NovelToon NovelToon
Iman Yang Tak Terbeli

Iman Yang Tak Terbeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Malolo

seorang gadis muslimah Shafira Azzahra 25 tahun yang taat, tinggal dengan orang tuanya dan seorang adik laki yang masih SMA. Ayahnya seorang tukang bersih di rumah Dave dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Dave 30 tahun adalah CEO kaya raya, arogan dan antipati dengan wanita yang berhijab. Pertemuan mereka di perusahaan Dave yaitu Mahesa grup. Shafira adalah karyawan di perusahaan itu di divisi keuangan. Dave diminta untuk mencari istri tapi blm ada yang cocok. Orang tuanya selalu mendesak. Dave tidak terlalu paham agama nya meskipun dia adalah muslim. Karena jarang di ajarkan orng tuanya yang sibuk berbisnis. Dave datang di perusahaan itu untuk menggantikan ayahnya yang sdh ingin istirahat. Sebelumnya Dave memimpin perusahaan di luar negeri. Dave tidak suka melihat karyawannya yg berhijab. Menurut dia semua wanita sama hanya menyukai uang. Dia ingin Shafira menanggalkan hijabnya jika msh ingin bekerja di perusahaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20: Cahaya yang Tak Terpadamkan

Kilatan lampu kamera dari puluhan media nasional memenuhi ruangan konferensi pers, menciptakan atmosfer yang panas dan menyesakkan. Di barisan terdepan, Bu Sarah duduk dengan tangan bersedekap, wajahnya yang semula penuh kemenangan perlahan berubah menjadi topeng kecemasan saat melihat Yoga berdiri di samping Dave, bukan di bawah kawalannya.

Dave melangkah ke depan mikrofon. Ketegangan di ruangan itu mencapai titik didih. "Kemarin, kalian mendengar sebuah narasi tentang pengkhianatan dan ambisi. Hari ini, kalian akan mendengar tentang kebenaran yang tidak bisa dibeli dengan selembar cek atau ancaman nyawa."

Dave memberi isyarat kepada Yoga. Pria itu menarik napas panjang, menatap kamera dengan mata yang kini tidak lagi beralih.

"Semua yang saya katakan di podium ini kemarin... adalah kebohongan," ujar Yoga, suaranya menggema di seluruh ruangan. "Saya dipaksa oleh pihak yang memiliki kekuasaan besar di Mahesa Group untuk memfitnah Shafira Azzahra. Mereka mengancam akan menghentikan biaya pengobatan adik saya yang sedang kritis jika saya tidak mengikuti skenario mereka."

Gumaman kaget meledak di antara para jurnalis. Bu Sarah berdiri dengan kasar, wajahnya memerah. "Berhenti berbohong, Yoga! Siapa yang membayarmu untuk mengatakan omong kosong ini?!"

Dave menatap ibunya dengan tatapan yang sarat akan kekecewaan mendalam. "Tidak ada yang membayarnya, Ma. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya seorang pemimpin lakukan: melindungi mereka yang tidak berdaya. Adik Yoga sudah berada dalam perlindungan medis terbaik, bebas dari ancaman siapa pun."

Yoga melanjutkan, "Shafira adalah wanita paling terhormat yang pernah saya kenal. Foto yang kalian lihat adalah potongan dari momen diskusi tugas akhir kami. Tidak pernah ada hubungan materialistis seperti yang dituduhkan. Dia menolak saya karena dia memegang teguh prinsipnya, dan saya... saya sempat cukup rendah untuk membiarkan harga diri saya digunakan sebagai senjata untuk menghancurkannya."

Di sudut ruangan, Shafira yang menonton melalui layar monitor bersama Ibu Maryam, jatuh terduduk di atas sajadahnya. Ia menangis, namun kali ini adalah tangis syukur yang membasuh seluruh luka di hatinya. Kehormatan yang sempat diinjak-injak itu kini dikembalikan oleh orang yang paling tidak ia sangka: Dave Mahesa.

