NovelToon NovelToon
Sistem Pilihan

Sistem Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Harem
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irfan Sajilie

Kris selalu di bully disekolahnya karena tak hanya lemah dan anak panti tapi juga memiliki wajah dibawah rata-rata. Suatu hari ia mendapatkan sistem pilihan, dia harus memilih satu dari dua pilihan setiap harinya. Mampukah Kris menjadi orang kuat dan kaya raya seperti impiannya dengan adanya sistem ditubuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Dikejar uang

Kris dan Alan sudah sampai di vila sedangkan Luna, Desi dan Mira belum sampai sebab sekolah mereka agak jauh dari vila Kris.

Mereka berdua makan siang terlebih dahulu bersama Ridho sebelum melakukan pekerjaan perdana mereka.

''mulai sekarang kamu harus menjadi lebih serius Lan, aku tidak mau waktu tiga bulanku untuk mengajarimu menjadi sia-sia belaka'' Ridho kembali menasehati Alan.

''aku berjanji akan bersungguh-sungguh dan tak akan mengecewakan kakak dan Kris. Lagipula ada seseorang yang sudah menunggu keberhasilanku'' jawab Alan dengan bersungguh-sungguh.

''bagus jadikan itu motivasi dan semangatmu, ingat kita ini tidak seperti Kris yang walaupun tidak bekerja maka uang akan tetap mengejarnya. Kita adalah para pengejar uang, kalau berdiam diri maka uangnya bakalan semakin menjauh'' ucap Ridho hingga membuat Alan mengangguk membenarkan perkataan Ridho sedangka Kris hanya bisa geleng-geleng kepala.

'apa kamu bilang benar kak sebab meskipun aku tak mempunyai semua aset itu, hanya dengan menggunakan uangku maka aku masih bisa hidup sebab setiap aku menggunakan uang maka uangku akan belipat ganda sebanyak lima kali lipat' batin Kris membenarkan perkataan Ridho juga.

Beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan makan siangnya lalu segera menuju halaman depan vila dimana sudah ada dua buah mobil yang terparkir. Kris akan menggunakan mobilnya sendiri sedangkan Alan akan semobil dengan Ridho.

Kedua mobil segera menuju perusahaan pertambangan yang sudah resmi menjadi milik Kris beberapa hari lalu.

Selama satu jam penuh mereka menempuh perjalanan dan akhirnya sampai didepan sebuah bangunan pencakar langit.

''busettt gede banget'' kagum Alan, sebenarnya Ridho juga kagum namun ia masih bisa mengendalikan dirinya.

''ayo masuk'' ajak Ridho lalu mereka bertiga memasuki perusahaan dan segera menuju meja lobi.

Petugas lobi segera mengangguk hormat saat mengetahui bahwa pemuda yang ada didepannya adalah pemilik peusahaan pertambangan tempat ia bekerja, ia segera menggiring ketiganya menuju ruang pertemuan dimana semua jajaran orang penting perusahaan pertambangan tengah menunggu mereka.

Mereka naik hingga kelantai 20 dimana menjadi ruang rapat bagi perusahaan.

''silahkan masuk para tuan muda'' si penjaga lobi mempersilahkan, ia memanggil ketiganya dengan tuan muda karena umur mereka terbilang sangat muda apalagi kris sebagai pemilik perusahaan yang masih dibawah 20 tahun.

Ketiganya masuk, segera semua orang yang berada diruang rapat berdiri. Meskipun mereka agak heran karena ada dua remaja dan seorang pemuda emuda berusia 30 tahunan namun mereka tetap memberikan sikap hormat.

''selamat datang tuan muda Kris'' sapa pemimpin dari semua pria paruh baya yang ada diruang rapat, ia mengulurkan tangannya pada Ridho.

''maaf pak saya bukan tuan muda Kris, saya Ridho dan akan menjadi perwakilan tuan muda Kris kedepannya. Dialah tuan muda Kris'' ucap Ridho lalu menunjuk Kris, dipertemuan besar seperti ini ia akan memanggil Kris dengan embel tuan muda.

Semua orang termasuk si pria paruh baya yang salah mengenali Kris hanya bisa menganga tak percaya.

Pemuda seperti Ridho saja untuk menjadi pemilik sebuah perusahaan sudah membuat mereka terkejut sedangkan sekarang yang menjadi pemiliknya adalah seorang pemuda belasan tahun. Bahkan mereka menebak si pemuda masih bersekolah.

''an-anda sangat muda sekali tuan muda Kris, sa-saya Johan wakil CEO sebelumnya'' ucap si pria paruh baya terbata-bata lalu mengulurkan tangannya pada Kris.

''salam kenal pak Johan'' sapa Kris setelah menjabat tangan Johan.

''mari kita duduk dulu para tuan muda, CEO sebelumnya sedang dalam perjalanan kemari sebab beliau baru saja pulang dari luar negeri'' ajak Johan pada ketiganya.

Ketiganya segera mengangguk lalu segera duduk bersama para jajaran anggota perusahaan pertambangan lainnya.

