi di sekitar mereka. Drone itu lewat begitu saja, buta terhadap keberadaan mereka.

"Kau melakukannya lagi," bisik Elara, napasnya tersengal di bahu Kai. "Tapi tanganmu... Kai, kau gemetar hebat."

Kai menatap telapak tangannya. Simbol emas itu kini berwarna merah redup, seolah-olah terbakar karena beban data yang baru saja ia blokir. "Rasanya seperti mencoba menahan air terjun dengan tangan kosong, Elara. Aku bisa mendengar mereka. Bukan hanya militer, tapi setiap sinyal ponsel, setiap transmisi data di radius sepuluh kilometer. Semuanya masuk ke dalam kepalaku sebagai warna abu-abu yang bising."

"Kita harus segera sampai ke biara itu. Sarah bilang tempat itu terisolasi secara geomagnetik. Di sana kau bisa beristirahat."

Mereka melanjutkan perjalanan di bawah guyuran hujan es yang mulai turun. Di mata Kai yang monokrom, hujan itu tampak seperti jutaan garis perak yang jatuh dari langit kelabu. Namun, indra "antena"-nya memberinya penglihatan tambahan: ia bisa melihat "jalur panas" dari konvoi militer di balik bukit sebagai aliran cahaya statis.

"Mereka memasang blokade di jembatan depan," kata Kai tiba-tiba, meskipun jembatan itu masih berjarak dua kilometer. "Ada frekuensi yang sangat kuat di sana. Bukan radio... tapi sesuatu yang lebih tajam. Seperti frekuensi yang digunakan Julian, tapi lebih stabil."

"Unit Anti-Resonansi yang tersisa?" tanya Elara cemas.

"Mungkin. Mereka tahu aku akan tertarik pada jalur-jalur frekuensi tinggi."

Kai berhenti di tepi sungai yang menderu. Ia tahu mereka tidak bisa lewat jembatan. Ia menatap arus air yang sangat dingin. Di penglihatannya, air sungai itu tampak murni, bebas dari polusi frekuensi manusia.

"Kita harus menyeberangi sungai ini secara manual," ucap Kai. "Air akan meredam sinyal dari tanganku. Itu satu-satunya cara untuk menghilang sepenuhnya dari radar mereka."

Mereka mulai menyeberang. Air setinggi pinggang yang membekukan membuat otot-otot mereka kaku seketika. Di tengah sungai, Kai tiba-tiba terjatuh. Ia mengerang, memegangi kepalanya.

"Kai!" Elara berusaha menahan tubuh Kai agar tidak hanyut.

"Terlalu banyak... Elara... terlalu banyak suara!"

Simbol di tangan Kai meledak dalam cahaya keemasan yang sangat terang, memantul di permukaan air sungai. Kai sedang mengalami "overload". Di dalam kepalanya, ia mendengar ribuan suara orang yang merasakan dampak Spektrum Putih—tangisan bahagia, doa-doa, namun juga ketakutan dari mereka yang tidak mengerti apa yang terjadi.

"Kai, dengarkan suaraku!" Elara berteriak di tengah gemuruh air. "Hanya suaraku! Jangan dengarkan dunia! Fokus pada satu nada!"

Elara mulai menyanyikan nada dasar yang paling sederhana—sebuah *A minor* yang stabil dan lembut. Ia memeluk kepala Kai, menempelkan telinganya ke dadanya agar Kai bisa mendengar detak jantungnya.

Perlahan, cahaya di tangan Kai meredup kembali menjadi pendaran emas yang tenang. Riak informasi yang menyiksa itu mulai tersaring oleh suara Elara. Musik Elara menjadi filter bagi kekacauan dunia yang masuk ke dalam saraf Kai.

"Terima kasih," bisik Kai saat mereka akhirnya mencapai tepian seberang, menggigil kedinginan. "Suaramu adalah satu-satunya jangkar yang membuatku tetap menjadi manusia."

Mereka merangkak masuk ke dalam sebuah gua kecil di tepi sungai untuk mengeringkan diri. Di sana, Kai menyadari sesuatu yang krusial. Simbol di tangannya bukan sekadar beban; itu adalah cermin dari kondisi dunia.

"Dunia mulai kehilangan 'keheningan' itu, Elara," kata Kai sambil menatap simbolnya yang kini berkedip tidak teratur. "Orang-orang mulai kembali ke ego mereka masing-masing. Kekuatan Spektrum Putih memudar lebih cepat dari yang kita duga."

"Lalu apa gunanya semua pengorbanan ini jika semuanya kembali seperti semula?" Elara tampak terpukul.

"Tidak semuanya kembali," Kai menunjuk ke arah simbolnya. "Dulu kita butuh mesin raksasa di puncak gunung. Sekarang, rahasianya ada di sini. Di dalam diri kita. Kita bukan lagi mencari cara untuk mengubah dunia sekaligus, tapi cara untuk menjaga cahaya ini tetap hidup dalam satu orang pada satu waktu."

Tiba-tiba, simbol di tangan Kai memproyeksikan sebuah koordinat baru. Bukan ke arah biara di Alpen, tapi ke sebuah lokasi di dalam Ibu Kota yang baru saja dibangun kembali.

"Ada pesan masuk melalui frekuensi emas ini," Kai mengerutkan kening. "Bukan dari Sarah. Bukan dari Aris."

*“Anakku, jangan ke biara. Itu jebakan. Datanglah ke tempat pameran pertamamu. Warna yang sebenarnya sedang menunggumu di sana.”*

Kai tertegun. Suara itu... ia mengenalnya. Itu adalah suara ayahnya, Malik. Namun bagaimana mungkin? Ayahnya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu.

"Kai, ada apa?" tanya Elara melihat ekspresi Kai yang seperti melihat hantu.

"Ayahku... dia belum benar-benar pergi. Dia ada di dalam jaringan ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!