NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah

Mobil ambulance yang membawa korban kecelakaan, Nuri tiba di rumah sakit kabupaten. Para petugas medis, perawat mendorong brankar menuju IGD untuk menindak lanjut keadaan Nuri.

"Maaf ibuk tidak di izinkan masuk. Mohon kerja samanya" ucap salah satu suster.

Norma hanya mampu mengangguk. Tangannya yang dingin bak es, menggenggam jemari suster tersebut.

"Tolong selamatkan putri saya sus" lirihnya, sesekali terisak di karenakan menangis sepanjang perjalanan.

"Kami akan usahakan yang terbaik, teruslah berdo'a" ucap suster non-muslim ini, terlihat dari kalung berbentuk salib.

Norma mengangguk lemah.

Suster segera masuk ke ruang IGD.

Di didalam tenaga medis mulai di sibukkan memasang alat di tubuh Nuri. Memasang infus, selang oksigen, membersihkan darah di bagian bibir. Mereka berbagi tugas agar pasien tidak terlambat di tangani.

Melihat keadaan pasien stabil, Dokter serta petugas lainnya bisa bernafas sedikit lega. Tapi mata gadis itu terbuka dengan pandangan kosong, tidak merespon panggilan Dokter maupun suster.

Dokter memutuskan tindakan ronsen, untuk memastikan perkiraannya. Melihat dari luka yang tidak begitu berat, pasien juga sudah siuman, tapi tidak merespon, Dokter menyimpulkan ada kerusakan di otaknya.

Klik

Pintu IGD terbuka, tampak suster keluar dari ruangan. Norma bergegas mendekati suster ini.

"Bagaimana putri saya Sus?" kejar Norma.

"Sementara ini putri Ibu sudah siuman, tapi memerlukan beberapa tindakan medis lagi karena pasien tidak merespon." jawab suster tersebut.

"Bolehkah saya melihat keadaanya sus?... Sebentar saja" lirihnya.

"Mohon maaf ibuk, kondisi pasien belum stabil. Nanti setelah ronsen baru bisa di kunjungi." ujar suster lembut. Meski iba Iya harus tetap profesional.

Norma hanya diam, lalu kembali ke kursi tunggu. Dirinya termenung, memikirkan kondisi sang anak. Perut yang berbunyi minta di isi di abaikannya. Nafsunya seakan hilang mengingat kondisi buah hati tidak baik-baik saja.

"Nor, bagaimana keadaan Nuri?" Ucap sebuah suara. Norma mendongak, ternyata Bu kades bersama sang suami.

"Bu Lastri... Nuri masih di tangani, masih harus di ronsen dulu. Suster mengatakan Dia sudah siuman, tapi tidak merespon" ucapnya lemah.

"Silahkan duduk Pak, Buk!" Norma bergeser mempersilahkan Buk Lastri dan Pak Kades duduk.

Bu Lastri mengosongkan satu kursi, meletakkan kantong berisi rantang, cangkir, piring dan sendok. Kantong yang lain berisi termos air panas, bantal kecil dan selimut.

"Kamu mendingan bebersih dulu, itu baju mu ada noda darah. Di kantong merah ada daster, kebetulan daster adik saya tinggal di rumah, semoga cocok ya. Nuri biar saya dan bapak yang jagain sebentar" ucap Bu Lastri penuh perhatian.

"Terima kasih atas kebaikan Ibuk dan Bapak, saya.. Banyak berhitung budi pada kalian, entah dengan cara apa saya bisa membalasnya" Norma terharu dan sedih.

Sementara keluarga sang suami belum ada menampakkan diri, malah orang asing yang menolongnya dan begitu peduli.

"Sudah, tak usah dirimu pikirkan. Yang penting kamu harus tetap sehat, supaya bisa menjaga, merawat Nuri." Bu Lastri memberi semangat.

Norma mengangguk. " Kalau begitu, saya permisi dulu ya Pak, Buk" Norma sedikit membungkuk, lalu meninggalkan area ruang tunggu IGD.

Tak lama, brankar yang membawa Nuri keluar. Di dorong petugas pria. Melihatnya, Bu Lastri dan suaminya beranjak.

"Maaf, pasien akan di bawa ke lantai dua. Untuk di lakukan ronsen dan beberapa tes lainnya." ujar pria itu.

"Baiklah, saya perwakilan dari ibunya pasien. Bolehkah saya ikut?" ucap Pak Kades.

"Boleh. Mari!" Petugas kembali mendorong brankar ranjang melewati lorong, menuju lift.

