NovelToon NovelToon
Simfoni Dua Deru

Simfoni Dua Deru

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Syra Aliyah Farhana, seorang gadis kota yang hidup bebas dengan deru mesin motor, mendapati dunianya jungkir balik saat dipaksa "mondok" dan dijodohkan dengan putra mahkota Pesantren Al-Fathan. Ia datang dengan jaket denim robek dan knalpot bising, siap untuk memberontak.
​Namun, ia harus berhadapan dengan Arkanza Farras Zavian, Gus muda yang berwibawa, dingin, dan tak mudah goyah oleh gertakan. Di tengah aroma kopi dan lantunan kitab kuning, Syra terjebak dalam perjanjian yang merampas fasilitas mewahnya. Di balik tembok pesantren, ia tidak hanya harus berhadapan dengan aturan yang mencekik, tapi juga rahasia hati, kecemburuan, dan masa lalu yang mengejarnya dari Jakarta.
​Ini bukan sekadar tentang perjodohan, tapi tentang perjalanan mencari arah pulang di tempat yang Syra sebut sebagai "Neraka Suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu yang teruji dan kabar dari jakarta

​Kemenangan Syra dalam membongkar fitnah Sabrina memang membersihkan nama Arkan secara hukum dan logika, namun sisa-sisa ketegangan masih menggantung di udara pesantren bagaikan kabut pagi yang enggan beranjak. Para santri masih sering berbisik-bisik di koridor kelas, dan suasana di kantin pun terasa lebih canggung dari biasanya. Semua orang tahu bahwa badai besar baru saja lewat, tapi mereka belum yakin apakah cuaca benar-benar sudah aman.

​Pagi harinya, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik dengan plat nomor Jakarta (B) memasuki gerbang Al-Fathan. Kehadirannya tampak sangat kontras di antara deretan pohon jati dan bangunan bata merah yang bersahaja. Suara mesinnya yang halus terdengar asing di telinga para santri yang sedang melakukan piket pagi.

​Itu adalah Haryo Farhana, ayah Syra. Beliau turun dari mobil dengan langkah yang tampak lebih lambat dari biasanya, didampingi oleh seorang pria paruh baya berkoper yang merupakan pengacara keluarga. Wajah Haryo tampak pucat, guratan kelelahan tercetak jelas di bawah matanya—sisa dari guncangan kesehatan yang sempat ia alami akibat ulah licik Fariz. Bisnisnya di Jakarta sedang diguncang, dan itu jelas menguras energinya.

​"Ayah!" Syra berlari menuruni tangga dhalem, mengabaikan tatapan para santriwati yang masih memandangnya dengan rasa ingin tahu. Ia tidak peduli lagi dengan aturan untuk menjaga sikap di depan umum. Ia langsung menghambur ke pelukan ayahnya, menghirup aroma parfum maskulin yang selalu mengingatkannya pada rumah di Jakarta.

​"Syra... anakku," suara Haryo parau. Ia mengelus rambut Syra yang kini tertutup kerudung rapi. Ada rasa haru yang tak bisa ia sembunyikan melihat perubahan putrinya. "Maafkan Ayah baru bisa datang sekarang. Keadaan di kantor benar-benar kacau."

​Di ruang tamu utama dhalem yang beralaskan karpet tebal, Kyai Sepuh dan Arkanza menyambut mereka. Suasana terasa formal dan sedikit kaku. Haryo menyesap teh yang dihidangkan dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu menatap Arkanza dengan tatapan penuh rasa syukur sekaligus bersalah. Ia merasa telah menyeret pesantren yang tenang ini ke dalam drama keluarganya yang berantakan.

​"Kyai, Gus Arkan... saya datang untuk menjemput Syra," ucap Haryo lugas. Syra tersentak, genggamannya pada lengan ayahnya mengerat. "Saya sudah mendengar semuanya. Tentang Fariz, tentang fitnah itu, dan bagaimana Arkan mempertaruhkan reputasinya demi putri saya yang keras kepala ini. Saya sadar, Syra mungkin hanya akan mendatangkan masalah jika tetap di sini. Fariz sudah kehilangan akal sehatnya di Jakarta, dan saya tidak mau Al-Fathan menjadi sasarannya lagi. Saya ingin Syra aman di bawah pengawasan saya langsung."

