Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.
Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.
Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Dimas memperhatikan Melia yang makan mangga muda dengan wajah yang memperlihatkan senyum manis, padahal yang di makan itu rasa nya masam, tapi entah kenapa terasa manis di lidah Melia.
"Nggak asam?" tanya Dimas di jawab gelengan singkat dari Melia yang masih menikmati mangga muda yang di cocol sambal buatan Dimas.
Dimas nampak mengecap menelan air ludah nya sendiri melihat Melia yang tak merasakan asam nya pada mangga muda itu.
"Kakak mau?" tawar Melia yang sedari tadi melihat mata Dimas tertuju pada piring yang berisi potongan mangga muda.
"Mau" jawab Dimas langsung di sodorkan mangga muda yang sudah di tusuk dengan garpu dan di cocol sambal ulekan.
"Bukan dari sini" ucap Dimas sembari menyuapkan balik Melia dengan mangga muda yang di sodorkan pada nya. Melia mengernyit heran dan memilih untuk membuka mulut nya.
"Tapi dari sini" Dimas langsung mendekat dan melahap rujak mangga yang sudah masuk ke dalam mulut Melia dengan luumatan yang membuat mata Melia terpejam.
"Ish Kakak!" seru Melia merona, rujak yang ada di dalam mulut nya sudah berpindah tempat.
"Nah ini baru manis" ucap Dimas sembari mengelap bibir nya yang terasa sedikit basah akibat sambal ulekan yang menetes.
Melia kembali melahap rujak itu dan tak ingin menatap Dimas balik, ia mencoba untuk menahan tingkah nya.
...****************...
Selama libur semester awal, pasutri itu nampak jalan-jalan berdua menikmati pemandangan dan wisata yang memang mereka akan datangi bersama-sama.
Walau terkadang Dimas di repotkan dengan pekerjaan, tak membuat nya melupakan Melia barang sejenak.
Seperti sekarang, Melia sedang di minta untuk menemani Dimas ke kantor, sebelum mereka akan melanjutkan jalan-jalan nya.
"Kak, siang nanti makan di luar ya" pinta Melia membuat Dimas mendongak menatap Melia sejenak, ia akan mencoba sebisa mungkin untuk mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat.
"Iya sayang, kamu udah mulai bosan ya?" tanya Dimas yang dapat menebak dari raut wajah Melia.
Melia langsung menampilkan cengir kuda dan segera bangkit dari sofa nya.
"Bosan sedikit sih" ungkap Melia mulai mendekati Dimas yang langsung di sambut Dimas dengan memundurkan kursi kerja nya.
Melia pun duduk di pangkuan Dimas dan menghadap pada Dimas, tak membiarkan Dimas untuk melanjutkan pekerjaan.
"Entah kenapa rasanya aku.. Seperti ingin.." bisik Melia di telinga Dimas, ia memeluk dan sedikit memberi gesekan yang membuat Dimas menggeram.
"Tumben kamu mau di jam-jam sekarang? Biasa nya kamu nakal nya di malam hari saat di kamar hm" ucap Dimas mencoba menahan hasrat nya yang terus di ganggu oleh Melia.
"Nggak tau, aku juga bingung sama diri ku sendiri.. Rasa nya, gatal" balas Melia di akhiri dengan lirihan yang terdengar sayu.
"Kakak masih kerja sayang, kamu bisa tunggu?" ucap Dimas mendapat gelengan lemah dari Melia.
"Murahan memang, tapi ini kan sama suami sendiri.. Sebentar aja yaa" melas Melia terus mencoba membujuk Dimas.
Tak ada kata terpaksa, Dimas malah suka rela jika Melia menawarkan hal itu, hanya saja sekarang ia begitu di sibukkan dengan tumpukkan kertas tebal.
"Janji setelah nya aku nggak rewel lagi" ucap Melia sembari bangkit dari pangkuan Dimas dan berjalan menuju kamar yang memang tersedia di ruangan Dimas.
Dimas melirik ke arah Melia yang nampak menggoda nya dengan tatapan sayu dan mulai menghilang di balik pintu kamar.
Lalu Dimas melirik ke arah tumpukkan kertas, sebenarnya ia sudah di pusingkan dengan semua pekerjaan nya yang menumpuk itu.
"Sebentar aja nggak akan masalah kan ya? Kan demi isi tenaga juga" gumam Dimas segera bangkit dari kursi nya dan mengunci pintu agar sekertaris atau pegawai nya tidak masuk sembarangan.
Dimas masuk ke dalam kamar dan menatap Melia dengan tatapan yang sudah siap menerjang.
buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