"Nanti Ibuk beritahukan pada Norma" angguk Bu Lastri.

Norma yang baru keluar toilet, melihat mertuanya, Mariah beserta suaminya di parkiran.

Sang mertua yang melihat Norma, dengan langkah cepat, menyingsing lengan baju sampai sikut, wajah memerah menahan amarah. Mariah berhenti tepat di hadapan Norma, berjarak satu langkah.

"Buk, Pak" Sapa Norma. Mertua laki-laki hanya mengangguk, sedangkan Mariah mendengus.

Mereka berjalan memasuki rumah sakit, kedua mertua Norma berjalan dibelakangnya.

"Norma" Bu Lastri menyusul Norma, karena petugas mencari ibu pasien. Wanita baik hati menatap sekilas pada Mariah dan Bondan, sedikit mengangguk sopan.

"Ya buk, apa terjadi sesuatu pada Nuri?" Norma seketika cemas.

Bu Lastri menggeleng "Dokter memintamu untuk untuk mengurus administrasi dan surat menyurat lainnya" beritahu Bu Lastri seraya mengulurkan bukti medis untuk di berikan pada pihak administrasi terkait biaya.

"Saya tidak bisa berlama disini, bapak sudah menunggu di luar. Kamu jangan lupa makan ya, makanan nya di ruang tunggu, pun juga keperluan lainnya" lanjutnya lagi.

"Terima kasih banyak ya Buk" Norma tidak bisa mau berterima kasih seperti apa lagi pada wanita ini.

Bu Lastri memeluk Norma, mengusap punggung, lalu berbisik pelan "Ini ada sedikit untuk pegangan" Iya selipkan uang di genggaman Norma.

Norma hanya mengangguk.

******

Setelah kepergian Bu Lastri Norma bergegas menuju pihak administrasi.

Semua surat yang di butuhkan telah di serahkan pada petugas. Pun juga rekam medis. Norma menunggu di kursi tunggu, di sampingnya Mariah duduk dengan wajah masam.

"Keluarga dari pasien atas nama Nuri hayati!" panggil petugas wanita.

Norma beranjak, di ikuti Mariah yang kepo nya mulai kumat.

"Putri ibuk harus di operasi, karena ada gangguan Neurologis: Kerusakan atau gangguan pada area otak tertentu akibat dari pendarahan karena benturan. Ini dapat memengaruhi kemampuan bicara atau merespons, meskipun kesadaran dasarnya pulih" petugas menjelaskan singkat, padat dan jelas.

Norma sedikit banyak mengerti.

"Kapan operasinya dan bagaimana terkait biayanya nya buk?" tanyanya langsung.

"Tindakan operasinya dilakukan esok hari tergantung kondisi pasien. Untuk biaya operasi berkisar Rp.35 juta, sedangkan biaya rawat inap Rp.500 ribu/malam.

"Haa?" Norma melongo, mata melebar, shock mendengar biaya yang harus di serahkan.

"Ya Allah... Dari mana hamba akan mendapatkan biaya sebanyak itu?" lirihnya frustasi.

"Maaf sebelumnya buk, untuk sekarang saya belum ada biaya nya. Apakah bisa menunggu saya mendapatkan pinjaman?" Norma berusaha nego.

"Bisa ibuk. Tapi hanya di beri waktu sampai besok, karena besok pasien harus segera di tangani. Mohon maaf ya Buk, karena saya hanya menjalani prosedur" petugas itu menangkupkan tangan.

"Iya, saya mengerti. Terima kasih" balas Norma.

******

Di taman.

Mariah menarik paksa Norma menuju taman rumah sakit.

Dan disinilah menantu dan mertua itu, Norma duduk di bangku, wajah di tutupi telapak tangan karena mumet. Sedangkan Mariah masih betah berdiri, bersedekap dada.

"Inilah akibatnya tidak mendengar pendapat orang tua! Seharusnya tidak seberapa berat mengobati Nuri, tapi sekarang malah semakin berat karena kecelakaan ini, mana biaya makin membengkak. Jadi harus membayar pakai apa tagihan rumah sakit ini Norma?"

"Buk... Tidak ada yang mau mendapatkan musibah ini, dan tidak ada yang menyangka semua ini. Bukankah tadi saya menitipkan Nuri pada Ibuk dan Daria?" ucap Norma pelan.

"Kamu menyalahkan Aku?!"

.

.

.

Bersambung.....

.

Sore guys

like dan komentarnya 🙏

.

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!