​Arkanza meletakkan cangkir tehnya perlahan. Ia menatap Haryo dengan ketenangan yang tak tergoyahkan. "Pak Haryo, masalah Fariz adalah tanggung jawab saya sekarang. Syra bukan lagi beban bagi kami. Dia adalah alasan mengapa saya belajar bahwa kebenaran harus diperjuangkan dengan cara yang berbeda. Jika Anda membawanya sekarang hanya karena rasa takut, maka kita membiarkan orang-orang seperti Fariz menang."

​"Tapi Arkan, bisnis saya di Jakarta sedang tidak stabil. Fariz punya banyak koneksi untuk menekan kita," bantah Haryo.

​"Ayah," potong Syra, suaranya mantap. "Di Jakarta Syra punya segalanya, tapi Syra merasa kosong. Syra cuma jadi boneka yang harus tampil sempurna di depan kolega Ayah. Di sini, Syra nggak punya apa-apa, tapi Syra merasa utuh. Syra mau di sini, bukan karena wasiat atau hutang, tapi karena Syra mau belajar jadi 'makmum' buat imam yang berani duel demi kehormatan Syra. Syra sudah menemukan tempat pulang yang sebenarnya."

​Haryo terdiam lama, menatap mata putrinya yang biasanya penuh pemberontakan kini memancarkan kejernihan. Ia melihat ada kedewasaan baru di sana, sesuatu yang tidak pernah ia temukan selama belasan tahun Syra tinggal di apartemen mewah mereka. Ia menghela napas panjang, lalu menyerahkan sebuah map cokelat kepada Arkanza.

​"Ini surat pelunasan hutang saya. Saya sudah menjual beberapa aset di Jakarta. Arkan... saya menyerahkan Syra kepadamu bukan lagi karena transaksi, tapi karena saya tahu, hanya kamu yang bisa menjinakkan naga kecil saya tanpa mematahkan sayapnya. Tolong, jaga dia lebih baik dari cara saya menjaganya."

​Setelah percakapan panjang itu, Haryo pun berpamitan. Syra mengantar ayahnya sampai ke mobil dengan perasaan yang jauh lebih lega. Beban hutang itu hilang, berganti dengan amanah yang jauh lebih besar. Ketika mobil hitam itu menghilang di balik gerbang, Syra berbalik dan menemukan Arkanza berdiri di teras dhalem.

​"Jadi, naga kecil?" goda Arkanza sambil melirik map cokelat di tangannya.

​Syra mendengus, tapi kali ini ada senyum tipis di bibirnya. "Jangan senang dulu, Gus. Naga tetap punya kuku yang tajam."

​Arkanza hanya terkekeh pelan. Pagi itu, langit Al-Fathan terasa jauh lebih cerah. Kabut yang menggantung tadi seolah tersapu oleh keberanian Syra untuk memilih jalannya sendiri. Mereka tahu Fariz mungkin masih akan mengirimkan gangguan, tapi setidaknya sekarang, mereka menghadapinya sebagai satu kesatuan, bukan lagi sebagai orang asing yang terikat hutang piutang.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Hartini Donk
dalemmmm banget terhura aku...👍👍👍💪
falea sezi
sweet amat sih gus
falea sezi
suka deh endingnya g ribet g bertele Tele kerennnn
falea sezi
ini dibuat sinet pendek bagus deh
falea sezi
jd mereka uda nikah
Hartini Donk
jossss
Hartini Donk
ini n kdi film po sinetron mini keren banget thorrrr...
Isti Mariella Ahmad: wah semoga aja ya
total 1 replies
Rahma Sari
keren loh ceritanya.
Rahma Sari
keren loh ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Terimakasih sayang, baca yang lain juga ya
total 1 replies
Hartini Donk
aku sukaaa...
Rahma Sari: aq juga suka (maaf y u yg sentuhan fisik bukan bermaksud membenarkan) tp ini novel.
total 1 replies
Muharlita Muharlita
Wahhh seru ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Makasih sayang, baca cerita yang lain juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!