'sangat muda' batin semua orang saat melihat Kris namun tak ada satupun yang meremehkannya sebab mereka bisa merasakan aura kepimpinan yang kuat menguar dari tubuh bos baru mereka.

CEKLEK

Tiba-tiba pintu ruang rapat terbuka dan masuklah seorang pria paruh baya bersama seorang pria muda yang selalu mengikutinya dari belakang.

''maafkan sayang yang sudah datang terlambat'' ucapnya.

Semua orang termasuk kelompok Kris menggeleng dengan tersenyum seolah mengatakan tak apa-apa.

''ini pasti tuan muda Kris'' sapa si pria paruh baya saat melihat tiga pemuda asing didepannya, sebelumnya ia sudah tau kalau pemilik perusahaan pertambangannya adalah seorang pelajar dan hanya ada dua pemuda yang masih belia didepannya. Ia bisa menebak si pemilik baru karena melihat aura yang keluar dari tubuh Kris.

''benar pak, saya Kris''  angguk Kris.

''aku James'' ucap si pria paruh baya.

Mereka pun kembali duduk melingkari meja rapat dan hal pertama yang mereka lakukan adalah penandatanganan surat pengalihan kekuasaan.

Ridho membaca semua berkasnya lalu menyerahkannya pada Kris diiringi dengan anggukan.

Kris pun segera menadatangani didepan semua orang, setelahnya pengaturan pekerjaan.

Setelah melakukan rapat selama satu jam penuh, akhirnya James dan Johan akan tetap memegang jabatan mereka sebelumnya sedangkan Ridho hanya akan pergi ke perusahaan beberapa kali dalam sebulan untuk melakukan peninjauan. Kris sendiri hanya akan menerima semua laporan dari Ridho sebab sejak awal memang seperti itu yang diinginkan Kris.

Kris hanya akan berperan sebagai tambang uang saat perusahaan membutuhkan.

Setelah mengobrol singkat, Kris dan dua orang lainnya segera pergi sebab setelah ini mereka harus pergi menuju hotel nirwana. Sedangkan jarak dari kota ke tepi pantai membutuhkan waktu dua jam hingga mereka harus bergegas.

Pihak hotel nirwana tentu saja akan tetap menyambut bos mereka walaupun bos mereka datang jam dua belas malam sekalipun namun yang kasihan adalah Kris dan Alan yang masih harus bersekolah besok.

Kedua mobil melaju dengan cepat saat sudah memasuki jalan menuju pinggiran pantai sebab jalanan disana memang cukup sepi mengingat sekarang bukan waktunya liburan maupun akhir pekan.

Mereka hanya mampir sebentar untuk mengisi perut sekaligus melakukan peregangan karena sudah terlalu lama duduk di dalam mobil.

''makanan disini cukup enak'' ucap Kris, saat ini mereka makan di sebuah restoran kecil di pinggir jalan.

''memang enak, rasanya pas dilidah'' sahut Alan yang makan dengan sangat lahap sedangkan Ridho hanya mengangguk setuju sebab mulutnya penuh dengan makanan.

Tiba-tiba saja datang seorang wanita cantik menghampiri mereka dan sangat menempel pada Ridho sebab Ridho mengenakan pakaian jas, berbeda dengan Alan dan kris hanya mengenakan kaos biasa dan celana jeans.

Wanita cantik itu mengira Ridho tengah membawa kedua adiknya jalan-jalan menuju pantai.

''hai tampan'' sapanya pada Ridho.

Ridho memang sempat tergoda apalagi saat melihat kedua boba si wanita yang seperti ingin keluar dari tempatnya karena baju yang dikenakan si wanita terlalu ngepas namun ia segera menenangkan dirinya karena tau wanita yang sedang merayunya bukanlah wanita baik-baik.

''minggir, kami sedang makan'' Ridho berkata dengan dingin.

Si wanita tercekat namun ia masih tak menyerah, ia sudah melihat kedatangan pria yang tengah didekatinya saat ini memakai mobil sport. Beberapa waktu lalu Kris merasa mengantuk jadi meminta Ridho menjalankan mobilnya sedangkan mobil milik ridho dikendarai oleh Alan sendirian.

Hal itulah yang membuat si wanita salah paham, ia sebenarnya juga tertarik pada Alan namun Alan terlalu muda untuknya sehingga ia mengubah sasarannya menjadi Ridho.

1
dennisad
👍👍👍
Melly Bucek
lanjutttt
Diana Lely
betul perasaan 175 jt thor
Djumadi Dudung
jadi sedih bacanya
blueberry
lah aku pikir 175jt
kafafal muhammad
up nya💪
kafafal muhammad
semangat
Ardi Provision
sudah mulai ngelantur dan berlebihan thor, kembali bijak dan pintar lah buat si mc, kalau mau belanja buat aja mc belanja seperti beli emas lebih enak cerita nya
Ardi Provision
ide seperti ini kurang sedap thor lebih baik cari ide yang lebih baik lagi
Ardi Provision
walaupun mc dapat untung tapi dikuras sampai 500 juta sama cewek baru kenal itu namanya goblok
Pakde
lanjut thor 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!