Bu Sarah mencoba melangkah keluar, namun langkahnya terhenti oleh tim hukum yang dipimpin oleh pengacara Pak Devan.

"Ibu Sarah, atas instruksi pemilik suara mayoritas Mahesa Group, posisi Anda sebagai komisaris dinonaktifkan sementara mulai detik ini," ujar pengacara itu dengan nada dingin. "Kami juga memiliki bukti aliran dana ilegal dari rekening pribadi Anda untuk menyuap saksi dan menghalangi penyelidikan kasus tabrak lari Clara."

Di layar besar di belakang panggung, Dave menampilkan bukti terakhir: Rekaman audio saat asisten Bu Sarah mengancam Yoga di hotel. Suara itu jelas, nyata, dan tak terbantahkan.

"Inilah harga dari sebuah kebohongan," ujar Dave pelan, menatap ibunya yang kini tampak ringkih di tengah kerumunan jurnalis yang mulai menyerbunya dengan pertanyaan pedas.

Dave segera meninggalkan panggung, mengabaikan teriakan media. Ia berlari menuju mobilnya, menuju apartemen tempat Shafira berada. Baginya, memenangkan konferensi pers ini belum lengkap sebelum ia melihat senyum di wajah wanita itu.

Saat pintu apartemen terbuka, Dave melihat Shafira berdiri di sana bersama Ibu Maryam. Suasananya tidak lagi tegang. Ada kedamaian yang kembali menyelimuti mereka.

"Pak Dave," ujar Ibu Maryam, suaranya lembut namun berwibawa. "Terima kasih sudah membersihkan nama putri saya. Anda sudah menepati janji."

Dave menunduk hormat. "Ini bukan hanya soal janji, Bu. Ini soal mengembalikan apa yang seharusnya tidak pernah hilang."

Shafira menatap Dave dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada rasa syukur, kagum, dan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar hubungan atasan dan bawahan. "Terima kasih, Pak Dave. Bapak sudah mempertaruhkan segalanya."

Dave tersenyum tipis, sebuah senyum tulus yang jarang ia perlihatkan. "Aku tidak kehilangan apa pun, Shafira. Justru hari ini, aku merasa akhirnya memiliki sesuatu yang nyata."

Namun, di tengah momen haru itu, ponsel Dave bergetar. Sebuah pesan singkat dari Rio masuk: "Pak, Pak Rahman... kondisinya kritis. Dokter meminta keluarga segera ke rumah sakit."

Dunia seolah kembali berguncang. Kemenangan mereka atas fitnah barulah awal dari ujian sesungguhnya.

1
Novita Sari
saudara kembar bersatu....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
semangat thor, tambah seru..
.
Meghawati: menegangkan
total 1 replies
Novita Sari
Alhamdulillah thor update banyak terimakasih thor n semangat 💪💪💪
Meghawati: selalu semangat
total 1 replies
Novita Sari
dave ada saudara, lanjut thor....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
lanjut thor...
Meghawati: lanjuuut
total 1 replies
Novita Sari
astaghfirullah bu sarah udah mau mati gak sadar sadar..
Meghawati: hahaha belum dapat hidayah
total 1 replies
Novita Sari
jangan liat dari masa lalu safira 😭😭😭😭 Alhamdulillah update banyak terimakasih thor, semangat 💪💪💪💪
Meghawati: terimakasih supportnya
total 2 replies
Novita Sari
semangat dave safira
Meghawati: terimakasih
total 1 replies
Siti Naimah
keren Shafira 👍
Meghawati: matap
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan dave bukan anak kandung bu sarah
Meghawati: jahat banget
total 1 replies
Novita Sari
terus berjuang di jalan Allah Safira..
Meghawati: aamiin
total 1 replies
Novita Sari
tambah seru, ditunggu kebucinan dave sama safira thor
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
terus berkarya thor, cerita nya bagus..
Novita Sari
cerita bagus,..
Meghawati: makasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!